NovelToon NovelToon
Remember Again (Istri Rasa Depkolektor)

Remember Again (Istri Rasa Depkolektor)

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Keluarga & Kasih Sayang / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:97.3k
Nilai: 5
Nama Author: Asma Khan

➦➣ISTRI RASA DEPKOLEKTOR 2↻
☔︎︎_FAV, LIKE, COMMENT_☔︎︎
🧨NO BOOM LIKE!🗡

Mencintaimu adalah kebahagiaan sederhana, tetapi memilikimu tuk jadi duniaku. ~Reyhan Aditya.

Rasa ini seperti baru bagiku, rindu yang membelenggu tak tau tuk siapa. Dia atau seseorang yang tak mampu ku ingat. ~ Asma.

Kamu hanya milikku, tataplah disisiku hingga akhir napasku. ~ Kendrick Al Zafran.

Antara rindu dan belenggu dalam cinta semu, kisah lalu merajut asa dalam penantian—perjuangan sang suami menyadarkan rembulan malamnya.

Bak kupu-kupu tak menemukan jalan pulang, langkahnya tertatih mengharapkan dekapan hangat sang kekasih halal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asma Khan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

IDR 13#Posisi Fay

"Aku tahu masih pagi tapi kamu harus bangun. Kita ada janji rapat di luar. Apa kamu mau pertemuan diundur?" Fay menatap Bagas yang bermuka bantal tapi terlihat tetap tampan meski pria itu semakin jarang tersenyum.

Kapan terakhir melihat tatapan nakal dari seorang Bagas? Semua baik dan bahagia hingga Rey pulang dari honeymoon. Jika mengingat hari itu, hati seketika tertampar kenyataan pahit yang mengubah kehidupan orang-orang disekitarnya. Termasuk dirinya sendiri.

Bagas menyibak selimut memperlihatkan penampilan urakan yang memang belum berganti pakaian sejak pulang bekerja. Tubuh, pikiran dan hati tidak pada tempatnya tetapi rasa lelah mendera membuat pria itu berusaha bersabar. Kehidupan memang tempat ujian.

"Fay, bisa bantu aku siapkan pakaian santai saja? Pertemuan kan di luar jadi tidak harus formal." pinta Bagas sebelum masuk ke kamar mandi meninggalkan gadisnya yang hanya menggelengkan kepala.

Apa yang bisa dikatakannya? Selain menjadi pacar, ia juga sekertaris yang harus bisa diandalkan. Jadwal pekerjaan selalu padat sehingga Bagas seringkali melupakan sesuatu. Sejak saat itu ia berusaha membantu sebisa mungkin bahkan urusan outfit yang kini mengikuti seleranya.

Kamar utama kedua merupakan kamar Bagas yang memiliki fasilitas lengkap bahkan tak kalah dari kamar Reyhan. Sang kekasih hanya mengatakan bahwa di antara persahabatan rasa saudara tidak ada perbedaan hak dan kewajiban. Boleh saja meragukan tapi jangan pernah mengatakan menjadi perkataan yang nyata.

Fay menyiapkan permintaan Bagas untuk memilihkan pakaian santai untuk pekerjaan hari ini. Gadis itu melakukan semuanya seorang diri tanpa bantuan para pelayan karena ia memang tak ingin orang lain melakukan hal sama untuk kekasihnya. Bukan bermasuk untuk menguasai tapi apa bedanya ia dan pelayan jika melakukan pekerjaan yang sama.

Di sisi lain ia tahu terkadang Bagas selalu bertindak sesuka hati dan jika tidak ada yang meredam. Siapa yang akan terkena akibatnya? Sehingga untuk mengantisipasi banyak hal, maka ia memilih untuk mendedikasikan sebagai orang satu-satunya yang bisa Bagas andalkan. Meski itu tidak akan baik untuk kedepannya nanti.

