Elda Setya Ningrum adalah gadis asal salah satu kota kecil di jawa tengah "Kebumen"
Elda saat ini sedang menempuh pendidikan di salah satu universitas di bandung, elda mendapat beasiswa melalu jalur prestasi.
Ayah elda sudah meninggal saat elda berumur 4tahun, dan ibunya hanya seorang buruh cuci.
Elda bahkan harus bekerja paruh waktu untuk memenuhi kebutuhannya.
Disaat kesulitan yang elda lalui, elda bertemu dengan Ardian Fernand Prakaza, kakak tingkat elda yang terkenal playboy dan angkuh.
Ardian adalah anak konglomerat di kota bandung, Ardian hampir memiliki kisah hidup sama seperti elda,bedanya ardian tidak memiliki ibu, dan hubungan dengan ayahnya tidak terlalu baik.
Bagaimana kisah elda dan ardian selanjutnya ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Srayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tersentuh
Nanda berjalan keluar ruangan menuju ruang dokter yang menangani elda.
Nanda mengetuk pintu ruangan dokter tersebut, dan ketika di persilahkan masuk, nanda memberitahukan bahwa elda sudah siuman, dokter pun segera menuju ruang rawat elda. Nanda tak ikut dengan dokter keruangan elda, nanda terlebih dahulu pergi ke kantin untuk membeli minuman dingin, udara bandung hari ini cukup panas.
Setelah sampai di ruang rawat elda dokter dan beberapa suster langsung melakukan pengecekan terhadap kondisi elda, meskipun elda sudah lebih baik namun dokter tetap meminta elda melakukan CT Scan untuk memastikan kondisi kepala elda paska terjadinya kecelakaan dan benturan hebat, dokter kuatir terjadi pembukuan darah pada bagian kepalanya, namun elda menolak untuk melakukan CT scan, elda mana punya uang untuk melakukannya, biaya rawat ruangan ini saja elda entah harus darimana membayarnya.
Dokter pun tidak dapat memaksa elda, dokter sangat menghargai setiap keputusan yang pasiennya ambil,namun terlebih dulu elda harus menandatangani surat perjanjian apabila suatu saat terjadi sesuatu elda maupun keluarganya tidak berhak menuntut rumah sakit.
Setelah membaca dengan seksama elda membubuhkan tanda tangannya di atas materai sebagai persetujuan.
Setelah menerima tanda tangan, dan suster sudah selesai melakukan pencatatan, dokter dan beberapa suster keluar ruangan elda, kebetulan nanda juga baru kembali dari kantin dan berpapasan dengan dokter di depan ruang rawat inap.
"Bagaimana keadaan teman saya dok?
"Pasien kondisinya cukup stabil, tinggal proses pemulihan saja, tapi di sarankan tetap menjaga pola makan dam istirahat yang cukup supaya proses pemulihan cepat" jawab dokter
"oh baik dok terimakasih" sambung nanda lagi.
"Baiklah, kami permisi dulu, jika ada terjadi sesuatu segera panggil kami" dokter tersenyum, dan pergi melangkah meninggalkan nanda, nanda pun masuk ke dalam ruang rawat inap, nanda melihat elda nampak sedang melamun melihat ke arah jendela kamarnya. Hingga nanda memasuki ruangan elda tak menyadarinya.
"Lu kenapa" nanda nampak mengeryitkan dahinya membentuk lipatan lipatan di dahinya.
"Ahhhh, tidak apa apa kak" elda nampak sangat terkejut, entah sejak kapan nanda sudah berada di dekatnya.
Nanda meletakkan beberapa makanan yang di belinya di kantin rumah sakit di atas meja kecil yang berada di samping ranjang elda.
"Lu kangen nyokap lu? mau gue teleponin biar nyokap lu datang kemari?" sambung nanda yang mencoba menebak pemikiran elda.
Namun dengan cepat elda menggelengkan kepalanya, elda tak mungkin membuat ibunya kuatir.
Nanda hanya menghela napas dengan berat. Pikiran nanda sudah buntu tidak bisa menebak isi kepala elda. Akhirnya nanda memilih untuk diam saja. Nanda kembali membuka game online di dalam ponselnya dan mulai memainkannya.
Elda hanya menatap nanda saja, wajah nanda yang terlihat lebih muda dari usianya, sikapnya yang calm dan nampak bisa sedikit menghargai wanita, nanda sedikit berbeda dengan kedua sahabatnya yang terkenal playboy di kampusnya.
Nanda masih fokus terhadap game di ponselnya, dia nampak tak menyadari jika sedang di tatap oleh elda.
"Kak nanda..." elda memanggil nanda dengan ragu ragu.
"hm" nanda hanya berdehem tanpa melihat ke arah elda.
"Apa aku boleh minta tolong" sambung elda lagi.
