NovelToon NovelToon
Diakah Jodohku (Revisi)

Diakah Jodohku (Revisi)

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:150.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Karmila puspita sari

Nopita Anggraeni terlahir dari keluarga sederhana. Namun, berkat kerja kerasnya ia mampu membangun sebuah perusahaan untuk ayahnya hingga kini mereka hidup serba berkecukupan. Meski sekarang pita adalah anak orang yang berada namun tak menjadikannya bermalas-malasan menikmati harta orang tuanya. Namun, karna dihianati oleh hanif (pacarnya dulu) pita menjadi sedikit dingin terhadap laki-laki.

Seiring berjalannya waktu, pada saat ia ingin pulang ia menyermpet seorang kurir. Karna merasa bersalah pita akhirnya menolong kurir itu untuk mengantarkan paket.

Ariza Mahendra terlahir dari keluarga kaya raya di kota kelahiran. Namun, karna ia ingin hidup mandiri, ia memutuskan untuk bekerja sebagai kurir. Suatu ketika saat ia di ancam oleh ayahnya akan di kuliahkan di amerika. Tentu itu membuat ia merasa berat untuk meninggalkan indonesia, apalagi ariza sudah bertemu dengan gebetannya. Akhirnya Ariza memutuskan untuk mengurus perusahaan milik papahnya bersama adinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Karmila puspita sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Telah mengambil hati

Ariza pun sontak, dan mengatakan....

"Dia telah mengambil hatiku," perkataan Ariza yang membuat semua orang bingung, termaksud Pita yang langsung menatap Ariza dengan tatapan bingung.

"Hey siapa yang mengambil hatimu, hati mu itu masih ada di raga mu." Ucap Fahrul dengan menunjuk ke bidang dada Ariza, yang membuat Ariza langsung tersadar dari lamunanya.

"Hay kau ini mau ngapain? jangan macem-macem kau!" teriak Ariza, Fahrul Mila dan Pita hanya terkekeh melihat tingkah Ariza yang lucu itu.

Ariza yang di tertawai oleh Pita, menjadi salah tingkah dan mengajak Fahrul agar segera berangkat. Di tengah perjalanan Ariza masih asik melamun, dan melihat kendaraan yang berlalu lalang.

Hingga mobil memasuki resto, untuk makan malam karna di rumah tidak ada yang memasak, dan Mila yang masih lelah seharian karna wisuda, jadi ia tidak masak.

Fahrul memilih turun duluan dan menunggu Ariza di luar mobil, namun, hingga 10menit ia menunggu Ariza tak kunjung turun. Fahrul akhirnya masuk kembali ke dalam mobil, dan mendapati Ariza yang masih setia dengan lamunannya.

"Kau ini dari tadi asik melamun, gua udah lapar ni nunggu lo lama-lama gua jadi mati,"ucap Fahrul dan hendak keluar, tapi ia urungkan karna mendengar Ariza berkata...

"Dia telah mengambil hatiku," ucap Ariza tanpa ia sadari, dan Fahrul yang mendengar pun langsung menegur agar Ariza tersadar.

"Hey siapa yang mengambil hatimu, kau ini aneh-aneh saja," teriak Fahrul agar Ariza tersadar dari lamunannya.

Nmun itu sia-sia Ariza masih tetap setia dengan lamuannya, akhirnya fahrul melihat ada air di gasbort mobilnya, dan mengambil air tersebut lalu menyiramkan air tersebut ke wajah ariza.

"Hey kenapa kau menyiram ku pakek air?" tanya ariza dengan kesel, fahrul terkekeh saat melihat ekspresi wajah ariza yang menurutnya lucu.

"Abis lo ngelamun terus, gua sadarin pakek cara yang biasa lo nya gak sadar-sadar juga, jadi ya gua siram udah gak sabar kan gua," jawab fahrul masih terkekeh.

"Turun aja, nanti kalau mau cerita di dalam atau gak nanti pas di perjalanan biar rame," ucap fahrul dan turun dari mobil, dan di ikuti oleh ariza.

Setelah makan malam di resto, fahrul dan ariza kembali melanjutkan perjalanan, di tengah perjalanan ariza menceritakan tentang awal pertemuannya dengan pita hingga saat ini.

