Zeta seorang wanita 25 tahun, anggota agen pembunuh bayaran. Suatu hari mendapat tugas dari kliennya untuk membunuh orang penting yang mempunyai pengaruh besar di dunia politik. Saat menjalankan tugasnya ia melakukan kesalahan. Dia tertembak dan akhirnya sekarat. Ketika ia bangun, ia menemukan bahwa dirinya telah bereinkarnasi sebagai Lumie, putri seorang duke dari keluarga Crylle yang ayahnya merupakan seorang Assassin yang bertugas membunuh orang-orang korup atau pengkhianat di kerajaan Arandelle. Meski ia sekarang menjadi gadis bangsawan yang cantik, ia tetap sama dan bertekad menjadi Assassin untuk melindungi negaranya di kehidupan yang sekarang. Namun, selain tidak bisa menggunakan Sihir ia juga sakit-sakitan dan rapuh, ia juga dihadapkan pada nasib buruk seorang wanita. Ia harus belajar sopan santun dari ibunya yang tegas, bertunangan dengan pria yang tidak ingin dinikahinya, dan masih banyak tantangan lain yang menghalanginya untuk menjadi seorang Assassin
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FeryZheferly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter - 12
Pesta
Setelah kejadian itu, aku mulai berlatih lebih keras lagi untuk menjadi kuat dengan ayahku dan Paman Leo sebagai guru sihirku.
Aku juga selalu mengikuti pelajaran Ibu, aku tidak bisa keluar rumah lagi sekarang. Bagaimana kabar AL? Saya ingin bertemu dengannya lagi.
Aku merasa sangat bersalah saat aku pergi dan tidak kembali, mungkinkah dia mengkhawatirkanku?
Kini yang kumiliki hanyalah kenang-kenangan darinya, sebuah jepit rambut, dia adalah teman pertamaku, aku ingin berburu bersamanya lagi tapi itu tidak mungkin karena aku tidak bisa keluar rumah lagi, jika ada kesempatan aku ingin bertemu dengannya lagi dan minta maaf padanya karena pergi meninggalkanya waktu itu. Padahal aku sudah berjanji akan kembali.
Aku akan mencoba meminta izin pada Ibu untuk keluar sebentar, maka aku pun pergi menemui Ibu.
Aku mengetuk pintu kamar Ibu.
"Ibu, bolehkah aku masuk?"
"Masuk." Jawab ibu.
Aku masuk ke kamar Ibu.
"Ada apa Lumie?"
"I-Itu?? Bu, bolehkah aku pergi ke hutan sebentar?"
Kataku sambil berkeringat dingin.
"Untuk apa kamu pergi ke hutan?!"
"Iya itu??? Aku ingin bertemu dengan temanku, waktu itu aku baru saja pergi, aku ingin meminta maaf padanya sekaligus ingin berpamitan padanya karena aku tidak bisa bermain lagi."
"Baiklah, ibu beri waktu 30 menit, lalu segera kembali dan jangan terlambat." kata Ibu dengan tegas.
"Baik!"
Aku pun segera pergi ke hutan dengan cepat, setelah sampai disana aku tidak melihat AL, apakah dia akan pergi ke hutan hari ini?
Aku menunggu 15 menit, dia tetap tidak datang, aku pulang ke rumah tanpa melihatnya.
Hari berikutnya.
Hari ini akan ada pesta di rumahku karena ada pelantikan. Sekaligus mempromosikan kakak yang akan segera berumur 16th. dia juga sebentar lagi akan masuk akademi.
Kakak telah berhasil mengungkap kejahatan Duke Darius, ia berhasil membunuhnya dan akan diumumkan secara resmi sebagai Assassin untuk dipekerjakan di Kerajaan Arandelle.
Di usia yang begitu muda kakak sudah resmi menjadi Assassin, kakak memang jenius, aku pasti akan menyusul kakak suatu saat nanti.
Pada pelantikan ini keluargaku mengundang para bangsawan dan keluarga Kerajaan Arandelle.
Seperti biasa aku tidak akan mengikuti pesta ini, aku benar-benar belum siap untuk menunjukkan diriku pada semua orang, Ayah, Ibu, dan Kakak juga tidak keberatan jika aku tidak mengikuti pesta tersebut.
