NovelToon NovelToon
Hani dan Pensil Ajaibnya

Hani dan Pensil Ajaibnya

Status: tamat
Genre:Teen Angst / Teen School/College / Masalah Pertumbuhan / Persahabatan / Tamat
Popularitas:22.1k
Nilai: 5
Nama Author: meli meilia

~NOVEL KE 11~
Novel ini merupakan kumpulan cerita kehidupan dari seorang remaja sebelas tahun bernama Hani.
Dia adalah putri tunggal dari pasangan Lea dan Erik yang sibuk bekerja sepanjang waktu.
Sehingga sehari-hari nya, Hani bermain sendiri bersama pensil dan buku sketsa nya.
Semuanya berjalan biasa sampai ketika Hani menerima sebuah pensil ajaib dari seorang Pak Tua.
Mulai saat itu lah kehidupan monoton gadis kecil itu berubah jadi istimewa!
Yuk ikuti kisah-kisah nya!

catatan: Novel ini Mel dedikasikan khusus untuk dua bocil Mel (Ram dan Riy) dan umum nya untuk semua anak-anak hebat Indonesia.
Love you all, Kiddo..🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meli meilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jalan bersama Nuri

Hani dan Nuri langsung ternganga keheranan manakala keduanya tahu-tahu telah berada di teras rumah Nuri. Beruntung keduanya sudah mengenakan tas mereka. Jadi hanya buku sketsa Hani saja yang tertinggal di ruang kelas mereka.

"I..ini benar-benar pensil ajaib, Han!" Seru Nuri masih tak percaya.

"Iya kan?! Ku bilang juga apa! Ini memang benar-benar pensil ajaib!" Seru Hani dipenuhi perasaan bangga.

"Dengan pensil ini kita bisa pergi ke manapun yang kita mau, Han! Kapanpun juga!" Seru Nuri kembali dengan binar mata yang cemerlang.

"Iya, Nur! Kita bisa ke manapun yang kita mau! Kayak kita punya pintu ajaibnya Doraemon! Seru banget pasti!" Sahut Hani tak kalah semangat.

Keduanya lalu memandnagi pensil di tangan Hani dengaj perasaan memuja.

"Nuri? Kamu sudah pulang? Baru juga Bapak mau jemput kamu!" Tiba-tiba saja Bapak Nuri muncul dari pintu depan yang terbuka.

"Bapak! I..iya. Nuri baru pulang, Pak! Sama Hani.." jawab Nuri yang langsung menghampiri Bapak nya dan menci um punggung tangan nya.

"Oh.. diantar sama Papa nya Hani ya. Makasih ya, Hani. Ini Hani mau main? Sudah bilang ke Mama kamu, Han?" Tanya Bapak Nuri.

"Ee.. sudhs bilang kok, Pak!"

"Nah. Iya. Kalau mau main ke mana pun, baiknya memang minta ijin dulu ke orang tua ya. Biar orang tua tidak khawatir," Bapak Nuri memberi nasihat.

Hani dan Nuri mengangguk-anggukan kepala, kala mendnegar nasihat dari Baoak nya Nuri.

"Ya sudah. Kalau begitu, Bapak balik lagi ke pasar ya. Ibu kamu juga belum pulang. Sebentar lagi mungkin pulangnya. Kalau lapar, ada lauk di atas meja. Nanti ajak Hani makan ya, Nuri! Bapak berangkat dulu!" Pamit Bapak Nuri untuk pergi ke pasar.

"Iya, Pak! Hati-hati ya. pak!" Seru Nuri melepaskan keberangkatan Bapak nya ke pasar. Tempat di mana beliau pergi mencari nafkah dengan berdagang buah-buahan.

Belum sempat Nuri mengajak Hani masuk ke dalam rumah, terdengar suara salam dari halaman.

"Assalamu'alaikum! Nuri! Kamu sudah pulang, Nak?"

Bu Mina, ibu nya Nuri baru saja pulang. Sebuah nampan lebar ia turunkan dari atas kepala nya yang dialaskan kain. Keranjang kotak yang ia jinjing pun kini ditaruhnya di teras rumah. Sementara Hani dan Nuri menghampiri Bu Mina untuk bersalaman.

