Mihuang, wanita abad 21 yang mengalami transmigrasi setelah menangis karena mengetahui sahabat dan kekasihnya selingkuh. Masuk ke dalam tubuh seorang 'Junzhu', keponakan Janda Permaisuri yang memiliki reputasi kasar namun terhormat berkat latar belakangnya.
Menjalani kehidupan baru di Kekaisaran kuno yang jauh lebih sulit dari pada kehidupan aslinya di zaman modern.
Pria dingin, manis, serta pemegang takhta, yang mana yang akan dirinya pilih? Tiga pria pemegang kekuasaan Kekaisaran tertinggi ingin memilikinya, tanah Kekaisaran bergetar karena perseteruan tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mrs. Writer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13. Pertemuan Kerabat Dekat Kekaisaran 2
Xiao Mishuang membungkukkan badannya bersama Xiao Rugo dan Xiao Fuxian, kemudian begitu kepalanya terangkat dan matanya menatap Qin Feijing, pria itu duduk di kursi Kaisar yang paling agung, menatap datar Xiao Mishuang.
Xiao Mishuang menaikkan alis kirinya sekilas, kemudian Xiao Mishuang membuang tatapannya ke arah lain, mengapa Qin Feijing menatapnya seperti itu? Yang ada di dalam ingatan 'Xiao Mishuang', pria itu tidak pernah melirik atau menatap lama Xiao Mishuang jika ada acara pertemuan seperti ini.
Xiao Rugo berjalan ke kursinya diikuti Xiao Fuxian, namun kemudian pria itu menoleh ke arah adiknya dan menggenggam tangan Xiao Mishuang. "Meimei, ayo kita duduk."
Xiao Mishuang mengangguk, lalu duduk manis di samping Xiao Fuxian.
Biasanya meja perjamuan keluarga Xiao adalah yang paling dekat jaraknya dengan kursi perjamuan Huangtaihou dan Kaisar. Tetapi sekarang, tidak hanya keluarga Xiao, tetapi keluarga Wu pun juga demikian. Jadi sekarang meja perjamuan keluarga Xiao dan Wu saling berhadapan, Xiao Mishuang dapat melihat jelas Wu Yunyen.
Acara kumpul kerabat pun dimulai, mereka mulai berbicara santai sambil bercanda, namun juga ada beberapa yang membahas bisnis, tetap memikirkan pekerjaan walaupun sedang di waktu santai.
Ketika Xiao Mishuang hanya diam sambil menikmati makanannya, tiba-tiba suara Wu Yunyen yang menyapanya terdengar.
"Bagaimana kabar anda, Xiao Junzhu?"
Begitu pertanyaan Wu Yunyen keluar, ruangan mendadak hening, tetapi musik tetap berjalan. Kini seluruh mata menatap mereka berdua, semuanya penasaran dengan reaksi Xiao Mishuang yang disapa oleh calon istri pria yang sangat dia cintai dulu.
Xiao Mishuang tidak langsung menjawab, wanita itu dengan tenang menaruh sumpitnya dan mengelap bibirnya pelan. Matanya tajam Phoenix-nya mulai menatap Wu Yunyen, ekspresi datar yang sedari tadi dia pajang kini berubah menjadi sedikit tersenyum. "Junzhu ini sangat baik, nona Wu. Bagaimana dengan anda? Apa persiapannya lancar?"
Dahi Wu Yunyen mengerut saat mendengar ini, Xiao Mishuang menaikkan alis kirinya sekilas, mengapa wanita itu mengerutkan dahi? Atau karena reaksi yang dia keluarkan tidak sesuai dengan ekspetasi wanita itu?
Ketika mata Xiao Mishuang melirik Qin Feijing, pria itu kini sedang menatapnya dengan marah. Xiao Mishuang memaki pria itu di dalam hati, untuk apa Qin Feijing menatapnya seperti itu? Takut Xiao Mishuang berbuat yang tidak-tidak kepada calon istrinya? Orang pertama yang memulai percakapan saja adalah calon istrinya, dan sekarang pria itu malah menatapnya dengan marah seperti itu? Pria gila.
"Semuanya berjalan lancar, Xiao Junzhu. Hanya saja masih sedikit terhambat di perhiasan, karena toko tempat aku menjual perhiasan menunda pesananku dulu," jawab Wu Yunyen.
Ah ... wanita itu ingin mengungkit masalah toko perhiasan itu di sini? Agar dirinya dan Kaisar berdebat lalu Xiao Mishuang kalah? Sialan, bahkan jika seorang kakek Kaisar pun datang Xiao Mishuang tidak akan mau mengalah. Harga dirinya tinggi, untuk apa dia mengalah kepada Wu Yunyen?