Bayangkan saja jika sesuatu terjadi padanya apa yang akan dilakukan Bagas? Bukan berpikir buruk tapi seperti apa yang terjadi pada Reyhan. Ia tak ingin Bagas tergantung padanya tapi melihat situasi dan kondisi, ia juga tak tega jika ingin membiarkan dan berpura-pura tidak tahu apapun.

Kenyataannya adalah saat ini Bagas menjadi sandaran Reyhan, lalu siapa yang menjadi sandaran Bagas? Jawabannya adalah dirinya. Setiap hubungan selalu membutuhkan effort masing-masing yang bisa menjadi kekuatan untuk saling tetap mengasihi dan menyayangi.

Gadis itu melakukan apa yang seharusnya dilakukan oleh pasangan lain. Akan tetapi terkadang ia merasa takut. Apakah hubungan mereka akan tetap bersama atau justru bisa berhenti di tengah jalan. Padahal hati mulai merasa tenang dan nyaman bersama Bagas hanya saja ia juga sadar bahwa kehidupan itu selalu menjadi misteri ilahi.

Tiga puluh menit telah berlalu tetapi batang hidung Bagas masih belum kelihatan. Padahal sarapan pagi telah siap. Termasuk sarapan untuk Reyhan yang biasanya akan dibawa ke kamar. Apakah sang kekasih tidur di kamar mandi? Jika iya benar-benar kelewatan.

Sensasi panas di hati mendadak luntur begitu melihat kedatangan seorang pria dengan penampilan casual menuruni anak tangga. Langkah kaki tegas dengan garis wajah datar nan dingin. Hari baru dengan perubahan yang lebih baik.

Kedatangan Rey mengubah arah angin disekitarnya. Suami kakaknya itu terlihat lebih baik dan tenang, bahkan ia rasa mood sang kakak ipar dalam mode kalem. Senang melihat hal itu dan berharap akan semakin baik ke depan nantinya.

"Morning, Fay. Bagas blum turun?" Rey bertanya tanpa menatap Fay yang masih memperhatikan langkah kakinya hingga ia berhenti di dekat meja makan. Kemudian menarik kursi, lalu duduk dengan tenang. "Ekhem! Kenapa melamun? Apa ada yang salah?"

Fay menggeleng seraya mengambilkan piring untuk Rey. Lega rasanya ketika melihat suami sang kakak mulai menata hidup agar lebih baik, "Mau sarapan dengan apa, Ka?"

"Semuanya tapi secukupnya saja." jawab Rey santai karena ingin membiasakan diri untuk mengenal Fay juga.

Tak ada obrolan lain karena belum terbiasa hingga kedatangan Bagas menghangatkan suasana. Sarapan pagi bersama setelah sekian lama. Sesuai rencana ketiganya akan menemui klien di sebuah mall untuk membahas proyek lanjutan serta merayakan keberhasilan misi pertama.

"Kalian satu mobil saja, aku bisa pakai mobilku. Sudah lama tidak menyetir menikmati udara kota." ujar Rey lalu beranjak dari tempat duduknya setelah selesai menghabiskan makanan di atas piringnya sendiri.

Meski sudah jelas melihat Rey baik-baik saja, bukan berarti bisa melepaskan pria itu seorang diri. Tak ingin mengulur waktu, Bagas ikut menyusul sahabatnya yang membuat Fay tersenyum tipis. Begitulah yang selalu terjadi. Ditinggal sendiri tapi ia sadar dunia kekasihnya memang berputar pada kehidupan Reyhan.

Tak ingin ambil pusing, Fay memilih memainkan gawainya. Sudah lama tidak duduk santai menikmati waktu untuk menjelajahi dunia halu. Kapan terakhir ia memiliki kesempatan untuk menengok aplikasi sebelah? Entah lupa sendiri karena kesibukan dunia nyata benar-benar padat.

"Sepi sekali semua group chat. Ini Nau juga sibuk kuliah atau gimana? Tumben gak nongol di markas." gumam Fay memeriksa waktu terakhir kali obrolan yang ternyata sudah dua hari lalu.

