NovelToon NovelToon
Candala

Candala

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Teen School/College
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Isikerang

Mungkin bagi kalangan banyak orang Bangku Sekolah Dasar merupakan tempat pertama yang akan menjadi sebuah kenangan berharga dalam lingkungan pertemanan. Tetapi tidak untuk gadis kecil ini, karena ia menganggap sekolah dasar adalah awal mentalnya di uji dan nyawanya dipertaruhkan. mengapa nyawanya di pertaruhkan? seorang anak kecil yang mendapat jajahan dari teman temannya sendiri di asingkan. di acuhkan. dan dinilai tidak mempunyai bakat apa-apa.

credit by isikerang

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isikerang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perihal Legalisir

"Ini sertifikat nya sudah kami legalisir ya pak," ucap seorang pegawai di kantor Kementerian pendidikan dan kebudayaan itu.

"Oh nya nuhun nya kang," ucap pak Liam kepada pegawa itu sembari memasukan sertifikat ke map pendaftaran sekolah.

Pak Liam me-nyelah motor nya agar nyala, lalu bergegas pulang ke rumah.

"Poto copy akte kelahiran udah, Kartu keluarga udah, KTP Ayah udah, apa lagi yang belum ya Ar?" ucap Bu Misa bertanya kepada gadis kecil itu apa saja yang belum tercantum untuk pendaftaran besok.

"Surat keterangan hasil ujian Nasional nya Bun?" balas gadis kecil itu sembari mencari skhun di map lain.

"Oiya bener, sama sertifikat yang lagi dilegalisir kan ya Ar?" ucap Bu Misa mengambil skhun dari tangan gadis kecil itu kemudian ditempatkan secara berurutan sesuai persyaratan pendaftaran.

"Iya bundahara," ucap gadis kecil itu lalu kembali merapihkan map map yang bertebaran dilantai.

"Assalamualaikum," ucap seorang pria dibalik pintu rumah.

"Waalaikumussalam, eh mas udah bisa dilegalisir Poto copy sertifikat nya?" ucap Bu Misa membukakan pintu rumah.

"Alhamdulillah udah nih," ucap pak Liam menyodorkan poto copy sertifikat yang sudah dilegalisir.

"Berarti ini kita simpen di urutan ke empat, nah kan selesai tinggal daftar besok," ucap gadis kecil itu. lalu menyimpan map pendaftarannya ke dalam lemari agar tidak rusak.

"Nanti yang mau anter aku daftar siapa?" tanya kembali gadis kecil itu kepada kedua orang tuanya.

"Biar Bunda aja, Ayah kan kerja," ucap Bu Misa.

Tepat pada tanggal Dua puluh Juni tahun 2018, Bu Misa dan gadis kecil itu mendaftar sebagai siswa di salah satu sekolah Bandung Barat yang tidak bisa ditembus oleh sembarang orang. tidak memungkinkan jika gadis kecil itu mendaftarkan dirinya lewat jalur zonasi, karena untuk menempuh perjalanan ke sekolah itu pun memakan waktu 30 menit, untung saja dia memiliki sertifikat juara satu tingkat provinsi tentang Literasi.

"Nama?" ucap seorang guru selaku panitia pendaftaran siswa disekolah itu.

"Artiuma pak," ucap gadis kecil itu menundukkan kepalanya.

"Asal SMP?" ucap seorang guru selaku panitia pendaftaran siswa disekolah itu, kembali bertanya.

"Smp negeri Gandara pak" balas gadis kecil itu kepada guru yang ada dihadapannya.

"Jalur pendaftaran?" ucap guru itu kembali bertanya pertanyaan terakhir.

"Prestasi pak, juara satu provinsi dibidang Literasi," ucap gadis kecil itu menundukkan kepalanya sesekali.

"Mantep, tanggal Dua puluh lima Juni jangan lupa kesini lagi untuk tes seleksi, bawa apa saja yang menurut kamu bisa membuat kamu presentasi jalur itu," tindas pak guru selaku panitia pendaftaran siswa baru disekolah itu.

"Baik pak terimakasih," ucap gadis kecil itu lalu pergi menemui Bu Misa yang sedari tadi duduk diluar menunggu Putrinya.

"Udah?" tanya Bu Misa kepada gadis kecil itu.

"Udah Bun, katanya tanggal dua puluh lima Juni jangan lupa kesini lagi buat tes seleksi penentuan diterima atau enggak nya disekolah ini," ucap gadis kecil itu mengingat ucapan pak guru yang selaku panitia pendaftaran siswa baru disekolah itu.

"Alhamdulillah, yaudah kita beli novel yuk buat bahan referensi nanti di tes?" ajak Bu Misa kepada gadis kecil itu.

"Berapa Bun?" ucap gadis kecil itu langsung menjawab dengan semangat.

"Kita beli empat novel," Ucap Bu Misa menuntun tangan putrinya keluar dari gerbang sekolah itu, lalu menaiki angkot untuk membeli novel di dekat pasar.

