NovelToon NovelToon
Azizah, Istri Rasa Simpanan

Azizah, Istri Rasa Simpanan

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Single Mom / Nikah Kontrak / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:12.5M
Nilai: 4.7
Nama Author: Maufy Izha

"No way! Ngga akan pernah. Gue ngga sudi punya keturunan dari wanita rendahan seperti Dia. Kalau Dia sampai hamil nanti, Gue sendiri yang akan nyingkirin bayi sialan itu dengan tangan gue sendiri. Lagipula perempuan itu pernah hamil dengan cara licik! Untungnya nyokap gue dan Alexa berhasil bikin Wanita sialan itu keguguran!"

Kalimat kejam keluar dengan lincah dari bibir Axel, membawa pedang yang menusuk hati Azizah.


Klontang!!!

Suara benda jatuh itu mengejutkan Axel dan kawan-kawannya yang tengah serius berbincang.


Azizah melangkah mundur, bersembunyi dibalik pembatas dinding dengan tubuh bergetar.

Jadi selama ini, pernikahan yang dia agung-agungkan itu hanyalah kepalsuan??

Hari itu, Azizah membuat keputusan besar dalam hidupnya, meninggalkan Suaminya, meninggalkan neraka berbalut pernikahan bersama dengan bayi yang baru tumbuh di dalam rahimnya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maufy Izha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SURAT CERAI

Setelah meninggalkan rumah sakit, Axel tidak langsung pulang ke rumah atau melanjutkan pekerjaannya di kantor, melainkan pergi ke bar langganan bersama teman-temannya: Darren, Vano**,** dan Radit.

Pria tampan dengan ukiran wajah seperti dewa Yunani itu ingin merayakan kebahagiaannya hari ini.

Suara dentuman musik jedag-jedug yang memenuhi ruangan yang dipenuhi kelap-kelip lampu khas tempat dugem itu menyambut kedatangan Axel. Ketiga sahabatnya sudah menunggu di depan meja bartender**,** melambaikan tangan agar Axel segera menghampiri mereka.

"Waw, waw, waw!! Lihat! Pewaris Djaja Group telah tiba... Silakan, Yang Mulia..." ucap Radit dengan membungkuk ala pengawal kerajaan, membuat Vano dan Darren ikut terkekeh, sementara Axel hanya mengulas senyum tipis. Seperti biasa, aura dingin dan cueknya memang sudah mendarah daging.

Axel duduk di salah satu bangku kosong di antara sahabat-sahabatnya itu.

"Well, ada apa nih? Tiba-tiba lo ngajak kita party hari ini?" tanya Darren penasaran. Sementara yang lain ikut mengangguk sebagai tanda idem dengan pertanyaan itu.

Axel sedikit mengangkat sudut bibirnya ke atas, kemudian berkata dengan santai, "Kakek gue tiba-tiba setuju buat gue menceraikan Azizah."

"What?!" seru ketiga pria ganteng itu serempak.

"Serius lo?" sambung Vano.

"Hmm," Axel berdeham pelan.

"Congratulations! Akhirnya bisa kawin juga lo sama Alexa," Radit menimpali disertai kerlingan nakalnya.

"Salah lo. Kalau kawin udah sering, nikah bro, nikah!" seru Darren.

"Hahahaha, bener, bener!"

"Diem lo pada," ucap Axel dengan nada kesal. Wajahnya sedikit murung entah karena apa.

"Lha, gimana? Malah jadi suntuk lo," ucap Vano heran.

"Tapi, jujur aja gue merasa ada yang nggak beres," jawab Axel, matanya menyipit tajam ke depan.

"Apanya yang nggak beres?"

"Kalian tahu kan, kakek gue adalah orang yang tidak mudah berubah pikiran, apalagi soal pernikahan gue sama Azizah."

"Uumm, terus maksud lo gimana?"

"Minggu lalu, kakek masih ngasih petuah ke gue buat jaga dan bahagiain perempuan itu."

Axel menyalakan rokoknya, kemudian menghisapnya pelan. "Tiba-tiba, kakek setuju gue bercerai. Aneh."

Axel mengepulkan asap rokoknya seraya melirik ketiga sahabatnya yang sepertinya ikut berpikir juga.

"Tapi menurut gue, yang penting kakek lo udah setuju. Masalah alasannya, gue rasa lo nggak perlu mikirin itu."

"Gue setuju sama Vano. Lagian lo juga bisa bebas dari dosa karena bisa stop main belakang sama Alexa, bro," Radit menimpali.

