NovelToon NovelToon
The Trash Prince 10th Re : Life

The Trash Prince 10th Re : Life

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir / Kelahiran kembali menjadi kuat / Menikah dengan Musuhku / Barat / Tamat
Popularitas:41.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mobs Jinsei

Kisah seorang pangeran sampah yang di usir dari istana pada usia 15 tahun dan meninggal di usia 31 tahun, dia mengulang hidupnya tepat ketika di usir dan kembali terbunuh di usia 31 tahun. Akhirnya total pengulangan hidup nya mencapai sembilan kali, dia sudah mencoba berbagai macam hal, mulai dari pedagang, petualang rank S sampai membantu mereformasi kerajaannya. Ironisnya dia selalu terbunuh oleh seorang ratu kekaisaran yang sama selama sembilan kali di usia 31 tahun.

Di kehidupan ke sepuluhnya, dia berniat langsung menemui ratu yang saat itu masih bersekolah di akademi berstatus masih putri kekaisaran. Tapi ketika dia masuk ke akademi, dia malah menemukan hal hal baru yang dia tidak pernah tahu selama sembilan kali kehidupannya dan membuat rencananya berantakan, bagaimanakah kisah hidup sang pangeran sampah di kehidupan ke sepuluhnya ?

Genre : Fantasy,Comedy,Drama,Tragedy,Harem

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mobs Jinsei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 13

Reese menoleh sebentar, dia mendengar beberapa suara langkah kaki mendekat ke gang, Art sedikit menarik nafas karena dia berpikir dia akan selamat, tapi tiba tiba Reese melonggarkan pedangnya,

“Concealment.”

Seluruh gang terlihat seperti di  selubungi oleh bayangan yang tembus pandang, Art menoleh dan melihat Julia, Alisia dan Sarah memeriksa kondisi di dalam gang, namun karena tidak melihat apa apa, mereka langsung berlari lagi membawa harapan Art bersama mereka.

“Sekarang sudah tidak ada yang mengganggu, aku beri waktu sampai hitungan mundur ke satu dari tiga, ceritakan siapa kamu atau mati....3.....2.....”

“Baik baik aku cerita...tolong lepaskan dulu, sulit bercerita dalam keadaan begini.” Ujar Art.

“Baiklah, kamu juga tidak akan bisa lepas dari ku.” Reese menurunkan pedangnya, tapi matanya yang merah tetap menatap tajam kepada Art.

Akhirnya Art menceritakan semuanya, mulai dari kehidupannya, bertemu Reese di kehidupan kedua dan bertemu yang lain di kehidupan kehidupan selanjutnya, alasan dia mati di sembilan kehidupan sebelumnya dan tujuan dia di kehidupan ke sepuluhnya, dia juga mengatakan kalau dia mengetahui nama Reese yang sebenarnya dari Mirea atau yang lebih di kenal oleh Reese sebagai Tetsuka Mirai. Lalu untuk meyakinkan Reese, Art juga menunjukkan pedang yang dia ambil dari situs penggalian di kerajaannya. Melihat Art memegang pedang besar itu, wajah Reese sedikit berubah, dia langsung maju mengamati Art dari atas ke bawah dan ke atas lagi stuk di wajahnya.

“Hmm....kamu orang dari dunia lain ?” Tanya Reese.

“Uh...pertanyaan ini lagi, bukan, aku bukan orang dari dunia lain, aku sudah beritahu identitasku kan, itu benar kok, aku di lahirkan di istana Fredonia.” Jawab Art.

“Kalau begitu kenapa kamu bisa memegang pedang ini dan mengangkatnya....pinjam.” Ujar Reese mengambil pedang Art.

Ternyata Reese juga bisa memegangnya berbeda dengan Helena yang tersetrum sewaktu mencoba memegangnya. Karena berat, Reese mengembalikan lagi pedangnya kepada Art dan minta Art untuk menyimpannya rapat rapat di dalam dimensional box miliknya.

“Jangan pernah kamu perlihatkan pedang itu kepada siapapun, khususnya di kekaisaran ini.” Ujar Reese.

“Um..yang sudah melihat pedang ini hanya empat orang sih, putri Julia, eks tunangan ku Alisia, Sarah dan Mirea-sensei.” Ujar Art.

“Hah ? Julia putri kekaisaran ini ? yang barusan lewat ?” Tanya Reese.

Art mengangguk, Reese langsung kembali terduduk dan mengusap rambutnya yang cepak berwarna hitam.

“Apa yang Mirai-chan katakan soal pedang itu ?” Tanya Reese.

“Dia tidak mengatakan apa apa.” Jawab Art.

“Ok pertama aku tanya, selain sembilan kehidupanmu, apa kamu ingat hal lain sebelumnya ?” Tanya Reese.

“Maksudnya ?” Tanya Art bingung.

“Ingatan kehidupan mu sebelum kamu mengulang sembilan kehidupanmu, misal mimpi tentang sesuatu yang kamu tidak mengerti dan merasa asing melihatnya, tapi sangat nyata sampai membuatmu tidak bisa bernafas.” Jawab Reese.

“Um...sebetulnya ada dan baru minggu lalu kalau aku tidak salah hitung.”

Art menceritakan tentang mimpinya, dimana dia merasa dirinya menjadi seorang iblis bernama Zagan dan melihat seorang gadis bernama Ophelia bahkan dia merasa dirinya sangat mencintainya walau dia tahu kalau di dalam mimpi Zagan lah yang mencintai Ophelia. Setelah itu, pandangannya berganti dan melihat seorang gadis berpakaian zirah lengkap menghampiri dirinya membawa pedang itu dan melawannya, tanpa sengaja dia membunuh gadis itu dan datang seorang pemuda yang menyerangnya. Art bercerita sampai akhir kepada Reese karena dia merasa akrab dengan Reese dari kehidupan keduanya.

