NovelToon NovelToon
Transmigrasi Petarung Ke Istri Yang Tidak Dianggap

Transmigrasi Petarung Ke Istri Yang Tidak Dianggap

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Fantasi Wanita
Popularitas:9.4k
Nilai: 5
Nama Author: Jeje Jennifer

Xaviena Avanzi seorang petarung bebas di Mexico tidak pernah tau siapa orang tua kandungnya.
Hidup seorang diri membuat Xaviena hanya peduli dengan dirinya saja. Tidak pernah berusaha mengetahui dunia luar, dan hanya fokus pada pekerjaannya sebagai petarung. Xaviena tertidur panjang karena diracuni oleh seorang pria yang tidak terima dikalahkan oleh gadis itu.

Saat membuka mata, dia terkejut karna terbangun di tubuh seorang wanita asal Spanyol yang sudah menikah. Bukan pernikahan yang bahagia tapi pernikahan yang hanya membawa kesakitan dan penolakan untuk sang wanita. Xaviera bertekat untuk membalas semua kesakitan dan perbuatan suaminya.
Bagaimana jika jiwa Xaviena, si petarung bebas yang bodoh amat, masuk ke dalam tubuh Xaviera, si istri yang sangat mencintai suaminya?
Dan apa yang terjadi pada tubuh Xaviena? ikuti kisah mereka.

Ayo mampir, dijamin ga bikin bosen!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeje Jennifer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter thirteen

Xaviero mengerti dan sangat tahu kalau apa yang dia lakukan dulu sangat keterlaluan. Mengabaikan istri yang selalu menghawatirkan dirinya dan menunggunya pulang. Dulu dia sudah mencoba membuka hati untuk Xaviera tapi dia tidak merasa debaran untuk istrinya itu. Semenjak Xaviera kecelakan yang terakhir kali itulah yang membuat Xaviero tertarik bahkan mencintai Xaviera yang sekarang.

Xaviero berjalan pelan kearah kamar Xaviera yang ada di lantai 3 mansion Dominic. Xaviena dan Dominic sengaja hanya menempatkan kedua orang itu saja di lantai itu.

Langkahnya terasa berat. Berlutut di depan kamar Xaviera. Menundukan kepalanya. Lelaki yang terbiasa bersikap dingin dan berkuasa itu tidak sanggup membayangkan pernikahannya akan berakhir sebentar lagi karena kebodohannya sendiri.

"Aku minta maaf, Sayang. Aku tau ini mungkin terdengar egois, tapi aku mencintai kamu yang sekarang. Aku tidak bisa menahan perasaan yang aku punya. Mungkin ini karma yang kuterima karena menyakiti hati adikmu dulu. Aku benar-benar menyesal untuk itu tapi aku benar-benar mencintaimu. Aku tidak sanggup membayangkan perpisahan kita yang kapan saja bisa dilakukan. Aku ingin memaksakan keinginanku seperti biasa supaya kamu tidak pergi dariku... "

".. tapi aku tidak sanggup, Sayang" Xaviero semakin menundukan kepalanya dengan air mata yang mengalir deras.

Yang tidak diketahui Xaviero bahwa ada Clara, ketiga kakak Xaviera, Dominic dan Riccardo yang sedang menatap Xaviero yang sedang kacau itu.

"Maaf" kata itu berulang kali dia ucapkan dengan lirih.

Xaviera menutup mulutnya menahan air mata yang sudah mengalir. Dia terduduk berhadapan dengan Xaviero tapi terhalang pintu didepan mereka.

Sejak tadi, sebelum Xaviero datang memang Xaviera akan keluar dari kamar itu tapi saat melihat Xaviero yang sedang berjalan kearah kamarnya, dia langsung menutup kamarnya dan bersandar disana.

Di antara kehancuran Xaviero, ada Xaviera yang juga terusik tanpa sepengetahuan suaminya.

.

.

.

.

Keesokan harinya, semua orang sudah berkumpul di meja makan kecuali Xaviero. Padahal semua makanan yang ada di meja makan itu Xaviero yang masak. Walaupun di bantu beberapa Maid.

"Loh, tuan Xaviero belum kembali ya? Mungkin masih mengobati tangannya yang sakit" gumam kepala pelayan yang terdengar oleh beberapa orang disana. Fyi, kepala pelayan itu milik Xaviena lalu saat dia masih menjadi petarung.

Xaviena melirik Dominic. "Maksudnya, Bi. Xaviero terluka ya?" Tanya Clara.

