NovelToon NovelToon
My Best Partner

My Best Partner

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:987.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Novi rahajeng

Novel ini adalah cerita tentang perjalanan si kembar Kean dan Lean dalam mencari partner terbaik mereka. Saudara kembar itu mempunyai prinsip jika sudah cinta dengan seorang wanita ingin langsung menikah bukan untuk pacaran.


"Kamu itu bagaikan alkohol yang bercampur dengan ganja, begitu memabukkan dan membuatku candu! Bagaikan langit yang sulit untuk kugapai." Adinda Larasati

"Kamu adalah gadis ceroboh yang bisa membuatku jatuh cinta padamu." Muhammad Keane Ar-rayyan

"Andai aku bisa mendapatkan cintamu, aku ingin segera menikah denganmu." Muhammad Leanne Ar-rayyan

"Dari awal aku tak pernah mencintaimu. Jadi jangan paksa aku untuk bisa mencintaimu!" Leandra Monroe.

" Setelah mencintaimu, hidupku menjadi berubah penuh warna." Nala Avrelia Prayoga

Ikuti kisah mereka hanya di My Best Partner .

Follow ig author : Novi_Rahajeng08


Saran baca novel pendahulunya. Anak Genius: Papa Bucin Yang posesif

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi rahajeng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu gadis pujaan

"Minum dan makanlah ini dulu!"

Seorang wanita cantik dengan memakai jas putih menyodorkan air mineral dingin dan permen gula penambah glukosa pada tubuh.

Suara itu terlihat sangat familiar bagi Lean, membuat dia mendongakkan kepala. Saat melihat siapa yang ada di hadapannya saat ini, membuat Lean tercengang.

Bagaikan mimpi di tengah malam ketika melihat wanita yang dirindukan kini berdiri di hadapannya.

Leandra Monroe seorang wanita cantik sahabat Lean saat kuliah di luar negeri, sekaligus wanita yang sejak lama telah mengisi hatinya.

"Lele!" lirih Lean.

Mendengar panggilan itu, membuat Lea merasa kesal. Panggilan sayang bagi Lean, tapi menyebalkan bagi Lea.

Pasalnya dia sangat benci saat Lean memanggilnya dengan sebutan Lele. Menurut Lea, ikan Lele itu sangatlah jelek sekali. Tak cocok untuk wanita secantik dirinya.

Tapi, bagi Lean berbeda karena makna dari panggilan itu ... Lea memang bagaikan ikan Lele yang sudah mematil hatinya, juga licin karena sangat sulit Ia dapatkan. Soal cantik, Lea memang sangat cantik, sekaligus satu-satunya wanita yang bisa membuat Lean jatuh cinta.

Melihat Lea yang cemberut membuat Lean merasa gemas, sampai membuatnya mencubit hidung mancung wanita itu.

"Au ... Lean sakit!" gerutu Lea yang semakin merasa kesal dengan sikap jahil Lean.

Lean justru tersenyum dan merasa bahagia, bisa bertemu lagi dengan gadis ini.

"Kamu kok ada di sini dan memakai jas dokter?" tanya Lean.

"Oh, ini!" Lea menunjuk jas yang melekat pada tubuh rampingnya.

"Aku di paksa Daddy untuk membantu, karena rumah sakit sedang kekurangan dokter bedah di saat harus melakukan banyak operasi."

Leandra adalah seorang anak dari pemilik rumah sakit yang baru saja pulang dari luar negeri. Dia tidak jenius seperti Lean yang bisa lulus dalam waktu cepat. Jadi membutuhkan waktu lebih lama agar bisa menyelesaikan sekolah kedokterannya.

" Oh, terus kapan kamu sampai indonesia? Kenapa tidak menghubungiku sama sekali? Apakah kamu sudah lupa?"

Leandra menginjak kaki Lean, sampai membuatnya merasa kesakitan. "Kalau tanya tuh satu-satu! Biar gak bingung jawabnya!" protes Leandra.

Lean tersenyum dan mengajak Leandra pergi ke taman rumah sakit yang tidak jauh dari posisi mereka saat ini agar lebih nyaman untuk bercerita. Dan Leandra pun setuju karena memang tidak nyaman cerita di depan ruangan operasi.

Sesampainya di taman, ternyata kursinya masih basah akibat di guyur hujan tadi sore. Akhirnya mereka memutuskan untuk duduk di kursi panjang di dekat lorong rumah sakit.

"Di sini saja ya."

Leandra mengangguk dan segera duduk di kursi panjang itu. Suasana di rumah sakit masih terlihat sepi, karena ini masih tengah malam. Hanya ada beberapa petugas medis yang jaga malam.

Lean meminum air mineral dari Leandra dan juga memakan permen gulanya.

"Capek?" tanya Leandra.

Lean tersenyum. " Tentu saja capek, tapi ya ... mau bagaimana lagi, ini kan pekerjaan kita. Jadi, ya harus tetap di jalankan dengan profesional."

Sejak dulu, Leandra benar-benar merasa kagum dengan sifat Lean yang selalu mengutamakan pasien di atas segalanya.

"Oh ya, kamu ke sini liburan atau__"

"Aku sudah kembali dan akan bekerja di rumah sakit ini."

"Kamu serius?" tanya Lean yang mencoba memastikan kalau apa yang ia dengan tidak salah.

Leandra mengangguk. "Iya, aku akan bekerja di sini, karena sekolahku sudah selesai. Jadi, selamat bekerja sama Dokter Leanne." Leandra mengulurkan tangannya di depan Lean, dan dengan senang hati Lean meraih ukuran tangan itu.

"Selamat bekerja sama Dokter Leandra Monroe."

Setelah itu, keduanya tertawa bersama.

