Jangan lupa membaca Menikahi Pria Tua agar alur cerita lebih mudah dipahami ya. 😘💕
Odet Alesha, gadis mungil berwajah baby face yang dijuluki Queen of Game, tak pernah menyangka hidupnya akan berubah karena satu malam yang penuh kekacauan.
Alexandre Mahendra, CEO muda di balik perusahaan gaming terbesar, dikenal dingin, sempurna, dan tak tersentuh. Namun, di balik tatapan tajamnya, tersimpan luka mendalam akibat cinta pertama yang memilih kakaknya sendiri.
Sebuah kesalahan di acara anniversary Mommy Keyna dan Daddy Devan membuat mereka terikat dalam pernikahan yang tak pernah diinginkan.
Di antara pertengkaran, rasa benci, dan luka masa lalu, benih-benih cinta perlahan tumbuh. Namun, ketika rahasia demi rahasia mulai terungkap, keduanya harus memilih...
Mempertahankan cinta yang telah diperjuangkan... atau melepaskan orang yang akhirnya menjadi rumah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Keysa Bom, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 13
Odet dibawa oleh Keyla menuju sebuah ruangan khusus untuk bertemu dengan Alex. Permintaan itu datang langsung dari Odet sendiri, ia ingin berbicara berdua saja tanpa ada orang lain yang ikut campur.
Sebenarnya Bella tidak menyetujui hal tersebut. Ia takut trauma yang pernah dialami Odet kembali muncul jika harus berhadapan langsung dengan Alex. Namun Odet terus meyakinkan Bella bahwa dirinya baik-baik saja dan mampu mengendalikan dirinya.
Dengan berat hati, akhirnya Bella mengizinkan.
Sementara itu, Andre justru dipenuhi rasa penasaran terhadap sosok Odet yang akan dinikahi oleh kakaknya, Alex. Apalagi saat kejadian sebelumnya, ia sama sekali tidak sempat melihat wajah Odet dengan jelas.
Setibanya di depan ruangan, Odet berhenti sejenak. Dari sana, ia melihat seorang pria berdiri membelakanginya. Punggungnya tegap, tubuhnya terlihat kekar dan penuh wibawa. Pemandangan itu membuat Odet langsung membuka suara.
“Hm… maaf, apa kita bisa berbicara sebentar?” ucap Odet pelan sambil melangkah perlahan mendekat ke arah Alex.
Mendengar suara itu, Alex langsung berbalik. Pandangan mereka bertemu. Seketika itu juga, Odet tertegun.
Matanya membulat, napasnya sedikit tertahan saat menyadari bahwa pria di hadapannya adalah orang yang pernah hampir menabraknya beberapa waktu lalu.
“Kamu…!” ucap Odet sambil menunjuk ke arah Alex.
Alex pun tampak terkejut sesaat, namun ekspresi itu segera ia sembunyikan dengan cepat.
“Kenapa harus orang ini…” batin Odet, menatap lurus ke arah Alex dengan perasaan campur aduk.
Alex menatapnya datar, lalu berkata tanpa basa-basi, “Aku tidak akan berbicara panjang lebar. Pertama, aku tetap akan menerima perintah Mommy ku untuk menikahi kamu. Kedua, urusi hidup kita masing-masing dan jangan pernah ikut campur.”
Odet mengernyit, lalu tertawa kecil penuh kekecewaan. “Maaf ya… aku juga sebenarnya tidak setuju menikah sama kamu. Pertama, aku tidak kenal kamu. Kedua, kamu itu orang yang hampir menabrakku waktu itu.”
Alex hanya menatapnya tanpa ekspresi. “Lalu?”
“Kenapa kamu tidak batalkan saja pernikahan ini?” lanjut Odet dengan nada menantang. “Tinggal bilang ke orang tua kamu kalau aku itu bermasalah, jadi tidak bisa dinikahi.”
Namun bukannya mundur, Alex justru melangkah mendekat. Suara langkah sepatunya menggema di seluruh ruangan, membuat Odet tetap berdiri di tempatnya tanpa mundur sedikit pun.
“Sepertinya pendengaran kamu bermasalah,” ucap Alex dingin, menatap tajam ke arah Odet. “Aku sudah mengatakan, bagaimana pun juga aku tetap akan menikahi kamu.”
Odet menatap balik tanpa gentar.
“Kenapa…? Kamu bisa menolaknya, kan?” balasnya.
Alex tersenyum miring, penuh sindiran. “Itu keputusanku untuk menerima kamu. Dan tanamkan baik-baik di kepala kecilmu… suatu hari nanti, aku akan menendang kamu keluar dari keluarga ini. Aku sudah menyukai wanita lain, jadi jangan pernah berharap pernikahan ini akan seperti pernikahan pada umumnya.”
Kalimat itu membuat rahang Alex mengeras. Sementara Odet terdiam, menahan sesak di dadanya. Matanya mulai memanas, namun ia berusaha keras menahannya agar tidak jatuh.
Tanpa berkata apa pun lagi, Alex langsung berbalik dan keluar dari ruangan. Meninggalkan Odet yang hanya berdiri terpaku, tangan mengepal erat, dan air mata yang akhirnya jatuh tanpa bisa ia bendung.
“Dasar lelaki arogan…” gumam Odet lirih.
