Ketika hubungan Raffael dan Yayank mulai goyah karena pengakuan Raffael akan cintanya pada Hanna, Hanna terjebak dalam kebingungan. Di saat yang bersamaan, Rey mulai merasakan dilema. Adik angkatnya, Ella, dengan berani mengungkapkan perasaannya, meski Rey sudah berulang kali menolak. Rey merasa hidupnya mulai semakin rumit dengan adanya perasaan-perasaan yang tidak seharusnya muncul, baik terhadap Ella maupun Hanna.
Di tengah kekacauan itu, mereka bertiga harus menghadapi kenyataan bahwa cinta sering kali hadir dengan cara yang tidak terduga. Hanna terjebak di antara dua pria yang sangat penting baginya. Raffael, sahabat setia yang selalu ada, dan Rey, yang meskipun keras kepala, mampu membuat jantungnya berdebar. Akankah persahabatan mereka mampu bertahan di tengah badai perasaan yang terus bergolak? Atau, salah satu dari mereka harus mengorbankan segalanya demi sebuah cinta yang tak terungkap?
Happy Reading guys 🧾🧾🧾
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Lestary, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Heart Ask
"Baiklah, sudah waktunya makan siang." Rey melirik ke arah jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Setelah bangkit dari duduknya, ia menjulurkan tangan ke arah Hanna. Hanna menyambut itu, keduanya berlenggang keluar dari ruang kerja Rey sambil bergandengan.
"Aku tidak tahu kau akan datang, jadi aku mengajak Hanif untuk makan bersama, sekaligus untuk membahas pekerjaan. Apa kau keberatan?" Rey memastikan.
"Tidak!" Jawab Hanna datar, "Tampaknya kau menyukainya." Hanna menoleh ke arah Rey.
"Emp, dia cukup berpotensi. Sayangnya, dia cinta pertamamu." Rey tersenyum miring penuh arti.
"Apa hubungannya dengan itu." Hanna mengernyitkan keningnya.
"Dia akan kehilangan pekerjaannya jika punya niat lain terhadap mu." Ancam Rey.
Hanna memutar bola matanya malas, entah Rey akan benar - benar melakukannya atau tidak. Sejauh yang Hanna tahu, Rey orang yang paling gila kerja itu pasti akan lebih memilih orang yang berpotensi dalam hal pekerjaan di bandingkan Hanna yang berstatus istri Rey. Ya, tampaknya Hanna pesimis dengan pilihan Rey. Ia tidak percaya diri, kalau Rey akan benar - benar memilihnya.
Mereka berakhir di sebuah restoran yang sudah di reservasi terlebih dulu. Dan sekarang, tinggal menunggu Hanif datang, lima menit yang lalu Hanif sudah dalam perjalanan. Jadi mempersilahkan Rey dan Hanna untuk langsung memesan makanannya.
Tak berapa lama, Hanif tiba sesaat setelah makanan selesai di hidangkan.
"Maaf, aku terlambat." Hanif bergabung.
"Kau datang tepat waktu." Balas Hanna menyambut kedatangan Hanif.
Obrolan langsung dibuka dengan pembahasan pekerjaan oleh Rey, Awalnya Hanna hanya menyimak. Kedua pria itu tampak bersemangat dengan project - project yang akan mereka kerjakan.
"Apa boleh aku memberi masukan?" Akhirnya, Hanna mulai tertarik untuk menyampaikan pendapatnya.
"Silahkan.." Rey memberi ruang, bagi Hanna untuk menyampaikan pendapatnya. Hanna menjelaskan dengan gamblang dan terperinci konsep yang tiba - tiba berseliweran di otaknya saat mendengar percakapan Rey dan Hanif tadi.
"Aku rasa itu ide yang bagus." Hanif menyetujuinya.
Hanna tersenyum puas, ketika masukannya di terima dengan mudah oleh Hanif, namun tunggu. Keputusan akhir jelas bukan pada Hanif.
Hanna dan Hanif menoleh ke arah Rey di waktu yang bersamaan, ketika tak ada pendapat apapun yang keluar dari mulutnya.
"Bagaimana menurutmu, Pak Rey?" Hanif meminta jawaban Rey.
Rey duduk bersandar, lalu melipat kedua tangannya di depan dada bidangnya. Menatap Hanna cukup lama, "Aku setuju!" Lalu tersenyum lebar, "Ide - ide mu memang tak pernah mengecewakan." Rey mengacak puncak kepala Hanna.
Hanif hanya memperhatikan perlakuan Rey terhadap Hanna, namun rasa penasarannya, memaksanya untuk bertanya pada akhirnya.
"Aku perhatikan kalian tampak sangat dekat, apa kalian-"
"Dia istriku." Rey memberi jawaban.
"Apa!" Mata Hanif membulat sempurna.
"Kenapa kau sangat terkejut?" Hanna terkekeh.
Grrttt ... Grrttt ....
Percakapan mereka terhenti, ketika ada panggilan masuk di ponsel Hanna.
'Shasya' Nama yang tertera di layar ponselnya.
Hanna menggeser tombol hijau untuk menerima panggilan itu.
"Iya, Sha.. Ada apa?" Tanya Hanna langsung setelah menerima panggilan itu.
"Hanna, Lucy hilang.." Suara Shasya terdengar bergetar dan panik.
