NovelToon NovelToon
SENI TRANSMUTASI TULANG PURBA

SENI TRANSMUTASI TULANG PURBA

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: 秋天(Qiūtiān)

Han jian merupakan seorang pemuda dari klan Han yang tidak dapat ber kultivasi sejak kecil sehingga menjadi bahan hinaan di klan Han, ia tidak dapat ber kultivasi dikarenakan ia tidak memiliki dantian seperti yang lain nya melain kan sebuah pusaran hitam yang di akibatkan karena dantian nya telah hancur, namun nasibnya berubah setelah menemukan sebuah fragmen tulang di makam ayahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 秋天(Qiūtiān), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13: PERBURUAN DI HUTAN KERANGKA

Gerbang besar yang terbuat dari fosil tulang naga perlahan tertutup di belakang lima calon murid yang tersisa. Di depan mereka, pemandangan berubah drastis dari kemegahan marmer putih menjadi kegelapan yang mencekam. Hutan Kerangka bukanlah hutan biasa; pohon-pohon di sini tidak memiliki daun, batangnya putih pucat dan keras seperti tulang manusia, dengan cabang-cabang yang melengkung tajam layaknya cakar yang mencoba menggapai langit.

Tanah di bawah kaki mereka ditutupi oleh debu tulang halus yang mengeluarkan aroma kematian yang pekat. Qi di tempat ini terasa liar dan bermusuhan, berputar-putar seperti badai kecil yang siap menyayat kulit.

"Dengarkan baik-baik," suara Tetua Mo Ran bergema, namun sosoknya sudah tidak terlihat, hanya suaranya yang terbawa angin. "Kalian memiliki waktu hingga matahari terbenam untuk mencapai Pilar Langit di jantung hutan ini. Di sini, sisa-sisa jiwa para prajurit kuno bersemayam. Mereka haus akan esensi kehidupan. Jika kalian mati, tulang kalian akan menjadi bagian dari hutan ini selamanya."

Empat calon murid lainnya segera memacu Qi mereka. Tanpa sepatah kata pun, mereka melesat ke arah yang berbeda, berusaha menjauh dari Han Jian. Di mata mereka, Han Jian adalah magnet maut. Tanpa Dantian untuk menutupi auranya, keberadaan Han Jian di tengah hutan ini seperti nyala api di tengah malam yang gelap bagi para roh tulang.

Han Jian tetap tenang. Ia melepaskan kain pembungkus Tombak Pemutus Takdir di punggungnya. Logam hitam tombak itu tampak haus, seolah-olah ia merasakan energi purba yang familiar di tempat ini.

"Kau merasakannya juga, bukan?" bisik Han Jian pada tombaknya.

Baru saja ia melangkah sepuluh meter, tanah di depannya meledak. Tiga sosok kerangka prajurit dengan zirah berkarat muncul dari dalam debu tulang. Mata mereka tidak memiliki bola mata, hanya ada api biru dingin yang melambangkan sisa-sisa kesadaran yang tersiksa.

SKREEE!

Ketiga roh itu menyerang serentak. Pedang-pedang tulang mereka membelah udara dengan kecepatan yang bisa membunuh kultivator tahap Pusaran Bumi dalam sekejap.

Han Jian tidak menghindar. Ia mengayunkan tombaknya dalam satu putaran horizontal yang kuat.

KRAK! KRAK! KRAK!

Hanya dengan satu serangan fisik murni, ketiga kerangka itu hancur berkeping-keping. Namun, ada yang aneh. Fragmen cahaya biru dari mata mereka tidak menghilang, melainkan tersedot masuk ke dalam pori-pori kulit Han Jian, menuju langsung ke sumsum tulangnya.

"Energi jiwa yang murni..." Han Jian merasakan sensasi hangat yang nyaman. Tulang Emas Abadinya berdenyut, seolah-olah ia baru saja mengonsumsi pil suci tingkat tinggi.

Namun, di kegelapan yang lebih dalam, sepasang mata tajam sedang mengawasi melalui sebuah cermin kristal. Di sebuah aula rahasia di dalam Sekte Tulang Langit, dua orang tetua berjubah hitam duduk sambil memperhatikan pergerakan Han Jian.

"Dia benar-benar memiliki struktur tulang itu," ucap salah satu tetua, suaranya parau. "Tulang Emas tanpa Dantian. Itu adalah teknik terlarang yang digunakan oleh Han Shuo sebelum dia dikhianati. Jika bocah ini dibiarkan hidup, rahasia sepuluh tahun lalu akan terbongkar."

"Jangan khawatir," balas tetua lainnya, Tetua Ghou, yang merupakan musuh bebuyutan ayah Han Jian. "Aku sudah menempatkan 'Penjaga Bayangan' di dalam hutan. Mereka bukan roh tulang biasa. Mereka adalah pembunuh tingkat Transformasi Jiwa yang telah dimodifikasi. Han Jian tidak akan pernah mencapai Pilar Langit."

Kembali di dalam hutan, Han Jian mulai merasakan perubahan atmosfer. Roh-roh tulang yang menyerangnya semakin banyak dan kuat, namun mereka semua berakhir menjadi "makanan" bagi tulangnya. Semakin banyak ia membunuh, semakin cerah pendar emas di bawah kulitnya.

