Zulkarnain yang dipaksa untuk menjadi pewaris harus menjalani kehidupan yang tidak diinginkan.Ia harus jauh dari istri tercintanya yang tengah hamil muda.Namun berkat kegigihan AIDA, istri Zulkarnain.Mereka yang terpisah akhirnya bisa bersama.
Akan tetapi itu bukanlah akhir dari segalanya, Niken ayu yang terlanjur cinta kepada Zulkarnain memilih jalan pintas sehingga Zulkarnain mengkhianati istrinya.Diluar dugaan, Anak kembar yang dilahirkan oleh AIDA ternyata memiliki kekuatan yang diturunkan oleh kakeknya.kekuatan itulah yang menyelamatkan Zulkarnain dari pengaruh Niken ayu.
Kejahatan Niken ayu tidak berhenti sampai disitu,Ia merencanakan pembunuhan kepada AIDA dan kedua anaknya.Yang mengakibatkan meninggalnya AIDA dan hilangnya si kembar.
Akankah Zulkarnain bisa menemukan Si kembar yang telah dinobatkan sebagai Ahli waris nya??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon L-viie Ann, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sang Pewaris BAB 13 SANG PEWARIS YANG SAH
"Karena dialah Sang Pewaris yang sah" jawab Pak Kuncoro tenang.
"Tapi yang menikah dengan Niken Ayu adalah aku Pa"
"Niken Ayu seharusnya menikah dengan Zulkarnaen, akan tetapi karena kesalahan Niken sendiri sehingga dia harus menikah dengan mu.Jadi hal itu tidak bisa membatalkan pengangkatan hak waris kepada Zulkarnaen"
"Apalagi selama 3bulan ini dia menjadi CEO, kinerja dia sangat bagus.Sangat terlihat dengan jelaskan bahwa saham kita mengalami kenaikan walau tak seberapa"
beberapa investor manggut-manggut
"Apakah ada yang keberatan dengan penilaian saya??? "
semua pada berbagi pendapat dengan yang lainnya.
"Jika ada yang keberatan silakan ajukan pendapat"
mereka hanya berbicara satu sama lain, tanpa ada yang mau berdiri. Pak Kuncoro memberi waktu beberapa saat.
Melihat situasi seperti ini Andika naik emosi.Dia pergi meninggalkan ruang rapat dengan penuh amarah, diikuti oleh Bu Lastri.
"Jika begitu aku anggap kalian semua setuju dengan keputusan saya"
"Mari Zulkarnaen... Terima lah stempel ini" Pak Kuncoro memanggil kembali anak sahabat nya itu. Zulkarnaen melihat ke arah Ayah-nya. Pak Hans mengangguk memberi tanda sambil tersenyum.
Dengan gagahnya Zulkarnaen maju ke depan. Ia menerima stempel dengan bersahaja.Tepuk tangan bergemuruh menyambutnya.
Niken Ayu ikut bertepuk tangan dengan linangan air mata.
"Selamat ya kak atas pengesahan nya" ucap Soraya sambil menyalami Zulkarnaen.
"Setelah sekian lama baru kali ini kamu menyambut ku sebagai kakak" ucap Zulkarnaen terharu.
"Aku pemilih orang nya... dan sebelum dekat atau kenal aku harus tahu dulu seperti apa dia... dan dari penilaian ku.. kamu adalah kakak yg baik buat ku"
Zulkarnaen tertawa renyah, Pak Hans pun ikut tertawa dengan penuturan putri bungsu nya.
Pak Kuncoro berbatuk-batuk kecil, semua mata menoleh ke arahnya.Ia datang dengan putri nya Niken Ayu.
"Sekali lagi selamat ya Zulkarnaen" ucapnya sambil menyalami Zulkarnaen.
"Terima kasih ya om... saya benar-benar tidak menyangka om akan memilih saya"
"Kamu adalah harapan dari Ayahmu... aku tidak mungkin mampu membunuh harapan itu"
"Terima kasih Kuncoro"
"Sama-sama Hans... sekarang kita sudah bisa menikmati hari tua bukan"
"So pasti" jawab Pak Hans. semua tertawa bahagia.
Niken Ayu baru saja sampai di paviliun,setelah menikah dia memang tinggal di paviliun tempat keluarga Prasetyo Adjie.
Baru masuk kamar, dia langsung disambut oleh Andika dengan cengkraman kuat dipipi nya.
"Ini pasti ulah kamu kan??!! " bentak Andika.Ia hempaskan tubuh Niken Ayu ke atas kasur.
Bukan mengadu atau merintih kesakitan, Niken Ayu malah tertawa licik.Ia menyeka rambutnya.
"Sudah aku katakan bukan? kalo kamu tidak akan mendapatkan seperti apa yang kamu mau"
"Kamu itu bodoh!!! kalau aku jadi CEO, secara notabene kamu juga diuntungkan"
"Aku mau aku saja yang untung, kamu tidak!! paham? "
Andika menautkan kedua alisnya
"Kalo Zulkarnaen jadi CEO kamu nggak dapat apa-apa, tapi aku bisa dapat apa yang aku mau, secara aku juga termasuk dari investor besar. hahahahaha" Niken begitu puas.
"Kurang ajar!! " Andika menampar Niken Ayu dengan keras sampai bibirnya berdarah.Tapi Niken tetap tersenyum puas.
Sampai Andika begitu marah, dia melempar bunga hias ke cermin.
"Awas kamu ya!!! akan aku buat kamu sengsara!!! " ancam Andika seraya berlalu pergi.
Niken Ayu diam, ia mulai menangis.