Diputusin pas lagi sayang- sayangnya tentu membuat nyesek dan sakit hati. Itulah yang dialami oleh Vina yang di putus oleh Dafa. Putus tanpa kejelasan yang dilakulan Dafa membuat Vina pusing tujuh keliling memikirkan kesalahan yang mungkin diperbuatnya.
Namun, perlakuan Dafa yang sama ketika mereka masih berpacaran menambah pening Vina. Perhatian- perhatian diberikan pada Vina, membuat gadis itu yang belum move on hampir goyah.
Apa sebenarnya alasan Dafa memutuskan hubungan jika masih memberikan perhatian dan harapan? Lalu, apakah Vina dapat bertahan hingga akhir atau malah goyah dan kembali jatuh?
Ikuti kelanjutan hubungan keduanya yang penuh dengan lika- liku dan berbagai emosi yang menguras hati.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Fujiwara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#Berdemo Dengan Hati
"Loh Vina?
Mendengar sapaan itu spontan para perempuan itu menoleh. Mata Lia berbinar melihat siapa sosok yang berdiri di depannya. Cewek itu terlihat sangat girang menatap wajah bening Galang yang tanpa cela, opini itu hanya Lia seorang yang memilikinya. Candra dan Vivin merasa malu mempunyai teman yang urat malunya sudah putus seperti itu. Sementara Vina menampilkan ekspresi terkejut, tidak menyangka jika Galang ternyata juga akan ke café.
“Udah lama di sini?” tanya Galang.
“Lumayan, Kak.”
“Nggak kasih kabar gue dulu kalo kalian mau ke café.”
Vina menggeleng, “Nggak, Kak. Lagian lo pasti juga lagi sibuk di kampus.”
Akhirnya Galang pun bergabung dengan mereka, tentu Lia sangat girang. Cewek berpipi chubby itu terus tersenyum menatap Galang dengan tatapan terpesona.
“Vin, gue di chat nyokap nih suruh balik sekarang,” ucap Candra di tengah- tengah obrolan mereka.
“Hmm, ya udah ayo pulang.”
“Lo pulang naik apa?” tanya Galang pada Candra.
“Gue bawa motor, Kak.”
Galang mengangguk, “Vin, gue anter lo balik yuk.”
“Nggak usah, Kak. Gue bareng Candra aja.”
“Gue nggak papa, Vin. Gue balik duluan ya? Heh, lo berdua balik nggak?”
Lia dan Vivin buru- buru bangkit setelah melihat kode yang diberikan oleh Candra. Beruntung dua cewek itu cepat tanggap.
Kini Vina berada di mobil Galang dengan helm dipangkuannya, malu juga sebenarnya menenteng helm ini. Seharusnya tadi Vina lebih baik pulang bersama Candra saja. Vina melirik Galang di sebelahnya yang sedang fokus menyetir, ia menghembuskan nafas. Apakah dirinya kali ini menyerah dan mencoba membuka hatinya untuk cowok lain?
“Oh ya, Vin. Besok komunitas adain bazar di depan Mall M, lo mau ikut?”
“Jam berapa, Kak?”
“Acaranya sih sore.”
“Hmm, coba liat besok deh. Perlu izin Bunda juga.”
“Oke, besok lo kabarin gue aja,” kata Galang tersenyum, “Udah sampai, Vin.”
“Mau mampir dulu, Kak?”
“Hm, nggak makasih. Udah sore juga, gue mau lanjut ke café.”
“Oke, thank’s ya Kak tumpangannya.”
Galang mengangguk dengan senyum pasta giginya. Vina melambaikan tangan pada mobil Galang yang kini berjalan menjauh dari rumahnya. Vina berbalik hendak masuk setelah mobil Galang menghilang dari pandangannya.
“Astagfirullah!”
Vina mengelus dadanya, ia benar- benar terkejut. Tiba- tiba saja di belakangnya Dafa berdiri dengan wajah datarnya. Vina mundur beberapa langkah, karena di rasa jaraknya dengan Dafa terlalu dekat. Setelah berhasil menormalkan detak jantungnya karena kaget tadi, Vina menatap Dafa dengan pandangan heran.
“Lo ngapain kesini?” tanya Vina.
“Mau ketemu Eky.”
Vina mengernyit mendengar jawaban Dafa yang terkesan sangat dingin. Sementara Dafa berlalu pergi mengambil motornya yang ada di pekarangan rumah Vina. Cowok itu memakai helmnya dan memacu motornya melewati Vina yang masih berdiri di depan pagar rumah. Tanpa menoleh sedikit pun ke arah Vina, Dafa memacu motornya menjauh dari rumah cewek itu.
“Eh? Dia marah?” gumam Vina yang sudah sangat hafal dengan perangai Dafa.
“Tapi kenapa? Apa karena gue jalan sama Kak Galang?”
Vina menggeleng cepat, “Mana mungkin.”
“Dek, ngapain lo komat- kamit di depan rumah? Masuk cepet, gue mau lewat!” teriak Eky di atas motornya.
Spontan Vina menyingkir, ia menatap bingung pada Eky. Ternyata Eky baru pulang dari sekolah dan tadi Dafa bilang ingin bertemu dengan Eky. Apakah perkataan Eky semalam benar? Bahwa Dafa hanya beralasan ingin bertemu Eky, padahal nyatanya masih ingin melihat Vina.
