Beberapa tahun yang lalu, Luna Lawrence merasa hidupnya sangat hancur. Saat Jack Radbert, pria yang sangat ia cintai dengan tiba-tiba membatalkan pernikahan yang telah ia rencanakan sebelumnya. Ternyata ada satu orang yang tidak suka dengan kebahagiaan Luna dan juga Jack, dan dengan tega memfitnah kalau Luna bukanlah wanita yang baik.
Dan kini, Luna di pertemukan kembali dengan pria yang selama beberapa tahun ini membuatnya susah payah untuk melupakan pria itu. Bagaimana kelanjutan kisah cinta mereka yang sudah lama terkubur dalam? Akankah mereka kembali dan memperbaiki kesalah pahaman yang terjadi di masa lalu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhea Novita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13
Luna hanya menatap langkah Jack yang mulai pergi meninggalkannya. Kini Luna sudah tidak bisa lagi membendung air matanya, ia biarkan air mata itu mengalir semakin deras membasahi pipinya. Luna masih tidak menyangka bahwa pria yang sangat ia cintai itu dengan tega menghina dan bahkan merendahkannya seperti tadi.
Luna teringat saat lima tahun yang lalu saat ia masih menjadi kekasih Jack, pria itu selalu bersikap baik dan juga memperlakukannya bagaikan seorang ratu. Jack selalu penuh dengan kelembutan dan juga selalu menjadi tempat ternyaman untuk Luna. Tapi kali ini Luna harus kembali tersadar bahwa Jack bukan lagi pria yang ia kenal dulu, pria itu kini terlihat seperti seseorang jahat yang berniat menghancurkan hidup Luna.
Ia melangkahkan kakinya menuju parkiran, Luna berniat untuk pulang ke rumah lebih cepat dari biasanya. Luna merasa bahwa kini ia sangat lelah dan juga kondisi badannya yang menurun karena sejak tadi ia menangis tanpa berhenti.
Luna menjalankan mobilnya dengan cukup kencang, sambil ia kembali memutar lagu All I Ask milik Adele. Luna memukul setirnya karena ia merasa sangat frustasi kembali di pertemukan dengan Jack dalam situasi yang berbeda. Setelah sekian lama ia mencoba untuk melupakan pria itu tapi Jack kembali hadir. Bagaimana bisa Luna melupakan pria itu? Meskipun pria itu kini selalu membuatnya menangis, tapi Luna sangat yakin kalau Jack masih termakan fitnah di masa lalu.
"Aaarghhh," Luna berteriak karena hampir saja ia akan menabrak mobil hitam yang berada di depannya. Tapi Luna merasa sangat beruntung karena Tuhan masih membiarkannya hidup dan dapat selamat dari kecelakaan. Untungnya Luna dengan cepat membanting setirnya dan selamat menghindari kecelakaan itu.
"Fokuslah Luna. Kau tidak boleh terus seperti ini," Ucap Luna menyadarkan dirinya untuk selalu berhati-hati saat membawa kendaraan.
Luna kembali fokus pada jalanan yang ada di depannya. Kini ia sangat berhati-hati karena tidak ingin kejadian seperti tadi terulang kembali. Cukup hatinya saja yang merasa sakit dan hancur tapi jangan sampai Luna membuat orang-orang yang menyayanginya ikut hancur kalau sampai ia tidak selamat dalam kecelakaan.
***
Sampai dirumah, Luna langsung bergegas masuk ke kamarnya tanpa menghiraukan ibunya yang terus memanggilnya. Luna tidak ingin membuat ibunya itu khawatir karena keadaannya kini yang terlihat sangat kacau dan juga berantakan itu.
Luna membuka jaket yang ia kenakan, ia memilih untuk membaringkan tubuhnya di atas kasur empuk yang berada di kamar mewah miliknya itu. Tanpa Luna sadari, air matanya kembali jatuh dan mengalir dengan sangat deras. Luna kembali teringat pada ucapan Jack yang selalu saja menghinanya.
"Kenapa kau sangat tega padaku Jack. Kenapa?" Lirih Luna dalam tangisnya yang terdengar sangat keras itu
Dalam hati Luna selalu berharap kalau ia akan kembali melihat Jack yang ia kenal dulu. Bukan lah Jack yang sekarang, dan Luna juga sangat yakin kalau sebenarnya Jack pun masih mencintainya seperti dirinya yang masih sangat mencintai Jack.
"Kenapa kau tidak memberiku kesempatan untuk berbicara Jack? Kenapa kau tidak percaya padaku kalau aku tidak pernah menghianatimu. Kau telah termakan kebohongan tentang diriku itu Jack!" Ucap Luna yang semakin menaikkan nada suaranya itu. Ia merasa sangat kesal karena Jack dengan mudah percaya pada kebohongan yang tersebar di masa lalu.
Terdengar suara ketukan pintu dan juga suara ibunya yang terus memanggil namanya. Suara Ana diluar sana terdengar sangat khawatir dengan keadaan Luna yang tidak pernah berhenti menangis sejak ia sampai di rumah tadi.
"Luna, tolonglah buka pintunya sayang. Kau jangan membuat mom khawatir seperti ini. Berceritalah padaku agar kau dapat sedikit lega sayang," Ucap Ana yang sangat khawatir dengan suara yang masih saja terdengar dengan penuh kelembutan.
selamat ya Luna Jack..
nah gitu donk Alex,, sadar dengan kesalahan dan lebih baik menjalani dengan orang yang mencintai daripada menginginkan milik orang lain
lanjuuuut ka 🤗🤗🤗
Jack Luna 🥰🥰🥰
jadi penasaran kenapa Jack ato Luna sama sama gabisa menghubungi no TLP masing masing 🤔
***semoga Jack bukan Jack yang dulu mudah terhasut,, semoga kejadian dulu jadi pelajaran untuk Jack.. kasian Luna yang hamil besar kalo terjadi kesalahpahaman..
lanjuuuut ka 🤗🤗🤗
menanti lahiran Luna Jack biar anak Sofia ada temennya 🤭