NovelToon NovelToon
Black Swan

Black Swan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:279.9k
Nilai: 4.8
Nama Author: chalista saqila

Aciel Lutherford datang ke panti asuhan itu dengan segala janji palsu yang ia berikan kepada si lugu Eden yang kala itu tidak tahu apa-apa. Pria itu mengadopsi Eden tanpa alasan yang jelas dan membiarkan Eden hidup tanpa status yang jelas di rumahnya hingga enam tahun lamanya. Setelah enam tahun berlalu, Eden perlahan-lahan mulai berubah menjadi sosok wanita dewasa yang mengagumkan. Usianya yang mulai menginjak dua puluh tahun membuat Aciel yang sebelumnya tidak pernah memperhatikan wanita itu, mulai berbalik untuk mengintai wanita itu dari kejauhan. Hingga suatu hari sebuah peristiwa buruk mengubah segalanya. Wanita polos itu tidak lagi menjadi sesosok angsa putih yang lembut, melainkan telah berubah menjadi sesosok angsa hitam yang selalu memancarkan luka dan lara di kedua mata bulatnya. Dan kini ia pun mulai memiliki ambisi untuk menghancurkan pria bermata coklat itu, pria yang telah membawanya pada penderitaan yang tak bertepi, Aciel Lutherford!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chalista saqila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Month Two How Dare You (Thirteen)

            Eden berdecak kecil sambil menghempaskan majalah fashionnya ke atas meja. Bulan ke dua minggu ke tiga, rasanya benar-benar bosan terus menerus berada di rumah tanpa pekerjaan yang bisa dilakukan. Semenjak hamil kehidupannya menjadi semakin kacau. Setiap hari kegiatannya hanya tidur, makan, membaca, atau menonton televisi. Jika tidak, ia akan berdiam di taman belakang sambil menghitungi kelopak-kelopak mawar yang terlihat seperti wanita bodoh. Semua kegiatan monoton itu benar-benar hampir membuatnya gila dan ingin meledak. Ia bosan diperlakukan seperti wanita sakit seperti ini. Sedangkan Aciel, pria itu selama dua minggu ini justru terus meninggalkannya untuk pergi ke luar negeri dengan alasan urusan bisnis. Tapi ia tahu, Aciel pasti juga akan bersenang-senang di luar sana bersama jalang-jalangnya yang cantik. Hanya ketika di rumah saja Aciel akan terlihat seperti pria baik baik sok suci yang mengatakan jika sekarang ia tidak lagi bermain-main dengan wanita.

            “Kau, ambilkan aku jus jeruk.”

            Melihat seorang pelayan yang lewat di depannya, Eden langsung memerintahkan pelayan itu dengan angkuh sambil menaikan dagunya. Terlalu banyak mengumpati Aciel di dalam kepalanya membuat Eden merasa tenggorokannya haus. Dan tiba-tiba saja ia mendapatkan ide untuk menghubungi Tranz. Sudah lama ia tidak menyapa pria itu dan menanyakan bagaimana kondisinya. Mungkin Tranz bisa menghibur hatinya yang sedang hampa seperti saat ini.

            “Halo, Tranz?”

            Eden mengerutkan alisnya ketika dilihatnya Tranz tampak seperti baru saja bangun dengan kedua mata yang tampak disipitkan. Eden lalu melirik jam tangannya sekilas sambil memutar kedua matanya malas. Pukul setengah dua belas! Ini bahkan sudah terlalu siang untuk bangun tidur. Tapi ia tak heran juga jika Tranz demikian karena pria itu pasti baru saja bersenang-senang hingga pagi.

            “Eden?”

            Akhirnya Tranz terlihat sedikit sadar sambil menyunggingkan senyum tipisnya pada Eden. Pria itu terlihat sedikit menendang selimutnya ke samping dan tiba-tiba berbicara dengan seseorang yang wajahnya tak terlihat di dalam layar.

            “Ohh... let me guess, your one night stand?” Tanya Eden dengan intonasi jijik. Tranz tersenyum kecil di seberang telepon sambil mengendikan bahunya tak peduli.

