Pernikahan berlatar belakang perjodohan terpaksa harus Ares dan Queen jalani meskibtidak ada cinta di antara keduanya, bahkan mereka juga sama-sama sudah memiliki kekasih masing-masing, mereka sepakat untuk menerima perjodohan yang di atur oleh orang tua mereka demi tujuan mereka masing-masing, lantas bagimana Ares dan Queen menutupi rumah rangga mereka yang penuh kepalsuan itu, dan bagaimana kisah cinta mereka dengan pasangan mereka masing-masing, jika ternyata sebuah bencana justru menumbuhkan benih-benih cinta di antara keduanya, yuk ikuti kisahnya di sini ❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon teteh lee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Suami ku!
Setelah melewati malam yang mencekam dengan pikiran dan hati yang kacau tidak menentu akibat memikirkan keberadaan Queen yang entah dimana, pagi hari ini di ujung timur matahari terlihat indah berwarna kemerah-merahan dengan malu-malu menampakan dirinya di tengah laut, sayangnya semua keindahan itu berbanding terbalik dengan penampakan seluruh desa setelah sang surya akhirnya menggambarkan bagaimana keganasan sapuan ombak tinggi semalam.
Seluruh desa tampak porak poranda, pohon dan puing-puing bangunan yang terbawa hanyut oleh air semalam menyisakan pemandangan yang cukup mengerikan dan siapa saja akan merasa merinding melihat kehancuran yang terbilang sangat parah itu.
"Aku akan mencari Queen!" ujar Ares bergegas turun, dia tidak ingin menunda waktu lagi dan membiarkan dirinya terus memikirkan Queen tanpa ada kejelasan.
"Saya akan membantu dan menemani anda, tuan." ujar Basir.
"Tidak, aku yakin kau pun merasa khawatir semalaman memikirkan anak, istri dan keluarga mu, sebaiknya kau temui mereka dahulu, aku bisa mencari Queen sendirian, aku akan kembali ke Pabrik sore nanti untu menemui mu." kata Ares.
Dalam kejadian seperti ini Ares tidak ingi menjadi egois, bukan hanya dirinya yang merasa cemas dan khawatir, Basir juga pasti merasakan hal yang sama seperti dirinya, untuk itu dirinya memutuskan untuk mencari Queen sendirian dan membiarkan Basir mengurusi keluarganya terlebih dahulu.
Ares menyusuri jalanan yang tampak kacau, sesekali dia mendatangi kerumunan orang-orang berharap menemukan Queen disana, hatinya semakin ketakutan saat beberapa kali dia sempat melihat korban yang belum mendapat pertolongan, jeritan dan rintihan mereka yang merasa kesakitan membuat Ares hanya bisa berteriak sambil memanggil orang-orang agar membantu korban itu.
Dalam kepalanya sudah penuh dengan bayangan-bayangan dimana Queen menjerit dan merintih kesakitan namun tidak ada yang menolong, itu membuat dadanya berdesir ngilu.
Apa yang akan dia sampaikan pada kedua orangtuanya dan juga mertuanya jika sampai Queen tidak dapat dia temukan.
Merasa putus asa tak juga menemukan Queen dimana pun, padahal Ares sudah mendatangi beberapa posko kesehatan yang mulai berdiri siang ini, barang kali Queen terluka dan ada yang membawanya ke sana, namun tetap nihil, hingga akhirnya Ares nekat memberanikan diri mendatangi posko dimana tempat para jenazah korban meninggal dunia akibat bencana semalam di kumpulkan.
Dengan perasaan yang bercampur aduk Ares membuka mayat yang tertutup kain putih di posko itu satu persatu, tangannya bergetar, jujur saja dia tidak berharap jika dia menemukan Queen di sana, dia akan sangat merasa bersalah dan menyesal seumur hidupnya jika sampai Queen harus meninggal dalam bencana ini, terlebih hal itu seharusnya tidak terjadi jika saja dirinya tidak mengerjai Queen dengan meninggalkan nya di pondok peristirahatan karyawan malam itu.
"Maafkan aku Queen." gumamnya penuh sesal.
Beruntungnya Queen tidak menjadi salah satu di antara puluhan jenazah yang telah terbujur kaku itu, membuatnya merasa sedikit lega namun juga tetap merasa cemas dengan keberadaan Queen sekarang ini.
Rasa-rasanya semua tempat di desa kecil sudah Ares datangi, hingga tidak terasa sore hari tiba, dia sudah berjanji untuk bertemu dengan Basir di pabrik, dia tidak ingin membuat khawatir karyawannya itu.
Langkah Ares terasa lunglai saat harus kembali ke Pabrik, di sepanjang jalan dia tetap mengedarkan pandangannya berharap keajaiban datang dan dia bisa bertemu dengan Queen.
"Nona,,, ayo turun,,, hari sudah mulai gelap, listrik masih mati, anda akan sendirian di sana dalam gelap!" teriak beberapa pria dengan kepala menengadah ke atas sebuah truk besar pengangkut kopra yang sepertinya terbawa arus air hingga terdampar di pinggir jalan.
Teriakan para pria itu mengusik rasa keingin tahuan Ares, dia ikut menengadah, mencari tahu pusat perhatian orang-orang itu.
Seorang wanita dengan wajah yang terlihat ketakutan hanya menggelengkan kepalanya, dia kembali menyembunyikan wajahnya di kedua lututnya yang di lipat dan di peluknya.
Sebuah koper berwarna putih meski sudah tampak kotor terasa tidak asing bagi Ares, dia ingat dengan jelas jika itu adalah koper milik Queen, koper mahal itu bahkan dia yang menggeretnya saat mereka di bandara.