"Shut up! Berhenti bawa-bawa Alexa. Gue yang nggak mau ngelepas dia."

"Ya, ya... terserah lo aja."

"Jadi... lo harusnya bahagia dong! Cheers!" seru Radit mengangkat gelasnya yang berisi minuman memabukkan favorit mereka.

"Ya, lo bener. Gue emang harusnya bersenang-senang hari ini. So... cheers buat gue!"

"Cheers!!!" ucap ketiga sahabat Axel serempak. Malam itu pun mereka menghabiskan waktu untuk bersenang-senang, minum, dan juga sedikit bermain dengan para perempuan bayaran yang sudah disediakan untuk mereka.

Esok harinya,

Axel masih terpejam meski waktu sudah menunjukkan pukul 07.30 pagi. Semalam pria tampan nan gagah itu pulang hampir pagi, jadi baru memejamkan mata sekitar 3 jam yang lalu.

Axel mulai terbangun karena sinar matahari yang menerobos masuk melalui celah tirai jendela kamarnya, ditambah suara alarm yang terdengar nyaring di telinganya.

Dengan malas Axel membuka matanya yang masih terasa berat, juga kepalanya yang sedikit berdenyut akibat terlalu banyak minum.

Setelah berhasil mengumpulkan kesadarannya, Axel duduk bersandar di headboard tempat tidurnya. Axel melirik jam beker yang terletak di atas meja di samping ranjang.

Pria itu dengan malas berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.

Dua puluh menit kemudian, Axel sudah siap dengan penampilannya yang perfect seperti biasa. Axel memang sudah terbiasa mempersiapkan wardrobe-nya sendiri; justru ia tidak suka jika pakaiannya disiapkan oleh pembantu.

Setelah merasa puas dengan penampilannya, pria itu kemudian berjalan meninggalkan kamarnya dan menuruni tangga menuju meja sarapan. Meski sudah kesiangan, pria itu sama sekali tak memperlihatkan kepanikan atau ekspresi terburu-buru. Ya iyalah, orang dia bosnya, mau telat pun siapa yang berani menegur, ya kan?

Setelah menghabiskan sarapannya, Axel segera bangkit dan menuju mobil yang sudah menunggu untuk mengantarkannya ke kantor Djaja Group.

Selama di perjalanan, Axel nampak sangat serius dengan notebook yang ada di tangannya. Pekerjaannya sebagai pimpinan baru Djaja Group memang tidak seindah yang ia bayangkan. Setiap hari pria tampan itu selalu dihadapkan dengan dokumen-dokumen yang menggunung seperti tumpukan baju emak-emak berdaster. Tidak ada habisnya.

Belum lagi meeting dengan berbagai klien yang memakan waktu cukup lama hingga membuatnya terkadang bosan. Bahkan jika dijadwalkan seluruhnya, mungkin Axel tidak akan menginjakkan kakinya di rumah sampai 3 bulan ke depan.

"Tuan, kita sudah sampai."

"Oh... oke. Thank you, Pak Kus," Axel berucap seraya membuka pintu mobil.

"Sama-sama, Tuan," jawab sopir kesayangan Axel yang kerap dipanggil Pak Kus itu.

Axel pun memasuki lobi perusahaannya dengan disambut sapaan dari para karyawannya, sementara pria itu hanya tersenyum tipis dan menganggukkan kepalanya.

Seperti dugaannya, sesampainya di ruangan itu sudah banyak dokumen yang menumpuk seakan melambai-lambai ke arahnya.

Axel hanya menghirup udara sebanyak-banyaknya agar mood-nya yang memang sedang kurang baik tidak bertambah buruk. Bukankah ini ambisinya? Menjadi seorang pemimpin? Jadi, sudah risikonya bila harus begini.

"Linda, tolong antarkan kopi ke ruangan saya," ucap Axel melalui sambungan interkom pada sekretaris sekaligus sepupunya itu.

"Baik, Pak."

Tujuh menit kemudian, Linda datang dengan secangkir kopi hitam dengan satu sendok gula sesuai selera bosnya itu.

"Ini, Pak."

"Hmn, thanks, Lin."

"Sama-sama, Pak. Kalau begitu saya permisi."

"Tunggu dulu, Lin. Lo tuh kalau lagi berdua doang sama gue, jangan formal gitu, Lin."

"Ya kan lo bosnya, dodol! Gue harus profesional, lah!" sungut Linda yang sepertinya juga sedang bad mood.

