Varel dan Vera tinggal di ibu kota Jakarta , rumah mereka satu komplek yang hanya berjarak kurang lebih 100 meter, Varel dan Vera sering bermain bersama dari umur 3 tahun , karena tetanggaan, so pasti kedua orang tua mereka saling kenal satu sama lain.
Papa Vera adalah seorang pengusaha garmen yang cukup besar , dan juga punya banyak butiq di Jakarta ,Bandung dan kota kainnya, dan papi Varel bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang properti sebagai Direktur utama.
Varel dan Vera bersekolah di Taman kanak-kanak yang sama dan juga di SD yang sama, di sekolahpun mereka juga bermain bersama bak seperti anak kembar atau seperti lem sama kertas yang tak terpisahkan , saling menjaga dan saling melindungi, begitulah Varel sama Vera baik di rumah,maupun di sekolah sampai mereka kelas 5 SD ,mereka masih tetap bersahabat.
Suatu hari papi Varel di pindah kerja kan ke Surabaya saat Varel dan Vera kelas 5 SD semester pertama, dan otomatis Varel dan Vera pun terpaksa berpisah., karena perpisahan tersebut, watak Varel dan Vera berubah djngin dan tidak pernah tersenyum sampai mereka remaja
Bagaimana kisah persahabatan Varel dan Vera selanjutnya ? apakah mereka akan bertemu lagi suatu hari nanti ?
Yuk Readers ,,,ikuti kisahnya selanjutnya ,,
jangan lupa Komentar dan like nya ya , untuk penyemangat author biar bisa lebih maju lagi kedepannya
Wassalam
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda waty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13 Kehilangan 3
Besok adalah hari terakhir ujian akhir Vera di SD tempat dia sekolah, habis itu Vera akan melanjutkan sekolah ke menengah pertama.
Felly dan Fito telah sepakat untuk membawa Vera pindah ke kota Bandung, itu semua karena mereka sudah tidak tahan melihat kesedihan dan penderitaan putri tercintanya yang sudah 1 setengah tahun selalu berdiri dan menanggis di depan rumah Varel yang kosong.
Fito dan Felly menjual rumahnya yang di Jakarta setelah pindah ke Bandung, biar Vera bisa melupakan Varel, Felly tidak mau Vera hidup di rumah masa kecilnya yang membuat dia tidak bahagia karena terkenang terus sama Varel
Fito dan Felly telah mendaftarkan Vera di sebuah SMP terbaik di kota Bandung.
Setelah Vera menerima ijazah nya, tanpa menunggu waktu lagi,besoknya Fito memboyong keluarganya ke Bandung, untuk usahanya yang ada di Jakarta dan sekitarnya, semua di urus oleh orang-orang kepercayaan Fito, Fito dan Felly undur diri ke Jakarta dan menekankan pada semua Kariawan dan orang kepercayaannya, untuk merahasiakan ke pindahan Fito, itu semua penting untuk menjaga kepercayaan pelanggan dan mitra di bisnis Fito.
Sorenya Fito pun sudah sampai di rumah mewah barunya di kota Bandung.
Fito dan Felly juga Vera turun dari mobil dan langsung masuk ke rumah sambil mengucap salam dan berdo'a di dalam hati:
" Ya Allah, semoga di rumah ini verra bisa hidup bahagia, dan ceria lagi seperti sebelumnya ,Aamiin ,,"
Setelah masuk ke dalam rumah, Felly pun menunjukkan kamar Vera yang besar menghadap ke taman dan ke kolam renang, semua itu biar Vera bisa nyaman di dalam kamar nya saat dia sendiri
" Bagaimana kamar nya sayang, Vera suka " tanya Felly dengan lembut sambil mengusap kepala putrinya dengan rasa sayang
" Suka ma " jawab Vera pendek tanpa senyum dan masih memperlihatkan sikap dinginnya.
" Baiklah, sekarang Vera istirahat dulu ya, mama mau menata barang-barang bawaan kita dulu" kata Felly lembut sambil mencium kening putrinya.
Vera hanya meanggukkan kepalanya, tanpa banyak bicara Vera membuka sepatunya dan naik ke tempat tidur untuk istirahat.
Hari Pun berganti dengan cepat, Vera di sekolah jadi anak yang pendiam dan dingin, temannya pun tidak banyak, walaupun Vera dingin dan terkesan sombong atau angkuh, tapi tidak ada satupun yang marah dan membenci Vera, itu semua karena Vera tidak pernah menyinggung mereka, dan lagi Vera anaknya pinter dan selalu juara kelas.
Hari dan tahun pun berganti,sekarang Vera telah duduk di bangku SMA, Vera tumbuh menjadi seorang gadis yang sangat cantik bak Dewi Fortuna, kulitnya putih bersih, tubuhnya tinggi, berisi, hidungnya mancung, bibirnya merah muda dan tipis dan sexy, alis matanya tebal berbaris rapi dan bulu matanya panjang dan lentik sangat sempurna dan sangat cantik alami tanpa polesan apapun, walaupun begitu sifat dan sikapnya tidak pernah berubah, tetap dingin dan tidak banyak bicara, apa lagi pada lawan jenisnya , Vera sangat menutup diri, karena di dalam hatinya sudah ada nama Varel di sana, teman masa kecil sampai pertengahan kelas 5 SD.
