Hidup Intan seketika berubah saat ia tiba-tiba harus menjadi seorang perawat bagi pria buta yang arogan.
Meskipun ia sudah melakukan cara agar pria itu memecatnya, namun pria itu justru mempertahankannya.
Kedekatan keduanya pun mulai menumbuhkan benih-benih cinta.
Apakah hubungan percintaan mereka akan berjalan mulus??, baca kisahnya di sini...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13
"Apa kau akan memberikan selamat kepada Kenzo?"
"Selamat untuk apa?" tanya Intan
"Karena ia sebentar lagi akan bertunangan dengan kekasihnya Lisa," jawab Amar
Mendengar jawaban Amar seketika membuat Intan langsung luruh dan meninggalkan tempat itu.
Sepanjang perjalanan pulang gadis itu tampak begitu murung, sesekali ia berhenti untuk menyeka air matanya yang mulai menumpuk di sudut matanya.
"Kenapa rasanya sakit sekali, kenapa aku jadi seperti ini, apa aku benar-benar menyukai Kenzo. Apa ini rasanya cinta bertepuk sebelah tangan," Intan kemudian duduk di shelter bus tak jauh dari Mega Bintang Tower.
Ia menatap kearah jalanan yang terlihat ramai karena di jam kerja.
"Kenapa jadi seperti ini. meskipun aku sudah tahu ia sudah memiliki kekasih, tapi kenapa aku masih merindukannya dan berharap ia akan mencari ku?"
"Bagaimana aku bisa merindukan lelaki yang tak berperasaan seperti dia. Bahkan ia sama sekali tak menahan ku saat ibuku menyuruhku untuk berhenti bekerja, dia malah sok-sokan melepas aku agar kembali kuliah. Andai saja kau menahan saat itu, aku pasti tidak akan meninggalkan mu. Apalagi aku sudah nyaman bekerja denganmu,"
Sementara itu Ibra yang tak sengaja melihat Intan tampak iba melihat gadis itu bersedih.
"Sebenarnya apa yang membuatnya bersedih??"
Intan buru-buru menghapusnya air matanya dan bergegas naik sebuah busway.
Ibra yang terlihat khawatir mengikuti bus tersebut.
Ia merasa lega saat mengetahui Intan turun di sebuah kampus.
"Syukurlah kalau dia akan kuliah, semoga kau tidak bersedih lagi,"
Sementara itu, Kenzo terlihat begitu bahagia saat mengetahui Lisa akan bekerja sebagai asistennya untuk membantu mengerjakan pekerjaannya.
Meskipun ia merasa tidak kesulitan lagi karena Lisa membantu menyelesaikan pekerjaannya, tetap saja ia merasakan ada sesuatu yang kurang.
Bila dulu Intan selalu membantunya dalam segala bidang, mulai dari menyiapkan baju, sarapan, bahkan merapikan rambutnya sekarang tidak ada lagi yang membantu pria itu menyiapkan baju ataupun sarapannya.
Tapi tidak dengan Lisa, gadis itu memang selalu membantunya di kantor tapi ia tidak bisa membantunya saat di rumah.
Tak jarang Kenzo kesulitan memilih Dasi, kemeja, dan sepatu yang senada.
Ia juga jarang sarapan pagi karena tidak ada Intan yang menyiapkannya.
Hal itulah yang membuat Kenzo tetap memikirkan Intan.
Malam itu Kenzo terlihat begitu antusias saat akan menjemput Lisa untuk dinner di restoran favorit mereka.
Namun setibanya di apartemen gadis itu, ia melihat Ibra dan Lisa tengah berbincang serius.
Ia bahkan melihat Lisa memeluk erat sepupunya itu membuatnya merasa cemburu.
Bagaimana tidak, ia tahu jika Lisa dulu sangat mencintainya. Ia bahkan rela meninggalkan dirinya dan pergi keluar Negeri saat pria itu tak membalas cintanya.
"Apa dia masih mencintainya??" ucap Kenzo terlihat kecewa
"Ia bahkan tampak bahagia saat aku membatalkan dinner spesial kami. Tak ada rasa kecewa sedikitpun di wajahnya. Sepertinya ekspetasi ku terlalu tinggi," Kenzo kemudian pergi meninggalkan tempat itu
Ia kemudian mengambil ponselnya dan menghubungi Lisa. Pria itu mengatakan kepadanya jika ia terpaksa membatalkan acara dinner mereka karena ada urusan penting yang harus ia handle.
Lisa begitu senang dan tampak tak kecewa dengan pembatalan tersebut, itulah yang membuat Kenzo merasa dan segera meninggalkan apartemen Lisa.
Setibanya di rumah, ia kemudian membuka ponselnya dan membuka galeri ponselnya.
Ia melihat fotonya kebersamaannya dengan Intan.
"Ternyata hanya kamu yang selalu memperdulikan aku. Meskipun hal itu wajar karena kau adalah asisten pribadiku namun tetap saja aku merasa hanya kau yang selalu tulis saat melakukan apapun untukku," ucap Kenzo kemudian mencoba menghubungi Intan.
Intan yang belum bisa tidur langsung mengangkat ponselnya saat gawai pipihnya berdering.
"Halo?" ucap gadis itu
"Aku lapar," jawab Kenzo dengan nada parau
Mendengar suara Kenzo membuat gadis itu seketika membelakakan matanya.