"Aku akan segera kesana." Hanna langsung bangkit dari duduknya, "Hanif, aku minta maaf. Kami harus segera pergi." Ujar Hanna, lalu menarik pergelangan Rey.
"Apa yang terjadi?" Rey yang tak tahu apa - apa meminta penjelasan.
"Lucy menghilang!" Imbuh Hanna dengan raut wajah paniknya.
Mobil Rey melaju cepat menuju lokasi dimana Lucy menghilang.
Sebuah taman bermain, Shasya berniat untuk menghibur Lucy dan membawanya kesana. Namun, ia terlalu sibuk dengan kekasihnya hingga tak menyadari Lucy menghilang dari tempatnya berada sebelumnya.
"Hanna, apa yang harus aku lakukan? Aku ceroboh sekali." Shasya langsung menghampiri Hanna ketika melihatnya dari kejauhan. Matanya nampak sembab karena menangis, bisa dilihat dengan jelas betapa paniknya ia.
Dilokasi, para penjaga keamanan juga sudah dikerahkan untuk mencari gadis kecil itu. Pengumuman tentang anak hilang juga sudah disiarkan di lokasi.
Namun Lucy masih juga belum diketemukan.
"Kau tenang dulu, Lucy pasti akan ditemukan." Hanna mencoba menenangkan Shasya, walaupun sebenarnya ia sendiri juga sangat panik.
Sedangkan di suatu tempat, Lucy sedang bersembunyi ketakutan.
Saat Lucy sedang duduk bersama Shasya dan juga kekasihnya. Ada sosok yang menarik perhatian Lucy. Karena penasaran, Lucy bangkit dari duduknya dan mengikuti sosok tersebut, tanpa ia sadar sosok itu justru membawa Lucy kedalam wahana rumah hantu.
Sesampainya di dalam sana, sosok itu menghilang, Lucy tersadar dan memperhatikan sekelilingnya. Seketika ia ketakutan dan tak tahu caranya untuk keluar.
Lucy berlari kesudut ruangan, bersembunyi sambil memeluk lututnya. Ia menangis seorang diri tanpa ada yang mendengarnya.
Tempat itu sepi dari pengunjung, karena sedang direnovasi. Sialnya, tak ada yang melihat Lucy masuk kedalam sana. Pun tak ada yang berfikir kalau Lucy akan berada didalam sana.
Lucy membenamkan wajahnya di antara lututnya. "Mama, aku takut.." Lirih Lucy, "Mommy tolong aku." Diiringi dengan isakan tangisnya.
"Apa yang kau lakukan disini?" Suara itu membuat Lucy mendongakkan wajahnya.
"Deon.." Lirih Lucy lega. "Mengapa kau meninggalkanku.." Tangis Lucy kembali pecah. Selama ini ia sangat merindukan Deon, teman bermainnya satu - satunya. Saat Deon tak pernah lagi muncul, Lucy merasa sangat kesepian.
Ditambah lagi, Hanna yang juga ikut menghilang. Membuat Lucy semakin kesepian.
Shasya juga sibuk dengan dunia nya, membuat Lucy benar - benar kehilangan semua nya diwaktu yang bersamaan.
Deon menjulurkan tangan nya, "Ayo ikut aku, aku akan membawamu keluar dari sini." Pria kecil itu, sedang bersikap persis seperti Rey. Memang, buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya.
Lucy menyeka air matanya, lalu bangkit dari duduknya. Ia berjalan mengikuti Deon. Tepat saat ia keluar dari sana, Rey sedang berjalan melewati tempat itu.
Rey meminta Hanna hanya menunggu, ia berjanji akan menemukan Lucy.
"Uncle.." Panggil Lucy, ia sangat mengenali punggung yang sedang membelakanginya itu.
Rey berbalik menoleh ke belakang. Lalu langsung memeluk gadis kecil yang sedang berlari ke arahnya.
"Sayang kau membuat semua orang khawatir." Rey mendekap erat gadis kecil itu, ia sangat lega akhirnya Lucy bisa di temukan.
Andai saja Hanna tak datang, dan Deon juga tak muncul disana. Entah Lucy akan diketemukan atau tidak.
Rey membawa Lucy ketempat Hanna dan Shasya berada. Ia langsung disambut penuh haru oleh kedua wanita itu.
Ya, mereka lega. Benar - benar lega.
Lucy menceritakan apa yang terjadi. "Deon yang menunjukkan jalan keluarnya." Ucap Lucy di akhir kalimatnya.
Hanna langsung menoleh ke arah Rey. Pun dengan Rey yang juga mengalihkan pandangannya di waktu yang bersamaan ke arah Hanna.
Sejenak keduanya saling tatap-tatapan dengan isi benak masing-masing.
Untung saja Shasya mengikuti nalurinya, yang mengatakan kalau ia harus menghubungi Hanna pada saat itu. Padahal, apa haknya? Setelah ia melukai hati Hanna dengan kata - katanya tempo hari.
To Be Continued 🍁
semangat lg thoorr..... 💪💪🌹🌹
sampai lupa jalan critanya 🤭😁
sudahi hiatus nyaaaa
cepat lah up thorrrrr 🤧🤧🤧
tak kasatmata=tk dapat di lihat,tidak nyata.
tak kasatmata= tak dapat di lihat,tak nyata.
klo aku yg di tanya Ray kmu mau makan apa. jwananku, aku mau makan kamu Ray... km menggemaskan 🤣
Lanjut ka Thor and ttp semangat💪