NovelToon NovelToon
Perjuangan Cinta

Perjuangan Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:78.5k
Nilai: 5
Nama Author: Abil Rahma

NOVEL INI HIATUS YA. Kalau gak mau kecewa lebih baik skip aja, masalahnya ini gak tamat, terimaksih



Safira Aulia Putri adalah seorang gadis cantik dan baik hati. Dia harus memupuskah harapannya untuk berkuliah, karena kedua orang tuanya menyuruhnya melanjutkan belajar disebuah pesantren yang sudah ditentukan oleh ayahnya. Dia tidak menolak ketika ayahnya menyuruhnya masuk pesantren, karena dia memang anak yang penurut kepada kedua orang tua, selama itu dalam kebaikan. Walaupun sebenarnya dia merasa tidak siap meninggalkan pujaan hatinya untuk pergi ke pesantren.

Rama Adi Saputra adalah kekasih Safira, mereka menjalin cinta kurang lebih dua tahun, semenjak mereka masih di SMA yang sama. Sejak pertemuan pertama mereka, mereka pun tak pernah terpisahkan dan selalu di takdirkan bersama. Tetapi kini mereka harus terpisah jarak dan waktu, ketika Safira pergi ke pesantren. Menjalani cinta jarak jauh.

Dan dimulailah perjuangan cinta mereka.

Yuk baca karya pertmaku.
Mohon kritik da

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abil Rahma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 13 Pesantren 4 (Di Jenguk)

.

.

.

Pagi datang menjelang, matahari sudah menampakkan sinarnya, kebiasaan yang tak boleh di contoh adalah, setelah sholat subuh di hari jum'at kebanyakan santri akan langsung mencari posisi ternyaman diatas sajadahnya, mereka menambah waktu tidur, walaupun cuman sebentar. Dan setelah tanda bel berbunyi, maka mereka akan membubarkan diri masing-masing. Karena bunyi bel tersebut menandakan mereka harus melakukan roan (bersih-bersih pondok) mingguan.

Semua anak kamar mendapatkan jatah roan yang sama, satu tempat mereka bersihkan bersama teman sekamar mereka. Jika dalam memebersihkan tempat tersebut belum benar-benar bersih, setelah di cek petugas kebersihan pondok, maka mereka harus kembali membersihkan sampai benar-benar bersih.

Setelah melakukan roan, mereka pun sarapan pagi, ada juga yang mandi dan mencuci lebih dulu sebelum sarapan pagi.

Setelah selesai mandi dan sarapan, Safira pun kembali kedalam kamar sambil menunggu orang tuanya datang. Selang beberapa menit kemudian dia di panggil oleh petugas piket yang memberi tahu kalau orang tuanya sudah datang.

"Assalamualaikum, mbak Safira kaleh mbak Azizah di tueni nggeh, di tenggo teng pertemuan jawi (Mbak Safira dan mbak Azizah di jenguk ya, di tunggu di ruang pertemuan luar)," Kata petugas piket tersebut.

"Waalaikumsalam, enggeh buk, matursuwun (Iya buk, terimakasih)," Jawab mereka yang ada di dalam kamar. Lalu petugas piket tersebut keluar kamar itu.

Safira dan Azizah yang disebut namanya pun merasa bahagia, karena orang tuanya datang. Apalagi Azizah yang belom diberitahu kalau orang tuanya akan menjenguknya hari ini, dia merasa mendapatkan suprise.

"Alhamdulillah, ayah dan bunda beneran datang, mbak Azizah juga dijenguk mbak, yuk kita temui mereka bersama," Ajak Safira pada Azizah. Azizah pun menggangguk dengan pasti dan tersenyum senang.

Mereka berdua berjalan bersama menuju ruang pertemuan tersebut. Karena ruang pertemuan ada diluar gerbang, maka mereka berdua di tanya oleh petugas piket yang ada di depan gerbang masuk.

