NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang

Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang

Status: tamat
Genre:Komedi / Nikahkontrak / Poligami / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / One Night Stand / Menikah Karena Anak / POV Pelakor / Romansa / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ding-dong

Nayla pengasuh anak yang semalam keperawanan nya diambil paksa oleh Devan anak majikannya sendiri.

Tidak ada terpikirkan dalam benak Nayla akan berada di posisi seperti ini, hamil di luar nikah benar-benar bukan hal yang ia inginkan, tetapi takdir membawanya pada situasi seperti ini.

lalu bagaimana kisah mereka selanjutnya???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ding-dong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tunggu!!!

Suara alarm terus berdering membuat Nayla terpaksa bangun dari tidurnya,, padahal Nayla baru saja tertidur begitu subuh tadi. Tapi Nayla harus tetap bangun karena harus mengurus keperluan Rani dan Raka.

Morning sicknees sudah menjadi kegiatan rutin nya dipagi hari.

Setelah menguncir rambutnya dengan asal,, Nayla segera berjalan menuju kamar Rani dan Raka untuk segera membangunkan kedua bocah imut itu,, agar segera bersiap-siap ke sekolah.

"Raka,, ayo bangun sayang,," ucap Nayla yang selalu mengurus Rani dan Raka dengan kasih sayang,, Nayla selalu membangunkan mereka dengan kelembutan meskipun sangat susah membangunkan mereka.

"Mbak Nayla,, bisa nggak jam nya diputar lagi,, aku masih ngantuk banget Mbak," ucap Raka yang membuat Nayla tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Terkadang Nayla merasa sudah seperti Ibu kedua bocah itu karena kedua bocah itu sangat menghargai dirinya,, itu semua berkat ajaran dari Andini juga tentunya yang selalu mengajarkan mereka agar menghormati dan menyayangi orang yang lebih tua dari mereka.

"Ayo bangun,,, Rani sayang ayo bangun juga," ucap Nayla membangunkan Rani juga.

"Mbak Nayla,, Rani minta gendong,," ucap Rani dengan mata yang masih terpejam.

"Ayo sini," ucap Nayla sambil duduk agar Rani bisa naik ke punggungnya.

Perut Nayla langsung terasa sakit begitu Rani naik ke punggungnya,, tapi Nayla mencoba menahan itu semua,, Nayla menurunkan Rani ke dalam kamar mandi sambil menahan sakit pada perutnya.

"Ayo sikat gigi sayang," ucap Nayla mencoba tersenyum tak ingin membuat Rani menyadari dirinya sedang kesakitan sekarang,, wajah Nayla bahkan terlihat sangat pucat.

"Mbak Nayla kenapa?" tanya Rani begitu melihat wajah Nayla yang pucat dan terlihat sedang menahan sakit.

Nayla langsung menyandarkan tubuhnya pada dinding untuk meredakan rasa sakitnya sedikit.

"Mbak Nayla,, Rani berat banget yah?" tanya Rani dengan ekspresi wajah bersalahnya.

"Nggak kok sayang,," ucap Nayla sambil mengelus lembut rambut Rani dan tersenyum begitu dirasa perutnya sudah agak baikan.

"Rani janji Mbak Nayla,, Rani nggak akan minta gendong lagi,, Rani udah besar sekarang,," ucap Rani penuh keyakinan.

Nayla langsung tersenyum begitu mendengar ucapan Rani,, terlihat jelas bahwa Rani sangat menyayangi dirinya dan juga merasa bersalah.

Setelah memakai pakaian sekolah,, Nayla segera membawa Rani dan Raka ke meja makan.

"Selamat pagi," ucap Rani dan Raka dengan gembira sambil melihat semua anggota keluarga yang sedang duduk di kursi masing-masing.

"Pagi juga anak-anak papa," ucap Angga sambil tersenyum melihat kedua anaknya.

"Pagi juga anak-anak mama yang ganteng dan cantik," ucap Andini sambil tersenyum juga melihat kedua anaknya.

Rani segera duduk di kursi meja makan dengan sendirinya tanpa bantuan dari Nayla seperti biasanya,, membuat semua anggota keluarga merasa heran pada tingkah Rani yang tidak seperti biasanya.