            “Okey, bagaimana kabarmu sweet heart? You look so... uhmmm... chubby?” Tanya Tranz sambil menatap wajah Eden lekat-lekat. Eden membuang napasnya jengkel dan tampak malas untuk menatap Tranz. Akhir-akhir ini semua orang mengatakannya gendut, dan itu semua karena ulah Aciel yang tidak mengijinkannya melakukan aktivitas apapun. Setiap hari pria itu hanya menjejalkannya makanan, makanan, dan makanan hingga ia terlihat seperti seekor sapi yang sangat gendut dan mengerikan.

            “Yahh... Aciel sialan itu memberiku terlalu banyak makanan tanpa membiarkanku melakukan aktivitas apapun. Berikan aku pekerjaan Tranz, aku bosan terus menerus di rumah seperti pesakitan.” Mohon Eden dengan wajah memelas. Pekerjaanya sebagai model telah dihancurkan Aciel sejak bulan lalu. Pria itu dengan seenaknya membatalkan semua kontrak kerjanya dan mengancam Jimin untuk tidak memberinya pekerjaan. Bahkan pria itu sekarang telah berubah fungsi sebagai tukang kebun di rumah Aciel karena ia tidak memiliki pekerjaan apapun untuk menjadi asisten Eden seperti dulu.

            “Apa? Aku bisa dibunuh oleh ayah galakmu itu. Ayolah Eden, ini juga untuk kebaikanmu. Kau sedang mengandung, pantas jika ia menjadi over protective seperti ini.”

            “Cih, itu benar-benar bukan gayanya. Percayalah jika hingga detik ini ia sebenarnya masih sering bersenang-senang di luar sana. Ia tidak mungkin bisa bertahan hidup tanpa wanita-wanitanya yang memuakan itu. Bahkan ia sekarang juga tidak bisa mencari pelampiasan di rumah. Jadi bisa kupastikan saat ini ia tengah bersenang-senang dengan jalang koleksinya di suatu tempat yang tidak terjamah olehku.” Dengus Eden gusar. Hari ini ia sudah bertekad untuk melakukan sesuatu. Terus menerus berada di rumah seperti ini hanya akan membunuhnya secara perlahan. Sejak awal ia adalah wanita bebas dengan berbagai macam pria yang selalu mengelilinya. Persetan dengan larangan Aciel yang tidak mengijinkannya untuk kembali ke dunia hitam itu. Yang jelas saat ini ia butuh bersenang-senang dan ia menginginkannya.

            “Ayo kita pergi bersenang-senang Tranz.”

            “Kau yakin? Aku masih menyayangi nyawaku Eden. Lebih baik kau merajut kaos kaki lucu untuk bayimu atau menyiapkan hal-hal yang berkaitan dengan bayimu. Kurasa itu jauh lebih baik daripada kau merealisasikan keinginan bodohmu yang membahayakan itu.”

            “Apa? Kau menyuruhku untuk merajut? Yang benar saja!” maki Eden kesal. Merajut? Jika ini adalah kehamilannya tiga tahun yang lalu mungkin ia benar-benar akan melakukannya. Tapi sekarang? Menginginkannya saja tidak. Ia justru berharap janinya tiba-tiba mati atau mengalami gangguan agar ia tidak perlu membawa benih Aciel di dalam rahimnya.

            “Jangan seperti itu Ed, bagaimanapun janin itu juga anakmu. Jangan sampai kau menyesali perbuatanmu di akhir. Aku sangat tahu bagaimana rasanya menjadi seseorang yang tidak diinginkan.” Ucap Tranz sendu. Eden terlihat sedikit merasa bersalah pada Tranz sambil mengatupkan kedua tangannya di dada. Ia tahu sedikit tentang masa lalu Tranz yang dibuang oleh orang tuanya. Mereka sama sekali tidak mau mengurus Tranz, dan mereka

membiarkan Tranz bekerja sendiri untuk memenuhi kebutuhannya. Beruntung Tranz adalah pria supel yang sangat mudah bergaul, sehingga industri hiburan manapun mau menerimanya menjadi asisten agen pecarian bakat hingga ia sukses seperti sekarang ini. Namun rasa diabaikan dan tidak diinginkan itu sampai kapanpun tidak akan pernah bisa pergi dari diri seorang Tranz Cooper karena bagaimanapun semua itu sudah terlalu membekas di hatinya yang rapuh.