"Boleh, apaan"? nanda kali ini melirik ke arah elda sebentar lalu kembali lagi fokus terhadap game onlinenya.
"Aku mau sholat, kakak apa bisa bantu aku carikan pinjaman mukenah"?
Seketika itu nanda menghentikan aktifitas gamenya, hatinya tersentak begitu hebat ketika mendengar kata "sholat".
Nanda sudah lama tidak melakukan ritual itu,kehidupan keluarganya sungguh jauh dari agama, kedua orang tuanya sangat sibuk mengurus bisnisnya, jangankan sholat, anak semata wayangnya saja di lupakan begitu saja.
Hati nanda sedikit tersentuh mendengar penuturan elda, elda yang sedang terbaring sakit saja ingat sholat, tapi dirinya yang sehat saja ketika tadi dia mendengar adzan isya begitu cuek saja. Bahkan nanda sampai lupa kapan terakhir kali dia sholat, mungkin ketika ujian praktek di Sekolah Menengah Pertama dulu.
Melihat nanda yang melamun elda kembali memanggil nanda "Kan Nanda...????"
Sontak saja nanda terbangun dari lamunan panjangnya "Oke, lu tunggu di sini"
"Nanda keluar dari ruang rawat elda, awalnya dia ingin menuju mushola rumah sakit, pasti ada mukenah di sana, namun niatnya nanda urungkan, nanda tadi ketika berada di kantin rumah sakit kebetulan saat dia duduk menunggu pesanan orange juice nya, dia tak sengaja melihat ke sebrang jalan rumah sakit, di sana ada toko muslimah, siapa tau di toko tersebut menjual mukenah, tak tau mengapa nanda ingin sekali membelikan mukenah untuk elda.
Nanda berjalan melalui JPO yang berada tepat di samping gerbang utama rumah sakit untuk menyebrang ke arah toko yang dia tuju, setelah sampai di sebrang jalan, nanda berjalan memasuki toko tersebut. Terdapat beberapa pelayan yang sedang melayani para pembeli. Nanda melambaikan tangan ke salah satu pelayan toko untuk menanyakan benda yang dia cari, kemudian pelayan itu mengarahkan nanda ke salah satu rak yang berisi jajaran mukenah yang cantik dan bagus bagus.
"Pasti mau membelikan untuk calon istrinya ya" tanya pelayan itu ke arah nanda, nanda hanya bisa tersenyum dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Bisa tolong bantu pilihkan ? yang sederhana tapi elegan" nanda meminta bantuan pelayan toko tersebut untuk mencarikan mukena yang cocok untuk elda
Kemudian pelayan tersebut menunjuk salah satu mukena yang berada di rak tersebut, mukena berwarna putih dengan berhias beberapa ukiran allah dan muhammad menjadi pilihan pelayan tersebut, dan tak di sangka nanda pun menyukainya.
Kemudian nanda membeli satu buah sajaddah, peci dan sarung, nanda akan menyimpan barangnya di mobil, jika suatu saat hatinya sudah siap nanda ingin menjalankan kewajibannya sebagai seorang muslim yang seutuhnya.
Setelah nanda membayar barang belanjaannya nanda keluar dari toko dan menuju kembali ke rumah sakit.
Namun sesampainya di parkiran rumah sakit nanda terlebih dahulu menyimpan paper bag yang berisi barang belanjaannya.
Kemudian nanda berjalan menuju ruang rawat elda.
Nanda membuka pelan pintu kamar elda, mendengar suara pintu terbuka, elda langsung menoleh ke arah pintu, muncullah wajah nanda dari balik pintu dengan membawa paper bag di tangannya.
Nanda berjalan mendekat dan menyodorkan paper bag ke arah elda "ini barangnya, sori ya lama" sambung nanda lagi.
"Terimakashi kak" elda membuka paper bag itu, dan elda sangat terkejut, walaupun elda tak pandai soal menilai barang, namun elda paham betul ini mukenah baru.
"Kak nanda, ini mukenah baru ya"? elda menatap ke arah ardi yang baru saja mendudukan diri di sofa yang terletak tak jauh dari ranjang yang elda tempati.
"Iya, soalnya gue cari di mushola rumah sakit nggak ada, katanya sih lagi di cuci, jadi terpaksa gue beli di toko depan sana" nanda sedikit berbohong, dia gengsi bila harus mengakui jika dia memang sengaja membelikannya untuk elda.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
*Srayu juga manusia, punya hati punya nyawa hehehe nyanyi dikit😂
Weekend srayu libur nulis ya pems, soalnya si "dia" minta Qtime, maklum jarang ketemu✌️ sabar ya hehehehe
Terus dukung karya srayu dengan cara like, komentar, share dan beri tanda ♥️ okeh😘
Salam sayang _srayu😘*