"Benar Nona. Tidak sengaja sih. Tadi tuan bertanya apa makanan kesukaan non Xaviena. Mungkin terlalu semangat jadi tangan dan badannya ketumpahan kuah panas yang memang baru di angkat dari wajan" ucap pelayan itu.

"Terimakasih infonya ya, Bi" Clara melirik Xaviera yang sedikit tersentak.

"Kamu nggak mau liat kak Vier, Bell?" Tanya Clara hati-hati.

Tanpa menjawab, Xaviera langsung beranjak menjauh dari meja makan.

"Sepertinya kita harus keluar dari Mansion untuk sementara. Biarkan mereka menyelesaikan permasalahan mereka tanpa adanya kita disini" Ucap Jovanovic.

"Benar. Kita ke Mansion keluarga kami saja. Ambil semua barang-barang kalian" Perintah Xaviena.

Setelah sepakat, semua orang bersiap meninggalkan Mansion Dominic dan meninggalkan pesan pada pasangan suami istri itu lewat ponsel.

Belum sempat mereka keluar dari pintu utama, terdengar tembakan yang berturut-turut dari lantai atas. Sontak semuanya panik dan langsung berlari kesumber suara.

Sementara itu, Xaviera yang sedikit (ingat ya sedikit) khawatir pada Xaviero pun sampai didepan kamar lelaki itu.

Tapi bunyi langkah kaki di belakang membuat Xaviera langsung waspada. Dia langsung berbalik dan melihat seseorang memakai baju serba hitam berdiri didepannya.

"Ah ternyata kau istri tidak dianggap itu" ucap orang itu meremehkan.

"Siapa kau?" Tanya Xaviera datar. Dia meraba belati kecil di pinggangnya yang selalu dia bawah kemana-mana.

"Tidak perlu tau, yang jelas banyak sekali orang yang menginginkan kematian mu, Jalang milik Costa"

Orang itu mulai menyerang Xaviera. Sedangkan didalam kamar, Xaviero langsung keluar saat mendengar ada suara Xaviera diluar. Saat dia keluar lelaki itu terkejut saat melihat istrinya sedang berkelahi.

Sret

Xaviero langsung membawa Xaviera untuk berdiri di belakang tubuhnya. Xaviera cukup terkejut melihat lelaki itu yang tidak menggunakan atasan serta leher bahu dan tangan lelaki itu memerah karna air panas tadi.

"Woah apa ini, bukannya kau tidak menyukai istrimu? Kenapa kau repot-repot. Oh aku tau. Kau pasti ingin menghabisinya dengan tanganmu sendiri kan? Wah wah menarik" Orang itu memegang benda kecil di telinganya dan seketika ada 2 orang lagi yang datang di belakangnya.

"Jangan coba-coba menyentuh istriku" Mata Xaviero memerah penuh kemarahan. Dia menoleh sejenak kearah Xaviera untuk memastikan keadaan istrinya.

"Serang" kata salah satu dari mereka.

Perkelahian tidak bisa dihindari. Xaviera juga ikut berkelahi sehingga sekarang pasangan suami istri itu terlihat saling membantu.

Karena kekuatan keduanya sangat hebat, seorang dari mereka mengambil senjata api dan mengarahkannya kearah Xaviera.

Suara kokangan itu membuat Xaviero terdiam.

"Ini hanya antara aku dan istrimu, Tuan Xaviero. Kami tidak mau melibatkan anda. Kami hanya ingin nyawanya" rahang Xaviero mengeras. Posisinya terdesak.

Mereka saling mengkode. Memang, hanya kematian Xaviera yang mereka inginkan. Jadi mereka memilih menembak dan akan langsung kabur.

Click

Dor

Dor

Dor

Pats

Mata Xaviera membulat saat melihat Xaviero yang langsung berlari dan memeluknya dengan sangat erat, menahan peluru yang harusnya ditembakkan kearahnya.

Tidak sampai disitu, Xaviero langsung berlari dan menendang tangan penembak, dan langsung menembak ketiganya sampai peluru di senjata itu habis. Bahkan, Xaviero hendak melangkah mendekati mereka dengan membawa belati kecil yang tidak tau sejak kapan ada ditangannya.

Xaviero sangat marah saat melihat Xaviera akan dihabisi didepan matanya sendiri. Istri yang sangat dia cintai.

Belum sempat mengayunkan tangannya, Xaviero jatuh kedepan dan menimpa mayat orang-orang tadi. Dia lupa ada 3 peluru yang bersarang di tubuhnya. Tadi tidak sempat dia merasakan sakit itu, karena terlalu dikuasai emosi saat melihat Xaviera akan ditembak.

