NovelToon NovelToon
Ganti Status... (?)

Ganti Status... (?)

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:381.2k
Nilai: 5
Nama Author: green_light

"Sekarang status kita sudah berbeda. Aku bukan lagi Kakak Ipar mu, dan kamu bukan lagi Adik Ipar ku."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon green_light, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13

Aku mengerjapkan mata ketika cahaya mentari menyinari wajah ku dari sela-sela gorden. Sedikit meregangkan tubuh, Aku pun menyadari kalau tadi malam Aku tidur menunggui Fahri yang sedang sakit, dengan masih menggenggam tangan nya.

Ku lihat, wajah nya sudah normal, gak pucat lagi, Aku pun tersenyum. Ketika Aku hendak melepaskan genggaman tangan ku, ku rasakan genggaman nya mengerat, tak dapat ku lepaskan, apa mungkin Fahri udah bangun?

"Fahri.. Kamu udah bangun?" tanya ku dengan suara pelan. Fahri pun membuka matanya dan tersenyum padaku. Aku juga tersenyum melihatnya sudah mulai pulih. "Aku keluar dulu, mau buat sarapan Kamu, Kamu istirahat aja dulu". Fahri masih mengeratkan genggamannya. "Kenapa? Aku bukan Vini Loh... " Aku sedikit menggodanya.

Fahri melepas genggamannya, lalu Aku beranjak keluar kamar menuju dapur. Aku masakkan Dia bubur ayam.

Selesai memasak, Aku masuk ke dalam kamar dengan membawa semangkuk bubur beserta air minum nya, tak lupa pula membawa obat untuk meringankan demam nya.

"Makan dulu yah, sini ku bantu duduk". Aku membantu nya bangkit lalu memapah nya untuk duduk di kepala tempat tidur, Ku buat dia duduk senyaman mungkin.

"Makasih kak", Aku mengangguk dan mulai menyuapkan bubur padanya. Selama proses itu, selama itu pula Fahri tak henti memandang ku. Risih juga lama-lama batin ku, tapi Aku mengalihkan dengan senyuman aja.

"Nah, minum obat, terus istirahat lagi". Aku membenarkan posisi nya, setelah dia minum obat nya. Aku berjalan menuju pintu, belum sempat aku memegang Handle, Fahri memanggilku, dan Aku berbalik untuk melihat nya.

"Bisa kemari sebentar?" katanya dengan suara yang lemah.

"Ada apa? Masih ada yang sakit?" Tanya ku khawatir. Aku duduk di ranjang samping kanan nya. Lalu dia menggenggam tanganku lalu berkata, "Kak, Maafin Aku ya, bukan ku sengaja cium kakak, tapi Aku fikir kakak itu Vini pacar Aku".

"Iya gapapa, biasa aja lah, Aku juga menikmatinya kok", jawabku asal.

"Kakak gak marah? "

"Untuk apa Aku marah? yang cium kan suamiku. Walaupun Aku di anggap orang lain, tapi emang udah jadi kesepakatan kita kan gak mencampuri urusan pribadi masing-masing?" Ku lihat dia diam. "Kalo gak ada yang mau di omongi, Aku keluar dulu. Capek mau tidur. Kalo ada apa-apa panggil aja."

Fahri mengangguk, lalu Aku melepaskan genggaman tangan nya, Aku pun berlalu keluar. Sampai depan pintu, Aku bersandar di pintu kamar Fahri, mengatasi jantungku yang berdebar tak menentu, meluapkan rasa yang kutahan sewaktu dihadapan Fahri agak Aku tak merona.

Tak apa lah jika masih di anggap orang lain. Seiring berjalannya waktu nanti dia juga menerimaku sebagai isteri nya.

Aku masuk ke dalam kamar ku, lalu Aku mandi membersihkan diri, Aku berendam dalam bathup dengan air panas, menghilangkan lelah karena berjaga tadi malam, sampai mataku lelah rasanya.

