NovelToon NovelToon
Rahasia Hati

Rahasia Hati

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: maylazee

Kia dan Bimo, dua orang yang berusaha bersatu, Tetapi halangan yang mereka hadapi tidak mudah. Bisakah mereka melewatinya? Kenapa Bimo meninggalkan Kia? Apa alasan Kia sangat membenci Bimo? Rahasia apa yang mereka simpan ? Apa ada orang lain yang sama dengan Bimo mencintai Kia? Dengan siapa Kia bisa bahagia? Temukan disini di "Rahasia hati"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maylazee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Spy Teletubies

Sekolah Kia sebelum jam pelajaran pertama.

"Kia! Aku sudah bertemu dengan orang yang namanya Fahri," seru Heri.

Aku baru ingat surat cinta yang dikirim adik kelasku, seminggu yang lalu. Aku lupa di mana suratnya, rasanya Rima yang menyimpannya.

"Memang seperti apa orangnya?"

Aku agak penasaran juga.

"Nanti jam istirahat dia mau ke sini," jawab Heri.

"Apa ganteng?" tanya Rima.

"Lihat saja nanti!" teriak Heri, sambil keluar kelas.

Aku memandang Rima.

"Bagaimana?" tanyaku.

"Semoga ganteng!" kata Rima, sambil tersenyum.

****************

Bel istirahat berbunyi, anak- anak bergegas keluar. Aku sudah janjian sama Rima, makan mie di kantin. Kami keluar bersama sambil tertawa bercanda.

Tak sengaja Rima menabrak seseorang. Dia kelihatan terkejut dan langsung menunduk.

"Maaf tidak sengaja," ucap Rima, sambil menundukan kepala.

Dia memandangku dengan mata berbinar. Aku bingung dan mengangguk, siapa dia pikirku. Mengapa dia melihatku seperti itu.

"Kamu siapa? Ada perlu apa? Mau cari siapa?" Rima memberondongnya dengan pertanyaan.

Dia menunjuk ke arahku sambil berkata pelan. "Aku Fahri," ucapnya.

Mata Rima hampir keluar karena kaget. Aku juga sangat terkejut, semua di luar dugaan. Kami berdua berpandangan dengan cepat.

"Ah, Fahri! Kamu sudah datang?" Kata Heri, buru- buru menghampiri kami.

Kami memandang Heri seakan tidak percaya. "Apa kalian sudah kenalan?" tanya Heri.

Fahri mengangguk sambil tersenyum simpul. Dia memandangku malu- malu. Aku memandang Rima sambil meringis.

"Kalian mau ke kantin, kan? Ayo Fahri sama- sama," ajak Heri. Fahri mengangguk, dan mengikuti Heri.

"Kamu duluan, aku mau ke toilet dulu," kataku, pada Heri.

*******************

Aku menarik tangan Rima. Bergegas menuju toilet. Sampai di toilet aku dan Rima tertawa, hampir pingsan.

"Astaga! Ternyata dia yang namanya Fahri ,setali tiga uang dengan Azis," ujar Rima, dan berusaha berhenti tertawa.

Azis teman sekelasku, tapi mungkin gen perempuannya lebih banyak dari gen laki laki. Jadi dia seperti, perempuan alias waria.

"Kamu lihat tadi, tangannya lentik sekali," kataku, sambjl mengangkat tanganku dan tertawa.

Aku menarik napas dalam-dalam. "Bagaimana cara menghadapinya?" tanyaku pada Rima.

"Bilang saja kamu sudah punya pacar." Jawab Rima.

**************

Kami pun bergegas ke kantin, menemui Heri dan Fahri. Kami duduk berhadapan, aku menatapnya dia salah tingkah. Aku jadi bingung sendiri. Benarkah dia Fahri, orang yang mengirim surat padaku. Kalau memang begitu dia normal. Tapi kenapa tingkah lakunya seperti temanku Azis.

"Ehmm, maaf ..." Aku menghentikan kata-kataku .

"Fahri!" sahutnya.

"Ya... Fahri, aku sudah punya pacar," kataku pelan, takut dia tersinggung.

"Kamu yang mengirim surat pada Kia?" tanya Rima.

Dia langsung mengangguk. "Tapi bukan aku yang menulisnya temanku menulisnya, yang kemarin mengantarnya.," jawabnya.

Aku makin bingung, Rima juga bingung. Kami berpandangan masih tidak mengerti.

"Kenapa Teletubies, ada di sini?"

Bimo kaget sekali. Dia datang dari samping membawa gelas es teh. Memandang Fahri dengan heran.

Fahri tetkejut langsung berdiri. Dia berlari meninggalkan kami.

Bimo menatap Heri seakan menyuruh Heri memberitahu sesuatu.

"Dia! Yang namanya Fahri," ujar Heri, manatap Bimo.

Bimo yang saat itu sedang meminum es teh, seperti tidak percaya. Dia mencoba menelan es teh yang sedang di minumnya, supaya jangan tersembur.

