Nama nya Nadia biasa di panggil Diah
Hari ini Nadia berangkat kekota bersama Abang Sugi, saudara jauh dari Almarhum Ayah.
Abang Sugi mengajak Nadia bekerja di rumah majikan nya di kota, sebagai perawat yang mengurus orangtua majikan nya yang sudah lansia dan memiliki riwayat penyakit stroke.
Demi Mak, Nadia putus kan tidak melanjutkan Sekolahnya dan Ikut Abang Sugi bekerja di kota.
Mak sakit-sakitan dan butuh obat setiap bulan nya agar bisa bertahan melawan penyakitnya.
Datuk Iskandar, Nama Tuan Besar yang akan di rawat oleh Nadia.
Datuk Iskandar memiliki anak bernama Encik Rafiq yang merupakan seorang pewaris tunggal Belibis group.
Encik Rafiq merupakan sosok yang kharismatik dan baik namun pendiam. umurnya kurang lebih 30 tahun.
Nadia memanggilnya Pakcik.
Sesuai permintaan Datuk Iskandar.
karna masih dalam satu rumpun melayu.
Keadaan akhirnya memaksa Encik Rafiq menikahi Nadia secara Siri.
karna sebenarnya beliau telah memiliki seorang istri yang sedang melanjutkan kuliahnya di Sidney Australia.
Pernikahan siri antara Nadi dan Encik Rafiq menimbulkan banyak konflik diantaranya.
Akankah pernikahan Nadia dan Encik Rafiq mampu bertahan?
Bagaimana akhir pernikahan Nadia?
Akankah harapan Nadia untuk menjadikan pernikahan mereka sah di mata hukum dan pemerintah dapat terwujud?
Yuk simak ceritanya dalam novel terbaru author berjudul 'Menikah Siri'
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 13. Bersedia
Setelah melakukan kesepakatan, Nadia dan Encik Rafiq kembali ke kamar Mawar 105 tempat Datuk Iskandar di rawat inap.
"Kalian dari mana?" terdengar pelan Datuk Iskandar bertanya pada Nadia dan Encik Rafiq.
"Dari luar sebentar isi perut.." jawab Encik Rafiq singkat.
Nadia tersenyum tanda membenarkan ucapan Rafiq kepada Datuk Iskandar.
"Nadia.. sebentar lagi Sugi akan datang menjemputmu. Pulanglah..!! Biar saya yang menemani Papa di sini.." ujar Tuan Muda lagi kepada Nadia.
"Baiklah Pak Cik" jawab Nadia singkat.
Nadia selalu senang ketika Encik Rafiq memanggil nama nya.
Encik Rafiq tidak pernah memanggil namanya dengan panggilan Diah.
Dia selalu memanggilnya dengan panggilan lengkap yaitu Nadia.
Dan sangat terdengar merdu di telinga Nadia.
"Tapi kamu pasti capek Fiq.. Pulanglah bersama Sugi dan Diah.. Papa biar sendiri saja.. Ada perawat kok yang selalu memantau Papa.." ujar Datuk Iskandar kepada Encik Rafiq anaknya.
"Tidak kok Pa.. Lagi pula kamar ini nyaman kok.. Tempat tidur nya juga nyaman.. Rafiq bisa kerja di sofa sambil menonton dan jaga Papa sekaligus. Biar Nadia saja yang pulang, kasian juga sudah jagain Papa seharian" ujar Encik Rafiq dengan bijak.
"Baiklah kalau begitu.." jawab Tuan Besar lagi dengan perasaan lega.
Tepat ba'da magrib, Sugi datang menjemput Nadia sekaligus membawakan beberapa keperluan Tuan Muda yang di pesan nya sebelum Sugi berangkat kerumah sakit.
"Diah pamit ya Tuk.. Datuk istirahat yang banyak.. jangan memikirkan hal-hal yang tak penting.. Besok Diah balik lagi ya.." ujar Nadia pamit pada Datuk Iskandar.