            “Maafkan aku Tranz, aku tidak bermaksud mengungkit-ungkit masa lalumu. Aku hanya merasa kesal dengan hidupku saat ini. Sungguh maafkan aku.”

            “Tidak apa-apa Ed, tidak usah terlalu dipikirkan. Oya, jika kau memang membutuhkan pekerjaan, aku punya

pekerjaan untukmu. Salah satu teman lamaku membutuhkan seorang model untuk mengiklankan produk real estatenya. Tapi yahhh... ia masih pebisnis baru, bayaran yang kau terima mungkin tidak akan sebesar gaji yang kau terima dari klien-klien yang mengontrakmu selama ini. Jadi... apa kau mau?”

            “Aku mau! Untuk saat ini bayaran bukanlah prioritas utamaku, aku hanya membutuhkan pekerjaan untuk mengusir kejenuhanku yang memuakan ini. Jadi kapan aku bisa bertemu dengan teman lamamu itu?”

            “Emm... secepatnya akan kuhubungi jika temanku setuju untuk menggunakanmu.”

            “Baiklah, terimakasih Tranz...”

            Eden memberikan flying kiss pada Tranz sambil bergulung-gulung senang di atas ranjangnya. Menghubungi Tranz di saat-saat seperti ini memang sangat tepat. Pria itu pasti memiliki banyak jalan keluar untuk masalahnya. Dan meskipun Tranz bukanlah pria baik-baik atupun pria suci, namun setidaknya pria itu masih bisa memberikan nasihat yang terdengar masuk akal untuk diterima oleh akal sehatnya. Tidak seperti Aciel yang hanya bisa memberinya doktrinasi dengan berbagai embel-embel yang memusingkan.

            “Ed, sepertinya aku harus pergi sekarang. Sampai jumpa, semoga harimu menyenangkan sayang.”

            “Kau juga, sampai jumpa.”

            Eden mematikan sambungan video callnya sambil berguling sekali untuk turun dari ranjangnya. Dengan sedikit malas, ia menghampiri cermin besar yang berada di sudut kamarnya dan mulai memperhatikan dirinya yang tampak berbeda. Dulu, ia selalu tampil dengan rambut hitam lurus sepunggung yang tampak cantik. Sekarang, ia telah memotong pendek rambutnya dengan warna coklat terang yang tampak kontras dengan kulit putihnya. Dulu, ia selalu tampil natural dengan wajah polos tanpa makeup. Sekarang, huh... kemanapun ia pergi, ia pasti tidak akan lupa dengan makeup noraknya yang selalu terlihat menantang dengan warna-warna lipstik yang tampak berani. Dulu, ia selalu menggunakan pakaian serba tertutup yang sangat sopan. Tapi sekarang, ia terlihat seperti wanita murahan dengan tank top pendek yang menggantung di atas pusarnya, serta celana hot pants super pendek yang sangat ketat melingkupi bokong indahnya. Ohh... itu sungguh transformasi yang luar biasa dari seorang Eden Morel. Dan semua itu terjadi karena ulah si brengsek Aciel Lutherford yang telah memporak-porandakan hidupnya hingga kini ia harus menanggung aib terbesar dalam hidupnya. Mengandung benih dari seorang Aciel Lutherford yang sangat tidak diinginkannya. Tapi semua sudah terjadi. Ingin menyesalinyapun rasanya sia-sia. Sekarang yang harus ia lakukan adalah pergi dari rumah besar itu dan bersenang-senang bersama teman-temannya untuk melampiaskan seluruh rasa bosannya hari ini. Ya, siang ini ia tidak akan lagi menjadi wanita penurut yang hanya diam di rumah seperti seorang pesakitan. Siang ini ia akan bersenang-senang bersama teman-temannya dan juga pria-pria baru yang tentunya akan selalu bertekuk lutut di bawah kakinya untuk menyenangkan hatinya yan suram.