"Teletubies itu namanya Fahri?" tanyanya, pada kami.

"Kenapa kamu memanggilnya Teletubies?" tanyaku, agak kesal.

"Memang mukanya mirip Teletubies, kan?" jawabnya, sambil tersenyum meledekku

Aku memukul tangannya.

"Bicara sembarangan!"

Aku menatap Bimo dengan kesal.

Bimo lalu menceritakan, bahwa Fahri sering ikut mereka kumpul. Tapi Bimo tidak akrab, karena dia agak feminim jadi laki laki. Dia bahkan tidak tahu namanya Fahri, karena teman temanya Bimo sering memanggilnya Teletubies.

Bimo duduk di dekatku, memandangku sambil tertawa.

"Iihh! Berhenti menertawakanku," kataku memdelik tajam.

Bimo kemudian menghentikan tawanya. Dia memandangku, masih tersenyum.

"Malang sekali nasibku, sudah tidak punya pacar karena dilarang pacaran, ketika ada yang mau orangnya begituan..." kataku, sambil menutup mukaku.

Rima kemudian memelukku "Sabar Kia," ucap Rima.

"Memang kamu bagaimana bicara sama dia?" tanya Bimo, pada Heri.

"Aku tanya saat di kelasnya siapa yang namanya Fahri? Dia yang maju, aku tanya kamu menyukai Kia? Dia mengangguk, jadi kusuruh dia ke kelas jam istirahat, akuu katakan Kia mau ketemu," kata Heri, menjelaskan pada Bimo. Panjang sekali hampir membuatnya semaput kehabisan napas.

"Tapi tadi! Dia bilang , bukan dia yang menulis suratnya," kata Rima.

"Kamu temui lagi, tanya sampai tuntas ada apa sebenarnya," suruh Bimo pada Heri.

Heri langsung berdiri dan malaksanakan apa kata Bimo.

"Aku mau ke kelas," kataku. "Tidak jadi makan?" tanya Rima. "Sudah kenyang, lihat muka Teletubies," jawabku, sambil berdiri.

Rima berdiri mengikutiku. Bimo cuma bisa memandangku, menggelengkan kepala dan tersenyum mengejek. Aku cepat berlalu, meninggalkan Bimo sendiri. Sebelum dia mulai meledekku.

***************

Aku makan coklat yang ku bawa dari rumah. Setelah ku bagi dengan Rima. Kami tidak jadi makan di kantin. Karena masalah Teletubies, yang masih membingungkan.

"Yaaahh, berarti dia normal, kalau bisa mencintai kamu," ejek Bimo, sambil membawa dua teh kotak memberikan padaku dan Rima.

"Terima kasih, Bim..." kata Rima. "Sama- sama," sahutnya.

Tidak lama Heri datang, dia langsung memberitahu kami.

"Dia tidak tahu isi suratnya seperti itu, dia bilang menyukai Kia, dan ingin berteman dengan Kia, temannya yang menulis suratnya," jelas Heri, sambil mengambil teh kotak Rima.

"Minta!" katanya.

"Temannya, sudah kamu tanya juga?" Bimo, sepertinya sangat penasaran.

"Belum, dia tidak masuk hari ini," jawab Heri. "Nanti aku tanyakan lagi," lanjut Heri.

Heri hampir kehabisan napas. menjelaskan semuanya pada kami.

Bimo kemudian keluar. "Aku akan menyelesaikannya," katanya.

"Aku merasa ada yang tidak beres, dengan masalah ini." Rima berkata padaku.

Aku menggelengkan kepala tidak mengerti juga dengan keadaan ini.

****************

Bimo datang, dia bejalan di belakang Fahri seakan-akan menghalangi kalau mau kabur.

Fahri kemudian duduk dan menunduk, dia terlihat takut.

"Jelaskan yang sebenarnya, sebelum kusuruh Luthfi merobek mulutmu," bentak Bimo, sambil mendorong belakang Fahri.

Aku kaget sekali, kenapa Bimo sampai bicara seperti itu.

"Maaf! Aku cuma pura-pura menyukaimu," katanya, sambil memandangku.

"Bagaimana dengan surat itu?" tanyaku pada Fahri.

"Aku yang menyuruh temanku menulisnya, tapi aku tidak tahu isinya seperti itu," jawabnya pelan. "Aku cuma ingin berteman denganmu," lanjutnya.

"Siapa yang menyuruhmu?" Bimo, mengalungkan tangannya di leher Fahri dari arah belakang.

"Bimo jangan begitu! Kasihan dia," kegetku.

"Katakan dulu, baru kulepas." Bimo makin mengencangkan, tangannya.

"Nisa... Nisa pacarmu, yang menyuruhku," ungkap Fahri, sambil menangis tersedu .

Bimo melepaskan tangannya, dan duduk di depan Fahri.

"Jadi kamu, mata-mata pacarnya, Bimo?" tanya Rima.

Fahri mengangguk pelan sambil menunduk takut.