“Hahahahahaha.....luar biasa, memang yang namanya takdir sulit di lawan.” Ujar Reese tertawa.

“Maksudnya apa ?” Tanya Art bingung.

“Hahaha maaf, aku tidak mau membahas soal mimpimu, tapi aku beritahu satu hal kepadamu, pedang yang ada di dalam dimensional box kamu adalah pedang pemberian kerajaan iblis untuk kekaisaran Orthus 1500 tahun lalu ketika kekaisaran baru berdiri. Supaya tidak jatuh ke tangan yang salah, Ophelia atau kita para pahlawan memanggilnya Kyoko-obasan (tante), mematri tulisan khusus yang di dunia ini bernama rune di tengah bilahnya dari ujung sampai ke gagang.” Jawab Reese.

“Reese-san bisa membacanya ?” Tanya Art.

“Tentu saja, tulisan itu adalah tulisan kanji yang biasa di gunakan di negara ku sewaktu aku masih di bumi. Isinya, hanya keluarga kerajaan, manusia dari dunia lain dan raja iblis yang boleh menggunakan pedang ini.” Jawab Reese.

“Huh ? kok aku bisa ? aku bukan salah satu dari ketiga hal yang di sebutkan barusan kan ?” Tanya Art.

“Itu makanya aku tanya, apa kamu orang dari dunia lain atau bukan, karena di awal tadi kamu bilang level mu 00 dan aku lihat kamu bisa mengangkat pedang itu. Tapi setelah mendengar kamu bercerita tentang mimpimu, aku sedikit banyak tahu siapa kamu. Hanya saja belum waktunya kamu tahu.” Jawab Reese.

“Kenapa aku tidak boleh tahu ? memang siapa diriku ? aku malah jadi tambah bingung.” Balas Art.

“Tenang saja, jalani saja dan satu hal lagi, jaga putri Julia, dia sangat berharga bagi kekaisaran ini dan bagi dunia....” Ujar Reese.

“Lagi lagi....Mirea-sishou juga bilang begitu, apa sih maksud sebenarnya ? asal tahu saja, putri itu membunuh ku sebanyak sembilan kali di sembilan kehidupanku, baik langsung atau tidak langsung, bagaimana perasaan ku coba kalau sekarang aku harus melindunginya, tujuan ku kesini hanya untuk menolongnya supaya tragedi yang aku dengar di kehidupan ke sembilanku menimpa Julia tidak terjadi dan aku bisa hidup sampai tua tanpa menjadi perjaka lagi.” Ujar Art.

“Hahahaha....bagus, pertahankan saja tujuan mu itu, tapi lindungi putri Julia dengan segenap hatimu, aku yakin kamu tidak akan menyesal nanti.” Ujar Reese sambil menepuk nepuk pundak Art.

“Huuuh...berarti satu misteri sekarang terpecahkan walau malah mengundang banyak pertanyaan di benak ku. Aku jadir ragu siapa diriku.” Ujar Art lemas.

“Hmm kamu pangeran sampah dari Fredonia kan, yang sekarang sedang membuat heboh kerajaan Fredonia karena kamu menghilang begitu saja tanpa di usir atau di suruh, hehehe.” Ujar Reese meledek.

“Huh...Reese-san kok tahu ?” Tanya Art.

“Tentu saja tahu, aku pedagang dan jaringan informasi ku kuat, lagipula aku baru dari sebrang sebelum kesini.” Jawab Reese.

“Tapi tetap saja Reese-san, aku bingung, kata sishou, ada kemungkinan aku reinkarnasi Kazuya dan kalau sampai itu benar, berarti dunia dalam bahaya.” Ujar Art.

“Yap, memang yang di katakan Mirai-chan benar, mengenai itu, sebaiknya kamu tidak usah memikirkannya, walaupun kamu reinkarnasi Kazuya atau bukan, kamu dan pedang itu ada di sini, berarti kalaupun dunia dalam bahaya, tidak ada masalah karena ada kamu yang jelas jauh lebih kuat daripadaku, Shigeo dan Mirai-chan.” Balas Reese sambil menepuk pundak Art.

Art tertunduk, kemudian Reese berdiri dan menjentikkan jarinya, dia langsung menjulurkan tangan kepada Art dengan senyuman dan Art menyambut tangannya kemudian berdiri.

“Teman teman mu sebentar lagi datang, aku pergi, jangan lupa, terus lindungi putri Julia.”

Reese tiba tiba menghilang seperti menguap di udara, Art menoleh dan mendengar banyak suara langkah kaki,

“Art-kun....” Teriak Julia.

“Pangeranku...” Teriak Alisia.

“Art-sama...” Teriak Sarah.

“Art...” Teriak Doria.

Ke empat nya langsung masuk ke dalam gang dan berlari menghampiri Art dengan wajah yang terlihat sangat cemas.

1
Mamat Stone
/Good/
Mamat Stone
/Ok/
Mamat Stone
/Good/
Mamat Stone
/Ok/
Mamat Stone
/CoolGuy/
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/Gosh/
Mamat Stone
/Toasted/
Mamat Stone
/Doubt/
Mamat Stone
a/Panic/
Mamat Stone
/Angry/
Mamat Stone
/Determined/
Mamat Stone
/Doubt/
Mamat Stone
/Panic/
Mamat Stone
/Good/
Mamat Stone
/Ok/
Mamat Stone
/Tongue/
Mamat Stone
/Drool/
Mamat Stone
good job Thor 👍
Mamat Stone
thanks Thor 🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!