Ibu Mina adalah penjual nasi goreng keliling.

"Iya, Bu. Baru aja sampai," jawab Nuri dengan hormat.

"Bapak berarti sudah pergi ke pasar lagi ya?" Tanya Bu Mina.

"Iya, Bu,"

Perhagian Bu Mina lalu beralih ke Hani.

"Hani lagi main ya? Ayo ajak masuk, Nur. Di luar sini lumayan panas. Rasa-rasanya masih ada jus tomat di kulkas. Baru ibu buat tadi pagi," titah Bu Mina.

"Wahh! Jus tomat! Ayo Han! Masuk ke dalam!" Ajak Nuri dengan ceria.

Nuri langsung menarik tangan Hani untuk bergegas masuk ke dalam rumah. Dan Hani pun dengan senang hati mengikuti langkah sahabatnya itu.

***

Setelah menikmati jus tomat yang segar, dan makan siang dengan tempe oreg dan semur jengkol, Hani dan Nuri langsung mausk ke kamar Nuri. Pintu kamar pun langsung ditutup dan dikunci oleh Hani.

Nuri memandang Hani dengan pandangan heran.

"Kenapa pintunya dikunci, Han?" Tanya Nuri penasaran.

"Itu.. aku baru ingat. Kakek pengemis yang ngasih aku pensil ini tuh berpesan kalau aku harus merahasiakan pensil ajaib ini dari siapapun. Aku baru aja ingat. Jadi sebaiknya, kita rahasiain ini dari siapapun ya, Nur!" Terang Hani.

"Oh.. gitu.. ya udah. Aku sih ikut aja sama kamu. Jadi, sekarang kita mau pergi ke mana?" Tanya Nuri dengan mata berseri-seri.

"Mm.. ke mana ya.. oh! Aku tahu!"

Dan, beberapa menit kemudian, Hani langsung meminta secarik kertas kepada Nuri untuk nya menggambar. Sekitar setengah jam kemudian, Hani langsung menunjukkan hasil gambarnya kepada Nuri.

"Gimana dengan ini?" Tanya Hani meminta pendapat Nuri.

Dan Nuri langsung mengangguk girang berkali-kali kala menatap hasil gambarnya Hani.

"Oke! Kalau gitu, kita pergi sekarang ya! Siap??!"

"Sebentar dulu, Han! Sebaiknya kita ganti baju dulu! Dan.. mm.. bawa bekal juga! Bawa kertas putih juga buat kita pulang nanti!" Usul Nuri mengingatkan.

"Ah, ya! Kamu benar! Ayo kita siapin dulu yang perlu dibawa!"

Dan, setelah sepuluh menit berlalu, Hani dan Nuri sudah berganti baju. Hani meminjam kaos dan celana jeans milik Nuri. Dan Nuri pun mengenakan pakaian serupa seperti Hani. Bedanya, kaos Hani berwarna pink. Sementara kaos Nuri berwarna ungu muda.

"Sekarang, kita sudah siap. Ayo! Seperti tadi ya. nur! Pegangan tangan dulu, Nur!"

Hani mengulurkan tangannya, dan keduanya pun langsung saling menggenggam tangan satu sama lain. Setelah itu, dalam hitungan ketiga, keduanya pun menghilang seketika dari kamar Nuri. Meninggalkan kesenyapan di kamar bernuansa putih gading tersebut.

***

Dua jam berikutnya, Hani dan Nuri sudah kembali lagi ke kamar. Keduanya muncul dengan wajah yang dipenuhi kegembiraan.

"Aahhh!! Tadi tuh seru banget! Gak nyangka ternyata tempatnya seasyik itu! Untung kamu bawa kartu ATM mu, Han! Kalau enggak, kita gak bisa naik wahana apapun kan ya? Makasih ya Han udah traktir banyak tadi.. aku jadi gak enak sama kamu," tutur Nuri dengan wajah gembira.

"Iya. Gak apa-apa, Nur. Santai aja. Tapi lain kali. Mungkin sebaiknya kita gak pergi ke tempat wahana begini lagi ya. Soalnya aku akan susah jelasin ke Mama, kemana aja uang tabungan ku habis kan ya? Gak mungkin bohong juga kan? Itu dosa!" Seloroh Hani dengan cengiran lebar serupa milik Nuri.