"Aku sendiri aja Mbak,, aku bisa kok,, aku nggak mau lagi menyusahkan Mbak Nayla,, tadi aja gara-gara menggendong Rani,, Mbak Nayla kesakitan dan hampir jatuh," ucap Rani penuh perhatian pada Nayla.

Uhuk Uhuk Uhuk...

Devan langsung terbatuk begitu mendengar ucapan Rani.

Seketika Devan langsung melirik Nayla,, terlihat jelas wajah Nayla sangat pucat saat ini.

"Sayang,,, ayo minum,," ucap Jessica sambil memberikan air putih pada Devan.

Devan meminumnya dan merasa lebih baik.

"Rani dan Raka mau makan apa sayang?" tanya Nayla sambil melihat kedua bocah itu.

"Ikan dan nasi goreng,," ucap mereka bersamaan.

Nayla langsung menyajikan begitu mendengar ucapan kedua bocah itu.

Huekkkkkk...

Seketika Nayla menjadi mual begitu mencium bau nasi goreng. Nayla sudah mencoba menahannya agar tidak mual namun percuma dirinya tetap mual,, Nayla langsung berlari ke kamar mandi dengan cepat.

"Apa-apaan sih dia,, sekarang kita lagi makan dia seperti itu,," omel Jessica. Nafsu makan Jessica mendadak hilang begitu mendengar suara Nayla yang mual tadi.

Devan memijat dahinya sambil melihat Nayla yang sedang berlari menuju kamar mandi karena mual.

Setelah mengeluarkan cairan saja,, Nayla segera kembali ke meja makan dengan perasaan tidak enak.

"Tuan,, Nyonya,, aku minta maaf,, sudah tidak sopan tadi," ucap Nayla tulus benar-benar merasa bersalah karena mual disaat yang lain sedang makan.

"Kamu sakit Nayla?" tanya Ana perhatian.

"Maaf Nyonya,, aku mau berhenti bekerja dulu,, aku sedang sakit saat ini,, bisa kan Nyonya?" tanya Nayla.

"Nggak mau,," teriak Rani dan Raka bersamaan. dengan ekspresi wajah sedih mereka.

Nayla lagi-lagi tidak tega melihat kedua bocah itu yang sudah ingin menangis begitu Nayla mengucapkan kalimat itu.

Tapi saat ini Nayla juga merasa sangat lemah dan juga sangat lelah.

"Maag kamu kambuh Nayla?" tanya Andini sambil melihat Nayla.

"Iya Nyonya,," jawab Nayla yang lagi-lagi berbohong karena tidak mungkin mengatakan jika dirinya sekarang sedang mengandung anak Devan.

Andini tampak pergi ke tempat lain lalu segera kembali.

"Ini aku punya obat maag,, dan sekarang aku sudah sembuh berkat obat ini,, jadi kamu minum sekarang juga biar cepat sembuh,," ucap Andini dengan penuh perhatian pada Nayla.

Nayla tampak khawatir,, takut obat itu akan bermasalah untuk kandungannya,, tapi Nayla juga bingung bagaimana cara tidak meminum obat itu,, karena tidak enak bila harus menolak niat baik dari Andini.

"Nyonya,, aku akan meminumnya nanti setelah mengantar Raka dan Rani,," ucap Nayla mendapatkan alasan.

"Minum sekarang Nayla,," ucap Andini tegas.

Nayla kini tidak memiliki alasan lagi selain meminum obat itu,, Nayla perlahan menuang obat itu ke sendok lalu hendak meminumnya,, namun tiba-tiba...

"Tunggu!!! jangan minum Nayla,," Devan tidak mungkin membiarkan Nayla meminum obat itu,, karena akan sangat berbahaya bagi anaknya.

Mata semua anggota keluarga langsung melihat ke arah Devan dengan tatapan penuh tanya dan juga keheranan.

"Kenapa kamu melarang Nayla meminum itu Devan? kamu senang melihat Nayla sakit? ini itu untuk kesembuhan dia,, obat itu sangat bagus,, aku saja sudah sembuh,," ucap Andini sambil melihat Devan dengan tatapan penuh keheranan.

"Tidak boleh meminum obat tanpa diperiksa dulu,," ucap Devan memberikan alasan dan berharap itu bisa diterima oleh semua anggota keluarga.

