Luna, seorang gadis berusia 19 tahun. Gadis Desa yang merantau ke kota bersama Ibunya. Gadis yang anggun, lembut, ayu, tangguh serta mandiri. Dia hamil tanpa suami dan belum pernah sekalipun melakukan hubungan dengan laki-laki. Berawal dari kejadian yang tidak terduga. Luna mengalami sakit perut lalu melakukan pemeriksaan di rumah sakit PERMATA DOA. Dari situlah awal kehamilan Luna hingga membuat malu keluarga.
Dapatkah Luna dan keluarganya menerima kehamilannya? Atau kejadian di luar dugaan malah dialami oleh keluarga Luna?
Dan bayi siapa yang Luna kandung? Apakah bayi Luna adalah keturunan pertama pewaris perusahaan terbesar di Kota J. Yuk langsung simak ceritanya.
*Mohon dukungan para Readers tersayang..*
Karya ini diterbitkan atas izin mangaToon Heniff, Isi Konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili MangaToon itu sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heniff, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 13
Dengan kaki gontai dia berusaha tetap berjalan untuk menyambut hari esok yang semoga bersahabat dengan diri dan takdirnya.
Arka menuju mobil yang dikendarai bersama Rama, sedangkan Zaki menggunakan mobilnya sendiri, melihat Arka yang terlihat gontai, Rama bergegas masuk ke tempat sopir lalu duduk siap untuk mengantarkan Arka ke mana yang Arka minta.
“Ram, aku pulang dulu ya, jaga bosmu baik-baik,” Zaki meluncur cepat meninggalkan Rama yang masih diam di bangku sopir.
“Kita ke mana sekarang Ar, hari sudah mulai malam."
“Kita ke Masjid,” Arka menjawab pertanyaan Rama sambil menatap keluar jendela mobil dengan tatapan kosong jauh tanpa batas.
“Ok! Siap.” Rama melajukan mobilnya menuju masjid terdekat, sesampainya di Masjid Arka dan Rama menuju tempat wudlu kemudian mereka Magrib berjamaah. Bagaikan mendapat cahaya dari surga, wajah Arka tampak sumringah setelah sholat magrib, Arka duduk sejenak di teras Masjid dan memainkan benda pipih yang menjadi penghubung Arka kepada orang yang ingin dia hubungi.
Arka menelepon orang kepercayaannya untuk mencari informasi tentang gadis yang Arka cari, dia meminta untuk di carikan informasi tentang gadis yang membuatnya tidak bisa berpikir jernih itu, mencari sampai detail tidak boleh ada celah kesalahan sedikit pun, karena Arka sudah mengantongi beberapa informasi tentang gadis itu, maka tidak sulit untuk menemukan gadisyang menjadi target utama pencarian, dan Arka minta sesegera mumkin mengasih kabar.
“Ar, aku sudah selesai dari belakang, rasanya lega sekali,” Rama mengajak Arka untuk segera beranjak pergi.
“Aku lapar sekali Ar, apa kita bisa mampir untuk beli makanan, rasanya perutku seperti digergaji, dari tadi siang belum sempat makan.”
“Iya aku juga lapar, kita beli bebek goreng nyami saja, kalau kamu tidak suka boleh pesan menu yang lain, yang penting kita ke bebek goreng nyami sekarang.”
Dasar Bos, tidak tanya dulu aku mau makan di mana? Makan ke mana atau pingin makan apa gitu, e..dia sudah pasang ke putusan. Dasar nasib jadi anak buah, tapi tidak apa lah, yang penting bisa makan, dari pada kelaparan. Rama menggerutu dalam hati.
Ahirnya mereka sampai di Resto bebek goreng nyami, dan masuk untuk memilih tempat duduk yang nyaman, pelayan pun mendekati mereka berdua untuk menanyakan pesanan Arka dan Rama, setelah 5 menit mereka menunggu, pesanan datang, membuat Arka dan Rama menelan ludah serasa tidak sabar ingin melahap bebek goreng nyami yang begitu semerbak.
Pada saat mereka asyik makan dan sejenak melupakan kepenatan, Hp Arka berdering dengan semangat. Arka melihat nomer yang muncul di layar dan segera Arka meraih Hp dengan wajah yang mulai tegang, Arka memencet tombol rekam untuk menyimpan percakapannya dengan orang yang menelepon.
“Bagaimana, apa kamu sudah mendapatkan informasi tentang gadis itu?”
“Sudah tuan, semua data ada di saya.”
“Ok, kamu sekarang ada di mana, aku sekarang ada di Resto bebek nyami.”
“O..berarti dekat tuan, saya ada di butik tempat kerja paruh waktu gadis itu, jaraknya sekitar setangah Km dari Resto bebek goreng nyami.”
“Ok, kamu bisa ke mari dan bawa semua data yang kamu punya, segera aku tunggu.”
“Baik tuan, saya akan segera ke Resto tempat tuan berada,” Orang kepercayaan Arka segera menutup teleponnya dan meluncur menuju Resto bebek goreng nyami dengan menggunakan Motor Ninja.
Sesampainya di Resto, Kemal, atau nama orang kepercayaan Arka mencari posisi duduk Arka, tidak perlu waktu lama Kemal sudah menemukan pisisi duduk Arka dan Rama, dia mendekat kemudian ikut duduk dan meneceritakan serta memberi semua inforasi secara detail tentang gadis yang dicari oleh tuan mudanya, dan tanpa mereka sadari, ada sepasang mata yang mengawasi gerak gerik mereka sejak kedatangan Kemal di Resto itu. Iya tanpa sengaja Doni mampir ke Resto tersebut karena memang keluarganya favorit dengan bebek goreng nyami.
