Bagai mana jika seorang pembunuh bayaran yang keji dan semena mena tiba tiba saja menjadi sangat baik dan sopan santun. bahkan dia memiliki kemampuan medis yang sangat genius.
Ya itulah yang di alami Xue Shen, setelah di bunuh oleh ke lima suaminya. Ternyata jasad Xue Shen Shen telah di rasuki Oleh roh Lin Zhu, Lin Zhu sendiri adalah dokter genius di abad 20 yang tewas akibat plustrasi di selingkuhi sang tunangan.
Tubuh sang dokter tersebut nyatanya menyinggahi seorang wanita tak cantik, kotor, pemabuk, suka judi dan main laki laki. bahkan kelima suaminya merencanakan pembunuhan berulang kali hanya untuk melenyapkan wanita tersebut.
Akankah Lin Zhu selamat dari rencana pembunuhan itu? atau kah para suami mulai menyukai pribadi lembut dan penolog tersebut? Yuk simak...
Novel ke dua autot
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bilqishe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TAMU TAK DI UNDANG
Tok! Tok! Tok!
Pintu gubuk di ketuk beriringan. Xian dan juga Xiao lekas membukanya dan menyambut siapa yang datang.
Klek! Setelah pintu di buka lebar, kedua pria tampan itu terbelalak seketika itu. Mereka pun lekas menutup kembali pintu itu secepat mungkin.
BLAM! Tampak gemetaran dan ketakutan tergambar di raut wajah ke duanya.
"Kakak. Tahan..." Pinta Xiao menekan kuat kuat daun pintu itu dengan punggungnya.
"Ada apa?" Tanya Lian keluar dari kamarnya setelah mendengar bunyi puntu di banting "Kak Lian. Masuklah... Tak ada apapun di luar" bohong Xian padahal tampak jelas di sana bahwa Xian ke takutan.
"Ia kak Lian. Masuklah" Ulang Xiao. Di susul Zhua yang baru selesai membersihkan dirinya.
"Kakak. Kalian kenapa?" tanya Zhua heran, karna kedua kakaknya menempel di pintu seperti cicak.
"Zhua. Sembunyilah... Di luar ada Chang Chun" Teriak Xiao tak bisa menahan dirinya.
Setelah teriakan itu terdengar ke luar, Chang Chun pun mengerahkan anak buahnya untuk mendobrak gubuk itu hingga pintu gubuk tersebut ambruk.
"Huaaaa!" kedua pria itu melayang ke udara karna tak bisa menahan tendangan anak buah Chang Chun yang garang.
Bruk!
"Kakak!" Zhua lekas menghampiri Xian dan Xiao yang terkapar di lantai.
"Zhua. Kenapa kau malah keluar, cepatlah sembunyi. Jika tidak mereka akan membawa mu ke rumah bordir" Khawatir sudah Xian pada adik bungsunya itu.
"Tapi kakak. Mana bisa aku meninggalkan kalian yang seperti ini..."
"Tangkap Zhua. Dia harus membayar hutang istrinya!" pekik Chang Chun menunjuk Zhua. Sontak para bodyguard Chang Chun yang bertubuh tinggi besar itu pun meraksak masuk ke dalam gubuk kumuh itu.
Zhua hanya bisa menatap Chang Chun dengan mata brkaca kaca "Kakak..." Ringis Zhua pada Xian dan Xiao.
Lian berusaha berjalan dengan kakinya yang patah itu "Adik! Keterlaluan kau Chang Chun...' Pekik Lian melempar kayu penyangga untuknya berjalan ke arah para bodyguard Chang Chun.
"Kak Lian! Jangan memaksakan dirimu!" Xiao dan Xian lekas berdiri tertatih tatih.
Sementara Zhua sudah di gondol oleh para wanita sumo itu "Hahahaha... Kalian para suami urakan. Tak akan bisa mengalahkan kekuasaan Chang Chun yang agung. Katakan pada istri iblis mu itu... Jika dia ingin suami imutnya kembali ke pelukannya... Carilah aku dan bayar hutangnya di kasino ku" Bicara demikian sembari pergi menculik Zhua.
"Zhuaaa!!" Xian berusaha mengejar.
"Kakak Xiao! Kak Xian! Tolong aku!!" Suara rengekan agak parau itu menghilang dan makin jauh... Xian dan Xiao tak bisa mengejar Chang Chun yang sudah naik kuda gagah miliknya.