Sesampainya ditempat toko buku, Bu Misa dan gadis kecil itu melihat lihat jenis jenis buku yang sudah tertata rapih dalam rak buku.

"Bun yang ini yah," ucap gadis kecil itu memperlihatkan judul buku pilihannya kepada Bu Misa.

"Boleh," ucap Bu Misa lalu kembali melihat buku lain.

"Nah udah dapet empat nih Bun," ucap gadis kecil itu.

"Total nya berapa semua dek?" ucap Bu Misa kepada kasir di toko buku itu.

"Delapan puluh ribu Bu, seratus ribu dapat lima buku," ucap kasir toko buku itu.

"Enggak yang delapan puluh ribu aja," ucap Bu Misa menolak tawaran kasir toko buku itu.

"Oh oke ini kembaliannya jadi dua puluh ribu terimakasih sudah berbelanja di toko kami ya Bu," ucap penjaga kasir di toko buku itu.

"Sama sama Ayo Ar," ucap Bu Misa kepada penjaga kasir di toko buku itu lalu menuntun gadis kecil itu menaiki angkutan umum untuk pulang kerumahnya.

Mereka sampai dirumah, Bu Misa pergi membawa handuk untuk mandi sementara gadis kecil itu membaca novel yang abru saja dibeli untuk bahan review, tidak lupa ia juga menyiapkan kertas HVS dan alat tulis lainnya untuk mereview isi novel satu persatu, sebagai latihan tes seleksi tanggal Dua puluh lima Juni itu di sekolah impiannya.

"Nah kan beres, ini bagus nih kalo direview dalam jenis fishbone sesuai cerita," ucap gadis kecil itu sembari melukis beberapa bunga di beberapa tempat fishbone tersebut agar terlihat unik dan menarik.

Satu sampai empat buku sudah gadis kecil itu baca dan langsung di review, hanya memerlukan waktu 3 jam untuk gadis kecil itu menyelesaikan 4 buku nya dalam membaca dan mereview.

"Loh udah selesai lagi?" ucap Bu Misa terkejut melihat putrinya terlalu semangat membaca sehingga baru saja membeli empat buku sudah selesai di review.

"Hehe habisnya seru ceritanya Bun," ucap gadis kecil itu terkekeh melihat hasil review nya sendiri.

"Dasar kamu ini," ucap Bu Misa lalu menyalakan tv dan duduk santai dikursi.

"Nonton apa Bun?" ucap gadis kecil itu mendekati Bu Misa yang sedang pokus ke layar televisi itu.

"Ohh Uttaran," ucap gadis kecil itu lalu kembali melanjutkan review bukunya.

'Tumben aku inget terus ke Ka Andara, tumben juga dia ga nanyain tentang lancar enggak nya aku daftar'

"Ar sana makan dulu, Bunda udah nyiapin sayur bayam di meja makan," ucap Bu Misa sembari ke luar rumah untuk menyuruh Nenek Buyut makan juga.

"Nek ayo makan dulu sama sayur bayam," ucap Bu Misa lalu menuntun Nenek Buyut masuk kedalam rumah.

Bu Misa segera membawa sayur bayam itu dalam wajan, dibantu oleh gadis kecil itu yang membawa tiga piring dan tiga sendok.

"Nih Nek nasi nya segini kurang apa cukup Nek?" ucap Bu Misa kepada Nenek Buyut.

"Cukup segitu aja jangan banyak banyak gaakan habis," ucap Nenek Buyut lalu menuangkan sayur bayam dengan air sayur yang lebih banyak.

"Daftar sekolah teh sudah?" tanya Nenek Buyut kepada gadis kecil itu.

"Udah Nek, tapi perihal diterima atau enggaknya belum tau karena belum di tes, tadi daftar doang nanti tanggal dua puluh lima Juni disuruh kesana lagi buat tes akhir," ucap gadis kecil itu sembari melahap sayur bayam miliknya.

"Semoga keterima ya neng, Aamiin," ucap Nenek Buyut, dan aamiin kan oleh Bu Misa juga gadis kecil itu.

Hanya ketukan sendok dan piring yang menemani siang mereka, tidak ada yang memulai obrolan lagi saat makan, semua hening.

setelah semua sudah selesai makan, seperti biasa Bu Misa membawa piring bekas mereka makan ke dapur untuk di cuci, sementara itu gadis kecil itu membawa segelas air minum untuk Nenek Buyut di dapur.

"Simpen di meja aja neng, nanti nenek kesitu ko," ucap Nenek Buyut, lalu gadis kecil itu menaruh segelas air di meja yang diperintahkan Nenek Buyut.

"Huft ini udah semua kayanya tinggal nunggu empat Hari lagi," ucap gadis kecil itu lalu merapihkan sisa sisa kertas HVS yang bertebaran dilantai, lalu menyimpannya di map sletingan yang akan ia gunakan untuk presentasi tanggal dua puluh lima Juni itu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!