Hasna Gadis berusia 18 tahun itu Didesak oleh Ayahnya untuk menikah dengan seorang Ustadz yang sangat dikagumi oleh sang Ayah.Tentusaja Hasna menolaknya mentah mentah.Apalagi Dia baru saja lulus sekolah.Dan Ustadz yang dijodohkan dengan dirinya itu merupakan guru ngajinya yang sudah mempunyai Istri.Dan Jika Ustadz itu menikahinya,tentu saja Dia akan menjadi Istri kedua.Padahal Dia sangat membenci Poligami.Dan juga Dia tak ingin dicap sebagai pelakor.
Apakah Hasna mau menerima Pernikahan ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rayu Coe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13
Setelah kembali berdandan dan berpakaian rapi, kedua sejoli itu pun berangkat untuk pergi ke supermarket. Kali ini Faqih mengendarai mobilnya sendiri. Sepanjang mengendarai mobilnya, faqih selalu menggenggam tangannya. Walaupun sedikit risih tapi Hasna tidak protes. Dia berusaha beradaptasi menerima bahwa yang di sampingnya itu adalah seorang suaminya.
" mau ke mall atau ke supermarket aja, aku sekalian ingin membelikan sesuatu untuk kamu!" tanya Faqih sambil menoleh arahnya kemudian kembali berkonsentrasi untuk mengemudikan mobilnya.
" ke supermarket aja Yang dekat-dekat, gak usah yang jauh-jauh apa lagi ini sudah malam!"
cup
tiba tiba Faqih mencium tangannya. Membuat Hasna kaget dia pun langsung menarik tangannya. Padahal dalam hatinya dia sudah bertekad untuk menerima Lelaki yang ada disampingnya itu, namun tiba-tiba wajah Layla berkelebat di pikirannya. Mengernyit bingung dengan sikap Hasna, yang kadang melunak, kadang dia seperti enggan berada di dekatnya.
" ada apa sikap kamu aneh sekali?" tanya faqih sambil mengenyitkan keningnya. Aku hanya teringat dengan mbak Laila. Betapa Kasihannya dia. Diberikan penyakit yang serius, kemudian lelaki yang disayangnya berada dengan wanita lain.
" kamu selalu membahas itu terus menerus dan berulang kali, padahal aku sudah menjelaskannya padamu. Kenapa kamu belum mengerti juga. Lagipula kamu bisa lihat sendiri bagaimana sikap Laila kepadamu!" ujar Faqih sambil menatap lurus ke arah jalan, dalam hatinya Dia sangat kesal.
" iya tapi tetap saja aku sebagai wanita merasakan apa yang dia rasakan!" ujar Hasna sambil melipat tangan di dadanya.
"Mungkin saja dia hanya pura-pura ikhlas, dia mungkin juga bingung. Di satu sisi dia ingin seperti perempuan normal lainnya. Posisi juga dia mungkin merasa bersalah padamu,Mas! Maafkan aku tapi aku benar-benar merasa kasihan padanya!"
" lalu kamu ingin aku bagaimana? Tanya Faqih!"
"Entahlah aku juga bingung, jujur saja aku terpaksa mau menerima pernikahan ini, pernikahan ini terjadi karena Ayahku sakit, ayahku terus mendesak aku untuk menikah denganmu. Dan sepertinya begitupun dirimu, kamu menikahiku karena desakan dari istrimu. Kita sama sekali.tidak saling mencintai. Aku ingin menjalani pernikahan ini hanya formalitas saja, bukan pernikahan yang sesungguhnya!" ujar Hasna. Hal itu membuat Faqih terkejut dan juga marah, faqih tiba-tiba membelokkan arah mobilnya dengan cepat sehingga tubuhnya hampir saja terpental. Untungnya Dia memakai sabuk pengaman. Faqih langsung memberhentikan mobilnya seketika.
"Mas kamu bikin aku kaget aja, hampir aja jantung Aku mau copot. Kenapa nggak hati-hati sih ngendarain mobilnya. Kalau kita celaka bagaimana!" omelnya sambil menatap kesal pada sang suami.
"Aku nggak suka dengan kata-kata kamu tadi, bukankah kita sudah sepakat untuk bisa saling menerima.Kenapa kamu berubah pikiran lagi. Aku tahu kamu masih muda dan mungkin pikiran kamu masih labil. Tapi jangan pernah mempermainkan yang namanya pernikahan." ucap Faqih emosi. Hingga suaranya sedikit meninggi. Mendengar hal itu yang Membisu, matanya berkaca-kaca dan air matanya mulai menggenang.
" maaf aku tidak bermaksud untuk marah padamu Hasna, tapi aku harus bagaimana menjelaskannya padamu. Tujuanku menikah tentu saja selain mempunyai anak aku juga ingin memiliki keluarga yang sakinah mawadah warohmah, keluarga yang diridhoi dan diberkahi oleh Allah. Warga yang dilaknat dan dibenci, mempermainkan pernikahan itu dosa besar. Janganlah pernah berkata seperti itu lagi. Kalau kamu memang belum siap menerima aku dan belum ada perasaan apapun padaku, aku akan menunggu kamu dengan sabar. Maaf kalau aku sering lancang sama kamu!" ucap Faqih sambil membelai lembut kepalanya.
" maafkan aku ya, aku sungguh-sungguh tidak bermaksud untuk menyakiti perasaan kamu. Aku ngerti dengan apa yang kamu rasakan. Mungkin kamu merasa Dilema dan Serba Salah. Tapi kalau kamu ingin tak hanya pura-pura saja, hanya sekedar formalitas saja aku benar-benar tidak setuju. Mari jalani pernikahan ini dengan baik, dengan bahagia. Seiring berjalannya waktu aku yakin perasaan kita akan tumbuh dengan sendirinya.
" mungkin kamu berkata seperti ini karena emosi kamu sedang tidak stabil, bisa dikarenakan faktor hormonal seorang wanita. Apalagi saat ini kamu sedang datang bulan. Perbanyaklah istighfar, agar saiton tidak masuk ke dalam hati kita dan membisiki hal-hal yang buruk pada kita!" nasehatnya pada sang istri.
"Sekarang kita lanjut lagi perjalanan kita ya, kita belanja!" hasna hanya mengangguk saja sambil menyeka air matanya.
" kalau kamu masih keberatan untuk aku sentuh Baiklah aku akan menjaga jarak sampai kamu benar-benar siap!" ujar Faqih pada sang istri.
*******
semoga saja dia gak menggunakan kehamilannya untuk menyingkirkan laila karna hukum dr tuhan lbih keji hasna
pengen gua geprekkk dh hasna ini