"Gue capek banget, Lin. Asli. Hari ini ada meeting yang bisa dicancel nggak? Gue butuh tidur siang."

"Astaga, lo sendiri yang ngebet jadi CEO, baru segini aja nyerah lo."

Linda yang tadinya sudah bersiap pergi, kini duduk di bangku tepat di seberang sepupunya itu.

"Bukan nyerah, semalam gue party, pulang pagi sama Trio Kwek Kwek."

"Rasain lo, lagian lo party nggak ngajak-ngajak gue sih."

"Ya sorry, itu khusus kaum Adam."

"Cih.... Ngomong-ngomong party apaan lo?"

"Kakek udah setuju gue cerai sama Azizah, jadi gue bisa sama Alexa. Makanya gue rayain."

"Oh My God! Iya... gue jadi ingat sesuatu."

Tiba-tiba Linda teringat bahwa tadi malam pengacara Axel menghubungi dirinya.

"Apaan?" tanya Axel seraya mengerutkan keningnya penasaran.

"Semalam Pak Manov telepon gue."

"Pak Manov? Pengacara gue?"

"Iya, dia bikin janji temu buat hari ini. Sampai lupa gue saking padatnya jadwal lo."

"Emangnya mau ngomongin tentang apa? Ada yang nuntut perusahaan kita?"

"Bukan masalah perusahaan, Xel, tapi ini masalah perceraian lo sama Azizah."

"What?"

"Iya, beliau bilang kalau Azizah udah tanda tangan surat cerai yang pernah lo ajukan sejak 5 hari yang lalu."

"Are you kidding me?"

"No, I'm serious."

"Kalau gitu suruh Pak Manov ke sini setelah pertemuan dengan delegasi Jepang, sebelum jam makan siang."

"Oke, Xel. Ya udah, gue balik ke meja gue," ucap Linda yang hanya dibalas anggukan oleh Axel. Linda bisa melihat dari ekspresi sepupu kesayangannya itu bahwa kini ia sedang kebingungan dan terkejut.

Azizah setuju bercerai? Hampir bisa dikatakan sulit dipercaya, melihat bagaimana gigih dan sabarnya wanita itu selama 3 tahun menikah dengan Axel.

Sekarang tiba-tiba dia sudah menandatangani surat cerai?

1
Visitor8415
lanjut
Suminarti Munir
endingnya gak tau azizah sama siapa, ya kalo bisa mah endingnya azizah sama mas abi, soalnya yg sudah" kalo baca yg alurnya seperti ini ada tokoh yg kaya mas abi, eh endingnya c tokoh perempuannya suka balik lagi sama mantan suami, suka kasihan sama tokoh yg kaya mas abi
Mamah Maulida Maul
bagus
Visitor2636
kesabaran pasti ada batasnya
Visitor9585
Semoga Suaminya nyesel banget
Visitor9068
semoga terhibur buat yang baca hhhhh
Visitor4073
lanjut
Visitor6554
suka sekali sampai akhir,,walaupun nunggu uklan gratisan
Visitor6048
pergi
Ragil Saputri
oooh ternyata Alexa masih hidup n ada di RSJ toh, setelah tersiriram air kerasnya sendiri, karma Lo terima kontan Alexa
Ragil Saputri
wkwkwk karya ilmiah, olahraga malam y Zi 🤭🤭🤭
Sayekti 0519
jatuh bangun sampai sakit tangannya, untuk membuat ceritanya apik ini bravo author yg baik
Ragil Saputri
nyesel gak tu Axel....ya jelas nyesel banget la yaa, tpi ya SDH lah xel, ikhlasin Zizah bt kebahagiaannya juga
Ragil Saputri
dan bt Axel, jgn ulangi kesalahan tuk ke2 kali, bukalah hatimu bt wanita lain, Azizah BKN untukmu, jdi ikhlasin dia bt kebahagiaannya juga
Ragil Saputri
mas Abi-mu dh pasti sueneng pake banget Zizah, karna cintanya UGAL-UGALAN bt kamu, aaaaaa
Ragil Saputri
Azizah dh dibawa pergi jauh" dri elo xel....
Ragil Saputri
hilang sudah harapan tuk bersatu ma Azizah....huaaaaaa ku menangggis membayangkan, betapa kejamnya...OTOR kejam nian ma Axel yak 😭😭😭😭
Ragil Saputri
aku yakin orng yg komen itu nyesel dh skip ni cerita.... lanjut maraton
Visitor1999
😍
Visitor5446
aduh air mata sdh mulai turun
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!