Tiba-tiba, instingnya berteriak waspada. Ia melompat mundur tepat saat sebuah rantai hitam dengan ujung kait tajam menghantam tempatnya berdiri sebelumnya.

Dua sosok muncul dari balik pohon tulang. Mereka tidak tampak seperti roh; mereka mengenakan topeng perak dan memancarkan aura membunuh yang sangat terorganisir.

"Kultivator manusia?" Han Jian menyipitkan mata. "Sekte Tulang Langit mengirim pembunuh untuk ujian masuk?"

Tanpa menjawab, kedua pemburu itu melesat. Yang satu menggunakan pedang ganda yang dilapisi racun hijau, sementara yang lainnya mengendalikan rantai hitam yang bisa memanjang secara ajaib. Serangan mereka sangat sinkron, mengunci semua sudut pelarian Han Jian.

Han Jian memutar tombaknya, menciptakan perisai angin. Ting! Ting! Ting! Percikan api memercik saat logam beradu. Ia menyadari bahwa kedua orang ini berada di tahap Transformasi Jiwa tingkat menengah. Di Dunia Atas, ini adalah kekuatan yang cukup untuk menghancurkan sebuah kota kecil.

"Kalian terlalu meremehkanku," desis Han Jian.

Ia memicu resonansi pada tulang kakinya. Langkah Bayangan Tulang!

Han Jian menghilang dan muncul tepat di belakang pemburu pembawa rantai. Ia tidak menggunakan tombaknya, melainkan melayangkan satu pukulan lurus ke arah punggung lawan.

BOOM!

Pemburu itu mencoba memasang perisai Qi, namun tinju emas Han Jian menembus pertahanan itu seolah-olah itu hanya kertas basah. Suara tulang punggung yang hancur bergema di kesunyian hutan. Pemburu itu terlempar, menabrak pohon tulang hingga hancur, dan tewas seketika.

Pemburu kedua tertegun. "Kekuatan fisik macam apa ini?! Kau tidak punya energi spiritual!"

"Aku tidak butuh energi yang dipinjam dari langit," jawab Han Jian. "Aku adalah energi itu sendiri."

Pemburu kedua mencoba melarikan diri, namun Han Jian melemparkan tombaknya. Tombak Pemutus Takdir melesat seperti kilat hitam, menembus dada pemburu itu dan memakukannya di pohon tulang.

Han Jian berjalan mendekat dan menarik tombaknya kembali. Dari tubuh kedua pemburu itu, ia menemukan sebuah lencana kecil bergambar tengkorak dengan pedang bersilang—lambang pribadi Tetua Ghou.

"Ghou..." Han Jian mengingat nama itu dari cerita ayahnya. "Jadi kau masih hidup dan masih menggunakan cara kotor yang sama."

Han Jian menatap ke arah Pilar Langit yang kini mulai terlihat di ufuk hutan. Ia tahu bahwa perjalanannya masuk ke sekte ini bukan lagi sekadar ujian, melainkan sebuah misi penyusupan ke sarang serigala.

Ia memungut jubah hitam milik salah satu pemburu untuk menutupi luka-lukanya dan menyembunyikan identitas tombaknya. Ia tidak akan masuk sebagai murid biasa; ia akan masuk sebagai pembalas dendam yang tak terlihat.

Saat ia mencapai perbatasan Hutan Kerangka, matahari mulai tenggelam, mewarnai langit dengan warna darah. Han Jian berdiri di depan Pilar Langit, menjadi orang pertama yang menyelesaikan ujian tersebut.

Tetua Mo Ran muncul dari balik pilar, matanya menatap Han Jian dengan penuh selidik. Ia melihat noda darah yang bukan berasal dari roh tulang pada jubah Han Jian.

"Kau... kau bertemu dengan sesuatu yang bukan dari hutan ini?" tanya Mo Ran pelan.

Han Jian menatap mata sang tetua dengan tajam. "Aku bertemu dengan tikus-tikus yang mencoba menghalangi jalanku. Aku sudah membasmi mereka."

Mo Ran terdiam, lalu sebuah senyum tipis yang penuh arti muncul di wajahnya. "Selamat, Han Jian. Kau lulus dengan nilai sempurna. Selamat datang di neraka yang sesungguhnya... selamat datang di Murid Luar Sekte Tulang Langit."

Han Jian melangkah melewati pilar, menatap kompleks sekte yang luas di depannya. Di suatu tempat di bawah sana, di dalam penjara terdalam, ia bisa merasakan denyut nadi yang sama dengan miliknya.

"Tunggu aku, Ayah. Sebentar lagi, tulang-tulang mereka yang mengurungmu akan menjadi fondasi bagi kenaikanku."

1
Malik Junjung
critanya trlalu ringkas...
Malik Junjung
yach... mnurut sy sich drpd ikut ujian kdewasaan mnding klwr dri klan... drod pmer kekuatn....
angin kelana
bab selanjutnya semoga lebih seru lg..
秋天(Qiūtiān): di tunggu ya teman teman
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!