"Memangnya tidak ada makanan di rumah mu?" tanya Intan
"Tidak ada apapun, kau tahu kan aku tinggal seorang diri di rumah, jadi tidak ada makanan yang bisa ku makan," keluh Kenzo
"Kenapa kamu tak makan di restoran saja!"
"Mag ku kambuh karena makan ku tak teratur beberapa hari ini. Jadi aku tak bisa kemana-mana," jawab Kenzo
Mendengar Pria itu sakit membuat Intan begitu khawatir sehingga memutuskan untuk menjenguknya.
"Kalau begitu jangan kemana-mana, aku akan datang untuk menyiapkan makan malam untukmu!" seru Intan
Gadis itu segera melompat dari tempat tidurnya dan segera memesan ojek online.
"Mau kemana kamu malam-malam begini!" seru Jamilah saat melihat Intan mengendap-endap keluar dari kamarnya
"Aku harus ke rumah Kenzo sebentar karena ia sakit," jawab Intan
"Tidak boleh, apapun yang terjadi padanya kau tidak boleh menemuinya. Ingat sekarang dia bukan lagi Majikan mu dan kau bukan lagi pelayannya. Jadi cepat masuk kamar!" hardik Jamilah
Ia bahkan tak mendengarkan larangan Jamilah yang berusaha menahannya saat ia mengatakan akan pergi menemui Kenzo. Ia menyingkirkan Jamilah yang menghalangi jalannya dan merebut kunci rumah dari tangannya.
"Intan!!" seru Jamilah saat melihat anak tirinya itu berlari setelah mengunci pintu rumahnya.
Setengah jam kemudian Kenzo mendengar suara bel rumahnya berbunyi. Pria itu begitu senang saat melihat Intan berdiri di depan pintu rumahnya dengan menggunakan pakaian tidurnya.
"Astaga, tidak bisakah kau berpakaian rapi saat menemui ku??" ucap Kenzo menyipitkan matanya
"Maaf aku tak sempat, aku tak bisa membiarkan mu mati kelaparan hanya karena menunggu ku berdandan," jawab Intan
Gadis itu segera menyuruhnya memberikan jalan dan bergegas menuju ke dapur.
Ia begitu terkejut saat melihat isi kulkas.
"Apa selama aku pergi kau tidak mengisi apapun di kulkas ini?" tanya gadis itu dengan tatapan mengintimidasi Kenzo
Intan terlihat begitu marah saat tahu tak ada apapun di dalam kulkas selain makanan kaleng dan minuman.
"Aku tidak sempat belanja, kau tahu kan aku sibuk," jawab Kenzo membela diri
"Kalau begitu Kenapa tidak mencari assisten rumah tangga!" seru Intan kembali memarahinya
"Karena aku belum menemukan yang cocok," jawabnya santai
"Sudah ku duga, pasti tidak ada satupun yang mau bekerja melayani pria jahat seperti mu," jawab Intan membuat Kenzo terlihat begitu marah karena gadis itu menyebutnya pria jahat.
"Yang benar saja, bagaimana bisa kau menyebutku pria jahat, memangnya apa yang sudah aku lakukan padamu?" jawab Kenzo
Intan segera menunjuk pria itu dengan sayuran di tangannya.
"Kau sudah membuat ku nyaris mati dengan merendam ku di dalam bak berisi es, apa kau masih ingat!" seru Intan kemudian mendorong pria itu dan mulai memotong-motong sayuran dan daging yang ia ambil dari Kulkas.
"Oh...kalau itu aku melakukannya karena kau lebih dulu berusaha mencelakai aku dengan memberikan air mendidih di bak mandi ku, bagaimana jika kulitku melepuh, apa kau bisa membayar ganti rugi asuransi tubuhku. Asal kau tahu semua tubuhku sudah diasuransikan dan itu sangat mahal," bisik Kenzo sengaja mendekatkan bibirnya di telinga gadis itu
Intan yang kesal langsung membalikkan badannya dan mengarahkan pisaunya ke wajah pria itu membuat Kenzo ketakutan.
"Kalau kau masih dendam padaku Kenapa kau memanggilku ke sini, kenapa kau tidak masak saja sendiri!" seru Intan kemudian melepaskan celemeknya dan melemparnya ke wajah Kenzo
Seketika Kenzo langsung memasang wajah sedih dan memegangi perutnya.
"Aduh perutku, sakit sekali!" serunya kemudian ia jatuh terduduk di lantai sambil memegangi perutnya
Tentu saja hal itu membuat Intan begitu panik dan melupakan kemarahannya.
"Kamu kenapa, apa yang terjadi?" tanyanya begitu panik
"Perutku tiba-tiba kram, mungkin karena terlalu lama menahan lapar," jawab Kenzo membuat Intan merasa bersalah
Ia buru-buru membuatkan air putih hangat yang di campur dengan gula dan memberikannya kepada Kenzo.
"Minumlah, semoga dengan ini perutmu tidak sakit lagi. Dulu almarhum ayahku selalu membuatkan aku minuman seperti ini saat mag ku kambuh. Ia juga membacakan mantera ajaib yang selalu membuat perutku langsung sembuh saat meminumnya,"
Intan kemudian mengusap perut Kenzo saat pria itu meminum air pemberiannya.
"Air air dari surga cepatlah turun dan sembuhkan perut, kekasihku!" ucap Intan membuat Kenzo seketika membelakakan matanya