NovelToon NovelToon
Kutikung Kau Dengan Bismillah

Kutikung Kau Dengan Bismillah

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Komedi / Cintamanis / Tamat
Popularitas:39.1k
Nilai: 5
Nama Author: NaaNav

Sebuah kisah yang menceritakan tentang Freya, gadis remaja yang tidak sengaja terdampar di sebuah pondok pesantren di daerah Pekalongan. Kehidupannya pun berubah dalam sejekap mata. Tidak ada lagi gemerlap kota dan teman-teman gaul seperti saat ia tinggal di Jakarta. Freya nyaris gila rasanya.

Hingga pada akhirnya Freya si buta agama malah jatuh hati pada Irsyad. Pemuda yang gemar sekali mempelajari agama dan merupakan putra dari Kyai pondok pesantren tempatnya terdampar. Padahal, Irsyad sendiri sudah dijodohkan dengan gadis yang berasal dari keluarga pemuka agama.

Lantas bagaimana kelanjutannya?


"Maaf, sebaiknya kamu buang jauh-jauh rasa sukamu. Aku tidak bisa membalas perasaanmu. Aku sedang berusaha menjaga hati. Ada seorang wanita yang sudah orangtuaku persiapkan untuk kelak berjodoh denganku." - Muhammad Irsyad Abiansyah.


"Bodo amat. Terserah, gue nggak perduli. Karena gue udah membuat keputusan, kan kutikung kau dengan bismillah." - Freya Hayu Apsari -

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NaaNav, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Irsyad menepati janjinya. Ia benar serius dengan ucapannya, untuk menjadi guru khusus pembimbing bagi Freya. Mulai dari mengajarkan salat yang benar, adab berwudhu yang tepat, etika berbicara, serta pengenalan ahlak yang baik bagi wanita muslimah.

Pun begitu dengan Freya. Ia teguh dengan keputusannya untuk dua hari serius belajar agama, mengenal Allah, Tuhannya. Freya membuang jauh-jauh rasa malas, bosan, dan rasa tak perdulinya pada agama. Ia memfokuskan hati dan pikirannya. Setidaknya, ia ingin menghabiskan sisa waktunya di ponpes dengan hal yang berguna. Supaya punya sedikit bekal ilmu yang bisa ia beri unjuk pada kedua orangtuanya.

Selama dua hari pula, Ajeng dibuat bingung dengan perubahan sikap Freya Teman sekamarnya itu tampak berbeda, jauh lebih pendiam dan malah terkesan menjauhinya. Ajeng juga sering kali melihat Freya bersama dengan Irsyad, duduk berbincang di bawah pohon jambu, atau terkadang di dalam masjid bersama.

"Jeng, lihat deh, Jeng! Perempuan itu ngapain coba udah dua hari ini aku lihatin, kok nempel terus sama mas Irsyad." Salsa, salah satu teman Ajeng, berkata sambil menunjuk ke arah Freya yang sedang duduk bersama Irsyad di bawah pohon jambu.

Ajeng mengikuti arah telunjuk Salsa, dan benar, ia mendapati Freya yang tengah berbincang berdua dengan Irsyad.

"Biasanya, mas Irsyad itu nggak pernah loh deketan sama perempuan sampai segitunya. Pasti perempuan itu tuh, yang getol banget rayu-rayu mas Irsyad, biar bisa nempel-nempel!" Tuduh Salsa, memandang tak suka kedekatan Freya dengan Irsyad.

"Hust, jangan suudzon kamu, Sal! Nggak baik," Ajeng menegur.

"Ya bukannya suudzon, Jeng.. tapi lihat faktanya aja, lah."

"Fakta opo? Emangnya kamu pernah lihat secara langsung waktu Freya godain mas Irsyad? Jangan sembarangan nuduh ah, Salsa.. Freya itu gadis baik..,"

Salsa langsung tertawa mendengar ucapan Ajeng barusan. "Opo, Jeng? Freya gadis baik? Walah.. manusia endi seng bakal percoyo? Kabeh wong iso lihat, wong goblok juga iso nilai, Freya kae jelas uduk bocah baik-baik. Cah kuto, agama reti ora, dolananne neng tempat ajeb-ajeb, wes pasti kae bocah nakal. Pasti kui!" Serunya menggebu-gebu.