Datuk Iskandar mengangguk pelan dan membalas jabatan tangan Nadia dengan mengelus kepala nya.
"Diah pamit pulang Pak Cik.." ucap Nadia lagi pada Tuan Muda yang hanya mengangguk pelan dan menjawab salam Nadia.
Setelah kepergian Nadia dan Sugi, Tuan Muda mengganti pakaian nya dengan baju kaos oblong yang santai dan kemudian duduk di sofa yang menghadap ke televisi di bagian depan nya.
Perlahan di buka nya laptop dan kembali memulai beberapa pekerjaan yang tertunda siang tadi di kantor.
"Fiq.. kemarilah.." ujar Tuan Besar memanggil Encik Rafiq anak nya.
"Ada apa Pa? Ada yang sakit?" tanya Encik rafiq sembari mendekat ke arah Papa nya.
"Apa kamu sudah mempertimbangkan permintaan Papa tadi siang?? Papa sudah membicarakan hal ini dengan Diah.. dan Diah bersedia. Tinggal kamu Fiq.. Kamu mau kan nak??" tanya Tuan Besar kembali menyinggung tentang niat nya menjodohkan Rafiq dengan Nadia.
Tuan Rafiq hanya diam tak menjawab.
Pelan dia mengusap wajah dengan kedua tangan nya.
Lalu dia menghela nafas berat sekali.
"Fiq.. Papa mohon.. Menikahlah dengan Diah.. Papa yakin Diah mampu menjadi istri yang baik untuk mu.. Istri yang setia dan tidak menuntut apapun dari mu.. Mungkin usianya memang masih terbilang muda.. Tapi pemikiran dan sikap nya sangat dewasa.. Papa Yakin Diah akan menjadi istri yang setia mendampingimu dalam suka dan duka. Percayalah pada Papa Fiq..!! ujar Datuk Iskandar membujuk Tuan Muda anaknya.
"Tapi Rafiq sudah punya istri Pa.. Rafiq dan Zizi belum bercerai.. " jawab Encik Rafiq lagi pada Tuan Besar.
"Bukankah di dalam agama kita seorang lelaki boleh menikahi 2,3 atau 4 orang wanita sekaligus jika mampu..?! Pernikahan mu dengan Zizi tidak berjalan baik Nak.. Istri macam apa yang pergi meninggalkan suami bertahun-tahun dan tidak pernah kembali sampai sekarang ini?? Tidak ada kebahagiaan dalam pernikahan kalian.. !! Papa cuma ingin melihat mu bahagia Fiq..!! Tolong kabulkan permintaan Papa ini nakk..!!?!" ucap Tuan Besar lagi dengan nada terbata-bata menahan emosi nya.
Nafas nya mendadak sesak.
Rafiq kaget dan panik.
iya segera berlari keluar memanggil perawat yang berjaga di depan.
Dua orang perawat segera memberikan pertolongan pada Datuk Iskandar.
Sementara satu lagi perawat segera menghubungi dokter yang menangani Datuk Iskandar.
Setelah di tangani oleh dokter dan perawat, kondisi Datuk Iskandar kembali membaik.
Encik Rafiq mendekat perlahan dan duduk di kursi sebelah Datuk Iskandar terbaring lemas.
"Fiq..!!" ujar nya pelan memanggil nama Tuan Muda.
Rafiq mencium tangan Tuan Besar.
Setetes demi setetes air mata mulai mengalir di sudut matanya.
"Maaf kan Rafiq Pa.. Rafiq janji akan memenuhi permintaan Papa.. Rafiq bersedia menikah dengan Nadia Pa.. Sesuai permintaan Papa.. " bisik Tuan Muda pelan di telinga Papa nya.
Tampak seguras senyum bahagia dan lega terlihat di bibir pucat Tuan Besar.
"Papa hanya ingin melihatmu bahagia nak..!!" ucap nya lagi sambil memeluk putra semata wayang nya.
mksh ya thor🙏