***
Harap bijak dalam memilih bacaan..
Karya ini hanya kisah fiktif belaka 😁
Kisah ini menceritakan seorang gadis bernama Alena Wijaya yang merupakan putri ketiga seorang pengusaha tambang yang sukses.. Ia adalah gadis yang ceria, supel, cantik, tomboy namun anggun.. Tapi sifatnya yang tegaan justru menjerumuskannya ke dalam perjodohan yang awalnya dirancang untuk kakaknya...
Axton William adalah pria yang dijodohkan dengan Alena yang merupakan kakak tingkatnya saat SMA.. Seperti apa kisah serunya? Jangan lupa ikuti guys...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrianindita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chef Alena
Alena dan Axton berada di dalam perjalanan menuju rumah Alena.. Keduanya tak saling berbicara sejak masalah baju tadi di mall.. Sama-sama merasa paling benar, keduanya tak berniat untuk meminta maaf terlebih dahulu hingga mobil Axton berhenti di depan rumah Alena...
Alena melepaskan seatbeltnya dan hendak membuka pintu tapi tangan Axton menahannya "Lu masih marah cil??"
"Tau ahh!!!" sewot Alena..
"Sorry deh sorry gue ga bisa jadi cowok kayak di drakor-drakor yang sering lu tonton itu... Maafin gue ya cil??" Axton memasang muka memelas..
"Ya udah deh.. makasih udah mau jadi sugar daddy gue hari ini..." Senyum mengembang di wajah Alena..
"Udah gitu doang cil??"
"Berharap apa hah??" Senyum memudar dari wajah Alena dan berganti dengan ekspresi marah yang terlihat sangat menggemaskan...
"Cium lah cil.. Masa sugar daddy ga dapet apa-apa sih..Rugi bandar dong gue..."
"Ogaahhh!!! Siape elu dah..."
"Masa depan lu kan..."
"Oh Tuhan, semoga calon tunangan gue bukan begini modelnya..." Tangan Alena menengadah ke atas dan tak lama kemudian diikuti oleh Axton
"Ya Tuhan, jodohkanlah aku dengan Alena.. Jika ia bukan jodohku maka tolong jodohkanlah apapun yang terjadi..."
Tiba-tiba terdengar gelegar suara petir yang membuat Alena kaget hingga memeluk Axton..
"Kak.." panggil Alena yang masih meringkuk di dada Axton..
"Hmm.." Axton mengecup puncak kepala Alena
"Kok elu habis doa langsung ada petir sih...Jangan-jangan doa elu didengerin Tuhan kak.."
"Amin.. Amin.. Amin... Kita jodoh berarti cil..." Alena hanya mengangguk tak menggubris lagi karena takut jika ia menjawab ada petir part dua..
Suasana malam dengan sinar lampu yang remang-remang membuat keduanya larut dalam rasa nyaman dari kehangatan tubuh pasangannya dengan saling berpelukan.. Alena mendongak dan menatap wajah Axton yang sangat tampan, merasa di perhatikan Axton menundukkan wajahnya dan memandang Alena... Keduanya saling tersenyum saat netra mereka beradu... Axton kembali mengecup bibir merah milik Alena... Tak ada perlawanan, bahkan Alena melingkarkan tangannya di leher Axton.. Axton membuka sedikit bibirnya dan mencium Alena dengan sangat lembut... Alena hanya diam menikmati sapuan lidah Axton yang menari-nari di bibirnya karena ia tak tahu harus melakukan apa.. Ia terlalu bodoh untuk ini..
Merasakan sapuan lidah Axton membuat Alena membuka mulutnya, kesempatan yang ditunggu Axton untuk menjelajahi tiap sudutnya semakin terbuka lebar.. Alena tak percaya ini, jantungnya hampir saja copot... Ini seperti ciuman yang ia lihat pada drakor kesayangannya.. Ia pun menutup matanya dan belajar mengikuti permainan lidah Axton... Axton bersorak gembira karena ciumannya berbalas, ya Alena membalas ciumannya, mereka melakukannya dengan sangat lembut mengingat ini pertama kalinya bagi mereka... Axton melepaskan pagutannya saat Alena sudah seperti kehabisan nafas, ia tersenyum miring dan mengusap bibir Alena yang sedikit bengkak karena ulahnya..
"Kau milikku Alena.. Hanyalah milikku" Axton menangkup wajah Alena dan percayalah Alena sudah seperti es yang siap meleleh saat ini.. Bahkan jika ia tidak duduk seperti sekarang ia yakin bahwa ia tak sanggup berdiri karena pernyataan kepemilikan Axton atas dirinya..
"Krucuukkk... krucuuukk..."
Suara perut Axton mengganggu suasana romantis yang baru saja tercipta dan membuat Alena tertawa terbahak-bahak "Kakak lapar??"
"Dasar cacing sialan..." gerutu Axton..
"Masuk yuk.. Alen masakin nasi goreng mau?"
"Emang bisa??" Axton mengernyitkan dahinya..
"Panggil aku chef Alena..." jawab Alena sombong..
"Okay my wife.."
"Chef!!!"
"Wifeeeeee..."