⭐⭐⭐⭐⭐⭐
Di luar ruangan, semua keluarga sudah menunggu untuk mendengar hasil percakapan mereka.
Klek…
Pintu terbuka.
Alex keluar lebih dulu dengan wajah dingin seperti biasa, diikuti Odet yang berjalan di belakangnya dengan ekspresi yang sulit ditebak.
“Kami akan menikah,” ucap Alex singkat, datar, tanpa emosi.
Seketika suasana berubah menjadi hangat oleh rasa lega keluarga besar mereka. Namun tidak bagi tiga orang: Andre, Bella, dan Odet.
Andre terkejut, tidak menyangka wanita yang akan dinikahi kakaknya adalah sosok yang pernah ia lihat di kafe, wanita yang dengan berani memukul beberapa siswa pria hingga babak belur.
Bella hanya bisa menatap Odet dengan cemas. Ia tahu betul bagaimana dingin dan kerasnya Alex, dan kini sahabatnya akan terikat dengannya.
Sementara Odet hanya berdiri diam, memaksakan senyum di wajahnya seolah ia baik-baik saja. Namun di balik itu, matanya terus menahan air yang siap jatuh kapan saja.
Keyla segera mendekat dan memeluknya erat, disusul Alicia dan Audrey yang ikut merangkulnya.
“Baiklah, besok kalian akan menikah,” ucap Papa David akhirnya.
“Namun aku ingin pernikahan sederhana, hanya dihadiri keluarga inti saja,” tambah Alex dengan nada datar, lalu langsung pergi meninggalkan ruangan.
Odet hanya bisa terdiam mendengar itu. Ia benar-benar tidak mampu berkata apa-apa lagi.
“Tidak apa-apa?” tanya Bella pelan sambil memegang bahunya.
“Aku… tidak apa-apa,” jawab Odet sambil tersenyum tipis, senyum yang jelas dipaksakan.
⭐⭐⭐⭐⭐
Sementara itu, Alex sudah kembali ke apartemennya.
Begitu masuk, ia langsung melampiaskan amarahnya dengan menghempaskan segala barang yang ada di sekitarnya. Suara benda pecah dan jatuh memenuhi ruangan yang kini berantakan.
Setelah puas, ia terdiam. Tubuhnya perlahan jatuh terduduk di lantai, tangan mengusap wajahnya kasar, lalu menengadah menatap langit-langit.
Ekspresinya kosong.
Berantakan.
Di dalam dirinya, ia tahu ia baru saja mengikat hidupnya dengan seseorang yang tidak ia cintai. Sementara wanita yang ia cintai justru akan menjadi milik orang lain.
🏠🏠🏠🏠
Keesokan harinya…
Mansion utama keluarga Mahendra dipenuhi suasana tegang sekaligus sakral. Tidak ada tamu undangan selain keluarga inti, sesuai permintaan Alex yang disetujui David.
Alex sudah mengenakan setelan akad berwarna putih yang membuatnya terlihat semakin dingin dan berwibawa. Wajahnya tetap datar, tanpa sedikit pun senyuman.
Matanya sesekali melirik ke arah Aditya dan Keyna yang tampak tenang, membuat emosinya semakin tertahan.
Di sisi lain, Odet duduk di depan cermin, dibantu Alicia dan Audrey yang merapikan penampilannya. Bella hanya berdiri di belakangnya, menatap dengan ekspresi sendu, tidak tahu harus berbuat apa untuk menghentikan semuanya.
“Ka Odet cantik sekali,” puji Alicia pelan.
“Terima kasih,” jawab Odet dengan senyum tipis yang dipaksakan.
“Ayo kita ke bawah, semua sudah menunggu,” ajak Audrey sambil menggandeng tangannya.
Odet berjalan di antara Audrey dan Alicia, sementara Bella berjalan di depan mereka, menuntun langkahnya dengan hati-hati.
Semua mata tertuju pada Odet saat ia memasuki ruangan utama. Namun tidak dengan Alex. Ia bahkan tidak menunjukkan sedikit pun ketertarikan, hanya menatap kosong ke arah lain.
Odet duduk di samping Alex sesuai arahan, sementara kedua sahabatnya kembali ke tempat duduk keluarga.
Tangannya mengepal erat di pangkuan, menahan getaran yang sejak tadi tidak berhenti. Air mata yang ia tahan terasa semakin panas di pelupuk mata.
Ia benar-benar tidak menginginkan pernikahan ini. Apalagi dengan Alex.
Tak lama kemudian, suara penghulu mulai terdengar, memanggil nama Alex untuk mengucapkan ijab kabul.
“Baiklah, untuk Tuan Alexander Mahendra bin David Mahendra, ikuti ucapan saya dan ulangi dengan lantang serta jelas.”
Alex mengangguk pelan. Penghulu mulai melafalkan ijab, dan Alex mengikuti dengan suara tegas.
“SAH!” seru keluarga serempak memenuhi ruangan.
Namun di tengah suara itu, hanya dua hati yang tetap hening, dua orang yang baru saja diikat dalam pernikahan tanpa cinta, tanpa keinginan, dan tanpa harapan yang sama.
Dan entah bagaimana, masa depan mereka kini resmi dimula meski keduanya tidak tahu ke mana arah kisah ini akan membawa mereka.
jangan lupa untuk:
👍 like
💬 komentar
❤️ favorit
🎟️ vote
🥀 berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini
upp terus ya