"Queen!" teriak Ares menerobos kerumunan orang-orang.
Dengan sisa tenaga yang dia punya Ares hendak berusaha naik ke belakang bak truk itu, namun beberapa pemuda di sana menghalangi Ares.
"Jangan naik! Kami tadi sudah berusaha untuk naik, tapi wanita itu malah mengamuk dan berteriak histeris meminta kami untuk menjauhinya. Dia depresi berat." kata salah satu pemuda.
"Ta-tapi aku suaminya, dia istri ku, aku sejak pagi mencarinya, dia istri ku!" ujar Ares keukeuh ingin naik.
"I-istri anda?" orang-orang di sana terlihat kebingungan mendengar pengakuan Ares.
"Iya, itu istri ku, aku sangat kenal dengan koper yang berada di sebelahnya, itu milik istri ku, sudahlah jangan menghalangi ku, aku harus menyelamatkannya." Ares kembali menaiki belakang truk itu dan orang-orang di sana tidak lagi menghalanginya.
"Queen,,, apa kamu baik-baik saja? Queen, tenanglah, ada aku di sini, jangan takut lagi!" tanpa basa basi karena sangat merasa senang akhirnya bisa menemukan Queen setelah seharian dia berusaha mencarinya, Ares memeluk erat wanita yang berjongkok sambil tetap menyembunyikan wajahnya di lutut itu.
Ares bahkan semakin merasa bersalah karena telah membuat Queen ketakutan seperti sekarang ini, dia mendekap wanita yang terus diam membisu itu dalam pelukannya.
"Oh,,, iya benar,,, abang itu suaminya ternyata, buktinya Nona tidak marah di peluknya." ujar orang-orang yang berada di bawah truk saling bercerita satu sama lain.
"Pak Tua datang,,,! Pak Tua datang,,,!" teriak orang-arang di bawah truk ramai. "Nona,,, ayah anda sudah datang sekarang,,, lihatlah!" teriak orang-orang lagi.
"Ayah,,,, ayah mana ayah ku, mana ayah ku?" wanita dalam pelukan Ares itu tiba-tiba berontak dan melepaskan diri dari dekapan Ares, dia langsung berdiri melihat ke bawah saat orang-orang mengatakan jika ayahnya sudah datang.
Di saat bersamaa Ares juga tersentak kaget, dia baru menyadari jika wanita yang sejak tadi di dekapnya bukan Queen, tapi wanita yang entah siapa dan baru pernah di lihatnya sekali ini.
"Ayah,,, suami ku sudah datang, lihatlah,,, dia menjemput ku dan memeluk ku sejak tadi!" ujar wanita itu berteriak pada pria yang di panggil ayah olehnya dan di panggil Pak Tua oleh warga.
"Mas,,, kamu dan dia,,,,,!" suara seorang wanita yang datang bersama Pak Tua yang ternyata Queen menunjuk Ares dan wanita di sampingnya secara bergantian dengan pandangan aneh.
"Queen!" teriak ares, saat menyadari jika Queen ternyata ada di bawah sedang menonton dirinya yang menjadi tontonan warga saat ini.
Ares bergegas turun dari bak mobil truk itu dan menghampiri Queen, meski wanita yang tadi di peluknya itu memegangi ujung bajunya dan berteriak-terian meminta agar Ares tidak meninggalkannya. "Suami ku,,, jangan tinggalkan aku!" teriaknya.
"Mas, aku tidak menyangka jika ternyata kamu punya istri lain di sini! Kamu pintar memilih wanita, meski depresi, tapi dia anak ketua adat di sini." bisik Queen seraya menahan tawanya.
"Queen,, aku mengira itu kamu, aku melihat koper mu ada di sampingnya." kilah Ares.
"Ya Tuhan,,, kamu bisa mengenali koper istri mu tapi tidak bisa mengenali tubuh istri mu, cckkk,,, terlalu!" decak Queen sambil mengeleng-gelengkan kepalanya.
katanya reza brandalan dan memanfaatkan quin.. lalu apa bedanya dg ares laki2.brenhsekmdan tdk bertanggungjawab.. selingkuh pula.. bukannyaembaea istei ke jalan yg benar malah menjerumuskan..
kau melaknat pelakor dan membinasakannya kayak bukan manusia
tapi kau begitu spesial kan pebinor thomas
*Thomas bisa merasakan tubuh queen
*queen sangat lembut dan pengertian dengan Thomas
*Thomas berkali merendahkan bahkan melecehkan harga diri suami queen dan queen diam saja
author ini kelakuan menjijikan lelaki yang begitu kau spesial kan di novel ini(Thomas)
*penjahat
*lelaki murahan yang nyesek sana sini
*lelaki menjijikan yang membayangkan tubuh istri orang
*lelaki menjijikan yang menjamah tubuh istri orang dengan ancaman
lelaki kayak begini yang kau spesial kan thor, miris polah pikirmu thor
pola pikir wanita dan istri jablay mereka akan kebaaperan dengan pria lain yang suka padanya, bahkan jika lelaki itu menghalalkan tubuh nya bahkan sampai menjamah tubuh, istri kayak gini tetap akan lembut pada pria itu, dan kalau wanita2 kayak gini berkarya buat novel jadi novel2 kayak gini yang sangat memuja2 pebinor, begitu lembutnya merekan memperlakukan pebinor bahkan mereka biarkan pebinor menjamah tubuh pemeran utama wanita (sudut pandang authornya)
ingat novel kalian adalah cerminan karakter kalian