Chesy tanpa sengaja memasuki rumah Ustad Cazim, memergoki ustad muda yang kesehariannya selalu alim itu kini tiba-tiba terlihat seperti seorang preman, bertato dan bahkan merokok. Sejak saat itu, Chesy berusaha membongkar kedok si ustad modus. Tapi usaha Chesy selalu sia- sia, apa lagi ayahnya Chesy yang merupakan pemuka agama juga sangat mempercayai Cazim sebagai ustad yang baik.
Parahnya, ayahnya Chesy meminta Cazim supaya menjadi gurunya Chesy supaya mengubah perilaku Chesy yang nakal menjadi lebih baik,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emma Shu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Emosi Tingkat Tinggi
"Lihat ini!" Chesy menekan simbol putar dan mengarahkan layar hape kepada Yunus, sekaligus Cazim pun dapat menyaksikannya karena lelaki itu kini berdiri bersisian dengan Yunus.
Dahi kedua manusia di hadapan Chesy terlipat kuat.
Nah, jangan pingsan kalau melihat kenyataan ini. Seharusnya Chesy merekam ekspresi abinya saat itu, supaya sejarah yang tercetak saat abinya syok itu terekam dalam memori hape nya dan bisa diceritakan ke anak cucu. Walaupun ia tidak tahu bagaimana nasibnya setelah menunjukkan bukti itu kepada abinya. Bisa jadi ia dicegat di jalan dan dihabisi oleh Cazim menggunakan senjata apinya. Apa saja bisa dilakukan oleh seseorang yang tidak suka atas perilakunya, namun Chesy sudah yakin dengan tindakannya itu. Dia berada di posisi yang benar.
"Apa itu? Kok upin ipin?" Yunus bingung.
"Hah?" Chesy sontak menghadapkan hape ke arahnya. Dan benar, yang terlihat di layar hape adalah film dua bocah botak yang sedang asik berkejaran.
Ya ampun, kenapa malah film si kembar ini? Bukankah Chesy tidak pernah memiliki riwayat menyukai film animasi itu? Ini kenapa bisa ada di hape nya begini? Kapan rekaman ini menyusup masuk ke hape nya?
Chesy meneliti video yang tersimpan di hape nya. Semua video hasil rekamannya utuh dan tersimpan rapi di sana. Tak lain rekaman videonya yang sedang melakukan berbagai kegiatan yang asik di luar rumah. Tapi rekaman terakhir di galery nya kenapa malah berganti menjadi upin ipin? Kemana rekaman video tentang Cazim tadi?
Chesy mengecek seluruh video yang tersimpan di galery hape nya, rekaman itu benar- benar tidak ada. Sudah hilang. Kenapa bisa begini? Setan apa yang menelan video itu hingga bisa raib begini?
"Kamu ini kenapa selalu begini? Abi bilang juga apa? Jangan bersikap tidak sopan pada orang lain, mau sampai kapan kamu begini?" geram Yunus dengan suara direndahkan supaya kemarahannya tidak begitu terdengar oleh Cazim. Padahal Cazim juga cukup mendengar pembicaraan itu.
"Tadi tuh aku simpan rekamannya di sini, abi. Beneran aku simpan rekaman Cazim yang sedang melakukan kegiatan nggak wajar. Dia itu bukan manusia baik. Abi udah salah menilainya. Tapi kemana perginya rekaman itu? Kok bisa hilang? Dan ini kenapa malah berubah jadi rekaman film upin ipin gini yang ada di hape ku?" Chesy tampak kesal sekali. Sudah sudah payah ia menjadi mata- mata sampai harus matanya mengalami zina mata, tapi harus berakhir begini. Bahkan ia harus bertaruh nyali untuk bisa mendapatkan video itu. Apes sekali. Emosinya terasa naik ke ubun- ubun.
Cazim tersenyum simpul menatap wajah Chesy yang merah padam seperti udang rebus. Senyum bernilai ejekan yang dipenuhi dengan rasa kemenangan.
Cih, sialan! Lelaki itu mengejekku! Dia pasti di atas angin sekarang. Geram Chesy dalam hati.
"Ayo, ikut abi!" Yunus menarik tangan Chesy ke kamar gadis itu. Yunus membuka pintu kamar dan mendorong tubuh Chesy masuk kamar.
"Abi, jangan marah dulu. Aku tadi beneran merekam Cazim bawa senjata api. Dia itu kriminal."
"Sudah! Cukup! Jangan teruskan!" gertak Yunus dengan suara rendah namun otot mengeras. "Ini sudah keterlaluan! Selalu begini sikapmu terhadap orang yang kau tidak sukai."
Bersambung...
Makasih yang udah kasih hadiah nonton iklan, bunga, kopi dan lain sebagainya. Murah rejeki ya buat kalian yang udah kasih hadiah... 🥰🥰
kalo kasusnya seperti ini gimana yaaaaa...
apakah cinta akan menutup semua ini...