"Terus? jangan bilang kamu yang akan memeriksa dia?" tanya Jessica dengan tatapan kesalnya.

Sudah banyak kali Jessica menyaksikan Devan memeriksa Nayla,, dan tidak bisa dipungkiri itu membuat dirinya sangat cemburu pada Nayla.

"Sayang,, suamimu ini seorang dokter,, jadi kamu mengerti kan tugas dokter,," ucap Devan sambil mengelus lembut rambut Jessica agar istrinya itu tidak marah.

Jessica masih kesal karena tidak terima dengan alasan Devan yang itu-itu saja.

"Hmmm perasaan kamu itu sangat perhatian banget sama dia," ucap Jessica kesal lalu segera pergi,, sebelum pergi Jessica menatap tajam ke Nayla.

"Sayang,, jangan marah,," Devan langsung menyusul Jessica karena tidak mau masalah itu menjadi masalah yang serius nantinya.

1
Rikawaii San
Luar biasa
Bunda Sakina
bgus sekali karya ini, jalan ceritnya tdk membosankan, tiap bab nya menarik, juga selalu bkin penasaran untuk lanjut di bab selanjutnya
Adelia ZahrotusShifa
terus semangat berkarya
Yasmin Effendi
istri gila
Bunda Rag
dari satu cerita dapat menghasilkan cerita2 yg lain.... sukses thor
Bunda Rag
gemes tp penasaran 😤
Liana Rismawati
ngapain minum pil kb kl rahim udah diangkat, aneh
Herta Siahaan
Alex kamu yg memperawani Jessica bisa bisanya sejahat itu... sedangkan Devan yg pernah kecewa karena ulah kalian berdua aja dia nggak kasar ma Jessica... dia terima dia apa adanya
Herta Siahaan
aduh... Devan buka mata mu dan mommy ana... punya menantu kok cengeng lemah.... muak Thor ma Jessica 😆😆
Herta Siahaan
dah sadar apa belum otak mu Jessica yg jahat itu kalian terutama kau dan Alex.... tapi Nayla yg kau salahkan dan mr Devan yg terhormat tapi bodoh masih jg bertahan dengan mata yg buta tdk bisa melihat ketulusan seorang Nayla yg gadis miskin itu sehingga seenaknya kalian yg sekolah tinggi dan orang kaya menyakiti nya
Herta Siahaan
sudahkah kamu jujur pada Jesika dan Devan Alex .... biar Jesika dan Devan tahu betapa jahatnya kalian bertiga. masalah kalian mengorbankan anak dan ibu ... kalian jahat moga kalian merasakan derita Nayla.
Luluk Wibowo
Luar biasa
ARni Juharni Subianto
🤣🤣🤣 ceritanya, seru, lucu😅😅😅 , pokoknya the best
Terima kasih Thor udah bikin terhibur 🙏🙏
◉‿◉♡-Ƥυтrу Ƴαѕмιη-♡◉‿◉
Yahh tomat
◉‿◉♡-Ƥυтrу Ƴαѕмιη-♡◉‿◉
Orang tua satu/satu dah dipanggil, ahh sedihnya 🥲
jadi inget Almarhum bpkku juga 😭
◉‿◉♡-Ƥυтrу Ƴαѕмιη-♡◉‿◉
Saking sayang nya mamah inggit sama jessika, jangankan manusia hewan pun akan marah klo anak nya disakiti dn mamah inggit ada di posisi itu, dia belum berbesar hati untuk memaafkan kesalahan Alex.
makanya milih egois
◉‿◉♡-Ƥυтrу Ƴαѕмιη-♡◉‿◉
Dramanya Nay ini pasti
◉‿◉♡-Ƥυтrу Ƴαѕмιη-♡◉‿◉
Modus si Alex mah, perjuangan nya minim tidak kaya si devan yg menghalalkan segala cara 😂😂😂

Ego besar, nyali kgk ada
◉‿◉♡-Ƥυтrу Ƴαѕмιη-♡◉‿◉
Aditya suja sama rima tuh
◉‿◉♡-Ƥυтrу Ƴαѕмιη-♡◉‿◉
Sampai tahap ini mamah ini memaksa kan kehendak sendri, karena dia begitu sakit hati sama Alex jadi dia menghalalkan segala cara biar jessika tdk juruk sama dia lgi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!