Kita seperti air dan minyak, memang tidak bisa bersatu tetapi masih berdampingan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
UKS
Sampai di ruang UKS Diana langsung duduk di tempat kasurnya kemudian di tangani oleh siswi yang sedang bertugas di UKS. Siswi langsung memeriksa pipi Diana yang lebam sambil mengoleskan obat merah.
"Aduh"... Ucap Diana meringis kesakitan sambil memegang tangan siswi tersebut.
Sedangkan Rika menyiapkan minuman teh hangat lalu mengantarkan ke meja uks diana. Setelah siswi itu sudah mengobati Diana dia kembali di ruangan lainnya. Rika merasa bersalah melihat Diana yang sudah terbaring di atas kasur.
"Din lu gpp kan, masih sakit gak" ucap Rika sambil memegang luka Diana.
"Aduh... Sakit" ucap Diana yang menahan sakit di pipinya sambil melepaskan tangan Rika.
"Apaan sih ka, sakit tau " ucap Diana meringis kesakitan.
"Sorry Din, gak sengaja" ucap Rika yang masih panik. Din, ini semua gara-gara gw. Harusnya gw gak bilang kalau kak Erlangga putus sama pacarnya" ucap Rika yang masih melihat luka Diana.
"Gpp kok ka, harusnya gw gak boleh langsung putus ke Galih" ucap diana
"Din, gw mau ngomong sesuatu" ucap Rika yang berbicara patah-patah sedangkan Diana tengah berbaring di belakangnya.
"Bilang aja, ka" ucap Diana dengan suara lembut
"Sebenarnya lho suka gak sih sama galih?" ucap Rika yang bertanya-tanya
"Enggak!!! Gw gak bisa bohongi perasaan gw ka" ucap Diana dengan raut kesal
"Oh gitu, sabar ya din" ucap Rika yang memeluk Diana sangat kencang.
Lalu datang geng Sinta yang ingin ke uks, Siska dengan wajah yang pucat ia berjalan lesu dan lemah, tapi saat di depan pintu mereka bertemu dengan Rika dan Diana.
" Lo? Ngapain masih disini" ucap kak Siska sambil menatap mereka berdua
"Nemenin diana kak" ucap Rika berwajah polos
"Hush! Bilang aja loh gak mau belajar!" ucap kak Sinta usir Rika.
"Iya", iya" ucap rika kemudian lalu pergi.
Sesat kemudian Siska masuk UKS, "Dek loh beneran sakit atau cuma bohongan" tanyanya yang masih tidak yakin dengan diana.
"Gw mau tidur dulu kak" ucap diana sambil merebahkan tubuhnya di branka UKS
"Heh, disini itu buat orang sakit, buka untuk orang tidur!" ketus kak Siska.
"Rese banget sih perempuan ini" sungut Diana.
Lalu kak Siska berjalan lemah ke breaker cowok, kebetulan breaker nya selesai di tempati cowok yang sakit.
"Eh, resleting rok loh kebuka kak" tegur Diana dengan suara yang keras.
Sontak kak siska memukul tangan Diana dengan penggaris besi yang berada di atas meja entah penggaris punya siapa."Heh, dasar buat malu gw!" umpat kak Siska yang kebetulan di UKS masih ada cowok
"Sembarang kalau ngomong mau bikin gw malu" ucap kak siska.
Siska melihat ke arah belakang dan ternyata memang benar resleting rok nya terbuka. Kemudian siska bersembunyi di balik pembatas ruang UKS. Bagaimana bisa resleting rok nya. Padahal seingatnya ia sudah menutupnya setelah pergi ke toilet.
"udah salah, nyolot lagi" ucap Diana yang masih berbaring di kasur.
"Lu bikin malu gue" ucap kak Siska yang berbaring di kasurnya. Saat berbaring di kasur tiba-tiba kak Siska bertanya kedekatan Diana dan Erlangga.
"Lu punya hubungan apa sama kak Erlangga?" ketus Siska
"Gpp kok kak cuma kakak-adik" ucap Diana
"Yakin nih? Baguslah, gw mau istirahat dulu" ucap kak Siska sambil membaringkan badannya ke kasur.