Sebagaimana Tata Surya berada dalam lintasan rotasinya, demikianlah hidup seseorang berada dalam lintasan garis kehidupannya.
Diantara banyaknya garis kehidupan, yang paling sering menjadi perbincangan dan menarik untuk dikisahkan adalah :
*Garis Kehidupan Percintaan*
Karena di garis ini, ada banyak unsur dalam diri seseorang yang bisa mempengaruhi hidupnya dan hidup orang lain.
Sebagaimana garis kehidupan percintaan gadis bernama Kandara Suwendra, seorang Programmer dari Indonesia dengan Darel Kei, seorang member boyband yang terkenal dari Korea Selatan.
Mungkin menurut perspektif kita, Darel dan Kandara berada dalam lintasan garis kehidupan yang berbeda.
Tetapi bukankah ;
"Kehidupan ini, ada yang mengaturnya?"
*Ini karya pertamaku. Mohon dukungannya, ya.🙏🏻❤
*Selamat Membaca.*
🙏🏻Semoga terhibur dan tetap semangat.😊❤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopaatta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13. Darel - Lanna
...~•Happy Reading•~...
Di bagian bumi yang lain ; Mini Album Melo akan dirilis pada pertengahan bulan Oktober. Hal ini membuat member Melo harus bekerja keras untuk mempersiapkan comeback mereka. Karena ini adalah tahun kelima Melo berkarier.
^^^Ada enam lagu yang akan mereka nyanyikan dalam Mini Album tersebut. Dengan demikian untuk tiga bulan ke depan mereka akan sangat sibuk untuk berlatih lagu, koreografi, pembuatan MV dan lain sebagainya. Seperti biasa, saat comeback.^^^
^^^Para Manager member telah mengatur dan menyesuaikan schedule para member dengan Manager Melo. Agar schedule mereka bisa berjalan dengan baik dan tidak berbenturan.^^^
Beberapa waktu kemudian, setelah selesai latihan, Darel menghubungi Pak Yoon seperti yang pernah diminta. Mereka sepakat akan bertemu di salah satu restaurant di Relkha Mall.
"Mikha, tolong reservasi tempat di salah satu restoran Relkha Mall untukku malam ini. Aku mau bertemu dan makan malam dengan Pak Yoon." Darel menghubungi Mikha untuk minta tolong.
"Ok, aku akan reservasi di Relkha Restaurant." Ucap Mikha.
"Baik, thank you." Lalu Darel mengakhiri pembicaraan mereka. Kemudian dia mengirim pesan kepada Pak Yoon untuk memberitahukan tempat pertemuan mereka.
Setelah selesai latihan, Darel mendekati asistennya. "Hyun, nanti tolong antar saya ke Relkha Mall. Saya mau bertemu dengan Pak Yoon." Darel kepada asistennya. Sedangkan managernya sedang meeting dengan manager Melo.
^^^Manager Darel hanya mengurus semua kegiatan Darel yang berhubungan dengan Melo. Sedangkan asistennya mengurus semua kegiatan Darel diluar kegiatan Melo, termasuk bisnisnya.^^^
"Baik, tuan muda." Ucap Hyun sambil membungkuk.
"Nanti, tidak usah menunggu saya. Kau bisa langsung pulang. Saya akan hubungi besok pagi." Ucap Darel setelah mereka tiba di Relkha Mall, lalu pakai masker sebelum turun dari mobil.
Darel tiba di Relkha Restaurant sebelum Pak Yoon tiba. Hal itu melegakan hatinya, sebab dia lebih muda.
Ketika Pak Yoon tiba, mereka membicarakan tentang lagu yang ditulisnya. "Darel, ada yang ingin mendengar lagu yang sudah kau tulis. Mereka mau gunakan untuk Idol mereka. Bagaimana menurutmu?" Pak Yoon bertanya sambil menunggu makan malam mereka disajikan.
"Saya belum berpikir ke arah sana, Pak Yoon. Tapi kalau sudah ada keputusan, saya akan hubungi Pak Yoon." Ucap Darel.
"Baik, kalau begitu. Mengenai lagu utama yang akan dinyanyikan Melo, kau sudah dengar?" Tanya Pak Yoon.
"Sudah, Pak Yoon. Ada beberapa bagian yang perlu diperbaiki Baek, agar lagu itu bisa dinyanyikan Melo." Darel menjelaskan.
"Dan kau pasti akan bantu memperbaikinya." Ucap Pak Yoon sambil tersenyum. Darel pun ikut tersenyum. Pak Yoon tahu Darel akan bantu, karena memiliki hati yang baik dan juga demi kebaikan Melo.
Beberapa waktu kemudian, saat mereka sedang menikmati makan malam yang sudah disajikan, mereka dikejutkan oleh suara yang menyapa.
"Selamat malam Pak Yoon." Sapa Lanna.
"Apa kabar Darel." Ucap Lanna dan hendak mencium pipi Darel.
"Jaga sikapmu, Lanna." Ucap Darel sambil menarik kepalanya dan menatap tajam Lanna.
Melihat wajah Darel, Pak Yoon menyadari kalau Darel tidak nyaman dengan kehadiran Lanna.
"Pak Yoon, mari kita selesaikan makan malam ini." Ucap Darel tidak peduli akan kehadiran Lanna. Darel bersyukur dalam hati, karena Mikha reservasi meja dan kursi tunggal untuknya.