"Salsa!" Ajeng menekan suaranya, menatap Salsa tak setuju. "Mulutmu itu kalau ngomong jangan asal. Kamu itu ndak tau gimana aslinya Freya. Dia cuma kelihatan nakal luarnya aja. Kamu ndak tau, dia itu baik, Sal. Ya walaupun rada selengean dikit. Tapi kamu harus maklum, karna memang Freya besar di lingkungan yang berbeda sama kita,"

Salsa mendengus. "Kamu itu loh, Jeng! Hobi banget belain si Freya. Nggak kapok, disentak ustadzah Raina pas waktu di dapur itu?"

Ingatan Ajeng kembali berputar pada kejadian beberapa hari silam, di mana ia mendapat giliran piket untuk membantu urusan dapur ponpes. Saat itu, ustadzah Raina yang baru kembali dari pasar, membuka obrolan tentang Freya. Mengungkapkan kekesalannya pada Freya yang kelihatan menyepelekan pelajarannya. Beberapa santriwati ikut nimbrung, mengatakan kalau mereka juga kurang suka dengan tingkah yang songong dan suka seenaknya sendiri. Lama kelamaan, obrolan mereka memanjang, mulai cenderung mengolok-olok tentang segala macam keburukan Freya.

Merasa gerah dan tak suka temannya menjadi bahan gunjingan, Ajeng mencoba menghentikan. Ajeng membantah setiap ucapan mereka tentang keburukan Freya. Namun sayang, aksi Ajeng memberi pembelaan untuk Freya, malah berbuah sentakan dari ustadzah Raina, juga cibiran dari santriwati lain yang ada di dapur, kecuali Putri.

"Jeng.., Ajeng.. nggak ada gunanya kamu belain si Freya itu. Yang ada, nanti kamu malah dimusuhi sama yang lainnya. Mau, kamu?" Kata Salsa lagi.

Ajeng menghela nafas panjang. Melihat lagi ke arah Freya, yang sekarang sedang tertawa terpingkal, namun dengan kedua tangan menutup mulutnya. Ajeng diam-diam ikut tersenyum, kangen karena dua hari tidak melihat temannya itu tertawa. "Aku akan tetap berteman sama Freya. Dia gadis baik, bukan jahat, hanya butuh tuntunan dan dukungan untuk menjadikannya sholeha." Ungkapnya.

"Jadi kamu udah beneran siap buat dijauhi sama yang lainnya? Cuma demi belain Freya?" Salsa menggeleng tak habis pikir.

"Kalau ditanya kesiapan, ya jelas ndak siap toh, Sal.. mana ada manusia yang rela dijauhi sama teman-temannya sendiri?" Ajeng terkekeh pelan. "Tapi.., ini masalah pilihan. Aku lebih memilih untuk merangkul Freya, ketimbang takut dijauhi kalian. Dia, yang kalian cap sebagai perempuan penuh dosa karena ndak ngerti agama, ndak seharusnya untuk dijauhi apalagi dimusuhi. Sebagai muslim yang ngakunya berbudi pekerti baik, harusnya kita membantu untuk menuntun suatu umat yang sedang dalam masa pembelajaran mengenal Allah dan islam. Bukannya digunjing, apalagi sampai dimusuhi. Naudzubillah.. itu ndak benar, Salsa.." tutur Ajeng dengan lembut. Ia melempar senyum tulusnya, kemudian pergi meninggalkan Salsa yang hanya bisa terdiam di tempat.

****

"Oh iya, Irsyad, orangtua sama adek lo kemana? Kok udah dua hari ini nggak kelihatan?" Tanya Freya, setelah menyelesaikan bahasan materinya dengan Irsyad. Mereka masih pada posisi duduk di bawah pohon jambu air.

