Dalam masa revisi!
Tyara Queen Nesya, gadis berusia 23tahun. yang harus menihkah dengan laki-laki dingin bernama Alfin Sanjaya. hanya untuk melunasi hutang Ayahnya yang berjumlah Milyaran rupiah!
Bagaimana kehidupan Tyara setelah menihkah dengan Alfin? Akankah hidupnya akan bahagia atau sebaliknya.
Sampai Tyara meninggal kan Alfin. dan membawa anak dalam kandungan nya pergi jauh dari kehidupan Alfin.
Saat umur Anak Tyara, berusia 17 tahun ia berniat membalas kan dendam kepada Papah nya karna mengira telah melantar kan nya begitu saja. sampai saatt di mana diri nya mengetahui jika Papah nya tidak bersalah dan dalang ke hancuran keluarga nya di sebabkan oleh paman nya sendiri..!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cici, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13
Di salah satu apartemenn di daerah Jakarta, terlihat Alfin baru saja memakirkan mobilnya. dilobi apartemenn, memasuki apartemenn tersebut dan langsung menaiki lift, untuk menuju lantai paling atas, tidak menunggu waktu lama lift, pun berhenti dan setelah pintu lift terbuka Alfin langsung bergegas keluar berjalan kearah kamar yang ada satu-satunya dilantai tersebut., memasuki pin dan masuk kedalam kamar..,
Terlihat wanita cantik dan sexy menyambutnya penuh gembira berjalan dengan anggun menuju ke arah Alfin sesampainya ia di depan Alfin dirinya lantas memeluk Alfin dengan sangat erat menciumi leher milik Alfin.
"Lepaskan Aku Vero! aku ke sini bukan untuk ini!" ujar Alfin yang membuat Veronica langsung melepaskan pelukan nya. dan menatap heran ke arah Alfin.
"Aku merindukan mu Alfin" ucap nya berbisik di telinga Alfin. dan menjilat nya.
"Cukup Vero! hubungan kita sudah selesai" ujar Alfin mencengkeram kedua pundak milik Veronica.
"Apa karna wanita itu jalang itu!?"
"Cukup Vero. Sebutan itu pantas untuk mu sendiri!"
"Kau membela dia? Alfin kau berubah karna perempuan yang baru saja kau kenal dan kau mengakhiri hubungan kita karena dia?"
"Tidak! tapi karna ulah mu sendiri," Alfin langsung pergi keluar dari apartemen Veronica. yang membuat perempuan itu marah, dan mengepal kuat tangan nya.
******
Di mansion keluarga Sanjaya, terlihat Tyara dan Toni sedang menikmati makan siang mereka dengan sesekali mengobrol, hingga Tyara tersedak yang mana Toni langsung menuangkan air putih kedalam gelas dan disodorkannya kepada Tyara.
Tyara lantas meminumnya. hingga hanya tersisa setengah saatt ingin menaruh gelas tersebut kembali keatas meja dirinya tanpa sadar, menjatuhkan gelas tersebut hingga pecah, dan pecahan gelas itu pun berserakan Dimana-mana.
"Tyara" Ucap Toni terkejut
"Ma..maaffkan T...tya Pa" Ucap Tyara sambil berniat membersihkan pecahan gelas tersebut.
"Tidak usah Tya biar pelayan disini yang membersihkannya" Ujar Toni bangkit dan menghampiri kearah Tyara. dan lagi-lagi tanpa sadar pecahan gelas tersebut mengenai tangannya, menusuk dalam, dan mengeluarkan cairan berwarna merah. yang mana membuat Toni langsung panik..
"PELAYAN, PELAYAN" Teriak Toni dengan panik, pelayan yang mendengar teriakkan Toni pun langsung menghampiri.
"A..ada apa tuan" Ucap Pelayan paruh baya itu sambil menunduk takut.
"Cepat bereskan pecahan gelas tersebut dan suruh pelayan lainnya untuk membawakan kotak P3K,." Ucap Toni yang langsung di iyakan oleh pelayan tersebut.
"Ayo Tyara duduk lah dulu sebentar lagi lukamu itu akan segera diobati" Ujar Toni membantu Tyara untuk duduk.
Tak lama setelah itu terlihat pelayan wanita berjalan kearah mereka sambil membawa kotak P3K, duduk dbawah lantai sambil berjongkok mulai membersihkan luka yang ada ditangan Tyara sangat hati-hati.
Setelah itu pun Tyara berpamitan untuk masuk kedalam kamarnya berniat untuk menghubungi Ayahnya tapi sayang telvon Ayahnya tidak aktif!.
"Ada, apa dengan perasaanku kenapa tidak tenang seperti ini" Ucap Tyara sambil menggigit ujung kukunya.
berjalan mondar-mandir, mencoba untuk tidak memikirkan hal yang negatif, tapi semuanya sia-sia dirinya tidak bisa tenang
Ntah karna apa yang jelas saat ini dirinya sedang bingung.
"Tidak, jika ada apa-apa dengan ibu. Ayah pasti akan mengabariku, lalu jika ibu tidak kenapa kenapa, mengapa perasaanku tidak enak seperti ini," Ucap Tyara merebahkan diri nya di atas tempat tidur. ntah bayangan darimana tiba-tiba saja diri nya teringat oleh Alfin suaminya.
"Tuan Alfin, apa dia baik-baik saja?"
Salam hangat dari aku ❤
berasa pipiku yg ditampar tour🤪🤪😵😵