Lanna yang masih ingin berbicara dengan Darel berusaha berbagai cara. "Saya ada rencana mau bertemu dengan Pak Yoon, tahunya bisa bertemu di sini. Pak Yoon tidak keberatan, kalau saya bergabung di sini?" Tanya Lanna sambil hendak memanggil pelayan restaurant untuk minta kursi tambahan, tanpa menunggu persetujuan Pak Yoon.
...°-° Sesuatu yang tidak terduga bisa menyenangkan, namun bisa mengesalkan °-°...
"Tidak usah menambah kursi. Silahkan duduk di sini, karena saya sudah selesai makan." Ucap Darel sambil meletakan sendok dan garpu di dalam piring.
"Pak Yoon, saya pamit. Nanti kita atur waktu lagi untuk bicarakan lagu Melo." Ucap Darel lagi, sambil memakai masker dan berdiri, kemudian membungkuk kepada Pak Yoon.
Pak Yoon yang kebingungan dalam situasi itu, juga ikutan berdiri. "Baik, Darel. Nanti kita bicarakan lagi. Saya juga sudah selesai makan. Maaf Lanna, nanti hubungi saya untuk bicarakan itu." Ucap Pak Yoon lalu berjalan menyusul Darel.
Setelah berjalan berdampingan dengan Darel keluar dari restoran, Pak Yoon katakan : "Darel... Berhati-hatilah! Wajah tampan dengan berbagai kebisaan di dunia musik adalah karunia yang tidak semua orang miliki. Itu bisa melambungkanmu tinggi, tetapi bisa juga menjatuhkanmu." Nasehat Pak Yoon sambil menepuk pundak Darel pelan. Pak Yoon bisa mengetahui tujuan Lanna datang menemui mereka.
"Terima kasih untuk nasehatnya, Pak Yoon." Ucap Darel sambil membungkuk hormat. Kemudian mereka saling memberikan salam dan berpisah.
^^^Lanna terkejut dan kesal ketika diperlakuan demikian. Dia adalah seorang artis penyanyi yang cukup terkenal. Banyak orang yang rela antri berjam-jam untuk bisa bertemu dengannya. Tetapi ini ditinggalkan begitu saja.^^^
^^^Lanna memandang sekeliling, khawatir ada yang melihat kejadian tersebut. Karena jika ada yang melihat, sangat memalukan. Apalagi saat ini dia sudah melepaskan maskernya.^^^
^^^Ketika melihat Pak Yoon dan Darel yang masih melanjutkan pembicaraan mereka di depan restoran, Lanna langsung menghentakan kakinya dengan kesal.^^^
^^^Sangking keras hentakan kakinya, membuat hak sepatunya patah. Akhirnya dia harus menelpon managernya supaya membawa sepatu, supaya dia bisa keluar dari restoran.^^^
Saat keluar dari restoran dan disusul oleh Pak Yoon, Darel menyadari, Lanna sedang memperhatikan mereka. Hal itu membuatnya, semakin muak. Darel langsung menelpon Mikha untuk menanyakan posisinya. Ketika mengetahui Mikha masih di kantor, Darel pergi menemuinya.
^^^Darel langsung ke ruang kerja Mikha, karena di ruang kerjanya ada sofa yang nyaman. Mereka bisa duduk dengan santai untuk bercerita atau berdiskusi.^^^
Setelah mereka bertemu dan Mikha melihat wajah Darel yang tidak happy, Mikha tahu ada sesuatu yang membuat Darel kesal. Sebab wajah Darel menceritakan semua rasa hatinya.
"Ada apa denganmu? Apakah pertemuanmu dengan Pak Yoon mengecewakan?" Tanya Mikha yang merasa heran.
"Tidak. Tadi kami berbicara dan makan malam dengan tenang dan baik, sebelum ularnya datang." Ucap Darel sambil meneguk air mineral yang disediakan Mikha.
Mendengar ucapan Darel, Mikha memastikan yang dipikirkannya. "Maksudmu, tadi kau bertemu dengan Lanna di restoran?" Tanya Mikha, seakan tidak percaya.
Darel mengangguk mengiyakan. "Iyaa, dia datang saat aku dan Pak Yoon lagi makan dan...." Darel menceritakan semua tentang pertemuan tersebut. Mikha menatap Darel semakin heran.
"Astagaaa, Seoul begini besar dan banyak restaurant di Relkha Mall, kau bisa bertemu dengannya di sana. Dia benar-benar tidak tahu malu. Jadi sekarang, kau sudah tahu betapa nekatnya dia mendekatimu bukan?" Tanya Mikha, menyakinkan Darel.
"Berbagai cara dia akan lakukan untuk bisa mendapatkanmu. Apa kau akan terus diam saja dan tidak ambil tindakan padanya?" Tanya Mikha lagi, dan sedikit mendesak karena kesal.
"Sebagaimana yang pernah kukatakan, aku akan melihat. Apakah dia masih berani menunjukan wajahnya di depanku atau tidak." Ucap Darel.
"Ternyata bukan saja dia berani menunjukan wajahnya, tetapi berusaha menciumku." Ucap Darel sambil menggelengkan kepalanya tidak percaya. Lanna benar-benar nekat dan tidak tahu malu.
...°-° Menunda sesuatu yang sudah pasti menyakitkan, ibarat membiarkan bisul tanpa diobati °-°...
...~***~...
...~●○♡○●~...