Lima ratus tahun yang lalu, Lin Chen adalah Kaisar Pedang Ilahi yang berdiri di puncak Alam Dewa. Namun, saat ia mencoba menembus batas tertinggi kultivasi, ia dikhianati oleh tunangannya, Dewi Teratai Salju, dan saudara seperjuangannya, Kaisar Naga Hitam. Tubuhnya hancur, dan jiwanya tercerai-berai.
Kini, lima ratus tahun kemudian, jiwa Lin Chen terbangun di Benua Langit Biru, di dalam tubuh seorang pemuda dengan nama yang sama. Pemuda ini dikenal sebagai "Sampah Terbesar" di Kota Daun Musim Gugur karena meridiannya cacat sejak lahir. Namun, mereka tidak tahu bahwa di dalam lautan jiwanya, Lin Chen membawa Sutra Pedang Kehampaan, sebuah teknik kultivasi purba yang memungkinkannya menyerap energi alam semesta.
Dimulailah perjalanan Lin Chen untuk merangkai kembali takdirnya, menginjak jenius arogan, menaklukkan naga suci, dan kembali ke Alam Dewa untuk menuntut darah para pengkhianatnya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32: Hujan Darah di Lembah Pedang Patah
Bau amis darah yang kental seketika menguap, tergilas oleh kepulan debu rohani yang dihasilkan dari hancurnya tubuh ketiga Komandan Pembentukan Fondasi. Tiga pasang tubuh yang terpotong rapi itu jatuh berdebum, menodai batu obsidian kelabu dengan warna merah yang pekat.
Kesunyian yang mencekik menjalar ke setiap sudut Lembah Pedang Patah.
Dua puluh tujuh murid elit Perkumpulan Naga Sejati yang tersisa membeku di posisi formasi mereka. Tangan-tangan yang memegang senjata spiritual kini bergetar hebat. Mereka adalah para petarung pilihan, namun menyaksikan tiga ahli Pembentukan Fondasi dimusnahkan dalam satu kedipan mata murni menghancurkan akal sehat mereka.
"B-Bagaimana mungkin..." Seorang murid bergumam lirih, lututnya lemas hingga nyaris jatuh berlutut. "Dia hanya di Ranah Kondensasi Qi... Kenapa pertahanan zirah spiritual Pembentukan Fondasi terasa seperti kertas di depan pedangnya?"
Di atas tebing, Mu Hongling menutupi mulut cantiknya dengan kedua tangan. Jantungnya berdegup kencang. Ia tahu Lin Chen kuat, tapi ini sudah melintasi batas pemahaman manusia fana.
"Jiang Wuya," Lin Chen perlahan memutar tubuhnya, membiarkan ujung Pedang Berat Penelan Bintang mengayun santai di udara, meneteskan sisa darah segar ke lantai batu. Mata emas murninya menatap lurus ke arah pemuda berjubah emas di atas batu besar. "Ini komandan terbaik yang kau miliki? Mengecewakan."
"Lin Chen...!!!"
Jiang Wuya bangkit dari duduknya. Wajah tampannya kini benar-benar terdistorsi oleh amarah dan rasa malu yang luar biasa. Tiga komandannya tewas, berarti setengah dari fondasi kekuatannya di akademi telah dicabut dalam satu detik.
"Jangan panik! Tarik energi formasi ke tingkat maksimum! Bakar batu spiritual mereka!" Jiang Wuya meraung gila.
Mendengar perintah itu, para murid yang tersisa tersentak bangun dari ketakutan mereka. Sadar bahwa tidak ada jalan mundur di dalam kubah darah ini, mereka menggertakkan gigi dan menepuk dada mereka sendiri, menyemburkan esensi darah ke udara untuk memperkuat jalinan formasi.
BOOOOOOMMMM!!!
Dua pilar batu merah di pintu masuk lembah bergetar hebat hingga retak. Kubah energi darah di atas mereka berubah warna menjadi merah tua beryin ekstrem, memancarkan ribuan rantai petir darah yang menyambar-nyambar ke arah Lin Chen.