-00-

            Suara desahan itu lolos begitu saja dari wanita berambut sebahu yang saat ini tengah terkapar tak berdaya di bawah kuasa seorang Aciel yang mendominasi. Udara dingin kota Vegas yang begitu pekat membuat Aciel tak bisa menahan lebih lama lagi penyatuan mereka. Setelah ia menginjakan kakinya di Vegas dua jam yang lalu, ia langsung meminta asistennya untuk membawakannya seorang jalang yang bisa memuaskan hasratnya sore ini.

Sudah lebih dari dua minggu ia tidak melampiaskan seluruh gairahnya karena terlalu sibuk dengan proyek barunya yang cukup menyita waktu. Selain itu, ia juga tidak mungkin meminta Eden untuk melayaninya seperti biasa karena wanita itu masih berada di masa rentan kehamilannya.

            “Kau luar biasa tuan.” Desah wanita itu sambil menormalkan deru napasnya yang masih memburu. Sisa-sisa badai dahsyat yang diciptakan Aciel nyatanya masih menghantamnya hingga ia merasa kesulitan untuk mengendalikan diri. Sayangnya Aciel masih belum puas dengan pelepasannya yang seharusnya terasa hebat untuk dirinya itu. Entah kenapa ia justru mendambakan tubuh Eden yang saat ini berada di bawahnya.

            “Pergilah, aku sudah selesai denganmu.”

            Aciel bangkit begitu saja dari tubuh sang wanita berambut pendek itu, dan ia langsung menyambar pakaiannya untuk segera pergi dari sana. Rasanya tidak ada gunanya terus berada di sana, sedangkan pikirannya justru melayang-layang memikirkan Eden. Selama dua minggu berada di Spanyol tidak sekalipun wanita itu menghubunginya. Hanya tuan Kim yang terus menerus memberinya kabar jika selama ia pergi, Eden selalu menjadi wanita penurut yang manis tanpa sedikitpun melanggar aturan yang dibuatnya. Mungkin wanita itu sudah menyadari bagaimana posisinya, sehingga ia memilih untuk menurut menjadi wanita yang baik.

            “Urus pembayaran untuknya dan siapkan mobil sekarang juga.”

            Aciel berjalan angkuh menyusuri loby hotel tempatnya bersenang-senang sambil memerintahkan asistennya untuk menyelesaikan beberapa hal yang perlu diselesaikan. Saat ia hendak masuk kedalam mobilnya, tak sengaja ekor matanya menatap siluet tubuh Jessica yang hendak masuk kedalam hotel. Refleks ia menyunggingkan senyum manisnya pada wanita itu sambil berjalan tenang kearah Jessica yang saat ini juga sedang menyambutnya dengan tangan terbuka.

            “Sebuah kehormatan dapat bertemu denganmu tuan Lutherford, apa kabar?”

            Jessica memeluk Aciel hangat dan tersenyum lembut kearah pria itu. Lama mereka tidak bertemu sejak mereka sama-sama disibukan dengan urusan mereka masing-masing. Dan secara kebetulan hari ini mereka dipertemukan di sebuah hotel yang akan menjadi tempat Jessica menggelar pertunjukan peragaan busananya. Ini sungguh kebetulan yang menyenangkan.

            “Aku baik Sica. Kau sepertinya juga baik-baik saja.”

            “Begitulah, beberapa hari lagi aku akan menggelar pertunjukan peragaan busana di sini. Ayo, kita harus mencari tempat untuk mengobrol karena aku sangat merindukanmu tuan Lutherford.” Ucap Jessica girang sambil menyeret lengan Aciel untuk mengikutinya. Mereka berdua lantas masuk kedalam kafe hotel untuk meminum kopi sambil bercengkrama, membicarakan kehidupan mereka masing-masing selama mereka hidup terpisah satu tahun belakangan ini.

            “Kau tampak tak banyak berubah dari terakhir kali aku melihatmu.”

            Jessica memulai pembicaraan diantara mereka dengan sebuah kalimat ringan yang penuh makna. Dengan terang-terangan wanita itu menelisik tubuh Aciel dari ujung kepala hingga ujung kaki lalu kembali ke mata coklat Aciel yang meneduhkan.

            “Memangnya apa yang kau harapkan dariku Sica? Hidupku hanya seperti ini, tidak ada yang berubah dariku, kecuali...”