"Ck! kumat kan nyebelinnya.. Males ihh..." Alena turun dari mobil meninggalkan Axton terlebih dulu untuk menuju ke dapur.. Ia membuka kulkas lalu menyiapkan bahan-bahannya.. Tak lama kemudian Axton datang dan menarik kursi di hadapannya, memperhatikan Alena yang tampak cekatan dalam memasak untuk ukuran gadis seusianya..
"Sepertinya kau memang sudah ahli wife.. Kau sangat lihai mengiris bawang merah tanpa mengeluarkan air mata..."
"Hehe.. mata aku kan waterproof... aku suka memasak kak.. Aku sering membantu para pelayan untuk memasak, kalau libur aku suka bikin kue kalau ga ada acara..."
"Wah aku bisa gemuk dong kalau besok jadi suami kamu..."
"Kalau urusan gemuk mah karena cocok susunya.. " Jawab Alena spontan yang membuat Axton membuka dan menutup mulutnya..
"Wooii belum ada 17++ ciiilll.. Ternyata otak lu ciiilll... Astaga..." Axton mengelus dadanya..
"Umur boleh kecil tapi wawasan harus luas... Bukan begitu sayang???" Alena menyodorkan sepiring nasi goreng seafood untuk Axton yang telah selesai di masaknya..
Axton segera menyantapnya, jika dari warna dan aromanya sudah mengggugah selera entah untuk rasanya.. Namun kekhawatiran Axton tak terjadi, nasi goreng buatan Alena sungguh sangat enak.. Ia belum pernah memakan nasi goreng seenak buatan Alena..
"Katakan kau pakai bumbu apa? Nasi goreng buatanmu sungguh lezat..."
"Made with love dong makanya enak... Habisin yahh.." Alena tersenyum bahagia melihat Axton yang menyukai masakannya...
"Kau tak ikut makan???"
"Aku masih kenyang lagian ini sudah terlalu malam untuk jam makan.." Alena menopangkan dagunya di kedua tangannya sembari menatap Axton yang sangat lahap...
Di waktu yang bersamaan terdengar suara langkah yang baru saja memasuki rumah, Alena hanya sekilas meliriknya tanpa minat.. Radit mendekat dan mencium puncak kepala Alena lalu memeluknya namun dengan segera Alena mengurai pelukannya...
"Ck!! ku tak suka bau wanita itu di tubuhmu!!" Alena berdecak malas..
"Maaf.." sepatah kata yang mengandung penyesalan terlontar dari mulut Radit..
"Hmmm.... aku tak ingin melepas kepergianmu besok jadi tolong jangan bangunkan aku dari mimpi indahku dan satu lagi aku tak akan memintamu menjadi sugar daddy ku lagi... Kakak udah ga asyik..." Alena membuang tatapannya ke sembarang arah...
Radit beralih kepada Axton untuk meminta pertolongan agar membujuk adiknya yang merajuk namun Axton menggidikkan bahunya acuh.. Ia sedang menikmati nasi gorengnya, jika saja singa betina itu murka juga padanya maka akan merusak momen manis yang baru saja tercipta diantara keduanya..
Apa boleh buat, percuma saja membujuk Alena jika sedang marah.. Radit memilih kembali ke kamarnya untuk mengemasi barang-barangnya karena besok pagi-pagi sekali ia sudah harus berangkat..
Axton sudah selesai makan dan sebagai tamu ia cukup tahu diri untuk mencuci piringnya.. Ia mulai mencucinya namun ia cukup terkejut dengan tangan yang melingkar di perutnya.. Axton tersenyum, Alena memeluknya dari belakang.. Ia hendak berbalik tapi Alena melarangnya...
"Biarkan seperti ini.." Alena menangis di balik punggung Axton tapi karena apa Axton juga bingung.. Setelah Alena cukup bisa menguasai dirinya, Axton membalikkan badannya dan kembali memeluknya..
"Katakan ada apa hemm??" Axton menghapus air mata dari wajah cantik Alena..
"Apa aku keterlaluan pada kakakku???" Ternyata soal pertengkaran tadi, bukankah tadi ia seperti singa betina yang kelaparan kenapa sekarang ia menangisinya... Axton teringat kata-kata Radit yang mengatakan bahwa Alena adalah orang yang pintar menyimpan perasaannya... Di balik kemarahannya, ia sangat menyayangi kakaknya dan ia terluka membayangkan perkataannya tadi pada kakaknya...
"Ya.. kau harus meminta maaf padanya...." Alena menggeleng lemah "Aku kan lagi marah sama dia..."
Axton tergelak dengan jawaban Alena, ia membayangkan jika ia di posisi Radit maka dia juga yang harus memohon maaf dari wanita di hadapannya itu...
"Alena.." Axton memanggilnya dengan suara beratnya yang sangat sexy... Tangannya sudah menyusup di sela-sela rambutnya...
"Hmmm..." Alena mendongak dan tangan Axton meraih tengkuk Alena.. Keduanya kembali berciuman di dapur rumah Alena... Beruntung tak ada orang di sana sehingga mereka bertautan cukup lama..
aq berhrp Alena tetap brsama Axton..
ga nangis pasrah diam. hallo Thor diri ku mampir 🙏🏼