Putri Odeliah seorang gadis cantik berambut putih indah dengan mata merah yang tajam. di kenal sebagai Putri mengerikan yang sangat kejam membuat seluruh rakyat nya membenci diri nya bahkan di akhir hayat nya dia dibunuh di depan seluruh rakyat nya.
kematian nya mendapatkan hukuman dari Dewa yang mengirim dia mengulang waktu ke usia 10 tahun untuk memperbaiki masalah nya agar hidup nya tidak mati tragis.
apakah bisa berjalan lancar?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bebekmanisnis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13
Hari Odeliah akan pergi ke kerajaan Giorgino akhirnya tiba, Odeliah berdandan cantik dengan gaun hitam kesukaan nya yang menambah kesan ke kegelapan yang membuat siapapun takut dengan nya, citra nya yang masih buruk di kalangan atas tentu saja menambah kesan mengerikan untuk Odeliah. Odeliah pergi ke istana kerajaan Giorgio bersama dengan Seli sangat pelayan setia nya.
"Tuan Putri. saya mendapatkan banyak informasi dari beberapa pelayan dan koki katanya Putra Mahkota sangat tampan dan di incar banyak para gadis namun sifat nya sangat dingin," beritahu Seli meyakinkan Odeliah.
"Lalu ada lagi?"
"Hanya itu saja isu yang saya dapatkan," beritahu Seli dengan wajah murung.
"Tidak masalah Terima kasih atas informasinya," ujar Odeliah selalu menghargai apapun informasi dari orang lain.
"Apakah Tuan Putri akan tertarik pada Putra Mahkota?" tanya Seli dengan wajah menggoda nya.
"Melihat penampilan saya dan kesan buruk saya saja membuat saya yakin dialah yang akan langsung menendang saya dari daftar calon putri Mahkota," ucap Odeliah dengan bangga.
"Andai saja dia tahu jika Tuan Putri adalah Putri yang sangat baik, saya yakin dia akan luluh," ucap Seli yang tampak nya berharap Odeliah mendapatkan pasangan sejak dini.
"Jangan berdoa seperti itu. Aku masih ingin menikmati masa kecil ku!" tegas Odeliah tidak ingin cepat menikah.
"Bukan nya dulu Tuan Putri pernah bilang ingin menikah dengan Pangeran tampan?" tanya Seli dengan wajah polos nya.
"Aku tidak ingat pernah berkata seperti itu," saut Odeliah sengaja melupakan nya karena saat ini sama sekali tidak terlintas di benak nya untuk menikah sejak dini.
Beberapa jam kemudian....
Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh akhir nya Odeliah dan Seli tiba di kerajaan Giorgino. Odeliah dan Seli di sambut oleh beberapa pelayan dan pengawal kerajaan membuat suasana menegangkan. Odeliah dan Seli di arahkan oleh beberapa pelayan menuju taman yang menjadi tempat pesta minum teh para calon putri Mahkota.
"Ini meja untuk Tuan Putri Odeliah," ucap pelayan tesebut lalu melangkah pergi dari sana.
"Tuan Putri saya juga akan pergi bergabung dengan para pelayan di sana," ujar Seli lalu pergi dari sana setelah mendapatkan izin dari Odeliah.
Terlihat jelas semua Putri dari kalangan bangsawan dan keluarga kerajaan tidak suka melihat kehadiran ku.
Odeliah dapat melihat dengan jelas ekspresi para tamu yang datang terlihat tidak suka dengan kehadiran nya yang sangat mencolok.
Lihat lah pakaian nya jelek sekali.
Mengapa Putri jahat seperti dia ada sini?
Putra mahkota akan langsung muntah saat melihat wajah nya yang jelek.
Dia sangat tidak pantas ada disini.
Saya dengar dia memecahkan beberapa kasus kemiskinan di beberapa kota di wilayah kerajaan Elmaro.
Dia hanya mencari kesan baik untuk memperbaiki kesan buruk nya.
Semua ucapan buruk itu terdengar jelas di telinga Odeliah, Odeliah memiliki kemampuan pendengaran yang sangat tajam dan bahkan Odeliah bisa mendengar suara langkah kaki dari jarak yang cukup jauh.
Sudah ku duga aku akan tetap menjadi bahan ejekan disini.
Kau memang tidak bisa merubah kesan buruk mu.
Aku tidak peduli dengan mereka yang menganggap ku buruk. yang penting aku menyelesaikan masalah yang ku perbuat dan tidak membuat masalah.
Para putri terlihat memiliki kelompok pertemanan sendiri sementara Odeliah dia hanya duduk sendirian di meja pojok sambil meminum teh dengan sangat tenang dan tidak peduli dengan ucapan buruk terhadap diri nya.