Lean benar-benar merasa bahagia saat mendengar bahwa Leandra sudah kembali dan akan bekerja di rumah sakit ini. Meskipun mereka beda spesialis, setidaknya dia masih bisa melihat gadis pujaan hatinya.

Sebenarnya Leandra lebih ke Dokter bedah mulut, tetapi dia juga bisa membantu melakukan bedah umum. Sedangkan Lean memang asli seorang Dokter bedah umum yang bisa melakukan banyak pembedahan.

Setelah berbicara cukup banyak, mereka memutuskan untuk berpisah karena seorang Dokter juga harus istirahat agar dia bisa konsentrasi lagi ketika melaksanakan tugasnya.

Ketika membuka ponselnya, terdapat sebuah pesan dari Anne yang memperlihatkan vidio ucapan tahun baru dari keluarganya. Lean merasa bahagia, ketika melihat keluarganya yang tak lupa dengan dirinya.

Lean : Selamat tahun baru juga.

Seusai mengirim pesan ke Anne, Lean memutuskan untuk istirahat karena matanya sudah benar-benar mengantuk.

***

Malam dengan keramaiannya telah sirna, berganti pagi di tanggal pertama tahun baru. Kini, lembaran baru akan di mulai. Di dalam kamar yang bernuansa biru, terlihat seorang gadis mulai mengerjapkan matanya.

Ingin rasanya dia terus tertidur di hari liburnya, tetapi suara menggema dari sang ibu terus memanggil dan terus mengetuk pintunya dengan kerasa.

Dengan berat hati, Dinda bangun dari tidurnya. Dengan penampilan acak-acakan, serta mata yang masih tertutup, berjalan untuk membukakan pintu.

" Kenapa pagi-pagi sudah teriak-teriak terus sih buk, Dinda masih ngantuk tau. Lagian ini hari kan libur, Dinda mau tidur sepuasnya."

Tanpa banyak bicara, Dinda menjewer telinga Dinda agar bangun.

"Buk, sakit," protes Dinda yang mencoba untuk melepaskan tangan Nada dari telinganya.

"Mangkanya jadi anak perawan itu jangan molor terus kerjannya!"

"Ya, lagian ini kan hari libur buk," elak Dinda.

"Terus kenapa kalau hari libur? Mau molor terus! Sana mandi, dan dandan yang cantik!" titah Nada.

"Emangnya mau kemana sih? Harus dandan cantik?"

"Sudah, gak usah banyak protes. Nanti kamu akan tahu sendiri!"

Setelah itu dengan berat hati, Dinda mengambil handuk dan pergi ke kamar mandi. Jika dia masih terus protes, bisa-bisa ibunya semakin ngomel-ngomel gak jelas.

Selesai mandi, Dinda sedikit terkejut saat melihat Nada memberinya sebuah dress dan heels yang sangat cantik.

"Cepat pakai sana, nanti keburu telat!" titah Nada.

"Ini seriusan buat Dinda, Bu? Buat apa Dinda pakai dress cantik seperti ini, nggak mau ah!" tolak Dinda.

Jika Dinda seorang gadis yang feminim, pasti dia akan dengan senang hati memakai pakaian cantik itu. Tapi, Dinda adalah seorang gadis tomboi yang lebih suka pakai celana atau sepatu sneaker .

Hanya ketika pergi ke kantor saja, dia terkadang memakai rok pendek selutut dan sepatu slip on. Selebihnya selalu memakai kaos oblong atau kemeja ala gadis tomboi.

"Cepat buruan pakai, gak usah membantah! Ibu masukin lagi ke dalam perut kamu! Atau kasih ke tukang ronda!" ancam Nada.

"Yaelah Bu, begitu banget sama sendiri."

"Mangkanya, jangan protes mulu kalau di suruh orang tua! Sekali-kali nurut gitu, gak usah protes terus!"

Setelah itu, Nada pergi meninggalkan Dinda yang masih terdiam. Dinda mengembuskan nafas kesal, serta menggaruk kepalanya yang tak gatal. Dia paling malas ketika di suruh memakai pakaian feminim seperti ini.

...****************...

Jangan lupa dukungannya dengan like, komen, vote dan hadiahnya ya...

1
Siti Rohimah
Luar biasa
Ghaisan Rabani
ayo semangat nala
Ghaisan Rabani
keren
Lena Sari
Thor,klau mau buat visual jngan opa2 yaaaaa...jd gak mud mbaca d buat nya hehehe...
Yuli Meirisah
pdhl lebih suka kean
Yuli Meirisah
leon sama nala kebanyakan crrita nya.. ceritanya kean jarang bgt
Edha Swetty
siap donk . biar cepat halal😀😀😀😍😘😘
Edha Swetty
kean mau minta izin nikah dengan dagis ceroboh hee....hee😄😍😍😍😍
Edha Swetty
knp jg ibunga dindabtdk cerai aj sayang klo gara2 bpkx main judi anaknya yg d jual
Ghufira Alfiani Salsabila
lanjut thor penasaran sama lanjutnnya
Febriani Soemantri
Dinda 😂
SiapaSaya
Thor Kok Adik Nya Dinda gak d ceritain atau d Cari?
SiapaSaya
kalau Ada Visual nya Bang Kean Skalian dengan Kembaran nya Min
MeiSudarmini Soegi
itu sih dirimu thor...🥰😋
MeiSudarmini Soegi
laah itu turanannya sampean pak Ken..
😊
MeiSudarmini Soegi
sopanlah, bagaimanapun juga dia atasanmu..
Karmilah Jaya
hadir kak sukses slalu
Nayra Syafira Ahzahra
lanjut sini lagi 😊😊
Nur Balqis Saad
Rena atau lea
Nur Balqis Saad
kok mata gue masuk debu ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!