"Kak, kak, bangun kak,,, "

Satup-sayup Aku mendengar suara Fahri memanggilku, apa dia butuh Aku? Lantas Aku tersadar bahwa Aku masih berada di bak rendam, Ahh... ternyata Aku ketiduran... sampai-sampai air dalam bak sudah berubah jadi dingin, sedingin hati ku ketika hadirku tak di terima oleh Fahri.

Aku duduk di dalam bak, lalu merasa ada yang memperhatikan, ku lihat ke belakang dan ternyata...

"aaaaaaaaaaaa........... "

.......

"Kak, maafin aku... "

Fahri mencoba membujuk ku yang berada dalam kamar, sedangkan dia berada di luar karena pintu kamar Aku kunci.

"Pergi Kamu. Aku gak mau liat kamu". teriak ku dari dalam kamar.

"Kak.. Maaf,,Aku ini lagi sakit loh kak, masak kakak tega sih biarin Aku kelaperan?"

"Pesan deliv aja. Aku lagi gak mood masak."

"Kak, kan Aku gak sengaja, maafin lah Aku kak... Ya udah kalo kakak gak mau maafin, Aku balik ke kamar."

Ku dengar langkah kaki Fahri menjauh dari lintu kamar ku. Sungguh Aku malu sekali, gimana tidak, pas Aku berbalik saat masih dalam keadaan naked, Fahri dengan gak tau diriya tersenyum di belakang ku. Memang sih dia Suami ku, tapi kan Aku malu,,

Brukkkk.... Aku mendengar suara benda jatuh, jangan-jangan Fahri yang jatuh, Aku cepat-cepat keluar kamar, dan ternyata emang dia yang pingsan. Milungkin masih lemah keadaan nya, Lagian degil banget, dah tau sakit yetep aja kelayapan dan buat Aku terkejut, ya ku siram aer lah sampe dia basah kuyup.

.....

Dan disini lah akhirnya, Aku berada di rumah sakit menemani Fahri yang terbaring lemah, benar-benar lemah, kata dokter dia kelelahan yang berlebihan, makanya demam tinggi.

"Kamu udah sadar?" Tanya ku ketika Ku lihat Fahri membuka matanya. "Aku dimana kak?"

"Kamu dirumah sakit. Tadi kamu pingsan di depan pintu kamar ku."

"Maaf, Aku ngerepotin kakak."

"Gak masalah. Oh iya, Hp kamu dari tadi bunyi terus, mungkin dari pacar mu."

"Biarin lah... Aku mau istirahat dulu. Oh iya kak, tolong di ailent aja ya Hp ku."

Aku pun mengerjakan perintahnya, lalu Fahri melanjutkan tidur nya. Karena bosan menunggu, Aku memilih bermain game di hp ku, sambil menunggu kedatangan orang tua dan Mertua ku. Tak berapa lama, mereka pun sampai.

"Assalamualaikum..." Bu Lia membuka pintu. Bu Lia ini mertuaku.

"Waalaikum salam..." jawabku sembari mencium tangan keempat orang tua yang datang, seperti nya mereka janjian kemarinya. masak bisa barengan, padahal kan rumah nya laen arah.

"Owalah Ri.... Ri.... Padahal dia tuh gak pernah demam gini loh pas masih lajang, mau ujan-ujanan seminggu pun tahan banting, lah kok sekarang udah punya isteri malah mengkek nya gak ketulungan.. " Ucap Bu Lia.

"Baru ngerasain punya Isteri dia Bu, baru tau enak nya punya Isteri, jadi manja-manja terus sama Isteri nya biar dapet perhatian lebih." Aku hanya tersenyum melihat Ayah dan Ibu mertuaku mengejek Fahri yang langsung sadar ketika mendengar salam dari Ibu tadi.