"Tumben nanyain Alan? Kenapa? Kangen, dua hari nggak digodain?" Irsyad malah balas bertanya. Sedikit banyak, sifat dingin Irsyad pada Freya mulai mencair, tidak lagi irit bicara.

"Ih, kangen? Huek!!" Freya langsung pura-pura mau muntah. "Ngapain gue kangen sama manusia setengah sableng kaya Alan? Idiih, nggak ada yang perlu dikangenin dari cowo kampret, genit, slengean, terus cerewet kaya dia!" Cerca Freya sambil begidik geli.

"Padahal, sifat-sifat Alan yang baru kamu sebutin, itu persis sama sifat kamu sendiri," gumam Irsyad, melirik Freya dari ekor matanya.

"Ah? Masa, sih?" Freya memegang ujung dagunya yang lancip, bertingkah seolah tengah berpikir keras.

Irsyad menggeleng dan terkekeh kecil. "Kamu ini, dasar..,"

"Dasar apa? Dasarnya cantik tanpa tebang-tanam alis? Emang iya sih kalau itu. Udah nggak bisa diragukan lagi. Freya memang cantik dari bayi, nggak butuh sentuhan sulam alis, apalagi sulam bibir!"  Freya mengedipkan sebelah matanya dengan genit, sukses membuat Irsyad lagi-lagi terkekeh kecil. "Serius, ah. Orangtua sama adik kamu, kemana?"

"Jangan serius-serius. Pendekatan aja dulu.."

"Anjrit! Ngikutin kata-kata gue dulu!" Freya tertawa. Tapi sedetik kemudian, tawanya sudah lenyap. Ia langsung memutar tubuhnya menghadap Irsyad, menatap laki-laki itu dengan berbinar. "Btw, secara tersirat artinya lo mau ngajak gue pendekatan ya? Pendekatan dulu, terus nanti baru kearah yang serius? Gitu? WAH!" Freya menepuk ke dua tangannya dengan bersemangat. "Nggak nyangka! Akhirnya, kamu duluan yang mulai ngajakin aku untuk membina suatu hubungan. Uh, so sweetnya.." Freya menangkupkan kedua tangannya di bawah dagu, memasang wajah unyu-unyu.

Wajah Irsyad langsung berubah datar, malas jika Freya sudah mulai bertingkah usil dengan menggodanya.

"So, status kita sekarang apa? Kan kata kamu waktu itu, dalam islam nggak boleh pacaran. Jadi, kita sebut dengan apa hubungan kita berdua ini?" Freya memiringkan wajahnya, memandang Irsyad lekat.

"Teman."

"Ah, teman?"

"Iya, teman."

Freya berdecak. "Masa teman? Terus, apa bedanya dong kedudukan aku sama perempuan lainnya, kalau status kita cuma teman?" rajuknya.

"Ya nggak ada bedanya, sama aja." Jawab Irsyad dengan santai.

"Loh, kamu gimana sih? Tadi katanya mau ngajakin membangun hubungan sama aku,"

"Yang bilang gitu, siapa?"

"Kamu!"

"Enggak. Aku tadi cuma bercanda, kamu malah anggap candaanku serius," Irsyad mengerdikkan kedua bahunya, milirik Freya dengan senyum jahil.

"Ish!" Freya memukul lengan Irsyad.

"Eh, jangan sentuh-sentuh. Bukan halal." Irsyad bergerak menjauh, menggoyangkan telunjuknya di dekat wajah Freya.

"Ekhem, lagi ngomongin apa toh, kok bawa-bawa halal segala?"

Irsyad dan Freya serempak menoleh, sedikit kaget mendengar suara Ajeng yang tiba-tiba sudah nimbrung obrolan mereka.

"Assalamualaikum, Mas, Frey.." Ajeng tersenyum ramah.