"Wah wah wah! parah jadi elo udah ke temu dulu sama si pita sebelumnya ya, aku aja cuma dapet cerita dari si mila, dan awal ke temu lo dia nyerempet lo sampai lo jatuh hati," ucap fahrul tak percaya, jika ariza pernah bertemu pita sebelumnya.

"Lebih parahnya lagi pas gua minta kenalan sama minta nomor WashtApp nya, malah di tunjukan lewat paket yang gua anter parah gak tu," ucap ariza mengingat-ngingat kejadian pertama kali bertemu dengan pita.

"Hahaha biasanya elo yang di kejar-kejar sama cewek, la ini lo malah giliran ngejar cewek, susah pula di dekati padahal ni lo kan bisa tu pilih salah satu dari mereka yang kejar-kejar lo, apa siapa tu tia?" ucap fahrul masih tetap fokus menyetir.

"Lo itu ya sama aja kayak pandu, tia mah cuma teropsesi sama gua," ucap ariza dengan nada yang mulai kesal, karna membahas tia yang hanya teropsesi dengannya.

"Ya sudah kalau itu keputusan lo kan itu hidup lo, dan yang terpenting jangan nyakitin dia untuk yang ke dua kalinya, harusnya elo mampu mengobati lukanya," ucap fahrul.

Ariza hanya menggunakan-angguk tanda menyetujui. Setelah menempuh perjalanan selama 3jam akhirnya mereka sampai di sebuah hotel, tempat dimana dia akan melaksanakan meeting.

************

Setelah selesai makan malam, pita dan mila pergi ke angkringan, mereka berangkat dengan menggunakan motor matic milik mila, sesampainya di angkringan, terlihat sangat ramai, mila pun segerah masuk dan membantu.

Terdapat pegawai yang berlalu lalang, mengantar dan menyapa para pengunjung. Mila membantu di meja kasir, dan menyuruh fauzi membantu yang lainya. Seperti mengantarkan mankanan, mengambil piring kotor dan menyapa pengunjung yang datang.

Pita juga membantu mila melayani di kasir, karna pengunjung sangat ramai sehingga mila juga turun tangan, biasanya ia hanya mengecek saja dan mengurus keuangan yang masuk, tapi malam ini ia ikut turun tangan.

Hingga pukul sepupuh malam, pengunjung sudah mulai sepi mila dan pita dapat bernafas lega. Mila pun memilih duduk di bangku pengunjung yang kosong, dan di ikuti oleh pita, mereka memilih berbincang-bincang sambil menikmati cemilan yang di minta tadi.

"Hay mil," sapa laki-laki yang baru datang.

"Oh hay kak pandu," sapa balik mila dengan menundukkan kepala karna malu, mengingat kejadian waktu pandu menyiumnya.

"Kenapa menunduk?" tanya pandu saat melihat mila menunundukan kepalanya.

"Tidak apa-apa," jawab mila sedikit mendongakkan kepalanya, meminum teh untuk menutupi kegugubpanya.

"Apa aku boleh duduk?"tanya pandu pada mila, tanpa menghiraukan pita yang berada di situ.

"Duduklah," jawab mila singkat.

Suasana pun menjadi canggung, pita yang merasakan suasana sudah tidak nyaman akhirnya membuka bicara untuk memecahkan sunyi yang tercipta.

"Lo kesini mau ngapain?"tanya pita berusaha memecah kesunyian.

"mau ngopi," jawab pandu.

"Owh bentar gua bikinin," jawab pita lalu pergi ke arah dapur angkringan, dan meminta pegawai yang membuatkan kopi untuk pandu.

Mila dan pandu masih tetap setia diam, tanpa ada yang mau membuka lembu terlebih dahulu, karna biasanya mila lah yang membuka pembicaraan jadi pandu memilih diam dan menunggu mila yang berbicara.

Namun hingga sekian lamanya ia terdiam, mila masih setia diam tanpa bicara satu kata pun. Ia melihat jam sudah menjukan pukul 22:56, waktunya untuk mereka pulang. Mila pun berdiri dan hendak melangkah ke arah belakang untuk memanggil pita, namun di hentikan dengan ucapan pandu.

