Kisah seorang Aluna merubah dirinya menjadi iana, karena derita dan ditolong oleh satu keluarga. Membuatnya kembali bertemu pria yang selama ini ia hindari.
Siapa sangka karena Ananda Hiko ditinggal mati sang istri karena kecelakaan, ia kembali hidup dengan identitas baru bernama Kelvin.
Pertemuan mereka kembali, ditakdirkan meski sejauh manapun mereka merubah dirinya, akan tetapi alam memang menyurati jika mereka jodoh.
Simak kisahnya ya!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oktiyan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DI TUDUH
Wooiih...Galuh terkejut menatap sahabatnya,
kenapa juga dia marah. Kalau dia suka bilang aja kan bisa saingan juga kita nanti, soal siapa yang diterima ya sudah terimain.
"Na.., deketin aku dong sama Mas Rian please..!" bisik Melin.
"Kamu suka mas Rian, gimana bisa kan baru kenal tadi. Aneh deh kamu...ga usah macem macem kamu Melin. Aku ga niat mau nyomblangin kamu sama mas Rian soalnya...," ketus iana.
"Soalnya apa na?" tanya Amel dan Melin.
iana hampir aja keceplosan. "Mmmmh apa ya? setau aku mas Rian udah ada yang naksir, dan dia juga... "
"Huuaah.. ga bisa dibiarin ini mah." kesal Melin. ia menghampiri tiga cowo tak jauh.
"Mas Rian, benarkah udah ada gebetan dan ada cewe yang naksir, siapa dia mas?" teriak Melin, membuat iana menutupi wajahnya karena ke somplakan temannya itu.
Rian kebingungan ketika teman iana bertanya secara terang terangan.
"Mel..kamu nyebelin deh." Sekejap iana menarik sahabatnya itu. Dibuntuti oleh Amel.
Sontag tiga pria itu terdiam saja tanpa berkata kata, hanya sorot mata tak berkedip dan bergerak mengikuti arah iana dan temannya.
Satu jam kemudian mereka pun berpisah, iana pun pulang bersama kedua sahabatnya berpisah dari Mas Rian.
.......
Di kamar iana.
Melin membicarakan sosok Mas Rian, ia terpesona akan pertama kalinya bertemu.
Amel mendengarkan wejangan. Sementara iana mendengarkan music. Ia masih memakai piyama tidur, rambut yang masih tergerai basah.
Tak lama pesan muncul.
"iana malam ini bisa temui aku, atau aku kerumah boleh?"
iana terkejut, aduh ada apa ya dia tiba saja.
apa dia mau tanya soal tadi ditempat pemancingan.
"Ga bisa malam ini mas Rian, dirumah kedua teman aku lagi nginep, sharelock aja biar aku menyusul!"
Rian berdebar, sebenarnya ia ingin menanyakan perasaan hati. Ia tak ingin Galuh menyabotase nya. Tak ingin keduluan ia pun mencoba memberi pesan pada iana, hal yang ingin ia lakukan adalah membicarakan sketsa cafenya meski itu hanya alibi. Pada dasarnya ia ingin menyelamatkan karena ia tau siapa Galuh, meski sahabat tapi kepribadiannya buruk.
Aakh.. apa tidak terlalu cepat ya.
Tling! Nada dering ponsel iana.
[ Baiklah.. besok saja iana jam tujuh pagi sekalian sarapan. ] balas Rian mode pesan.
iana mendapat balasan, sedikit kecewa tapi apalah dikata ia tak pernah keluar malam seorang diri.
[ Maaf ya mas Rian ] Lirihnya menatap pesan.
"Na.. kamu minta maaf sama mas siapa?"
tanya Melin. Iana terkejut ketika ponselnya masih terpampang nama Rian.
Nah loh... Melin ♡ Rian ♡ iana ♡ Rian.
bagaimana iana menyikapi ketika sahabat juga menyukai pria yang sama. Dan Gimana kalau nanti rahasia iana adalah wanita palsu yang menyembunyikan identitasnya demi menjauh dari seorang pria satu malam.
Akankah cinta segitiga dimulai dan pertikaian dimulai karena kesalahpahaman.
Sekuel cerita ini di lanjut ya! Dari cerita Author yang sempat ga di terusin.
***
Dua minggu kemudian, Amel yang telah siap interview bekerja melalui perantara bantuan keluarga iana, ia bekerja membantu mengurus di suatu brand fashion chinesse.
Di setiap pameran ia selalu amat sibuk mengatur berbagai vendor dan menata. Sementara Melin yang gemar make up ia menjadi penata rias artis atau modeling di suatu acara. Kini Melin memegang salah satu artis ternama dan ia mengurusnya.
Berbeda hal iana yang merekrut karyawan meski tak banyak, hanya delapan orang untuk membantunya, ada yang kasir. Keamanan tamu dan membantunya dibagian dapur membuat kue, hingga ia tak terlalu repot mempacking, jika ramai ia akan turut serta seperti karyawan lainnya.
Hari ke minggu, dan berbulan ke enam mereka terlihat sibuk. Hanya sebatas diakhir pekan mereka akan selalu bertemu sekedar kongkow dan liburan di setiap akhir bulan meski tak menentu karna sibuk yang berselingan.
"Terimakasih selamat datang kembali." ucap iana. Ia pun menyuruh karyawannya Vira menggantikan. Ia keluar sebentar dan menatap seisi toko kue amat ramai. Apalagi menjelang weekand.
Di kejauhan ia terlihat antusias melihat segerombol ramai. iana amat kepo karena hanya berjarak lima meter pada toko nya, segera ia pun melangkah dan mengunjungi rasa penasaran. Ia menggeser tubuh orang lain dengan sopan.
"Permisi mbak, mas saya juga mau lihat... ada apa sih ini?" iana melompat lompat karena tak bisa maju.
"Ada maling! katanya mas itu ambil dompet yang memang kaca mobilnya terbuka sedikit, dia rasa udah menutupnya." ucap seseorang.
iana mendekat, lalu terkejut ketika menatap pria yang tak asing."Lho mas Rian, segera ia melerai dan menghentikan aksi orang keramaian itu."
"Mbak nya kenal jangan bilang komplotan?" ujar seseorang menuduh.
Iana geram dan menatap semua terutama tiga pria bertubuh besar itu,"Memang ini mobil siapa?" tak lama ia melihat keluar seorang wanita di payungkan.
Tbc.