Entah mau memeriksa apa karena hanya scroll laman chat dari satu group ke group lain. Terlalu gabut hingga tatapan mata terhenti pada isi chat beberapa orang yang ada di salah satu group. Obrolan random tetapi juga ada pembahasan yang serius.

Dimana di group tersebut mencari si pemilik group yang tak lain adalah Asma. Meskipun seringkali hilang karena sibuk menulis, tapi kali ini tidak ada update apapun dari semua novel yang masih ongoing. Tentu saja pasti pada penasaran karena tidak biasanya tanpa kabar.

"Apa aku harus bilang kalau Ka Asma hilang? Gak deh, nanti semua heboh. Kenapa gak on akunnya saja ya." Fay merenung sesaat tetapi ide yang melintas bisa menjadi masalah di kemudian hari.

Namun rasa penasaran mengubah keraguan menjadi kenekatan. Tanpa keluar akunnya sendiri, gadis itu masuk ke akun lain dengan aplikasi berbeda. Sejenak membiarkan semua notifikasi masuk yang pasti berjumlah ribuan chat meski bukan personal chat.

Lima menit kemudian, semua chat sudah sesuai waktu yaitu hari ini pukul tujuh kurang sepuluh menit. "Coba ku scroll, apa ada pesan pribadi yang harus ku balas. Kasian juga jika membuat anak orang khawatir." Fay membiarkan chat group tetap masuk tanpa dibuka, fokusnya hanya mencari pesan personal.

"Kan semua khawatir. Bagaimana sekarang?" tanyanya pada diri sendiri hingga tak menyadari kedatangan Bagas yang berjalan ke arahnya.

Keseriusan Fay membuat Bagas mengernyit tak paham, "Fay, ayo, kita harus berangkat sekarang."

1
Abdul Fatah
menjelaskan rumitnya pemikiran perempuan , cerita ny bagus cuma terlalu bertele-tele .
Ela Jutek
tau anak mu gak bisa bertahan gimana kamu Non
Ela Jutek
ahh nyesek lah
Ela Jutek
nona mu pingsan tuh, tapi bugus si pengacau udah tertahan sementara
Ela Jutek
tuh si Kia kemana sih kok gak jagain
Ela Jutek: gak deh kek nya kak
total 4 replies
Ela Jutek
istri mu kan emang keras kepala pak bos, sabar sabar saja🙄
Ela Jutek: Aamiin
total 8 replies
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
si Bagas mulutnya enteng banget, ya kali orang tatap²an dikira gay😩
Ela Jutek
wow keren
Ela Jutek
nggak lope you too deh Al, kamu jahat soal nya
Ela Jutek
masa gak percaya sama Bagas sih Fay
Ela Jutek
war biasa kamu Al🙄
Ela Jutek: semuanyahh
total 2 replies
Ela Jutek
eh si mantan toh
Ela Jutek: harus dan kudu
total 6 replies
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
kira² siapa yg ngikutin Rey sama Bagas ya🤔 apa jgn² Al 😳
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
Bagas Lo gila hah, bisa²nya ngajakin Rey ke bar😒
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
sebentar ini rapat macam apa? perasaan biasanya kalau rapat tahunan ya gk ada pesta khusus istri para pengusaha gini🙄
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
jangan bilang itu si Al🙄 please lah Asma udh bener² di kamar ngapain keluar sih 😩
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
please lah Al, yg Lo harapin tuh udh punya suami, jadi mustahil buat balik sama Lo mana dia lagi hamil juga kan🙄
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
hm, kayaknya Bagas masih ragu buat melangkah ke hubungan yg lebih serius☺️
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
mulai posesifnya, kayaknya Bagas emang hobi sembunyiin masalah, sesekali harus dikasih pelajaran 🙄
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
mau gk mau harus balik ke Jakarta kan, lagian mau sampai kapan menghindari masalah? apa di rapat tahunan itu nantinya Rey ketemu sama Al🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!