NovelToon NovelToon
Dendam Anisa

Dendam Anisa

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Hantu / Kutukan
Popularitas:69.6k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Anisa adalah gadis yang gendut dan juga pendek, beda jauh dengan sang adik yang bertubuh langsing serta berkulit putih.

siapa yang tidak tertarik bila melihat Arumi, bahkan mulut para tetangga juga tak segan mencemooh Anisa yang beda jauh dengan sang adik.

Hingga suatu hari Anisa di temukan tewas tergantung di dalam kamar, membuat seluruh keluarga menjadi berduka, namun mereka menutupi kematian Anisa yang gantung diri itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24. Gigi di bawah ranjang

Arya duduk diam sendirian di pos ronda ketika semua teman sudah tidur akibat hujan yang turun begitu deras, dia masih bingung dengan permasalahan yang ada di desa ini karena mendadak ada arwah gentayangan seperti itu dan menurut dari cerita mereka semua maka tidak ada yang aneh sehingga Arya tidak tahu harus memulai dari mana.

Mau tidak mau dia memiliki tekad untuk mendatangi rumah Joko saja malam ini ketika nanti hujan sudah reda, namun sejak tadi hujan tak kunjung reda sehingga Arya pun tidak memiliki keputusan lain, mau tidak mau dia memilih untuk nekat dan masuk ke dalam hujan yang begitu lebat dan segera mendatangi rumah Joko.

Biar saja teman yang lain sedang tertidur pula seperti itu di pos ronda karena pos juga cukup besar dan muat untuk beberapa orang, tidak mungkin mereka juga akan mengalami hal buruk karena sudah ada beberapa pagar yang Arya pasang agar tidak membuat mereka ketakutan, nanti kalau main tinggal begitu saja malah Arya akan kena marah oleh Purnama bila mereka mendapat masalah.

Jadi untuk menghindari permasalahan itu maka Arya memasang pagar gaib di pos ronda itu agar tidak ada yang mendekati mereka dan membuat masalah, sebab Dia akan segera menuju rumah Joko terlebih dahulu untuk mengecek apa saja yang masih ketinggalan di rumah pemuda itu, rumah Joko memang sudah kosong karena dia hanya tinggal seorang diri dan malah meninggal dunia seperti ini.

"Yah aku akan pergi dulu kalau begitu dan mereka biar saja di pos ini." Arya berkata sendirian sambil menatap mereka yang tertidur pulas.

Dengan langkah cepat maka Arya meninggalkan pos ronda segera menuju rumah Joko, barangkali saja di rumah itu masih ada sedikit bukti yang tertinggal dari arwah pembunuh tersebut, kalau hanya di pos ronda saja maka Arya tidak akan menemukan solusi karena malam ini terasa damai dan biasa seolah tidak ada yang aneh sama sekali.

"Kau mau ke mana, Ar?" di pertengahan jalan Arya malah bertemu dengan Samuel karena pria itu juga sedang mencari sesuatu.

"Mau ke rumah Joko saja karena mereka yang ada di pos ronda tidak ingat ada yang aneh." Arya menjawab sambil mengusap air hujan.

"Ayo sama aku saja kalau begitu, tadi aku memang keluar dari rumah untuk mencari hiburan sesaat." Samuel siap sedia untuk membantu.

"Kau jangan banyak tingkah tapi ya, aku kalau tugas dengan kau ini selalu saja ada masalah yang datang." Arya memberi pesan dan terus berjalan menuju rumah Joko.

"Yah padahal yang lelet dan kadang membuat kesal itu adalah dia sendiri, tapi bisa dia menyalahkan aku seperti itu." Samuel menggerutu namun dia tidak meninggalkan Arya.

"Malam ini terasa biasa dan sama sekali tidak ada yang aneh." Arya kembali membuka suara kepada Samuel.

"Memang, aku juga merasa demikian dan aneh saja kalau malam ini terasa seperti tidak ada hal yang akan terjadi." Samuel menatap kanan kiri untuk memastikan.

Samuel juga merasakan sendiri bahwa malam ini tidak ada yang aneh dan tidak seperti malam ketika dia sedang bertugas bersama dengan Nana, seolah arwah yang pernah gentayangan di sini sudah minggat entah ke mana ketika mengetahui Arya dan Purnama telah kembali untuk menjaga desa.

"Mungkin dia tahu kalian sudah kembali sehingga langsung pergi begitu saja." tebak Samuel.

"Entah pergi ke mana saja tapi kami pasti akan mencari Karena dia sudah berani merusak desa ini." tegas Arya dan segera masuk lewat jendela rumah Joko.

"Ya lah, setidaknya dia harus mempertanggungjawabkan perbuatan dia kepada Joko dan Tamrin." Samuel juga mengikuti Arya.

Mereka sudah masuk ke dalam rumah dan melihat sendiri TKP Joko yang meninggal dunia seorang diri di dalam kamar ini, Arya memperhatikan dengan seksama karena dia tidak mau bila sampai lengah dan tidak menemukan bukti yang kuat bahwa arwah itu memang pernah datang ke tempat ini untuk melakukan perbuatan kejam.

"Kalau menurut aku dia pasti dari bawah ranjang ini dan mendekati Joko di sini." Samuel langsung menggambarkan kejadian itu.

"Kalau Joko saja sudah sampai jatuh ke sini maka berarti dia sempat melihat sesuatu sebelum jatuh." tebak Arya.

"Betul, pasti dia melihat sesuatu yang tidak biasa dan kemudian jatuh." Samuel setuju dengan hal itu.

"Tapi energi dan jejak arwah itu sudah tidak ada lagi di dalam rumah ini." Arya menggelengkan kepala berulang kali.