"Apa kalian yang di jenguk orang tuanya? Coba mana lihat, kartu penjengukannya," Ucap petugas itu seraya meminta kartu penjengukan mereka.

"Ini buk," Ucap mereka berdua lalu memberikan kartu tersebut. Karena memang untuk menjenguk santri disana harus ada kartu penjengukkan yang dibawa oleh orang tua mereka.

Setelah itu mereka pun diijinkan bertemu dengan orang tua mereka masing-masing.

Dengan senyum dan perasaan senang, mereka berjalan bersama dan masuk ruang pertemuan, mereka menoleh ke kanan dan ke kiri mencari dimana keberadaan orang tua mereka. Dan... akhirnya ketemu, mereka semua saling lempar senyum bahagia. Kebetulan orang tua mereka berdua duduk bersebelahan.

"Assalamualaikum bun, aku kangen banget bun sma bunda," Ucap Safira lalu memeluk bundanya dengan sayang, dan tanpa terasa setetes air bening keluar dari pelupuk matanya.

"Waalaikumsalam sayang, bunda juga kangen sama kamu," Jawab sang bunda sambil memeluk anaknya, ia pun sama, meneteskan air mata karena haru.

Azizah pun sama, melakukan seperti yang Safira lakukan.

"Hmm, emang kangennya sama bunda aja ya, sama kita gak? yuk pulang aja yah, dari pada kita disini cuman jadi penonton aja," Ucap Satria karena mereka berpelukan cukup lama, serta anak dan bundanya itu berpelukan dengan tangis yang belum reda.

"Eh kak Satria, aku juga kangen sama kakak aku yang paling ganteng ini, lama kita gak berebut bunda, sekarang kakak gak boleh rebut bunda dulu, nanti kalo kalian udah pulang baru boleh," Ucap Safira dengan nada manja pada kakaknya.

Satria pun merasa gemas dengan adiknya itu, lalu dia menarik hidung Safira, " Iya, ya, nikmatin waktu yang sedikit itu untuk kangen-kangenan,"

"Sakit kak, kebiasaan deh," Rengek Safira karena merasa kesakitan sebab hidung yang di tarik oleh Satria. Dan Satria hanya senyum mengejek pada Safira.

Setelah berpelukan dengan bundanya, Safira pun memeluk Ayahnya dan bergantian memeluk Satria.

"Kak Arya kok gak ikut? apa gak kangen sama aku ya, huhf," Safira menghela nafas berat karena kecewa kakak pertamanya tidak ikut.

"Kakak mu lagi sibuk, karena besok kakakmu akan melamar kekasihnya," Jawab sang ayah dengan nada datar.

Safira sedikit terkejut dan bahagia, karena kakaknya yang pertama akhirnya akan nikah juga.

"Alhamdulillah, kak Arya akhirnya nikah juga, populasi jomblo jadi berkurang satu deh," Ucapnya dengan senyum bahagia. "Kak Satria gak ngiri kak Arya mau nikah. Ah iya kak Satria kan masih jomblo, jodohnya mungkin lagi dijagain orang, atau nggak jodohnya belum ditulis," Tambah Safira dengan mengejek Satria.

" Yee, jangan gitu dong, jodoh kakak lagi OTW, dan sebentar lagi sampai, tunggu aja tanggal mainnya," Bela Satria pada diri sendiri.

"Kalian ini, kalau ketemu mesti berantem, gak inget aja yang beberapa hari yang lalu merengek minta ketemu," Sindir bundanya pada Satria.

hahahahh. Tawa Safira pun pecah mendengar ucapan bundanya.

" Ngaku aja kak, kalo kangen sama aku, jangan di sembunyiin. Kangen kan, karena gak ada yang diajak berantem. Kalao berantem sama kak Arya mana berani karena udah pasti kalah, hahahah," Ucap Safira sambil mengedip-ngedipkan sebelah matanya.