Fahri hanya menunjukkan wajah datar nya, entah dia malu untuk merona atau memang Dia hanya menganggap ini biasa aja, entah lah. Yang pastinya Aku sebagai Isteri senang kalu bisa ngurus suamiku.

"Hari ini kamu yang demam karena kecapean, kapan nih Ibu bisa liat Mia yang demam karena ngidam?"

Sontak pertanyaan itu membuat aku tercekat, melirik ke arah Fahri malah dia buang muka. Emang dasar lelaki mau lepas dari tanggung jawab, pikirku.

"Mungkin bulan depan Kita udah bisa Liat Mia mual-mual Mbak yu.. Toh mereka juga kan baru nikah.." Sambung Ibuku.

"Oh iya, mereka kan belum ada bulan madu ya? Atau kota kasih aja mereka tiket bulan madu biar cepet jadi cucu kita.. " Timpal Ayah ku,

Aku yang mendengarkan celotehan mereka hanya bisa menahan malu, sebab apa? jangankan mau buat bayi, bahkan ciuman aja pas waktu Fahri gak sadar...

Hah....... 😩

✏️✏️Ayo yo.... mana like, komen and love nya kak ek? di tungguh loh dukungan nya... 😁

1
Qaisaa Nazarudin
Aku suka ketegasan Mia..Fahri juga dari awal udah di bilangin,KALO GAK SANGGUP DAN RASA KEPAKSA mending gak usah,Itu cuman Amanah,Kamu yg menyanggupinnya tapi malah kamu yg error,Ckk..
Qaisaa Nazarudin
Nah kan pesawatnya kecelakaan .
Qaisaa Nazarudin
Pasti kecalakaan pesawat nih atau kecelakaan mobil..
Qaisaa Nazarudin
Nah kan gaya bicaranya,Kayak orang yg mau meninggal,Apa Afri kecelakaan ya? Duh baru juga bahagia Masih penganten baru juga..
Qaisaa Nazarudin
Cara bicaranya Afri kok kayak sesuatu banget,Kayak ninggalin pesan gitu,Apa Afri sakit keras kah?
Siti Junaida
lo r sido demam
QQ
Terima kasih atas karya mu Thor 🙏🙏🙏
QQ
Kok kepeleset tangannya author mau nulis mas Hady malah jadi si Fahri 😁😁😁✌️
QQ
Suka dengan ketegasannya Ami 👍👍👍
Rierudi Laras
😭😭😭😭😭😭
Rierudi Laras
😢😢😢😢
Maryana Fiqa
bagus banget ceritanya 👍👍
terimakasih banyak Thor dah bikin terhibur 🙏🙏
semangat Thor dgn karya selanjutnya 💪💪
green_light: makasih kak, baca juga cerita ku yang baru ya, judulnya Madu?! semoga terhibur...🤗🤗
total 1 replies
Maryana Fiqa
😭😭😭😭😭😭😭😭😭
green_light: baca juga cerita baru green kakak🤗🤗
judulnya Madu?!
terima kasih..,❤️❤️
total 1 replies
Dewi Suherman
ko aneh ya, org cuma mu pergi amanatnya minta istrinya dinikahi, kayak yakin mu meninggal, memang diceritanya mu meninggal, tp jujur maaf kurang suka ma amanatnya.. harusnya gak perlu bilang nikah dulu, klu lagi sekarat/sakit, baru boleh lah amant gitu. maaf kesannya jadi kaya gmn gituh ceritanya.
Meilia Ra
huh bdohnya kau mia
Meilia Ra
terlalu lebay simia dr awal 😁😁
Narni Wijayanti
kak green bikin cerita asli yesek bener ,karya ya 👍
rahadi nanto
meewwwwwwkkkk,,,😭😭😭😭😭😭😭😭😭⛳
karim Ok
kyknya udah pernah baca...tapi lupa lg
trisss
semangattt berkarya kak.. sukaa ceritaa nya sedih di awal2.. sehat selalu kak green😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!