“Ah, tau ah.”
“Masuk, Dek! Udah mau maghrib, gue kunci pintunya tau rasa lo,” teriak Eky.
Vina segera berlari menghampiri Eky, sebelum cowok itu menguncinya di luar seperti kejadiang beberapa tahun lalu.
“Bang, Dafa nyariin lo tadi.”
“Gue udah tau, tadi dia chat gue,” jawab Eky naik ke kamarnya.
Vina mengernyit, ternyata Dafa memang berniat bertemu Dafa. Berarti perkataan Eky semalam tidak benar, ia kembali di bohongi abang dekilnya itu.
“Asem, kena tipu Bang Eky lagi gue.”
Vina pun berjalan masuk ke kamarnya. Ia segera masuk kamar mandi karena tubuhnya yang sudah lengket akibat keringat.
Setelah mandi dan menunaikan salat maghrib, Vina kembali turun menuju ruang keluarga. Di sana ternyata keluarganya sudah lengkap berkumpul menyaksikan televisi, entah apa yang mereka tonton hingga terlihat begitu serius. Vina duduk lesehan bersama dengan Eky yang rebahan di karpet.
“Itu berita apa? Rame amat.”
“Itu demo mahasiswa sama pekerja,” jawab Ayah yang tumben sudah pulang dari kantor.
“Kok demo? Masalah apa?”
“Makanya nonton berita, pilem India mulu yang di tonton,” celetuk Eky.
“Itu loh, masalah buruh. Masa’ kamu nggak tau, Kak? Beritanya rame loh. Ibu- ibu sekitar komplek aja pada heboh ngomongin masalah itu.”
Vina mengangkat bahunya, ia merebut keripik kentang yang sedang dicemili Faris. Sementara Faris sedang sibuk bersama dengan si Oren yang sedang mengunyah kuacinya. Tangan kanan Faris meraba- raba mencari toples keripik yang telah raib.
“Kok diambil?!” teriak Faris nge- gas.
“Dek, berisik! Bunda nggak bisa denger Pak Presiden ngomong.”
“Bun, abang mau ikutan demo boleh?”
“Nggak usah aneh- aneh kamu, Kak! Belajar aja yang bener, jadi orang sukses.”
“Itu mereka di semprot aer, kenapa malah pada kabur?” tanya Vina.
“Itu gas mata aer,” celetuk Faris sok tau.
“Gas air mata, ****!”
“Abang!”
Mereka bubar dari ruang keluarga saat kumandang adzan isya terdengar. Ayah, Eky, dan Faris segera bersiap menuju masjid yang berada di dekat rumah. Sementara Vina bersama Bunda menyiapkan makan malam di meja makan. Malam ini Bunda tidak masak hanya masak nasi, beliau memesan di B-food.
Setelah semua tersedia di meja makan, Vina menuju kamarnya untuk menunaikan salat isya. Beberapa menit kemudian selesai salat isya, Vina memutuskan untuk membuka sosial medianya sambil menunggu para pria pulang dari masjid.
“Rame juga ternyata,” gumam Vina.
Dimana- mana memang sedang membicarakan masalah demo yang di lakukan oleh para mahasiswa dan pekerja.
“Gue berdemo dengan hati aja masih nggak pernah menang."
Status WA pun isinya juga video- video demo, entah demo betulan atau hanya parody saja. Bahkan Lia juga memposting siapa- siapa saja mahasiswa ganteng yang ikut turun ke jalan untuk berdemo. Dalam sekejap mata, grup kelas menjadi ramai oleh ciwi- ciwi yang membahas postingan milik Lia.
Gerakan jari Vina yang me- scroll layar ponselnya terhenti saat mendengar teriakan Bunda yang menyuruhnya untuk segera turun. Ternyata para pria sudah pulang dari masjid, Vina pun segera menduduki kursi yang kosong di sebelah Faris yang masih setia dengan si Oren. Sementara Mercy entah kemana perginya, kucing itu senang sekali berseliweran ke tempat- tempat terpencil seperti di belakang lemari contohnya.
“Besok Ayah sama Bunda mau jenguk Nenek, kalian di rumah atau mau ke rumah Tante?” ucap Ayah.
“Berapa lama?”
“Cuma dua hari kok.”
“Di rumah aja.”
“Awas kalo Bunda pulang bentuk rumah kayak kapal pecah!” kata Bunda tajam.
...🐈🐈🐈...
dah punya gc ayo gunakan para membernya
😂😂😂😂 lagi seru-seru, baca pertarungan mereka....tegang dengan emosinya Juno. Eh kox gambar mas Kardi mendelik 🤣🤣🤣
Si bunda juga iseng banget, sampe nyuruh semua anaknya beli minyak goreng promo
Untung sukses bund 👍👍😂😂
Eh Ekky, kamu kox sepertiku, yang suka maling mangga 🤣🤣 dan selalu sukses juga 😂😂 sumpah deh, nih cerita eh, episode....judulnya Maling Mangga yang Gesrek 🤣🤣🤣
pagi pagi absen dimari
kolom misi tertera karya Author lain 🤦🤦🤦
Omegot NT mah
duh....nostalgila dehh
kalian bikin kepengen 😥😥