NovelToon NovelToon
Misteri Hantu Penculik Bayi

Misteri Hantu Penculik Bayi

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Mata Batin / Hantu / Tumbal
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Lili Aksara 04

Namanya Arumi, seorang gadis yang tinggal di desa Dukuh Asem.

Arumi adalah seorang gadis yang baik hati dan suka membantu orang tuanya.

Namun, ketenangan itu perlahan menghilang, saat bayi-bayi di desanya mulai meninggal satu-persatu dengan darah yang mengering.

Arumi juga mulai sering melihat penampakan aneh, bahkan sampai hampir disakiti oleh sesosok kuntilanak merah.

Kuntilanak itu selalu mengatakan, kalau ibunya Arumi telah membuat hidupnya hancur.

Arumi dan adiknya, yang bernama Bella, mulai merasa curiga dengan kedua orang tuanya.

Apalagi, mereka sering tampak terlihat aneh.

Arumi juga merasakan keanehan dengan dirinya, sebab dirinya sering melihat penampakan aneh.

Sebenarnya, apakah yang terjadi? Dan mampukah Arumi mengungkap semuanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lili Aksara 04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Jam menunjukkan pukul 03.30 menit.

Arumi membuka matanya dengan perlahan, kala ia mendengar suara Nyai Sekar Arum yang terus membangunkan dirinya.

"Ada apa, sih, Nyai?" tanya Arumi, karena ia masih begitu merasa mengantuk.

"Bangunlah, kamu harus melakukan tirakat, Nak," jawab Nyai Sekar Arum.

Ini adalah hari Saptu, sudah 2 hari setelah malam di mana Arumi diajak ke istana Nyai Sekar Arum waktu itu.

Dan hari ini, Arumi akan melakukan puasa selama 3 hari.

Arumi memang akan sahur, jadilah ia bangun sepagi ini.

Dengan mata yang masih setengah mengantuk, Arumi berjalan gontai menuju ke kamar mandi.

Dinginnya air langsung terasa menusuk, kala Arumi mencuci wajahnya.

Seketika itu, Arumi langsung merasakan kantuknya hilang seketika, membuat ia langsung merasa segar.

"Dingin banget sih nih air, sampe kayak es batu rasanya pas kena muka," batin Arumi.

***Setelah selesai mencuci muka, Arumi keluar dari kamar mandi.

Gadis itu membuka kulkas, melihat apakah ada bahan makanan ataukah tidak.

Di dalam kulkas tersebut, terdapat telur, sosis, dan beberapa sayur-sayuran.

Arumi memutuskan untuk memasak telur dadar dengan isian wortel.

Menurutnya, telur dadar dengan isian wortel itu sangat enak dan simpel untuk dimasak.

Para pembantu di rumah itu belum terbangun dari tidurnya, jadi Arumi terpaksa harus memasak sendiri, karena ia tak mungkin juga membangunkan para pembantunya.

Arumi mengambil parutan kelapa, lalu memarut wortel yang akan ia jadikan isian telur nanti.

Namun, tiba-tiba saja, muncul sesosok wanita di depan Arumi, membuat gadis ittu merasa sedikit terkejut.

"Kamu itu yang waktu itu bantuin aku buat nyari mayat 2 bayi itu, kan?" tanya Arumi yang mengenali wanita itu.

"Iya, aku mau ikut sama kamu, ya," pinta sosok itu.

Arumi berpikir sejenak, tapi ia tidak merasakan energi jahat dari sosok itu.

Justru, energinya baik dan positif.

"Boleh saja, nama kamu siapa?" tanya Arumi pada akhirnya.

Tak ada salahnya juga ia membiarkan sosok ini ikut, agar ia lebih terbiasa juga melihat makhluk halus di sekelilingnya.

"Hihihi, namaku Liana," jawab sosok tersebut.

Liana ini wujudnya cantik, tapi wajahnya nlbegitu pucat.

Ia memakai baju daster berwarna putih.

Berbeda dengan arwah Susi, kuntilanak putih ini jinak dan tidak menyakiti manusia.

""Oh, namamu Liana ya, perkenalkan namaku Arumi," ucap Arumi yang memperkenalkan namanya.

"Hihihi, kamu baik deh. Kamu lagi masak ya?" tanya Liana.

"Ya, aku sedang masak untuk sahur, karena aku ingin melakukan tirakat," jawab Arumi.

"Hmm, begitu ya, iya sih, karena kuntilanak merah yang menculik bayi di desa ini udah makin kuat," ucap Liana.

"Aku penasaran, kalian itu kan sama-sama kunti, apakah kamu nggak bisa melawan dia?" tanya Arumi ingin tahu.

Karena yang ia lihat, Liana ini seperti tidak suka dengan kuntilanak merah itu.

"Beda, Arumi. Kalau aku melawannya, ya itu hanya cari mati saja. Kuntilanak merah itu tingkatannya lebih tinggi dari aku," jawab Liana.

"Oh, aku kira sama," Arumi mengangguk-angguk mengerti.

"Kamu ini baru jadi anak indigo, ya?" tanya Liana penasaran.

Pasalnya, Arumi tampak tidak tahu dengan pengetahuan dasar tentang para hantu seperti dirinya, jadilah Liana bertanya.

"Iya, aku ini baru beberapa hari ini bisa melihatmu. Dan sebelumnya, aku juga nggak tahu apapun tentang para hantu," jawab Arumi jujur.