"Waalaikumsalam." Irsyad balas tersenyum kecil. Ia kemudian melirik Freya, memberi isyarat pada gadis itu untuk juga membalas salam dari Ajeng.

"Hm, waalaikumsalam."

Ajeng menghela nafas lelah melihat Freya yang terkesan ogah-ogahan atas kehadirannya. Ia mengambil posisi duduk di sebelah Freya, meraih sebelah tangan teman sekamarnya itu. "Frey, kamu kenapa kok berubah gini sama aku? Aku ada salah apa sama kamu?" Tanyanya, pelan.

"Nggak ada salah."

"Kalau aku ndak ada salah, kamu kenapa jadi jauhin aku begini?"

"Siapa juga yang jauhin elo. Baperan amat, dah."

"Frey--"

"Ekhem." Irsyad mengambil alih pembicaraan. "Maaf, aku ikut bersuara. Supaya nggak ada lagi salah paham antara kalian berdua, lebih baik kamu jelaskan semuanya sama Ajeng, Frey." Sarannya pada Freya.

"Nggak usah. Nggak penting!" Tolak Freya langsung.

"Penting. Supaya semuanya gamblang." Tekan Irsyad.

"Iki opo toh maksudnya?" Ajeng mengernyit bingung.

"Frey, mau jelasin sendiri atau aku aja?"

"Nggak ada, nggak usah, nggak penting, Irsyad."

Irsyad menghela nafas, memandang Freya sebentar lalu beralih pada Ajeng. Mengabaikan perkataan Freya tadi, Irsyad memilih untuk menjelaskan pada Ajeng, tentang apa yang membuat Freya terlihat berubah. Irsyad menjelaskan semua duduk perkaranya, dari awal sampai akhir, lengkap dengan aksi nekat Freya untuk kabur. Semua ia jelaskan dengan gamblang, tanpa ada yang dilebih atau kurangkan.

"Astagfirullah.." Ajeng langsung menutup mulutnya, usai mendengar penjelasan dari Irsyad. Tidak menyangka, ternyata Freya mendengar dan melihat apa yang terjadi di dapur ponpes beberapa hari silam. Sayangnya, Freya tidak melihat dan mendengar semuanya sampai akhir. Jadilah Freya salah paham.

"Kamu salah paham, Freya.." Ajeng lantas menjelaskan duduk perkaranya dengan lebih tuntas. Menjelaskan, jika tuduhan Freya padanya tidak tepat.

"Aku berani bersumpah atas nama Allah, kalau aku ndak seperti itu, Freya. Aku ndak ikut-ikutan menggunjing kamu. Aku juga ndak pura-pura senang berteman sama kamu, tapi memang aku suka dan tulus mau berteman sama aku. Demi Allah, Frey. Demi Allah.."

Prilly menatap intens mata Ajeng, mencari celah kebohongan dari mata yang kini sudah basah dengan air mata itu. Tapi justru, yang Freya temukan hanyalah sinar ketulusan di sana, kejujuran tanpa dusta.

"Percaya sama aku, Frey.." Ajeng meremas tangan Freya dalam genggamannya, menatap Freya penuh harap.

"Nggak."

"Frey--"

"Nggak mungkin gue nggak percaya sama lo, Jeng!" Frey dengan cepat memotong kalimat Ajeng yang belum selesai. "Sorry ya, kemarin udah sempat salah paham sama lo. Sorry.." Freya menarik Ajeng dalam pelukan, mendekapnya hangat.

Ajeng tersenyum haru sekaligus bahagia, membalas pelukan Freya tak kalah hangat. "Alhamdulillah ya Allah.. Kamu jangan dingin lagi sama aku, ya? Aku ndak betah loh, Frey. Sedih banget rasanya."

"Insya Allah.."

Irsyad ikut tersenyum menyaksikan dua gadis di hadapannya, kembali berbaikan. 'Sudah aku duga, Ajeng memang gadis yang baik. Ya Allah, kabulkanlah do'a yang sering kali hamba panjatkan pada-Mu. Ajeng gadis sholeha yang hatinya Insya Allah tulus, berikan jalan untuknya masuk menjadi bagian dari keluarga hamba. Kabulkan, ya Allah..'