Satria hanya bisa mendengus kesal karena ejekan adik tersayangnya tersebut. Mereka memang sering berantem, tapi tidak sungguhan dan Satria juga lebih mengerti perasaan adiknya itu dibanding Arya yang taunya hanya kerja-kerja dan kerja seperti Ayahnya.

"Udah-udah, kita makan aja ya, bunda bawa banyak makanan juga buat kamu dan teman-teman kamu," Ucap sang bunda menghentikan perdebatan kedua anaknya.

Mereka pun makan bersama diselingi canda tawa. Safira ikut makan juga, karena tadi dia sarapan belum terlalu kenyang, juga sudah ia bawa mandi dan mencuci pakainnya.

Sedangkan Azizah juga sama, dia dengan kedua orang tuanya dan adiknya pun makan bersama di selingi canda tawa pula.

Setelah makan, Azizah pun menghampiri Safira dan menyapa kedua orang tua Safira.

"Assalamualaikum, om, tante dan kak..." Ucapnya menggantung karena belum tau nama kakaknya Safira.

"Waalaikumsalam," Jawab mereka bersama.

"Ini kak Satria mbak, yang pernah aku ceritain. Yah bun, kak ini teman aku di pondok namanya Azizah," Jawab Safira memperkenalkan Azizah pada kedua orang tuanya juga kakaknya.

"Salam kenal nak Azizah," Jawab sang bunda.

Ayahnya hanya tersenyum ramah pada Azizah. Sedangkan Satria, dia terpesona dengan senyu Azizah yang manis.

wah senyumnya, manis sekali. Gumam Satria dalam hati.

Azizah yang merasa di perhatikan dengan berbeda oleh Satria pun merasa risi, lalu dia mengajak Safira untuk kenalan dengan kedua orang tuanya. Sebelum mereka mendekati kedua orang tua Azizah dan adiknya, mereka bertiga sudah menghampiri mereka semua.

"Assalamualaikum, pak, buk, kami orang tua Azizah," Salam Ayah Azizah dan memperkenalkan diri.

"Waalaikumsalam, iya pak, buk, kami orang tuanya Safira salam kenal ya," Jawab Ayah Safira.

Akhirnya merekapun mengobrol bersama, karena mereka sudah tau kalau ternyata mereka masih satu daerah dan bisa jadi akan jadi teman baik atau besanan misalnya.

Beberapa waktu berlalu, mereka yang laki-laki pun melaksanakan sholat jum'at, sedangkan yang perempuan belanja di koperasi pondok yang berada di luat pondok, yang hanya boleh dikunjungi ketika bersama orang tua mereka dan ketika waktu tertentu saja.

Mereka berempat, Safira dan bundanya serta Azizah dan ibunya, memilih-milih pakaian yang disukai anaknya, dan beberapa pernak pernik yang dibituhkan.

Setelah puas membeli pakaian, merekapun belanja jajanan dan juga keperluan pribadi mereka, masih di tempat yang sama. Setelah selesai mereka kembali kepertemuan dan ternyata, para lelaki sudah berada disana dan sedang menunggu mereka.

"Ah ayah dan Satria sudah pulang rupanya, kalo gitu bunda juga mau sholat dulu ya," Ucap sang bunda pada Ayah dan anak tersebut.

Mereka berempat pun masuk kedalam pondok, membawa barang belanjaan mereka dN oleh-oleh yang dibawa dari ruumah kedalam kamar, lalu mereka melaksanakan sholat dhuhur bersama di mushola pondok putri yang berada di dalam pondok. Keadaan pondok masih sepi, karena para santri sedang qoilullah, belum saatnya bangun karena waktu masih menunjukan pukul 12.30WIB. Mereka akan bangun pukul 13.15 WIB.

Setelah selesai sholat, mereka kembali ke ruang pertemuan menemui para lelaki yang berada disana. Mereka pun melanjutkan kangen-kangenan mereka sampai waktunya mereka akan kembali kerumah lagi.