"Apa kamu masih masih dengan ku?" tanya pandu, memecahkan kecanggungan yang tercipta.

"Tidak," jawab Mila singkat dan jelas.

"Kenapa menghindari ku sekarang?" tanya Pandu lagi, karna merasa akhir akhir ini di jauhi oleh Mila.

"Siapa yang menjauhi mu, aku hanya menjaga jarak saja," jawab mila dan hendak ingin melangkah lagi namun dengan cepat, di halangi oleh pandu.

"Menjaga jarak? untuk apa?" tanya pandu merasa bingung.

"Tidak untuk apa- apa lupakan saja," jawab mila.

"Apa kamu yakin untuk kuliah di kota A?" tanya Pandu, entah apa yang ia rasakan saat ini tapi ia tidak ingin Mila pergi jauh darinya.

"Yakin, memang kenapa apa urusanmu? itu hak aku jadi aku mau kuliah di mana saja itu juga urusanku, jika aku ingin kuliah ke luar negeri aku juga tidak akan mengurangi uangmu sepeser pun, jadi jangan urusi urusan ku karna itu bukan urusan mu," kata-kata Mila, melontarkan semua isi hatinya saat ini.

"Dan kau jangan pernah datang dalam hidupku lagi mengerti," teriak Mila, dengan mata yang sudah mulai berkaca-kaca. Pandu pun tersontak diam dan menundukkan kepalanya, tak berani menatap Mila, karna ia juga merasa bersalah terhadapnya.

Semua pegawai yang ada di sana pun menyaksikanya, untungnya tidak ada lagi pengunjung jadi tidak ada keriuhan yang menjadi, hanya pegawai dan pita yang tau tentang kejadian ini. Pita menyuruh pegawai untuk menutup mulutnya tentang kejadian ini, agar tidaka da gosip.

Pita segera menghampiri mila yang sudah mulai tidak bisa mengontrol emosinya, ia takut jika mila melakukan sesuatu di luar kesadarannya. Akhirnya pita mengajak mila untuk pulang dengan mobil milik fauzi, karna fauzilah yang menawarkannya, sehingga pita mau membawanya.

Sesampainya di rumah mila langsung menangis sejadi-jadinya, sehingga tidak lama ia terlelap di atas sofa. Pita yang melihat mila suda terlelap menjadi bingung harus berbuat apa, ia juga merasakan kantuk jika ia tidur di kamar dan meninggalkan mila di bawah ia merasa tidak enak. Jika ia mengangkatnya itu tidak mungkin, namun tiba....tiba...

(Besok lagi...)

Jangan lupa kritikan dan saran, tinggalkan di komentar 😁😁😁

1
Martina Alfarizqi
8 like semangat berkarya💪
Hania
l like
next
salam dari KETABHAN ZULFA
triana 13
semangat kak 😉
triana 13
like
triana 13
lanjut
triana 13
like
Nurhapidoh
mampir kak,saling dukung karya masing2
Noejan
Hadir 😙
👑⁹⁹Fiaᷤnͨeͦ🦂
Hadir lagi, semangat terus ya kak
Miss GH
Lanjut kak.😊


mampir karya newe ku.

"Salah jodoh."


dady danzel mendukung dan g sabar kelanjutanya.

Noval Krisfa Albani
Lanjut thor👍

Mampir ya😅
Erlinda
INSEPARABLE datang memberikan like kak🖤
HIATUS
Like it 💕 semangat thor 💪 salam dari novel Cinta Beda Status Sosial 😘
Tilyt🧚
Aku baru hadir, tidak lupa memberi like di karya terbaik mu ini....

Salam hangat dari The Gangster Boy🤗
Erlinda
7 like yang tertinggal kak🖤🖤

Salam manis dari INSEPARABLE🌻
Ellaa🎭
semangat kk 💕

salam dari -ZEVANAYA-
Lade eunoia
lanjut dong kak
Elisabeth Ratna Susanti
double like😘😘
Elisabeth Ratna Susanti
maaf telat mampir🙏
Ls
next..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!