kania dewi seorang pengusaha sukses dan tidak suka membaca nove,tiba-tiba transmigrasi ke novel yang ia pinjam dari sahabatnya.
bagaimana kisah kania dewi ketika tahu dirinya menjadi protagonis?
terima kasih yang sudah membaca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ossi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 13
masih banyak waktu dan aku akan terus berjuang..
"selamat pagi"
"kau! kenapa lo ada disini? dan dari mana lo tahu alamat gue?"dengan tatapan heran setelah melihat sosok yang ia hindari muncul dihadapannya.
"gue? mm apa pun bisa gue dapat"cavan tersenyum manis melihat ekspresi iris yang imut menurutnya.
"sombong sekali dirimu pak? minggir gue mau pergi,sial lama-lama gue bisa jatuh cinta sama dia" ucap galak iris untuk menutupi terpesonanya ia karena melihat senyum manis cavan.
"kalau begitu lo ikut gue"tanpa menunggu jawaban iris cavan menarik lembut tangannya dan memasukkannya ke mobil.
iris yang masih terpesona diam tanpa kata mengikuti cavan dan ia baru menyadari kalau ia sudah di kampus.
"gimana caranya gue keluar?"
"tinggal keluar apa masalahnya?"menjawab dengan santai tanpa memperdulikan ekspresi iris yang rumit.
"lo bener-benar gila! bisa dibunuh gue sama fans lo!! bella aja selalu bully gue,lo nggak ada jaket?"tanya iris sambil melihat kanan kiri siapa tahu ada jalan sepi 'lo pikir ini gang? canda gang'.
"nih lo pakai tapi agak kebesaran di badan lo dan imut "cavan memberikan jaket yang berada di banku belakang.
"ya udah gue keluar duluan terima kasih "iris langsung buka pintu dan lari secepat mungkin agar tidak ada yang melihat namun gerakannya tetap terlihat oleh dua pemuda yang sedari tadi memperhatikan mobil.
didalam mobil cavan tertawa bahagia melihat kelakuan iris seperti kelinci yang melakukan diri.
kedua sahabatnya melangkah maju menuju ke mobil cavan dan menunggunya keluar.
"selangkah lebih maju kah?"ucap abhi tertawa kecil melihat kelakuan sang sahabat sedangkan haidar hanya menggelengkan kepala tanpa bicara apa pun,mereka pun pergi ke kelas.
ditempat lain iris yang was was terus menengok kanan kiri lalu ia membuka jaketnya "syukurlah tidak ada melihat bisa gajah makan kawat gaswat satu orang aja bikin gue capek apalagi lebih dari satu"
dor.
"woy kenapa lo?! muka lo pucat amat? belum makan lo?"melody yang tiba-tiba menepuk pundak iris dengan santai tanpa menyadari ekspresi iris.
"lo pengin gue mati hah?"
"hehe sorry bestie lagian lo kenapa sih? nengok kanan kiri kayak mau nyebrang aja"
"gue lagi diikuti makhluk gaib jadi gue mau bersembunyi"melangkah pergi tanpa memperdulikan melody yang melangkah mendengar ucapan iris.
"perasaan ini masih pagi deh? mana ada setan pagi-pagi kecuali setan itu berbentuk manusia,dasar sahabat laknat gue masih ngomong malah ditinggal pergi"gerutu melody mengejar iris.
saat istirahat iris merasa ada yang aneh dan setelah ia berpikir"mel bella nggak masuk kuliah? tumben nggak kelihatan?"
"entahlah gue nggak tahu? lo tanya aja sama kakaknya "
"kakaknya siapa?"menatap melody yang masih makan bakso.
"tuh yang duduk didepan cavan namanya Haidar Kobar Wilson dan yang duduk disebelah cavan namanya Abhi Ranveer Abiyaksa yang satu anak pengusaha dan yang satu anak jaksa agung"melody menjelaskan dengan rinci dan jelas.
"oke kenapa haidar biasa saja ketika bella membully orang"
"mm sebenarnya dia hanya membully orang yang dekat dengan cavan jadi lo tahu lah"ucap santai melody sambil fokus makan.
bruk..
"uhuk uhuk"
"uhuk uhuk lo gila ya!! kalau gue mati lo mau tanggung jawab hah?"teriak iris tanpa memperdulikan sekitar yang menatapnya.
"gue cuman mau minta maaf"bella mengukuhkan tangan untuk meminta maaf.
"hah? lo bilang apa? minta maaf?"iris yang awalnya terbengong lalu menjabat tangan bella untuk memaafkannya.
terima kasih sudah membaca.
jangan lupa untuk like, vote and koment.