~Follow, Like dan Comment ya ayang-ayang akoooh~
Alvaro Gabriel, seorang CEO yang terkenal sangat sukses diusianya yang masih muda. Kehadiran Vanaya Anastasya seorang Akuntan baru di perusahaan itu, sedikit mengusik perhatiannya.
Akankah Alvaro berhasil mencuri perhatian Vanaya?
Mari dibaca ya teman"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Beepoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kantin
Vanaya yang baru tiba di kantor segera menuju ke ruangannya. Dan...
"Kotak apa ini?" Vanaya meraih sebuah kotak berpita diatas mejanya. Perlahan dia membuka kotak tersebut dan terselip sebuah kartu ucapan
"Semangat kerja Naya"
~Al~
"Tumben banget!" Vanaya bergumam dan mengambil jam tangan mewah itu dari dalam kotaknya
Tring!
Tring!
Tring!
Telepon diruangan Vanaya berdering
"Iya Halo" Jawab Vanaya
Alvaro yang sedari tadi sudah memperhatikan reaksi Vanaya dari CCTV segera menghubunginya
"Apa kau suka Nay?" Tanya Alvaro
"Ahh ya! Ini sangat bagus! Tapi untuk apa kau berikan barang mahal ini untukku?" Tanya Vanaya
"Karena kau istimewa! Sekarang datang keruanganku! Jangan lupa pakai jam tangan itu" titah Alvaro dan memutuskan panggilan
"Aneh sekali!" Vanaya bergumam sambil memakai jam pemberian Alvaro dan berjalan menuju ruangan boss nya
Tok
Tok
Tok
Vanaya masuk dan menghadap Alvaro dengan tegap dan wajah serius
"Ehh kenapa kau keliatan sangat serius? Dan wahh! Jam itu sangat cocok ditanganmu! Aku suka Nay!" Alvaro bangkit dari kursinya dan berjalan mendekat ke Vanaya
"Apa kau tidak menyukainya? Kenapa kau diam saja Nay?" Alvaro bertanya
"Aku suka, hanya saja barang ini terlalu mewah untukku" Vanaya menjawab dengan tidak enak hati
"Sttt!! Kau pantas memakainya! Cantik! Aku suka" jawab Alvaro sambil mengacak rambut Vanaya lembut
Vanaya yang diperlakukan seperti ini merasa detak jantungnya tidak karuan bergetar hebat.
Tok
Tok
Tok
"Maaf mengganggu tuan" Tom masuk dan menemui Alvaro
"Katakan" Jawab Alvaro
"Perwakilan perusahaan Sanjaya yang akan meninjau lokasi proyek sedang dalam kemalangan keluarga tuan! Tuan Sanjaya meminta agar untuk sementara kita yang melakukan peninjauan ke lokasi" ucap Tom
"Berapa lama?" tanya Alvaro
"Sesuai perjanjian 2 hari tuan. Tapi kalau bisa lebih cepat selesai ditinjau maka akan lebih cepat pembangunan hotel dilaksanakan" jelas Tom
Alvaro seolah sedang berpikir kemudian tersenyum licik
"Baik! Tom! Handle semua urusan perusahaan untuk 2 hari kedepan! Aku dan Vanaya yang akan mengurusnya disana" Ucap Alvaro
"Aku? Ikut? Tapi..?" Vanaya bingung
"Kau sekretarisku! Jadi kau harus mendampingi dimanapun aku berada. Apa kau paham Naya?" tanya Alvaro
Sementara Tom curiga dengan tuannya. Selama ini tuannya itu tidak butuh seorang sekretaris. Dan kemanapun urusan pekerjaan dia bisa melakukannya sendiri. Dan kalau tuannya itu tidak bisa, maka Tom lah yang akan direpotkannya. Tapi ahh sudahlah, sepertinya Tuan Alvaro menyukai nona Vanaya. Tom berperang dengan pikirannya sendiri
"Apa kau dengar Tom? Persiapkan keberangkatan kami besok" Titah Alvaro
"Ya tuan! Akan saya urus dengan baik. Kalau begitu saya permisi tuan" ucap Tom undur diri
Sementara didalam ruangan itu Vanaya hanya berdiam, tidak tau harus melakukan apa
"Kenapa kau malah melamun disitu Nay?" Ucap Alvaro
"Aku bingung harus mengerjakan apa disini" jawab Vanaya jujur
"Temani aku bekerja! Aku pasti akan bertambah semangat" Alvaro mengedipkan matanya
"Aisss! Kalau begitu aku kembali keruanganku" Jawab Vanaya
"Hahaaa! Kau sangat lucu Nay! Ketik laporan ini dan print" Alvaro tertawa sambil menyerahkan kertas laporan pada Vanaya
"Aku permisi" ucap Vanaya dengan detak jantung deg deg an dan menerima kertas tersebut kemudian keluar dari ruangan itu
Jam 12 siang, Vanaya meregangkan otot kedua tangannya kemudian dia keluar menuju kantin perusahaan.
Dia yang sudah lapar segera mengambil makanan yang disukanya kemudian dia mencari kursi yang jauh dari keramaian untuk menikmati makan siangnya.
Baru saja memulai aktivitas makannya tiba-tiba ponselnya berdering. Tertera nama My Boss Alvaro memanggil dan dia segera menjawabnya
"Ya Al, laporannya sebentar lagi ya ku antar! Aku lagi dikantin makan siang" Jawab Vanaya dan memutuskan panggilan
Tidak sampai 10menit, Alvaro datang menghampirinya ke kantin. Beberapa staff kantor yang ada disana kaget dengan kemunculan CEO mereka.
Biasanya Alvaro akan makan siang diluar, jadi selama ini para staffnya tidak pernah melihatnya memasuki area kantin dijam makan siang sehingga mereka kaget.
Alvaro dengan santainya duduk disebelah Vanaya dan menyuapkan nasi dari piring Vanaya ke mulutnya. Vanaya yang merasa aneh dengan sikap Alvaro menatap Alvaro dari atas sampai bawah, kemudian memegang dahinya
"Apa kau sakit Al? Kenapa kau sangat aneh?" Tanya Vanaya
"Aneh? Ada apa?" tanya Alvaro cuek
"Apa kau sadar kalau kau memakan nasi dari piringku" ucap Vanaya
"Sadar! Apa ada yang salah?" tanya Alvaro lagi sambil menyuapi kembali nasi ke mulutnya
"Kau tidak jijik ! Itu bekasku" jawab Vanaya
"Apa kau lupa kalau air liurmu saja sudah ku rasa saat menciummu dulu! Apa kau lupa kalau dirumah sakit kemarin kita makan sepiring berdua. Jadi kenapa aku harus jijik? Aku menyukainya" jawab Alvaro santai
"Aissss kau!!" lagi-lagi Vanaya mati kutu.
Mukanya yang merah padam karena malu dengan ucapan Alvaro sementara Alvaro merasa puas dan senang menjahilin Vanaya.
maap.baru baca eps satu next aku bakalan baca lagi 🙏