Tanpa ragu Doni menguping pembicaraan mereka, Doni duduk membelakangi mereka bertiga. Bagai menemukan sasaran empuk, wajah Doni menyeringai seperti mau menerkam mangsa, senyuman sinis dan penuh kemenangan menghiasi wajah yang penuh dendamnya.
Doni, untuk apa Arka pewaris tunggal HJG mencari seorang mahasiswi di kampus Budi Luhur, apa dia sedang mencari pengganti Selena atau apa tujuannya? Doni berbicara dalam hati.
Setelah makan dan pembicaraan mereka selesai, mereka pergi, Arka minta diantarkan Rama ke kediaman Pak Hari, sedangkan Rama pulang ke rumahnya. Sementara itu Doni berencana untuk menggagalkan rencana Arka untuk menemukan Luna.
Sesampainya di kediaman Pak Hari, Arka disambut pak Hari dan Bu Hari dengan penuh kehangatan, Pak hari sudah tau tentang berbagai informasi tentang Luna, dan Bu Hari juga sudah diberi tau oleh suaminya itu, di luar rencana Arka, Pak Hari dan Bu Hari sudah menyiapkan pernikahan Arka dengan Luna, tapi Arka belum diberi tau.
***
Pada Saat Arka dan ke dua sahabatnya pergi ke teman ahli Sketsa Pak Hari atau di kampus Budi Luhur, informasi dari Borne tentang Luna Atma Pandu gadis yang dicari keluarga HJG data sudah masuk di Pak hari, dari mulai keluarga sampai hal terkecil tentang Luna semua telah di kantongi Pak Hari berkat informasi dari Borne orang kepercayaan Pak Hari.
Karena informasi sudah di dapat, Pak Hari segera bertindak cepat, dengan menjemput Luna di kampus, kemudian menjemput ibunya di rumah kontraan. Awalnya Bu Imah ibunya Luna dan Luna merasa ketakutan, karena mereka dibawa oleh orang yang tidak mereka kenal. Setelah proses penjemputan Luna, Pak Hari dan Bu hari bertemu dengan luna dan Ibunya, setelah bertemu Luna, Pak Hari membawa Luna ke Dokter Ahli kandungan dan telah memeriksa Luna, dinyatakan bahwa Luna Hamil dengan kisaran usia kandungn menginjak 3 minggu.
Dari informasi dan data yang dibawa Pak Hari, membuat Bu Imah Syok begitu juga Luna, tapi setelah mendengar penjelasan dari Pak Hari serta benar-benar meyakinkan Bu Imah dan Luna agar tidak perlu hawatir dan akan segera dinikahkan dengan anaknya yang bernama Arka, Luna dan Bu Imah sedikit luluh, tapi bagaimana pun mereka tetap syok dengan apa yang dialami, seperti mimpi di siang bolong.
Setelah Pak Hari meyakinkan Bu Imah dan Luna, Bu Imah dan Luna langsung dibawa ke Villa pribadi milik keluarga HJG yang ada di puncak Bogor. Dan dengan pengamanan yang sangat ketat.
Pak Hari mempersiapkan pernikahan Luna dengan Arka tanpa sesorang pun tau, karena Pak Hari hawatir ada yang berniat untuk menggagalkan proses penyatuan Luna dan Arka, karena di rahim Luna sudah tumbuh keturunan keluarga HJG. Villa Tiga Langit akan menjadi saksi sejarah penyatuan dua insan yang agak terpaut jauh rentang usianya. Luna baru menginjak 20 tahun sedangkan Arka sudah 29 tahun.
...
Di kediaman Pak Hari, Arka terlihat murung, Papa Mamanya memperhatikan wajah Arka yang sangat murung, Arka seperti membawa beban dua gunung di ke dua pundaknya.
“Ada apa Arka? Kenapa kamu begitu murung, apa kamu sudah mendapatkan informasi tentang gadis yang kamu cari?” Bu Hari mengelus punggung putra satu-satunya itu.
Tiba-tiba Arka memeluk dan menangis sejadi-jadi di pelukan Mamanya itu.
“Ma.., tolong Arka, Arka tidak tau harus berapa lama lagi harus mencari, Arka merindukannya Ma.., Arka Rindu anak Arka, Arka rindu pa..,”
“Kenapa tidak diteruskan? Rindu pada gadis yang diam-diam kamu juga mencintainya ya.?
Sudah, tidak perlu sedih, berdoa saja pada Allah, biar kamu lekas dipertemukan dengan gadis yang kamu cari. Tetap ingat! Semua pasrahkan pada Tuhan yang menciptakan seluruh alam dan mengetahui takdir semua hambanya.”
Arka melepas pelukannya seraya melihat wajah Mama dan Papanya bergantian. Papa yang tertangkap basah dilihat Arka sedang tersenyum gembira, mencoba mengalihkan pandangan ke tempat lain.
“Sebentar? Sepertinya ada yang Papa dan Mama rahasiakan dari Arka,” Arka kepo dengan sikap Mama dan Papanya yang agak sedikit janggal.
“Sudah.., Mama dan Papa akan selalu membantu dengan masalah yang kamu hadapi, sekarang mandi dan istirahatlah, ingat pasang alarm untuk bangun Sholat malam, memohonlah pada Allah agar segera dipertemukan dengan orang yang sedang kamu rindukan.”
Arka pun pergi ke kamarnya untuk mandi dan istirahat.
***
Ingat like, Vote dan komennya ya Readers sayang.., kalau perlu kasih bintang 5 buat novel RINDU SANG PRESDIR
cepat sadar arka aku kangen eh salah Luna yang kangen🤭🤭