NovelToon NovelToon
Sistem Harem Ku Aktiv

Sistem Harem Ku Aktiv

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Sistem / Bad Boy
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Karensi

Ketika banyak wanita yang membuangku sistem Harem ku aktiv dan siap untuk membuat mereka yang membuangku menyesal.. !!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Karensi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Belum sempat gue dan Amanda membahas lebih lanjut tentang rencana penghancuran tikus pasar gelap, pintu kamar tidur penthouse mendadak terbuka dengan sentakan yang cukup keras.

Brak!

Bella berdiri di ambang pintu dengan rambutnya yang sedikit acak-acakan khas orang baru bangun tidur. Dia hanya mengenakan selimut tebal yang dililitkan ke tubuh indahnya karena terburu-buru keluar setelah mendengar percakapan kami sejak tadi. Sepasang matanya yang bulat menatap Amanda dengan tatapan melotot tak percaya, sekaligus ada rona merah padam di kedua pipinya.

"Tunggu, tunggu! Jadi... jadi selama ini lu adalah bos besar dari Nusantara Group?!" seru Bella dengan suara yang beneran sangat syok, melangkah mendekat dengan langkah kaki yang dihentak-hentakkan manja.

Amanda melipat kedua tangannya di dada, kembali ke mode wanita elitnya yang anggun namun ada sedikit senyuman tipis yang menggoda di sudut bibirnya. "Benar, Bella. Maaf ya, aku baru mengatakannya sekarang pada Raka."

Bella beneran langsung cemberut parah. Rasa cemburu dan gengsi sebagai wanita yang lebih dulu mendampingi gue beneran langsung meledak seketika. Dia tidak peduli lagi dengan keberadaan ayah Amanda yang merupakan konglomerat sepuh di dalam ruangan itu. Bella langsung berlari kecil dan bergelayut manja di lengan kiri gue, memeluknya dengan sangat posesif seolah tidak mau kekasihnya direbut oleh dominasi kekayaan Amanda.

"Raka! Lu denger sendiri kan?!" rengek Bella sambil mendongak menatap gue dengan mata yang berkaca-kaca manja. "Dia curang banget! Mentang-mentang kaya raya, dia langsung mau menguasai bisnis lu pagi-pagi begini! Pokoknya gue tidak mau kalah! Biar pun gue tidak punya dinasti bisnis sebesar itu, gue beneran bakal jadi manajer pribadi lu yang paling setia dan menjaga seluruh aset lu dari wanita-wanita bermuka dua!"

Amanda yang melihat kelakuan manja Bella beneran tidak bisa menahan diri untuk tidak ikut memeluk lengan kanan gue. "Hei, siapa yang bermuka dua? Aku melakukan ini justru untuk melindungi aset pria kita, Bella. Lagipula, kekuatan Raka beneran sangat cocok disandingkan dengan kekuasaan Nusantara Group milikku."

Gue beneran cuma bisa terkekeh bariton sangat rendah melihat tingkah kedua singa betina tercantik ini. Di depan mata ayah Amanda yang hanya bisa geleng-geleng kepala pasrah sekaligus kagum melihat menantunya bisa menjinakkan dua wanita hebat sekaligus, gue merapatkan pelukan gue pada pinggang mereka berdua.

Aura Kharisma Raja Level Dua milik gue beneran langsung memancar kuat, membuat gejolak cemburu di antara mereka berdua mendadak berubah menjadi rasa tunduk yang sangat dalam.

Tepat di saat itu, notifikasi sistem kembali berbunyi dengan nada yang beneran sangat menghibur di dalam kepala gue.

Tinggg!

"Keseimbangan Harem Tercapai! Persaingan sehat antara Bella (Manajer Hati) dan Amanda (Ratu Bisnis) berhasil meningkatkan stabilitas harem sebesar Tiga Puluh Persen. Hadiah Bonus: Poin Sistem bertambah Tiga Ratus Poin, dan Hubungan Emosional Harem kini berstatus: Saling Berbagi Tak Terpisahkan!"

Gue mengecup kening Bella dan Amanda secara bergantian, membuat wajah kedua harem gue itu beneran langsung merona merah padam dalam sekejap. "Sudah, jangan bertengkar. Lu berdua punya porsi masing-masing di hidup gue," ucap gue dengan nada bariton yang sangat mendominasi.

Gue kemudian menatap tajam ke arah dokumen pasar saham yang ada di meja. "Sekarang, karena kalian berdua beneran sudah menjadi milik gue seutuhnya... mari kita beri pelajaran pada tikus-tikus pasar gelap yang berani menyentuh bisnis kita menggunakan skill baru gue."

Setelah suasana cemburu manja di antara kedua harem gue mulai mereda, Bella berpamitan untuk pulang sebentar ke apartemen pribadinya menggunakan taksi elit demi mengambil beberapa pakaian ganti. Amanda sendiri langsung pamit ke kantor pusat Nusantara Group bersama ayahnya untuk mengurus dokumen pengalihan proyek tiga puluh triliun.