            Aciel menggantungkan kalimatnya di udara dengan seringaian misterius yang berhasil membuat Jessica penasaran. Tapi sialnya pria itu justru hanya menatapnya jenaka sambil terkekeh geli pada Jessica.

            “Apa? Kecuali apa? Sialan kau Aciel, jangan buat aku penasaran seperti ini.” Maki Jessica kesal. Aciel tertawa terbahak-bahak menertawakan Jessica dan setelah itu ia memilih untuk menyesap kopinya dengan gaya aristrokatnya yang sangat menyebalkan.

            “Nanti kau akan tahu Sica. Oya, bagaimana kehidupanmu selama ini? Kau sudah memiliki kekasih atau tunangan?”

            “Huhh...”

            Jessica menghembuskan napasnya berat dan tampak terlihat frustrasi dengan pertanyaan Aciel seputar kekasih. Pasalnya selama satu tahun hidup di California ia justru terus dimainkan oleh pria-pria di sana tanpa perasaan. Mungkin itu karma karena selama ini ia selalu mempermainkan hati pria-pria yang dekat dengannya.

            “Jangan tanyakan aku soal itu karena aku mulai menyerah untuk mencari kekasih. Ini adalah salah satu alasanku kembali ke Vegas, aku ingin mencari pria yang mau menerimaku apa adanya daripada pria-pria California yang brengsek. Apa kau mau menjadi kekasihku?” Tawar Jessica dengan wajah bersungguh-sungguh. Namun setelah melihat tatapan datar Aciel yang tak bersahabat, ia tiba-tiba justru tertawa sambil memegangi perutnya karena terlalu geli dengan sikap Aciel yang sepertinya terlalu serius menanggapi ucapannya.

            “Singkirkan wajah menjijikanmu itu tuan Lutherford, aku hanya bercanda.” ucap Jessica di sela-sela tawanya. Aciel mendecih kesal melihat sikap Jessica yang menyebalkan itu, dan ia lagi-lagi meraih cangkir kopinya untuk membasahi kerongkongannya yang terasa kering.

            “Leluconmu itu sama sekali tidak lucu Sica, bukankah kau tahu sendiri jika aku ini bukan pria berkomintmen. Tapi akhir-akhir ini aku mulai merubah cara pandangku tentang hal itu.”

            “Kenapa?” Tanya Jessica heran. Tak menyangka jika seorang Aciel akhirnya akan merubah cara pandanganya soal berkomitmen. Rasanya itu terdengar cukup mustahil mengingat Aciel adalah pria beraliran keras soal komitmen.

            “Kau akan tahu nanti.” jawab Aciel misterius. Jessica berdecih sebal kearah Aciel dan ia memutuskan untuk menyesap kopinya agar mulutnya tidak terasa kering karena terus menerus tertawa di depan Aciel.

            “Ee... bagaimana dengan Eden? Akhir-akhir ini aku sering melihat beritanya di platform situs-situs online,

karirnya benar-benar meningkat belakangan ini. Apa ia masih tinggal bersamamu?”

            “Tentu saja masih. Ia akan selalu berada di bawah kendaliku Sica.”

            “Kenapa kau tidak membiarkannya bebas Aciel, bukankan ia sudah bisa hidup mandiri? Dan lagi, dua tahun lagi ia akan berumur dua puluh lima tahun, itu berarti ia akan mulai menjalankan perusahaan peninggalan Brexton. Apa kau tak ingin membiarkannya hidup bersama pria yang ia cintai?”

            Aciel menggeram kesal dengan pertanyaan terakhir Jessica sambil membuang wajahnya kearah lain. Setiap

teman-temannya yang mengenal Eden pasti akan menanyakan hal itu padanya. Hidup bersama pria yang ia cintai? Huh... itu terdengar konyol karena ia yakin perasaan Eden untuknya masih sama seperti tiga tahun yang lalu. Jika Eden memang ingin hidup dengan pria yang ia cintai, wanita itu pasti tidak akan terus bermain-main dengan hama-hama pengganggu itu seperti saat ini. Tapi nyatanya sejak tiga tahun yang lalu Eden tidak pernah benar-benar hidup bersama satu pria. Hanya ia satu-satunya pria yang selalu ada di sampingnya meskipun mereka juga sering bertengkar satu sama lain.