Sebenarnya bisa saja Xiao Mishuang mengalah dan itu tidak masalah, justru sepertinya akan lebih baik jika dia mengalah agar tidak menciptakan konflik baru. Namun, bukankah di sini perannya adalah seorang antagonis?
Astaga ... antagonis, ck! Tidak-tidak, dirinya adalah wanita murah hati.
Sesuai dugaan, begitu Wu Yunyen berkata bahwa pesanan perhiasannya ditahan oleh pihak toko pun Qin Feijing mulai angkat suara.
"Bagaimana mungkin toko perhiasan berani menunda pesanan calon Huanghou? Perhiasan itu akan digunakan di hari pernikahanmu."
Wajah Wu Yunyen segera berubah sendu, kedua tangan wanita itu mulai memainkan kain hanfu-nya secara gelisah, membuat Qin Feijing bertanya,"Katakan apa masalahnya, Yunyen. Zhen akan membantumu."
Xiao Mishuang mengambil cangkir minumnya, setelah itu meneguk habis. Dia mempersiapkan tenggorokannya agar tidak kering jika nanti ada perdebatan.
"Menjawab yang mulia, itu karena ...." Wu Yunyen menggantung ucapannya, lalu melirik Xiao Mishuang dengan tatapan gelisah. Xiao Mishuang sebenarnya merasa muak melihat akting rendahan Wu Yunyen, tetapi dia memilih untuk tetap diam sampai namanya dipanggil.
Huangtaihou yang melihat Wu Yunyen hendak menyenggol keponakannya merasa geram, namun saat melihat Xiao Mishuang hanya diam dan tidak melakukan apa pun, Huangtaihou pun memilih diam. Diam-diam wanita agung itu ingin melihat apa yang akan keponakannya lakukan, karena semenjak kejadian hari itu, Xiao Mishuang berubah menjadi sangat dewasa di depan umum.
"Xiao Junzhu." Qin Feijing memanggil nama Xiao Mishuang, membuat Xiao Fuxian yang duduk di samping Xiao Mishuang mulai mengeluarkan aura siap bertarung.
Xiao Mishuang menoleh ke arah Qin Feijing, lalu menatap pria itu dingin sebelum akhirnya dia berdiri dan berkata,"Junzhu ini di sini, yang mulia."
Qin Feijing segera bertanya,"Apa kamu juga memesan perhiasan di toko itu?"
"Benar."
"Apa kamu adalah orang yang menyebabkan pesanan perhiasan calon istri Zhen ditunda?"
"Benar."
Xiao Mishuang tidak berbohong sama sekali, membuat semua orang mengerutkan kening ke arahnya. Mereka bertanya-tanya, mengapa Xiao Junzhu sangat tenang hari ini?
Qin Feijing menghela napas tipis, lalu memijit keningnya pelan. Wajah tampan pria itu terlihat lelah, tetapi Xiao Mishuang tidak peduli.
"Xiao Junzhu, pesanan perhiasan itu akan digunakan di hari pernikahan Zhen dan nona Wu. Waktunya tersisa satu bulan lagi, jika pesanannya masih terus ditunda karena anda, apa anda berniat untuk menggagalkan rencana Zhen yang ingin membuat pesta pernikahan? Bagaimana bisa seorang Huanghou diangkat tanpa perhiasan di hari besarnya? Para tamu dari dua Kekaisaran besar lainnya akan memandang rendah Kekaisaran kita, menganggap negara kita terlalu miskin hingga tak mampu membeli perhiasan untuk Huanghou-nya. Apa anda berniat mempermalukan wajah Zhen?"
Xiao Mishuang mengerutkan keningnya. "Mengapa Junzhu ini tidak bisa? Bukankah toko perhiasan itu berada di bawah kekuasaan Huangtaihou niangniang? Baik-baik, Junzhu ini mengerti, kalau begitu mari kita tanya kepada Huangtaihou niangniang." Tatapan mata Xiao Mishuang mulai menatap Huangtaihou, lalu berkata,"Niangniang, anda lah yang dapat memutuskan. Shuang'er tidak akan memaksa, karena memang Shuang'er pikir, keinginan Shuang'er tidak terlalu penting dibanding acara besar untuk nona Wu. Apa pun keputusan anda, Shuang'er akan menerima."
Mendengar kalimat 'tidak terlalu penting', hati kecil Huangtaihou tersentuh. Astaga, siapa yang berani melukai keponakan yang paling ia sayangi? Huangtaihou tidak akan terima!
Huangtaihou menatap Wu Yunyen, lalu berkata,"Nona Wu, masih banyak toko perhiasan di Kekaisaran kita, anda bisa memesan di toko lain, benar? Jangan membuat masalah kecil ini menjadi besar."