"Permisi Tuan Putri Odeliah! perkenalkan nama saya Jesica Auletta Noran! Apakah saya boleh duduk bergabung dengan Tuan Putri?"
"Silahkan."
Odeliah mempersilahkan Putri bangsawan duduk bersama dengan nya, jika menolak tentu saja dia akan di anggap semakin buruk seperti sampah.
"Saya ingin bertanya sesuatu pada Tuan Putri, apakah boleh?"
"Iya."
"Apakah Tuan Putri mendapatkan undangan sebagai calon Putri Mahkota?" tanya Jesica seusia dengan dugaan Odeliah.
"Iya. Perlu saya tunjukan surat resmi nya?"
"Tidak perlu saya sudah percaya."
"Mengapa Tuan Putri Odeliah tetap datang? Tuan Putri pasti akan gagal lebih baik tidak perlu datang kan?" ujar Jesica dengan nama lembut dan senyuman palsu yang sangat menjijikkan.
Anak ini bisa aku bunuh?
Silahkan.
"Saya datang kesini menghargai undangan kerajaan jika saya gagal tidak masalah karena ini kompetisi. tidak perlu mengkhawatirkan saya justru sebaik nya Nona Jesica mengkhawatirkan diri anda sendiri yang hanya berasal dari kalangan bangsawan biasa," jawab Odeliah dengan tegas dan angkuh membuat semua orang terdiam.
"Tuan Putri Odeliah sangat tidak sopan ya," ketus Jesica menunjukan kekesalan nya.
"Saya rasa sedari tadi yang tidak sopan itu anda Nona Jesica," ketus Odeliah dengan senyuman seringai yang membuat lawan nya merinding ketakutan.
"Saya permisi!"
Akhir nya kutu sialan ini pergi juga.
Mulut nya tidak sesuai dengan wajah manis nya.
Benar-benar acara yang membosankan. Aku ingin segera pergi dari neraka ini.
"Putra Mahkota telah tiba!" ucap seorang pelayan dengan suara lantang.
semua putri yang hadir terlihat berbinar melihat ketampanan Putra Mahkota bernama Matthias Giorgino seorang putra mahkota yang memiliki bakat berpedang luar biasa sekaligus memiliki kepintaran yang sangat menakjubkan.
Sialan dia sangat tampan tapi aku tidak tertarik.
Kau ini memang tidak normal.
Hey aku ini normal Victoria. Putra Mahkota memang tampan tapi dia bukan tipe ku.
Para putri berharap Putra Mahkota akan datang ke meja mereka dan bergabung namun seperti nya langkah putra Mahkota justru menuju ke seseorang yang amat di jauhi.
Mengapa dia berjalan kesini?
Odeliah tidak menyangka jika putra Mahkota langsung datang ke meja nya padahal sari semua meja hanya dia lah yang paling di abaikan sedari tadi.
"Permisi Tuan Putri Odeliah! apakah saya boleh bergabung?" tanya Matthias dengan sopan.
Kalau ku tolak pasti akan di penggal kepala ku.
Ya jangan di tolak bodoh!
"Dengan hormat saya mempersilahkan Putra Mahkota." Odeliah sebenar nya sangat tidak ingin mencolok di acara ini tapi seperti nya dia gagal sekarang.
Kini suasana di antara kedua nya terasa sangat canggung terutama Odeliah yang tidak tahu harus bereaksi seperti apa, suasana ini sangat merugikan diri nya.
"Tuan Putri Odeliah baik-baik saja?" puji Matthias dengan senyuman hangat nya.
Aku dengar dari Seli dia orang yang dingin tapi mengapa sifat nya seperti berbanding terbalik dengan informasi itu?
"Saya baik-baik saja Putra Mahkota," balas Odeliah sedikit canggung.
Brak!
"Apa-apaan ini!"
Seorang gadis berusia sekitar 13 tahun bernama Charlotte Dandelion seorang putri dari bangsawan kelas atas yang sangat di hormati dan di kagumi dengan kecantikan nya namun dia cukup di benci karena sifat nya.
"Nona Charlotte! anda sangat tidak sopan," ucap Matthias dengan nada dingin.
"Maaf Putra Mahkota. Saya hanya terkejut Putra Mahkota duduk dengan Tuan putri Odeliah. Saya yakin pasti putra Mahkota salah tempat duduk," ucap Charlotte tiba-tiba berubah sangat lembut dan ramah namun raut wajah nya tidak dapat dia sembunyikan.
"Saya yakin saya tidak salah tempat," balas Matthias dengan ketus.
.......