            “Eden tidak pernah mencintai pria manapun Sica, ia hanya terus bermain-main dengan mereka.”

            “Kau yakin? Mungkin ia seperti itu karena kau terus mengekangnya. Kau tidak bisa seperti ini selamanya Aciel. Ada kalanya kau harus melonggarkan ikatanmu pada Eden dan membiarkan wanita itu hidup dengan jalan hidupnya.”

            “Sampai kapanpun Eden akan terus terikat denganku karena saat ini ia sedang mengandung anakku.”

            “Apa?”

            Jessica tampak tercekat sambil menutup mulutnya tak percaya. Setahun pergi dari Vegas ternyata membuatnya melewatkan banyak hal. Termasuk perkembangan hubungan Aciel dan Eden yang selalu mengalami fluktuasi hingga puncaknya ia mendapatkan berita mengenai kehamilan wanita itu. Wow... itu sungguh berita yang sangat mengejutkan.

            “Sejak kapan?” Tanya Jessica masih tak percaya. Dengan santai Aciel menjawab pertanyaan itu sambil menyandarkan punggug tegapnya pada sandaran kursi.

            “Dua bulan yang lalu, kurasa.” tambah Aciel tidak yakin. Ia sebenarnya tidak terlalu menghitung usia kehamilan Eden. Ia hanya asal mengira-ngira karena selama ini ia selalu pergi ke luar negeri untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaannya.

            “Kau... bagaimana bisa?”

            “Entahlah, mungkin karena Eden tidak meminum obatnya. Atau mungkin wanita itu sengaja melakukannya untuk menjebakku.”

            “Bagaimana bisa kau berpikiran picik seperti itu Ace? Bisa saja itu memang sebuah kecelakaan karena keserakahanmu yang sering menyentuhnya. Ya Tuhan... untung saja aku tidak pernah mengalami hal itu. Pasti sangat mengerikan rasanya.”

            “Mengerikan? Yahh... kurasa Eden memang tidak memprediksi hal itu akan terjadi karena ia sempat akan melakukan percobaan bunuh diri saat dokter mengatakan padanya jika ia sedang hamil. Oh dan kau juga harus tahu Sica, sebenarnya tiga tahun yang lalu Eden juga sudah pernah hamil. Milikku.” tambah Aciel lagi dengan wajah santai. Jessica terlihat semakin terkejut dengan berita itu dan hampir-hampir menyiram wajah Aciel

dengan capuchino miliknya yang masih tersisa separuh. Bagaimana bisa pria itu terlihat santai dengan semua hal mengerikan yang baru saja terjadi pada Eden? Ckckckck... malang sekali nasib wanita itu.

            “What the hell! Kau brengsek sialan yang sangat mengerikan Ace! Darimana kau tahu jika Eden pernah mengandung tiga tahun yang lalu? Kenapa kau tidak pernah menceritakannya padaku?” umpat Jessica kasar. Ia rasanya sudah kehabisan stok kata-kata untuk memaki-maki sikap Aciel yang dinilainya terlalu santai ini.

Jika ia menjadi Eden, mungkin sebelum bunuh diri ia akan membunuh Aciel terlebih dahulu karena pria itu adalah sumber dari segala kesengsaraan yang terjadi.

            “Sian. Ternyata Sian selama ini menyembunyikan rahasia itu dariku karena Eden memang tidak ingin aku tahu. Ia baru memberitahukannya padaku satu bulan yang lalu, sesaat sebelum aku menerima kabar jika Eden sedang hamil. Jadi selama ini aku juga tidak pernah tahu jika dulu Eden ternyata pernah mengandung anakku.”

            “Lalu apa yang kau lakukan sekarang setelah mengetahui kabar kehamilannya? Kau tetap membiarkan Eden berkeliaran dengan gaya hidupnya?”

            “Tentu saja tidak. Aku telah membatasi ruang geraknya dan hanya memintanya untuk berdiam diri di rumah.

Kandungannya sangat rentan, ia masih berpotensi untuk keguguran hingga ia melewati bulan ke tiga masa kehamilannya.”

            “Wow..”