"Energi ini menghilang pasti ketika kami sedang mencari dia di dekat pohon sana, entah dia sudah kembali atau hanya bersembunyi untuk sementara." Samuel membuka pintu kamar dan mencari pada ruang tamu.

"Apa ini?" Arya berjongkok ketika dia menemukan sesuatu yang berwarna mengkilat di bawah ranjang.

"Gigi, kenapa ada gigi di bawah ranjang ini dan apa mungkin ini milik Joko?" Arya mengambil benda putih yang ternyata adalah sebuah gigi.

Arya tentu saja bingung dan tidak tahu menebak ini gigi siapa karena mendadak dia menemukan barang tersebut, untuk mendapatkan lebih banyak bukti maka dia segera mengambil dan memasukkan ke dalam kantong agar nanti bisa dia bicarakan kepada Purnama yang pasti saat ini sedang ada di rumah menunggu kabar dari dia.

"Bagian luar atau dapur sama sekali tidak ada yang aneh, Joko mungkin saja ketika pulang langsung masuk ke dalam kamar." Samuel berdiri di ambang pintu.

"Allahu Akbar!" Arya terpental kaget karena dia sedang fokus dengan Gigi dan malah Samuel muncul seperti itu.

"Gila kau ya, melihat aku setampan ini saja sampai kaget seperti itu." Samuel tidak percaya dan dia menoleh ke sana kemari untuk memastikan.

"Ini bukan masalah tampan atau tidak tapi karena kau yang muncul secara mendadak!" Arya memegang dada yang berdegup kencang.

"Alah ada saja alasan kau ini, memang tadi kau sedang apa sehingga tidak fokus dan kaget melihat aku datang?" Samuel mendekat Karena penasaran juga dengan Arya.

"Aku menemukan gigi di bawah ranjang, tapi gigi siapa yang terlepas dan ini berwarna agak lain." Arya agak ragu kalau ini milik Joko.

"Ya sudah simpan saja dulu, nanti kita bicarakan kepada Purnama." Samuel juga tidak tahu sehingga dia memilih untuk tidak melihat saja.

Arya dan Samuel segera meninggalkan rumah Joko ketika mereka sudah berhasil menemukan gigi tersebut dan memang sudah tidak ada jejak dari arwah itu, maka Arya memutuskan untuk pulang lalu membicarakan masalah gigi tersebut kepada Purnama yang mungkin saja dia akan mengetahui lebih dalam lagi tentang gigi tersebut.

Selamat siang besti, jangan lupa like dan komentar kalian semua ya.

1
Apriyanti
lanjut thor 🙏
neni nuraeni
waduh s Anisa jht juga ya,,,, kasian Zora udah lah dia baru jdi member purnma,, mlh lngsung metong
Eli Rahma
wah zora musnah yach
Eli Rahma
tenanglah Ki...mak othor udah nyiapin jodoh buat dirimu..tapiii masih diumpetin..🤣

aayooo thor..kita tunggu loh jodohnya Kiara. harus yg sakti melebihi Kiara ...biar gak dianggap remeh sama kiara nya..yang ganteng ..yang gagah..pokoke laki² yg sempurna yg cuma ada didunia novel../Facepalm/
Iis Dawina
lha br juga gabung dah musnah LG tuh Zora kasihan
Nurr Tika
baru masuk agensi purnama udah musnah
tse
kasihna sekali Zora harus musnah da. arwahnya malah jadi makanan iblis jahat yang merasuki tubuhnya anisa...
siapa sebenernya iblis jahat itu...
apa motif drai rencannya bu ningsih ya... kenapa dia membangkitkan anisa dengan mengisi tubuh anisa dengan arwah jahat....
iblis ini sungguh licik karna bisa menghilahkan jejaknya sehingga para member kesulitan menemukan dan menangkapnya...
ayo Purnama mulailah melakukan penyelidika. karna anisa sudah hidup kembali....
Raffaza Direzky87
buktinya zidan yg gak bisa bela diri, masih pantas bersanding sama ratu ular alias purnama...
Apriyanti
lanjut thor 🙏
Nengsih Irawati
Y ampun kasihan banget sih km Digo🥺
yanti ikhsan
mungkin Digo bukan jodohnya Kiara,,klo Digo gak ahli beladiri setidaknya pandai ilmu agama seperti Zidan..
Apakah ada tokoh baru untuk jodoh Kiara,,,Digo kurang pas lah ..tapi semua ada di tangan othor sih 🤭🤭
Nurr Tika
jangan putus semangat go blm tentu apa yg dikatakan koswara benar
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
bhahaahaaa Digo di roasting member baru nya purnama 🤣🤣...tau sendiri member purnama pedes2 bacot nya 🤣
Nikmatul Ngainiah
Menghilang dulu Digo,biar Kiara merasa kehilangan,biar tidak digantung perasaan anak orang.
Marsiyah Minardi
Dihh masa gitu aja dah patah hati Digo
ya berjuang lebih keras lagi memantaskan diri
Sekelas Kiara tentu butuh pendamping yang tangguh mental baja
K & T K & T
pagi jg Bess..
jangan sedih go,ucapan dua setan bodoh itu harusnya jadi motifasi kamu buat tambah kekuatan dgn cara trs berlatih biar tambah kuat💪👍
Siti Sarifah
selamat pagi author....Digo tambah sedih, kasihan sekali
Eli Rahma
pagiiiii...
Digo dibuat sedih atas ucapan zora dan koswara...
Aditya hp/ bunda Lia
kalo sampe Kiara tahu atau purnama tau digo dihina sama Koswara dan Zora gimana yaaah ... terus apa Digo bakalan mundur yah dan bilang putus sama Kiara 🤔
Raffaza Direzky87
koswara kenapa gak ngmong aja, klo dapat tugas dari purnama untuk jaga kmpung juga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!