"Pantesan aja. Sebenarnya, dulu pas kamu sering ke sungai itu, aku sering ngetes kamu," ucap Liana.

"Hah, ngetes gimana?" tanya Arumi tidak mengerti.

"Kalau aku lagi iseng, kadang aku terbang depan kamu sih. Tapi ya gitu, kamunya nggak bereaksi. Makanya kok pas beberapa hari lalu kamu bisa tiba-tiba lihat aku, aku heran jugga," jawab Liana.

"Entahlah aku kenapa jadi indigo kayak gini, padahal aku nggak mau sih," ucap Arumi.

"Syukuri aja, Arumi, siapa tahu ada apa gitu yang menyenangkan," jawab Liana.

Arumi hanya bisa menghela napas sambil menggoreng telur, karena selama beberapa hari ini, tidak ada hal menyernangkan dari melihat hantu.

***Setelahnya ia pun langsung makan dengan tenang.

"Ah, enaknya makanan manusia, sayang banget sih aku udah jadi hantu," Liana tampak sedih.

"Yang sabar ya, apa kamu beneran nggak bisa makan?" tanya Arumi.

"Sebenarnya bisa, tapi aku cuma bisa menikmati sarinya aja," jawab Liana.

"Loh, maksudnya gimana?" tanya Arumi masih tidak mengerti.

"Begini loh, aku itu cuma bisa ngerasain rasa makanannya aja, tapi fisik makanannya nggak bisa. Makanya kalau aku makan itu ya makanannya nggak akan habis, soalnya kan aku nggak makan kayak kamu gitu. Yang ada makanannya jadi nggak enak, kan rasanya aku yang makan," Liana menjelaskan dengan panjang lebar.

"Oh, gitu ya? Wah, ya malah kasihan manusia yang makanannya kamu makan berarti ya, jadi hambar gitu makanannya," ucap Arumi.

Arumi sudah membayangkan kalau semisal makanan miliknya dimakan oleh Liana, pastilah jadi aneh dan tidak ada rasanya.

Bahkan makanan seenak burger yang enak begitu saja, kalau saripatinya sudah dimakan oleh hantu, ya jadi hambar.

"Iya, ya emang kasihan kok. Apa kamu mau mencobanya?" tanya Liana sambil tertawa cekikikan.

"Ah, tidak usah deh. Kan makananku ini enak tahu, masa jadi nggak ada rasanya, apalagi ini telur, ya pengen muntahlah aku nanti," jawab Arumi menolak.

"Hihihi, hahahaaaa, padahal kan aku mau," Liana tertawa.

Dasarnya memang dia kuntilanak, jadinya walaupun dia kuntilanak baik, ya tetap saja sukanya tertawa.

***Arumi sudah selesai makan, gadis itu langsung mencuci piring bekas makannya.

"Ya Allah, Non, ini Non Arumi ngapain di dapur?" tanya Bi Surti yang datang ke dapur itu.

Tentu saja Bi Surti merasa terkejut, karena sepagi ini anak majikannya sudah ada di dapur saja.

"Hehehe, iya Bi, aku mau puasa jadi sahur jam segini," kata Arumi sambil sedikit tersenyum.

"Loh, puasa apa, Non? Sekarang kan bukan hari Senin atau Kamis," ujar wanita yang usianya sudah tidak lagi muda itu.

Jika orang awam pasti akan merasa heran, karena puasa itu biasanya hari Senin Kamis, itu pun juga sunah.

Arumi juga terdiam beberapa saat untuk memikirkan alasan yang tepat.

"Ini tuh sebenernya bukan puasa nyenin Kamis atau apa, Bi. Tapi, aku mau diet aja, sih," ucap Arumi.

"Oh. Aduh, paingan atuh kamu teh makan jam segini, ih padahal badan segitu mah udah bagus atuh, Neng," ucap Bi Surti.

"Hehehe, pengen lebih langsing aja, Bi," jawab Arumi.

1
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
baru tahu Bella,,emang iya bella
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
udah mau malam hari berarti
james
kalo ada yang ngetok jendela kamar aku apalagi malam-malam..langsung keluar terus samperin mama aku deh tak berani aku/Grin/
Agatha soul
anak kecil gak bole tau ya pembicaraan orang dewasa😌
arsyila putri
map apa itu?
Mutia Kim🍑
Penasaran apa sebenarnya motif susi ini jadi kuntilanak penculik anak, apakah ada dendam? 🤔
Lenny Utami
knp aku curiga kalo pak Broto pelakunya
Lenny Utami
kasian Bu lela
Lenny Utami
ku setel murotal sambil tidur 👍
Lenny Utami
pembukaan dah bayi ilang
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
😭😭😭 kasian bayinya
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
tuh kan bener. kalah
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
perasaanku bakalan kalah ya
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
padahal anaknya solehah ya. kok ya bapak ibunya seperti ini
Miss You
Kasian bangeg bayinya meninggal, sakit nggak apa nggak mana malem lagi meninggalnya kamu, Nak.
mama Al
hadeh emak nya gila mau numbalin anaknya
SANG
Mampir ya Thor 👍💪👍💪👍💪👍💪👍💪👍💪💪👍👍👍💪💪💪💪
SANG
Semangat ya thor👍💪
SANG
Aku kasih like ya Thor👍💪
SANG
Mantap banget👍💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!