Karena sudah sore, orang tua mereka berdua pun berpamitan akan pulang kerumah masing-masing.

"Zah, Bapak, ibuk dan adekmu pulang dulu ya, nanti kami gak dapet bis lagi, ini kan sudah sore. Sebenarnya tadi mau bawa motor, eee malah adikmu pengen ikut, jadi naik bis aja," Ucap Ibu Azizah panjang lebar.

Sebelum Azizah menjawab Ayah Safira lebih dulu menimpali. "Bapak sama ibuk ikut kita aja naik mobil, mobilnya hanya isi tiga orang saja, jadi kalian bisa ikut kita, lagian juga kita searah,"

"Gak usah pak, nanti merepotkan," Jawab Ayah Azizah.

"Gak merepotkan kok pak, kita kan sejalan, biar tambah ramai kalo di mobil," Ucap Ayah Safira lagi.

Mereka pun menyetujuinya untuk pulang bareng naik mobil Ayah Safira. Lalu mereka berpamita pada puti-putri mereka sebelum melangkah pulang.

Satria dari tadi masih saja memperhatika Azizah, sepertinya dia sudah jatuh cinta pada pandangan pertamanya.

Cantik kita akan bertemu lagi lain waktu ya, nanti kalo kamu pulang aku harus ajak Safira kerumahnya. Gumam Satria dalam hati.

Akhirnya orang tua Safira dan Azizah pun pulang bersama, dan Safira dan Azizah kembali ke kamar mereka dan disambut pertanyaan para penghuni kamar dan juga godaan-godaan mereka semua.

Safira dan Azizah hanya senyum sumringah, karena sudah melepas rindu pada kedua orang tuanya.

Semoga di lain waktu, Azizah dan Satria bisa bertemu lagi dan tumbuh rasa cinta dihati Azizah. Kita lihat saja nanti.

1
Nur Adam
lnjut
Pipit Yumae Amiratus
asik bacanya berasa ikutan mondok gitu
Najwa Aulia putri
thor, kapan ngelanjutin ceritanya lagi... nanggung nih, udah gak sabar buat membacanya...
Lia
mana kelanjutan nya da lama nih
♍🅰RDI🅱EaR🅰SYah, 🈵💯🚹
terbayang masa lalu
♍🅰RDI🅱EaR🅰SYah, 🈵💯🚹
belajar jadi solekah
♍🅰RDI🅱EaR🅰SYah, 🈵💯🚹
like kak
Wantik Wantik
ayo Thor jgn d gantung niw hati pas lagi sakit baca ceritany ehh
jgn lama2 Thor lanjutannya ,,, penasaran ini
♍🅰RDI🅱EaR🅰SYah, 🈵💯🚹
aku mampir salam kenal kak
Nabil Hidayat
lanjut thor
Nabil Hidayat
serasa ikut ngaji d pondok aq
Aneuk Dara Mak
ayok lanjutin cerita nya, masih penasaran kisah mereka
Choesmia Exo
kok gk lanjut kak thor,keren loh padahal...up lg dong thor 🙏🙏🙏
Choesmia Exo: semangat Kaka thor 💪💪💪
total 2 replies
Rose Lodarmase Sumual-van Hemert
thor kapan up lg
xi xiao nian
kuliah sambil mondok kan bisa... kenapa harus pupus cita''?...
buat orang tua yg berniat memondokan anak biasanya dari lulus sd, jadi pas sekolah smp dia sekalian mondok sampai sma, nah... pas lulus sma mau lanjut kuliah di mana gitu kalo jauh dari pondok biasanya di transfer ke pondok yg masih 1 madzab, setahu ku sih gitu...
yoongi
kakak masih ad lanjutannya ga?
Rosmiati Wirapraja
kok hiatus ya padahal cerita nya bagus nanggung
Nazhila Baidha Rahma
lanjut
Alsya Alif
lanjut donk
Umi Kalsum
ok
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!