"Jelaskan detailnya, jangan ada yang tertingga," selidik Bimo.

Fahri lalu menjelaskan semuanya.

Dia bertemu Nisa tidak sengaja lima bulan yang lalu. Pertama Nisa memintanya untuk mematai Bimo saja. Tapi ketika melihatku di rumah Bimo, dia juga meminta Fahri mematai aku.

"Apa yang sudah kau laporkan padanya?" tanya Bimo.

"Kalian makan bakso berdua, kejadian di lapangan basket, terus ketika kamu mencium Kia juga," jelas Fahri .

Aku kaget mendengarnya, Rima tidak percaya. Dia bertanya padaku. "Kalian ciuman?"

Aku tidak bisa menjawab. "Habislah aku," pikirku.

"Iya!" jawab Bimo dengan cepat. Heri yang dari tadi diam juga terkejut mendengarnya.

"Cuma itu, tidak ada yang lain lagi?" Tanya Bimo, penuh selidik.

"Ya, cuma itu, tolong jangan bilang Luthfi," pintanya.

Ternyata Fahri tetangga Luthfi. Rumah mereka berdekatan.

"Ya sudah! Kamu bisa pergi sekarang, nanti pulang sekolah temui Nisa, bilang aku mau bertemu dengannya, di tempat biasa, jangan beritahu masalahnya, dan jangan coba coba lari," perintah Bimo, sambil menatap tajam. Fahri mengangguk lalu pergi.

Bel masuk kelas berbunyi.

"Nanti pulang ikut aku. Kita bereskan semuanya,Her...kamu antar Rima," kata Bimo, sambil melempar kunci motornya pada Heri.

"Siap Bim!" jawab Heri.

******************

"Tidak usah dibesar- besarkan, biarkan saja," kataku pada Bimo, yang sudah siap di atas motorku.

"Naik!" katanya sedikit keras.

Aku cuma bisa menurut padahal aku tidak mau. Kalau sampai Bimo sama pacarnya bertengkar apalagi karena aku.

Apa yang harus aku lakukan, apa aku pura-pura pingsan saja. Supaya tidak jadi bertemu dengan pacar Bimo.

Dibalik semua ini, sebenarnya aku merasa bersalah. Karena sudah membiarkan perasaan ku pada Bimo terlalu jauh hingga menyakiti orang lain. Sekarang aku di dudukan pada posisi serba salah .

Aku akan minta maaf pada pacar Bimo. Semua memang salahku.

** Putus kah Bimo dengan Nisa ? Siapa yang di pilih Bimo? pacarankah Kia dan Bimo? bagaimana pertemuan mereka? kalau mau tahu baca episode selanjutnya.

1
$!€N4**LKPL
Usul thor gimana kalau bab yg blm terbit kalo mau bisa tukar dgn dana per 5 bab gitu supaya aku tdk pingsan krn penisirin
malas terima nasib jadi wait reader 😓
REKA95
coba analis
gadis sakit
rahasia miko kebuka
kia marah
mereka bercerai
kia bantu gadis
miko kecelakan
staga aaa kenapa otakku traveling thor
lama banget update
★ℳ𝓇~ ℰ𝓂★
next
Binar Pelangi W
semangaaaats kia🤗
Tip 20202
Kia pasti lupa sama gadis ampe nanya gitu lah
CoNie_
kaget eh, apa isi kotak foto2 mesra miko sama gadis? kalo benar nggak ok thor udah kebaca
bab baru kapan terbit
🎯JAY~~
mantap
€DeN7006
comeback
𝑯𝒆𝒊𝒔𝒕_𝑻𝒆𝒛𝒛
_____up up up_____
Syerrin Adiba🌼
poor to gadis😢
7474N✔
lagi
:)𝘼𝙣𝙟𝙖𝙣𝙞°_^
terlambat aku liat kia, sorry kia 😚😚
JeaNny2.60
aku percaya pada kia, dia tidak kan bertindak bodoh hanya karena muncul gadis, ayo kia semangat kamu harus update biar bisa tahu endingmu
Winda Aprilianty
semangat author/Angry/
Rona Merah
apakah seperti aac harus ada perkawinan disaat sakit, tolonglah update cepat thor
---𝘼𝙠𝙝𝙆𝙖𝙪---
up
--𝚁𝚘^^123•••
are u ok dis?

i ok i fine
not bad not bd
-----------
kumerasa sakit----sakit

😂😂😂😂
Faradilla99
jenis sad komplek ekonomi cinta sepihak iri dendam tambah sakit parah, berlebihan bnget thor, author kita cinta mati sama kia semua yg jahat dibikin mokat
H⃠𝗮𝘆𝗶_𝗧𝗿𝗧
kaka author sembuhin gadis kit a jodohin sama kk arya aja jadi enggak sad kan
Vonny Maria Sianipar
masih percaya sama janji miko di depan bimo, kia digempur sama hal begituan gak ngaruh deh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!