Begitu Huangtaihou berkata demikian, wajah Wu Yunyen segera merah padam. Secara tidak langsung, Huangtaihou lebih memilih menyelamatkan wajah Xiao Mishuang dari pada dirinya yang akan menjadi menantu Kekaisaran-nya.
Dan lagi, bagaimana mungkin Wu Yunyen tidak merasa malu sekarang? Dari dulu, seluruh wanita yang akan diangkat menjadi Huanghou selalu memesan perhiasannya di toko tersebut. Toko itu bahkan sudah mendapatkan penghargaan sekaligus kehormatan, karena telah melayani keluarga Kekaisaran dengan sangat baik. Setiap ada acara besar seperti pengangkatan Huanghou, Istana akan memesan perhiasan dari toko tersebut. Jadi, tentu saja rasanya akan aneh dan berbeda jika seorang Huanghou diangkat dengan menggunakan perhiasan yang bukan dari toko tersebut. Dan lagi, penyebab Wu Yunyen tidak dapat memesan perhiasan di sana adalah Xiao Mishuang! Wu Yunyen saat ini benar-benar menyimpan dendam kepada Xiao Mishuang.
Kaisar yang mendengar Huangtaihou sudah berkata demikian pun hanya bisa mengangguk, belakangan ini hubungannya dengan Huangtaihou sedikit buruk karena Xiao Mishuang. Jadi, sekarang Kaisar tidak ingin berdebat dengan Huangtaihou lagi karena permasalahan yang sama, yaitu antara Xiao Mishuang dan Wu Yunyen.
Xiao Mishuang tersenyum dingin, astaga ... kasihan sekali Wu Yunyen.
Xiao Mishuang kini kembali duduk tenang di kursinya, namun tak lama ada seorang pejabat berceletuk,"Sikap Xiao Junzhu belakangan ini sangat mengagumkan, tenang dan elegan. Jika seperti ini, anda sangat pantas menduduki posisi selir Kekaisaran teragung, 'Huang Guifei'."
Xiao Mishuang menatap pejabat tersebut, namun sepertinya tidak hanya dirinya, tapi semuanya pun juga.
Xiao Fuxian melotot garang. "Adikku tidak akan menjadi seorang selir!"
Xiao Mishuang terkejut karena tiba-tiba Xiao Fuxian berseru galak, kemudian dia segera memegang lengan pria itu dan berkata,"Gege, tenangkan diri anda. Masih ada Kaisar dan Huangtaihou di sini."
Xiao Fuxian mendengus kesal, lalu membuang wajahnya ke arah lain.
Xiao Mishuang menatap pejabat itu lagi, lalu tersenyum. Wajah pejabat itu kini telah pucat, karena dibentak oleh Xiao Fuxian.
"Tuan Gu, terima kasih banyak atas pujian anda. Namun untuk bagian Huang Guifei ...." Xiao Mishuang menggantung ucapannya, lalu menutup mulutnya menggunkan lengan hanfu-nya dan tertawa manis, seolah malu-malu mau.
Wu Yunyen yang melihat ini pun semakin kesal, dia kesal jika Xiao Mishuang benar-benar akan menjadi Huang Guifei di Kekaisaran.
Huangtaihou mengerutkan keningnya melihat respon keponakannya yang terkekeh dengan wajah memerah di balik hanfu, kemudian tanpa ragu wanita itu bertanya,"Shuang'er, anda ingin menjadi Huang Guifei?"
Raut wajah Qin Feijing berubah datar, pria itu tidak berbicara apa pun saat mendengar pertanyaan ibunya untuk Xiao Mishuang. Dia ingin melihat jawaban Xiao Mishuang.
Xiao Mishuang menoleh ke arah Huangtaihou, ruat wajahnya terlihat terkejut. Xiao Mishuang tersenyum tipis, kemudian berdiri. "Niangniang, bagaimana mungkin Shuang'er berani terang-terangan meminta? Bukankah ...." Xiao Mishuang menggantung ucapannya sebentar untuk menatap Qin Feijing, lalu melanjutkan,"Bukankah yang mulia Kaisar sendiri yang berkata bahwa jika Shuang'er ingin menjadi menantu Kekaisaran, lebih baik jika Shuang'er menjadi Wangfei dari Qin Wangye?"
Begitu Xiao Mishuang mengatakan hal tersebut, Qin Longxian segera terkejut. Pria itu menatap Xiao Mishuang semakin dalam, dia tidak berkata apa pun.
Qin Jiangchen yang melihat ini pun mengerutkan keningnya, setelah itu mengangkat tangan kanannya dan berkata,"Xiao Junzhu, bagaimana jika anda menjadi Wangfei saya saja? Posisi Jian Wangfei juga cocok untuk anda."
Xiao Mishuang hanya bisa tersenyum mendengar Qin Jiangchen mulai menggodanya di depan umum.