Tekanan gravitasi di dalam lembah melonjak drastis menjadi tiga puluh kali lipat!
Lantai batu di bawah kaki Lin Chen langsung ambles sedalam beberapa inci. Beban Pedang Berat Penelan Bintang yang awalnya 500 kilogram kini berlipat ganda secara mengerikan di bawah hukum gravitasi formasi.
"Hahaha! Lin Chen! Di bawah tekanan tiga puluh kali lipat gravitasi dan korosi racun darah ini, mari kita lihat bagaimana kau menggerakkan pedang rongsokanmu itu!" Jiang Wuya tertawa sinis. Ia menghunus Pedang Naga Sembilan Matahari miliknya. Sembilan pendar cahaya keemasan mirip matahari kecil menyala di sepanjang bilah pedangnya, memancarkan suhu panas yang membakar kabut darah.
Lin Chen berdiri di pusat badai petir darah tersebut. Punggungnya tetap lurus bak tombak dewa yang menolak tunduk pada surga. Kulit perunggunya mulai memercikkan bunga api emas saat menahan gesekan rantai petir.
Namun, alih-alih panik, Lin Chen justru mendongak ke langit darah, menarik napas dalam-dalam seolah menikmati udara segar.
"Tiga puluh kali lipat gravitasi... Tekanan eksternal ini akhirnya cukup. Energi dari Akar Teratai Es dan Kristal Sumsum Bumi yang mengendap di meridianku... saatnya melebur!"
WUNGGG!
Lautan Qi di dalam Dantian Lin Chen yang telah mencapai puncak Tingkat 9 tiba-tiba berputar berbalik arah. Ini adalah metode terlarang dari Sutra Pedang Kehampaan untuk memicu terobosan paksa dengan cara menghancurkan batas Dantian fana dari dalam!
"Dia... apa yang dia lakukan?!" Jiang Wuya yang bersiap menerjang mendadak menghentikan langkahnya. Indra spiritualnya menangkap pusaran energi yang sangat mengerikan sedang berkumpul di tubuh Lin Chen.
KRAK!
Langit merah darah Makam Pedang yang biasanya statis tiba-tiba bergulung dahsyat. Kabut darah terbelah secara paksa saat gumpalan awan hitam pekat berdiameter beberapa mil berkumpul tepat di atas Lembah Pedang Patah.
Di dalam awan hitam tersebut, kilatan petir berwarna ungu tua berhamburan, memancarkan suara gemuruh yang membuat seluruh ranah rahasia bergetar.
Melihat awan tersebut, wajah Jiang Wuya seketika memucat seperti mayat. "K-Kesengsaraan Surgawi?! Bocah ini... dia memicu Kesengsaraan Pembentukan Fondasi di sini?!"
"Kesengsaraan Surgawi?" Mu Hongling di atas tebing nyaris berteriak. "Menerobos ke Pembentukan Fondasi biasa tidak akan memanggil petir kesengsaraan! Hanya mereka yang membangun Fondasi Ilahi yang menentang surga yang akan memancing kemarahan langit!"
Lin Chen mengangkat Pedang Penelan Bintang dengan satu tangan, mengarahkannya lurus ke arah Jiang Wuya dan sisa-sisa murid Perkumpulan Naga Sejati.
"Jiang Wuya, bukankah kau bilang tempat ini akan menjadi kuburan abadiku?" Sudut bibir Lin Chen melengkung, membentuk senyuman iblis yang sangat dingin.
"Terima kasih telah menyiapkan Formasi Pembantai Nyawa ini. Energi darah dari formasimu... akan menjadi penangkal petir terbaik untuk membantuku menempa Fondasi Emas Ilahiku."
BLAAARRRZZT!
Seolah merespons kata-kata Lin Chen, naga petir ungu pertama berdiameter batang pohon raksasa melesat turun dari langit, merobek kubah formasi darah, dan mengarah langsung ke tengah Lembah Kematian!