"Iya. Kita bisa jalan-jalan dan foto-foto aja juga udah wow banget! Ah! Kapan-kapan kita juga bisa datang ke acara konser nya KPOP! Gratis! Hihihi.."

Nuri pun terkekeh lepas. Diikuti oleh Hani kemudian.

"Hah.. capek banget kaki ku habis jalan-jalan!" Keluh Hani masih dengan cengiran lebar.

"Tapi seru!" Sahut Nuri di sampingnya.

"Iya, seru banget!" Sahut Hani kembali.

Kedua gadis kecil itu kini tampak berbaring di kasur Nuri. Dan hampir saja keduanya terlelap, jika saja tak ada ketukan di pintu kamar Nuri.

Tok. Tok. Tok.

"Nuri? Bangun, Sayang.. sudah sore. Ini di depan juga udah ada Pak Wahyu, untuk jemput Hani! Nur..!"

"Iya, Ma! Nuri udah bangun!"

Nuri sigap menyahuti panggilan ibu nya. Keduanya sontak langsung bangun. Sementara Hani kembali meraih tas ransel nya dan memasukkan baju seragam nya le dalam tas.

"Aku pinjam baju kamu dulu deh ya, Nur. Malas ganti baju lagi nih!" Ujar Hani meminta ijin.

"Iya, pakai aja! Makasih ya, Han, udah ajak aku jalan-jalan!" Bisik Nuri kemudian.

Kedua gadis itu lalu terkikik geli. Menertawakan kesenangan mereka atas rahasia jalan-jalan mereka sesaat tadi.

Keduanya tahu, kalau dengan adanya pensil ajaib ini, hari-hari mereka akan berjalan jauh lebih menyenangkan dibanding hari kemarin.

"Jumpa besok, Nur! Bye!" Pamit Hani seraya memberi pelukan singkat pada sahabat nya itu.

"Iya! Titidijey ya..!"

(titidijey \= hati-hati di jalan)

"Oke deh!"

Setelah itu, Hani pun berpamitan kepada Ibu Mina. Baru kemudian masuk ke dalam mobil nya yang terparkir di halaman rumah Nuri. Di samping mobil, Pak Wahyu sigap membukakan pintu untuk Hani. Dan Hani menghadiahi senyuman ceria untuk sopir nya itu.

"Terima kasih, Pak!" Ucap Hani berterima kasih.

"Sama-sama, Non! Kita pulang sekarang?"

"Iya, Pak! Ayo kita pulang sekarang!" Ajak Hani sambil memandang Nuri dari tembusan jendela.

Kedua sahabat itu lalu saling melambaikan tangan dari kejauhan, di waktu yang hampir bersamaan.

***

1
Senajudifa
3 jagoan yatim piatu mampir, lama ya baru melipir kemari lagi mel
Senajudifa
cb aku bisa nemu sesuatu yg ajaib jg dijalan yah😂😂
Senajudifa
iya pelototi aj mam😁😁
Senajudifa
betul itu Hana
Feby Delvia Mahenny
bagus ceritanya
mom mimu
kasih sembako aja Mam... biar Heru sama keluarganya makan enak... kasian mereka tiap hari cuman makan ubi sama singkong 😢
mom mimu
come back nyicil kak Mell... semoga Hani bisa cepet pulang ke rumah lagi...
mom mimu
satu iklan mendarat kak, semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
mom mimu
wah, ternyata kak Heru punya Indra keenam ya 😮😮
mom mimu
kuga/juga ✌🏻
mom mimu
Boni/Bono ✌🏻
mom mimu
maaf baru mampir lagi kak Mell, semangat terus ya ✌🏻✌🏻💪🏻💪🏻
mom mimu
kayanya neneknya Bono punya ilmu mata batin ya 😅
mom mimu
Boni/Bono ✌🏻
mom mimu
fan/dan ✌🏻
mom mimu
Oun/pun ✌🏻
mom mimu
batu/baru ✌🏻
mom mimu
Hana/Hani ✌🏻
Senajudifa
penyihir tho
Senajudifa
kok serem nenekx bono nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!