Aku melihat melalui jendela kamar, para bangsawan sudah banyak berdatangan, di sana ada kereta kuda berlambang Kerajaan Arandelle, apakah mereka keluarga Kerajaan?
Kulihat pintu kereta terbuka, aku penasaran seperti apa pangeran dan putri kerajaan Arandelle itu.
"Nona Lumie!"
Saat Pangeran hendak keluar, tiba-tiba Alice datang, pandanganku beralih ke Alice.
"Ada apa Alice?"
"Saya membawakan makanan ringan dan teh untuk anda Nona."
"Terima kasih Alice."
Aku melihat kembali ke luar jendela.
Ah, Pangeran sudah pergi, sayang sekali.
"Kalau begitu, permisi Nona."
"Tunggu Alice."
"Ada apa Nona?"
"Emmmm.....Itu?? Aku kesepian, tolong temani aku minum teh."
Alice tersenyum.
"Anda tidak perlu malu, saya akan menemani Nona."
"Kalau begitu duduklah di sini."
"Tetapi Nona, saya tidak merasa pantas duduk di samping anda."
"Duduk saja, jangan terlalu memikirkannya."
"Ah... baiklah, kalau itu yang Nona inginkan."
Alice duduk di kursi di hadapanku di sebuah meja kecil.
Saya minum secangkir teh yang dibuat oleh Alice.
"Hua...tehmu selalu enak, Alice."
"Terima kasih banyak atas pujiannya, Nona. Kalau boleh saya bertanya, mengapa Anda tidak pernah menghadiri pesta?"
Saya terkejut dengan pertanyaan Alice.
"Iya...itu? Karena aku tidak suka dengan hal-hal yang merepotkan, kalau ke pesta aku harus berdandan dan memakai gaun yang cantik, setelah itu kata Ibu aku harus menemaniku ngobrol dengan para bangsawan dan yang lebih parahnya aku harus menemani mereka berdansa, bukankah itu merepotkan Alice?"
"Tapi kalau Anda terus menyembunyikan diri, maka anda tidak akan punya pasangan, lho."
Sebenarnya itulah tujuan utama saya.
"Ah...Lagipula aku belum memikirkan hal itu ahahaha."
Jawabku dengan senyum kaku.
Setelah itu pesta selesai dan kini Kakak telah resmi menjadi seorang Assassin.
Aku pun mengucapkan selamat kepada kakak setelah pesta selesai.
"Kakak, walaupun aku terlambat mengatakan ini, selamat telah menjadi Assassin."
Kakak tersenyum.
"Terima kasih Lumie, kamu pasti akan menyusulku kan?"
"...umm, aku pasti akan menyusulmu Kak."
Hari demi hari telah berlalu.
Aku selalu berlatih keras untuk menjadi kuat, aku beberapa kali meminta izin pergi ke hutan untuk bertemu AL namun aku tidak pernah melihatnya lagi, pada akhirnya aku tidak pernah pergi ke hutan lagi, aku hanya berharap suatu hari nanti aku bisa bertemu dengannya lagi.
Di sisi lain Pangeran Allan yang sudah tidak bisa kemana-mana lagi karena pengamanan yang ketat, kini ia hanya bisa menerima kenyataan, ia hanya bisa berlatih ilmu pedang di kerajaan dan menjalankan tugas sebagai seorang pangeran. Dalam hatinya dia sangat merindukan Lumie dan sangat ingin bertemu dengannya lagi.
Adegan berubah.
Pangeran Pertama Kerajaan Arandelle berusia 19 tahun dengan rambut pirang panjang bernama Charles terlihat sedang berbicara dengan bawahannya.
"Pangeran, sekarang apa rencanamu selanjutnya? Anak buahmu gagal membunuh Raja, bagaimana kalau kamu menyingkirkan Pangeran Allan terlebih dahulu?" bawahannya menekankan.
"Kamu tidak perlu mengkhawatirkan adikku, adikku yang bodoh tidak tertarik menjadi Raja, kita hanya perlu menyingkirkan Ayah, kita tunggu sampai waktunya tiba, sekarang keadaan sedang kacau, Kerajaan sedang memperketat keamanannya, suatu saat aku pasti berhasil membunuhnya dan kerajaan ini akan menjadi milikku."
Charles menekankan dengan senyum jahat.
Bersambung....