Gue kembali sendirian di dalam penthouse, menikmati keheningan pagi sambil melatih kendali energi dari Fisik Level Tiga milik gue. Namun, ketenangan itu beneran tidak bertahan lama. Baru tiga puluh menit Bella pergi, ponsel di saku celana gue mendadak bergetar hebat.

Gue mengangkatnya, dan bukan suara manja Bella yang terdengar, melainkan suara napas yang memburu cepat dan desis tawa yang sangat bajingan dari seorang pria asing.

"Heh... bocah sialan bernama Raka," suara berat itu terdengar sangat serak dan penuh kemenangan. "Lu mungkin sangat hebat semalam di aula pesta keluarga Amanda. Tapi lu beneran bodoh karena membiarkan mainan kecil lu yang satu ini berjalan sendirian di luar."

Drap! Drap!

"Rakaaa! Tolong gueee! Jan—mpphh!"

Suara jeritan Bella yang sangat ketakutan beneran langsung terputus secara paksa, digantikan oleh suara tamparan keras dan isak tangisnya yang tertahan.

Bumrr!

Dalam sekejap, aura membunuh yang beneran sangat pekat, dingin, dan sedahsyat badai langsung meledak keluar dari dalam tubuh gue. Sepasang mata gue berkilat merah darah karena amarah yang luar biasa hebat. Dinding kaca tebal di penthouse gue bahkan sampai bergetar retak hanya karena gelombang tekanan emosi dari fisik dewa gue. Berani menyentuh seujung rambut Bella, berarti mereka beneran sudah bosan hidup di dunia ini!

"Lu punya waktu sepuluh menit untuk datang ke gudang tua pelabuhan utara, atau jalang kecil lu ini beneran bakal jadi santapan para preman dermaga!" Klik. Sambungan telepon langsung diputus secara sepihak.

Jarak dari penthouse gue di pusat kota menuju pelabuhan utara beneran lebih dari tiga puluh kilometer. Dalam kondisi macetnya Jakarta, menggunakan supercar secepat apa pun beneran butuh waktu minimal empat puluh menit. Musuh sengaja memberi waktu sepuluh menit karena mereka tahu itu hal yang mustahil, mereka beneran ingin menyiksa mental gue.

Mereka sama sekali tidak tahu, bahwa di hadapan seorang raja yang memiliki sistem dewa, jarak puluhan kilometer beneran tidak lebih dari sekejap mata!

Gue memejamkan mata, memfokuskan seluruh energi di dalam tubuh gue, lalu berbisik dingin di dalam hati, “Sistem... aktifkan Fitur Kecepatan Kilat Level Satu sekarang juga!”

Tinggg!

"Fitur Kecepatan Kilat Level Satu Berhasil Diaktifkan! Efek: Membawa tubuh Tuan Rumah menembus batas ruang dan waktu dengan kecepatan tiga ratus kilometer per jam, menciptakan efek bayangan semu yang tak kasat mata!"

Wusss!

Dalam sepersekian detik, tubuh tegap gue beneran langsung lenyap dari balkon penthouse, meninggalkan pusaran angin kencang yang memecahkan sisa-sisa kaca jendela.

Di jalanan protokol Jakarta pagi itu, para pengendara mobil beneran dibuat melongo gila. Mereka tidak melihat ada kendaraan yang lewat, melainkan hanya melihat sekelebat bayangan hitam secepat kilat disertai suara gemuruh angin yang sangat dahsyat yang membuat mobil-mobil mereka bergoyang hebat.

Hanya dalam waktu empat menit saja—jauh lebih cepat dari batas waktu yang diberikan musuh—tubuh gue beneran sudah menapak tegap di depan pintu gerbang besi gudang tua pelabuhan utara yang sudah berkarat.

Gue berjalan melangkah maju dengan santai, namun setiap tapak kaki gue beneran meninggalkan retakan dalam di atas tanah semen. Sambil meretakkan buku-buku jari tangan gue yang sekeras baja, gue menyunggingkan senyuman paling kejam untuk menyambut pesta pembantaian berdarah pagi ini.

"Sepuluh menit kata lu? Maaf... malaikat maut beneran sudah berdiri di depan pintu kalian dalam waktu empat menit," bisik gue dingin, langsung menendang gerbang besi raksasa itu hingga hancur berkeping-keping dalam sekali hentakan.

1
Tang xu
rata" orang berapa min, 100 kah?
biar yg baca ada patokannya
Karensi: "Minimal bakal ada 100 lebih bab kok. Tapi kalau makin lama makin ramai, kita gas terus sampai tembus 200-300 bab! Kalau makin ramai lagi, kita panjangin sampai dia punya anak dan anak-anaknya masing-masing punya sistem juga! 🤭🥰🥰🥰"
total 1 replies
ayrhte
mokondoonya/Smile/
Karensi: Terimakasih sudah membaca kak🥰.pantau terus perjalanan kisah ini ya kak🥰🥰🥰
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!