"Adik... Keterlaluan!! Kenapa wanita itu belum pulang?" amuk Xian memaki Xue Shen dan menyalahkan segalanya pada wanita itu.
"Kakak. Mungkin saja saat ini dia sedang di tempat judi... Lalu menghabiskan uangnya dan berhutang, kemudian nasib kak Huan sama seperti Zhua... Jika mereka sudah jadi korban. Mungkin besok aku lalu lusa kakak dan kemudian kak Lian... Kita semua akan berakhir di tempat kotor memuakan itu... Aku jijik aku tidak mau" Xiao lekas memeluk kakaknya dan menangis seperti bayi.
"Tenanglah adik. Aku tak akan membiarkan semua itu terjadi. Karna sebelum semua itu terjadi, maka aku akan membunuhnya!" khayalan Xiao yang begitu jauh membuat hatu Xian makin benci pada wanita itu.
"Xiao! Xian! Masuklah... Jangan sampai ada tamu tak di undang lainnya merepotkan kita" ujar Lian menyeru di mulut pintu.
Xian dan Xiao pun mengangguk lalu lekas menghampiri Lian dan masuk ke rumah. Mereka pun duduk di meja dan memutar otak untuk memikirkan cara menyelamatkan Zhua dari cengkraman tangan Chang Chun.
"Untuk menyelamatkan Zhua. Kita harus punya uang banyak... Hutang Xue Shen pada Chang Chun sebesar 500 keping emas. Dan kita tak bisa membayarnya..." Lian sungguh gelisah dalam kantung penyimpanannya ia hanya memiliki tiga keping perak.
"Lalu apa yang harus kita lakukan?" Xian dan Xiao menunduk.
Saat semua sedang panik, pusing dan mumet... Huan datang dengan bungkusan besar makanan segar "Selamat malam... Adik lihat apa yang kakak bawa!" Seru Huan seraya masuk dan menaruh tumbukan makanan dan bahan bahan lainnya untuk stok satu bulan ke depan. Nampaknya setelah dapat uang banyak, ia belanja keperluan dapur dan lainnya.
"Kak Huan. Kau belanja?" Tanya Lian marah. Ia bahkan menggebrak meja di depannya.
Huan tersentak dan mulai membuang senyumnya ia mulai buram "Lian. Kenapa kau marah? Lihatlah apa yang aku bawa untuk kalian semua... Makanan enak dan sehat, ini di beli langsung oleh Xue Shen untuk kita" Jelas Huan ingin membuat adik adiknya bahagia.
"Kakak. Mana uang sisa penjualan daging buruan?" tanya Lian kesal.
"Uangnya sisa sedikit lagi" balas Huan mengeluarkan sisa uang di sakunya.
"Kenapa kalian malah belanja dulu... Seharusnya pulang dulu lalu berikan uangnya padaku..."
"Untuk apa. Kan sama sama nantinya akan di belanjakan lagi?" balas Huan santai.
"Kakak... Tahu tidak, hari ini Zhua di culik oleh Chang Chun! Gara gara hutang Xue Shen" Bentak Xiao kesal pada Huan yang terlihat baik baik saja padahal Zhua telah di bawa kabur.
"Apa!!!" Pekik Huan mengamuk seketika itu.
Sementara semua menyalahkan Xue Shen, Xue Shen malah masuk hutan belantara lalu melempar daging segar ke dalam gua harimau yang dulu pernah Xue Shen Bunuh.
"Makanlah yang banyak... Aku tak bisa masuk karna sudah malam..." Sahut Xue Shen seraya memutar langkah menuju gubuk. Di perjalanan juga ia menemukan beberapa jamur dan sayuran segar. Juga beberapa kacang kacangan, dan daun obat... Untuk menyembuhkan keseleo di kaki Lian. Xue Shen sungguh perhatian, namun sayang tittle yang di tinggalkan jasad sebelumnya sungguhlah buruk hingga, susah payah Lin Zhu merubah sosok itu... Namun pada akhirnya ke empat suaminya tetap saja menyudutkan dan menyalahkannya.
Akankah ada penyelesaian Xue Shen untuk menyelamatkan Zhua tanpa kekerasan? Padahal uang yang di berikan saudagar kaya itu telah habis di pakai belanja oleh Huan.
Yuk simak kelanjutannya...
teruslah berkarya
MC kan dokter, tubuh yg dia rasukk kata nnya cmn beban?