Di sekolahnya Vera adalah idola para cowok, banyak cowok yang mencoba mendekatinya, tapi semua tidak ada yang berhasil, mereka mundur teratur karena sifat cuek dan dingin Vera.
Karena Vera dingin sama cowok , Vera pun banyak di sukai oleh teman ceweknya di sekolah, selain pinter mereka merasa Vera tidak akan merebut cowok incaran mereka di sekolah atau di manapun, mereka semua berasumsi klo Vera sudah punya pacar ntah siapa tapi di rahasiakan.
Begitulah Vera di sekolahnya, pendiam dingin ,cuek, pinter dan selalu menjadi yang terbaik di sekolahnya, guru-guru pun sangat mengagumi Vera si murid dingin dan pinter .
Waktu pun cepat berlalu, bisnis Fito di Bandung pun maju dengan pesat, sama kayak di Jakarta, di perusahaan garmen nya di Bandung ini Fito juga bekerja sama dengan Kariawan kepercayaan nya untuk merahasiakan alamat dan jati dirinya, Fito cukup berbisnis di belakang layar saja,karena semenjak pindah ke Bandung, Fito dan Felly khusus memprioritaskan kan putri tercinta nya Vera, mereka tidak mau di ganggu dengan urusan bisnis , takut Vera akan terabaikan perasaan dan kasih sayangnya.
Hari- hari cepat berganti, dan 2 bulan lagi Vera akan melalui ujian akhir
Suatu malam Felly berembuk dengan suaminya
" Mah 2 bulan lagi Vera sudah menamatkan SMA nya, kemana ya kita akan menguliahkannya " tanya Fito pada istrinya
" Iya juga ya mas, tidak terasa Vera sudah mulai dewasa dan bentar lagi tamat SMA, tapi kemana ya kita akan menguliahkannya, mama tidak pernah memikirkan ini sebelumnya" jawab Felly balik
" Bagaimana kalau kita tanya saja hal ini pada Vera langsung, kemana saja Vera mau kuliah papa akan sanggupi " kata Fito pada istrinya
" Mumpung masih jam 8 , Vera pasti belum tidur, Ayuk mas kita tanya langsung saja " kata Felly tiba tiba bersemangat
" Ayuk" kata Fito langsung berdiri dari tempat duduknya
Merekapun berjalan menuju kamar Vera
Tok tok tok
Pintu kamar Vera di ketuk pelan-pelan oleh mamanya
" Masuk aja, kuncinya tidak di kunci " jawab Vera dari dalam kamar
Felly dan Fito pun masuk ke kamar Vera dan duduk di ranjang king size nya Vera
" Vera lagi ngapain sayang " tanya Fito pada anak gadis dinginnya itu
" Lagi menghafal pelajaran Vera pa " jawab Vera singkat
" Oouh ya kurang lebih dua bulan lagi kalau ngak salah Vera sudah tamat ya di SMA, boleh papa tau Vera mau melanjutkan kuliah dimana " tanya Fito hati-hati, takut menyinggung perasaan anak satu satunya.
" Kalau Vera bilang, apa papa dan mama akan mengizinkannya " jawab Vera
" Apapun itu sayang, kemanapun Vera mau kuliah, papa dan mama akan menyetujuinya, yang penting Vera bahagia" jawab Fito lagi
" Katakanlah sayang, Vera mau kuliah dimana " tanya Felly lembut sambil mengusap lembut kepala princessnya
" Vera pengen kuliah di UCL pa ma " jawab Vera
" UCL ,, kuliah apa itu dan dimana " kata Felly
" UCL adalah singkatan dari University College London pa , ma , Vera pengen kuliah disana ambil kuliah Arsitektur " jawab Vera tegas
" Oouh london ya, arsitektur" gumam Fito
" Bagaimana,, pasti papa mama tidak izinkan Vera kuliah di sana " kata Vera bernada sedih
Melihat perubahan anak semata wayangnya Fito tidak tega
" Siapa bilang papa tidak mengizinkan putri kesayangan papa menggapai cita-citanya sampai ke negri London, papa izinkan kok sayang, papa mama pasti mendukung semua kemauan Vera, asalkan Vera bahagia menjalankannya " kata Fito pada anaknya Vera
" Papa serius pa , menguliahkan Vera ke London, sama siapa Vera di sana, siapa yang akan menjaga Vera selagi di sana, bagaimana makannya di sana , dan kuliah itu butuh waktu bertahun- tahun loh pa " kata Felly mencerca suaminya dengan bermacam pertanyaan dan kekhawatirannya pada anak gadis satu-satunya. tidak mungkin juga dia membiarkan Vera kuliah di Luar negri tinggal seorang diri , Felly bisa membayangkan betapa repot nya nanti Vera bila hal itu terjadi
semangat bund 💪💪