"Xavi" Xaviera langsung mendekati Xaviero dan memeluk lelaki itu.

"Jangan tutup matamu Xavi. Pengawal PENGAWAL" Xaviera berteriak panik.

Jovanovic yang pertama sampai langsung mendekati mereka dan terkejut melihat kondisi disana.

"Vier"

Dominic dan Xander langsung dengan hati-hati memapah Xaviero untuk dibawah turun dan langsung dimasukkan kedalam mobil dan mereka langsung melesat ke rumah sakit.

Xaviera memangku kepala Xaviera dengan hati-hati. Mengelus rambut suaminya dengan lembut seakan takut jika menyentuh bagian lain.

Xaviero tersenyum lembut melihat Xaviera. "J-jangan me-menang-nangis, Sayang. Sakit sek-kali m-melih-hat ka-mu nn-angis" Xaviero mengangkat tangannya dengan lemah dan menghapus air mata yang mengalir ke pipi Xaviera.

"Jangan tutup matamu, Xavi. Jangan berani atau aku tidak akan pernah bicara denganmu lagi" ancam Xaviera. Ditangannya ada kain yang dia pakai untuk menahan darah dari tubuh Xaviero.

Tidak butuh waktu lama, mereka tiba dirumah sakit terdekat karena Riccardo yang membawa mobil seperti orang yang kesetanan.

Lantai IGD langsung berubah kacau saat pintu otomatis terbuka.

“Dokter! Cepat!” suara Xander menggema di seluruh lorong.

Perawat-perawat yang sedang berjaga langsung membawa brankar. Xander dan Jovanovic membantu mengangkat tubuh Xaviero dengan hati-hati. Darah masih mengalir dari punggung dan bahunya, membasahi kain yang tadi digunakan Xaviera untuk menekan luka.

“Pasien tertembak tiga kali!” teriak salah satu dokter.

“Tekanan darah turun!”

“Siapkan ruang operasi!”

“Cepat!”

Semuanya panik. Keadaan disana sangat menegangkan. Xaviera masih menggenggam tangan suaminya. Jari-jari lelaki itu sudah dingin.

“Sayang…” Xaviero memanggil pelan.

Xaviera menunduk cepat. “Aku di sini.”

Xaviero tersenyum lemah.

“Jangan… marah lagi…”

“Diam!” bentak Xaviera sambil menangis. “Diam dan fokus bernapas!”

Xaviero terkekeh pelan, yang justru membuat darah keluar dari sudut bibirnya.

“Aku… mencintaimu…,sangat mencintaimu, Xaviera dengan jiwa Xaviena”

“Diam, Xavi…”

“Maaf…”

“Diam!”

“Aku… bahagia…bisa melihat istriku menghawatirkan aku. Aku senang”

“Diam, Xavi!” teriak Xaviera.

"Mohon maaf, keluarga bisa menunggu diluar" Pintu ruang operasi tertutup.

Xaviera terduduk di lantai rumah sakit. Tangannya gemetar hebat. Baju dan tangannya berlumuran darah Xaviero.

Ia bahkan tidak sadar saat Clara memeluknya erat. “Bell…”

“Lala” Xaviera melirik sekilas.

“Aku takut…” Clara ikut menangis.

“Kak Vier pasti selamat…”

Delapan jam. Delapan jam yang terasa seperti delapan tahun.

Tidak ada satu pun yang berbicara banyak.

Xander berjalan mondar-mandir.

Jovanovic duduk diam dengan kepala tertunduk. wajahnya dingin, tapi rahangnya mengeras.

Dominic memeluk Xaviena yang juga terguncang karena kejadian ini.

Clara tertidur di bahu Riccardo yang terdiam seperti patung.

Sedangkan Xaviera… Masih duduk di depan ruang operasi. Tidak berpindah sedikit pun.

Bahkan air matanya sudah berhenti keluar.

Ia hanya memandangi lampu operasi yang belum mati.

“Bell” Clara yang baru bangun memegang tangan kakak ipar sekaligus sahabatnya

“Bell…”

Xaviera tidak menjawab. “Kak Bell…”

“Aku belum sempat bilang kalau aku memaafkannya…” Semua orang terdiam saat Xaviera berbicara.

“Aku belum sempat bilang kalau aku… juga mencintainya…” Suara Xaviera pecah.

“Aku belum sempat bilang…” Dan akhirnya, perempuan yang selalu terlihat kuat itu menangis. Menangis tanpa suara.

Dominic memejamkan mata. Xander dan Jovanovic menunduk mendengar perkataan adiknya. Xaviena bahkan tidak berani menatap Xaviera yang terlihat sangat rapuh itu.