            Hanya satu kata itu yang berhasil dikeluarkan Jessica untuk mengomentari ucapan Aciel. Ia masih merasa syok dengan berita kehamilan Eden dan sikap pria itu pada Eden. Rasanya pasti sangat berat jika menjadi Eden. Hidup itu memang kejam. Dan memang orang-orang yang bisa mencapai tangga kesuksesan itu pastilah orang orang kejam yang tak memiliki hati seperti Aciel. Jadi pantas jika pada akhirnya pria itu juga bersikap kejam pada orang lain.

            “Jadi Ace, kau sekarang benar-benar telah berhenti bermain-main dengan wanita? Kau tidak mungkin....”

            “Tidak juga.” potong Aciel cepat dengan seringaian licik di wajahnya. Jessica langsung memincingkan matanya kearah Aciel sambil menggoda pria itu jenaka.

            “Ah... Sudah kuduga jika kebiasaan burukmu tidak akan hilang hanya karena Eden hamil. Tapi semoga saja kau bisa berubah setelah anak itu lahir. Aku merasa kasihan jika anak itu harus memiliki ayah sepertimu.”

            “Ini semua salahnya. Eden tidak mau menikah denganku.”

            “Apa? Bahkan jika aku menjadi Eden, aku pasti juga tidak akan mau. Terlalu beresiko menerima lamaranmu jika sikapmu masih sama seperti dulu. Kuharap kau tidak mengambil langkah yang salah Ace, karena kesempatan tidak akan datang dua kali.” nasihat Jessica bijak. Namun Aciel sepertinya tak mau terlalu ambil pusing dengan peringatan Jessica karena selama Eden belum benar-benar terikat padanya, maka kehidupannya akan tetap seperti semula. Lagipula jika anak itu lahir nantinya, ia hanya akan memposisikan diri sebagai wali yang akan memenuhi semua kebutuhan anak itu. Persetan dengan tanggungjawabnya sebagai ayah, jika Eden belum menerimanya, maka ia juga tidak akan memposisikan diri sebagai ayahnya.

1
INdah🌹
151
Alimka Iksany
lanjut lagi nggak sih, kok nggak up lagi
ciprut
wouoowww....stlh 3thn akhirnya ada notiv dari nich cerita....kangen sm klrg Eden & aciel 🥰
Evitha Junaedy
aduuuh lama sekali kemana author?semoga sehat sll authornya
chalista saqila: Haaii... mau comeback sama cerita ini nih...
Semoga masih ttp suka sama cerita ini yaa...
Thanks untuk doanya
total 1 replies
Gita Dys
up lagi dong Thor😭😭😭😭🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
chalista saqila: OTW up =)
total 1 replies
Chatarina Shinta
ini udah tamat blom sih thir ?
chalista saqila: Haaii... ceritanya masih berlanjut yaa
Maaf lama g up, baru buka platform ini lagi... hehe
total 1 replies
Ruth Siti Fatimah
tidak ada kelanjutannya kah..??
dhanirizky25
ini tamat udah tamat iya..??kok lama gak up😣
BIDADARIQ 1516: maaf mengganggu klo sempet mampir ya ke novel q judulnya
"cinta pertama tuan mudaku"
thanks 💕💕
total 1 replies
Dira
suka cerita nya Thor
Evitha Junaedy
kemana ko ilang thor..
Emynee Griss
ceritanya keren thor, ini termasuk cerita pertama yg aku baca pas pertama instal NT😊

ah iya, dapat salam dari Mitsuki nih, jangan lupa mampir yaa

JUST THREE DAYS : MITSUKI
Enysa
tamat kah???
Ning-Nong25
setiap eden hamil pasti ada masalah besar yang membahayakan nyawanya...
sabar ya Ed...
penting babang Ace tetep sayang...
Gita Dys
udah tamat kah ini teh??😢
Evitha Junaedy
k gk up udh lama y...
dhanirizky25
kok belum up lagi Thor.???selalu setia menunggu☺️
Chatarina Shinta
kapan lg up nya thor
Evi Novianti
nyesek thor😭😭
Gita Dys
kok gak up lagi Thor???
mmtt
sudah tamatkah?????
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!