Sedangkan Riccardo diam-diam mengusap matanya.

Lampu ruang operasi akhirnya mati. Semua langsung berdiri. Dokter keluar sambil melepas masker. “Dokter?”

“Bagaimana keadaan suami saya?” Tanya Xaviera. Dokter tersenyum kecil.

“Operasi berhasil.” Semua orang mengembuskan napas lega.

“Tapi…” Jantung Xaviera kembali berdebar.

“Beliau kehilangan banyak darah. Kondisinya masih kritis dan belum melewati masa berbahaya.”

“Kami akan memindahkannya ke ICU.”

Malam itu. Semua pulang bergantian untuk beristirahat. Bahkan kedua orang tua Xaviera dan juga mertuanya angkat tangan saat tidak bisa membujuk nya untuk pulang. Tapi Xaviera tidak mau.

Ia duduk di samping tempat tidur ICU. Melihat wajah pucat suaminya. Begitu banyak alat yang terpasang di tubuh lelaki itu. Perban di dada, bahu, tangan dan punggung. Luka yang pernah terkena air panas kini juga diperban.

Xaviera menggenggam tangan itu pelan.“Bodoh…”

Air matanya kembali jatuh. “Kau benar-benar bodoh, Xavi”“Kenapa selalu melindungiku?” “Kau sudah gila…”

Suara monitor jantung berbunyi teratur.

Xaviera tersenyum kecil sambil menangis.

“Aku belum memaafkanmu.”

“Aku juga belum ingin berpisah. Aku ingin memberi kamu kesempatan .”

“Kau bilang mau menjalani kehidupan normal, kan?”

“Kita belum sarapan bersama.”

“Kita belum makan siang bersama.”

“Kita belum jalan-jalan bersama.”

“Kita bahkan belum pernah berkencan seperti pasangan biasa.”

“Aku belum pernah bilang kalau aku menyukaimu…”

“Belum pernah bilang kalau aku mencintaimu…”

“Jadi”Ia mencium punggung tangan suaminya dengan lembut. “Jangan berani meninggalkan aku, Xavi.”

“Kalau kau pergi…”

“Aku akan membencimu seumur hidup.”

1
Muft Smoker
kak terimakasih buat update an cerita ny ,,
duuuh kalo liat cara kerja mafia ,,
ngeri2 sedaaap🤭🤭🤭🤭
Muft Smoker
si kulkas raksasa udh ketemu pawang ny jugaa ,,
ayooooo qta lihaat masa2 Xander bucin ke axel 🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Muft Smoker
si dingin Jovan udh punya pawang ny yg luar biasa poloos 🤭🤭🤭
Muft Smoker
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Muft Smoker
meski gx detail kak ,, tp bikin readers senyum malu2 kak🤭🤭🤭🤭
Kadek Muliarti
foto kurang jelas kak
Muft Smoker
😁😁😁😁 semua org udh menemukan kebahagiaan ny masing2 ,, cuma ad yg sadar ,, Dan ad beberapa yg gx sadar🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Muft Smoker
awwwww ,, axel ,, jgn bilang km melon makan melon 🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Muft Smoker
waaaah kakak skrang rajin up ,,
sayang byk2 ,, 🫰🫰🫰🫰🫰
Muft Smoker
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Muft Smoker
aaaa sweet km mereka ,,
mafia juga manusia kn ,, bisa sakit ,, bisa manja ,, bisa Nangis juga ,, 🤭🤭🤭🤭 ,,

semoga kalian selalu bahagia ,, 😁😁
lanjuuuut kak ,,
Muft Smoker
hhuuuaaaaaa 😭😭😭😭😭 ,,
udh lama gx up eeh pas up si kk bawa bawaang banyaaak bangeet ,,

ayooo Xavi km harus kuat ,,
jgn pergi tinggalin Xaviera ,,



dtggu kelanjutan ny yx kak ,,
Muft Smoker: ooow panteees atuh ,, si kk gx up2 ,,
total 2 replies
Muft Smoker
aq suka cerita ny kak ,,
baguuus 😊😊😊😊
Muft Smoker
next kak ,,
cerita ny baguuus ,,
Muft Smoker
nma mereka hampir mirip ,, jd kdg suka bingung🤭🤭🤭🤭
Muft Smoker
astgaaa 🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Muft Smoker
ternyata keluarga Vargas kocak semua yx ,,
ide ny brilliant semua👍👍👍👍👍😁😁😁😁😁😁
Muft Smoker
hai kak aq mampir d cerita kk ,,
Muft Smoker
visualny cantik kak ,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!