****

Waktu dua hari yang diminta Freya sudah habis. Sesuai yang sudah dijanjikan, para sahabat Freya kembali datang lagi ke ponpes Nurul Huda, dengan misi membantu aksi kabur Freya. Mereka datang dari pagi-pagi sekali, sekitar pukul enam lebih sedikit. Dengan alasan mengantar sarapan sekaligus ingin berpamitan karena hendak kembali ke Jakarta, serta hendak menyampaikan pesan dari kedua orangtua Freya, Gio dan yang lainnya diizinkan masuk ke dalam. Malah, mereka diantar langsung sampai di depan pintu kamar asrama yang di tempati Freya. Freya yang baru selesai mandi, sampai terkejut dengan kehadiran mereka.

"Gila, pagi banget kalian dateng? Berangkat jam berapa kalian dari hotel?"

"Entah tadi jam berapa. Yang jelas, di jalanan tadi masih ada kabut-kabutnya gitu." Hila yang menjawab.

"Di daerah sini, mau jam setengah tujuh pagi juga kadang masih sering ada kabut. Namanya juga daerah pegunungan," kata Freya.

"Cieh, yang udah hapal banget sama daerah sini.."

"Iya lah hapal, udah berapa hari coba gue di sini?." Freya terkekeh.

Hila merangkul bahu Freya. "Tapi tenang aja say, lo akan segera terbebas dari tempat terpencil ini." Ucapnya, pelan.

Teresa dan Mega menyeringai pada Freya, menaik-turunkan alis mereka. Berbicara lewat kode.

Hila mendekatkan mulutnya pada telinga Freya yang tertutup jilbab, berbisik di sana. "Di kotak makanan lo ini, udah kami selipin kertas yang isinya rencana misi pelarian diri lo." Hilla menyerahkan paper bag yang sejak tadi dipegangnya, ke tangan Freya. "Lo bakal segera kembali ke kehidupan lo yang normal, yang dulu!"

"Ya, lo nggak bakalan tersiksa lagi hidup di tempat ini. Dengan tampilan norak yang bukan lo banget ini." Teresa menimpali sambil tersenyum lebar.

"Jadi nggak sabar buat bisa kumpul dan eksis lagi bareng lo, Frey. Sumpah deh. Sumpah demi fans alay di instagram, yang ngotot ngefitnah idola gue sulam alis cuma karna karir idolanya selalu kebanting sama idola gue! Jijik banget nggak sih?"

Freya melirik Hila, Hila melirik Gio, Gio lirik Galih, Galih melirik Teresa, Tesera langsung melotot pada Mega.

"Dasar, anak gajelas lu!" Teresa mendorong kening Mega dengan jari telunjuknya.

"Gue jelas kali! Yang nggak jelas itu, motif dari kedekatan dua artis muda yang katanya lagi naik tangkai itu, tuh. Memang real dekat, atau bertujuan supaya di buru-buru para pewarta. Kaya couple muda sebelumnya yang hebringnya nggak ketulungan itu tuh. Kan udah banyak tuh, couple-couple baru yang pakai trik gituan, biar ikutan gemilang gituh karirnya." Mega makin menjadi.

"Aduh! Susah memang kalau udah berurusan sama si tukang kecanduan stalk akun artis. Susah, susah.." Teresa frustasi sendiri.

"Seru tau, ngestalk artis."

"Lebih seru lagi, kalau lo sendiri yang jadi artisnya!!"

Sementara teman-temannya ribut sendiri, Freya sibuk ribut dengan batin dan pikirannya. Niat bulatnya untuk segera kabur dari pesantren, mendadak kendur. Ada sesuatu dalam diri Freya yang seperti memberontak tak ingin. Apalagi, kala melihat Irsyad yang melintas di halaman asrama putri bersama ustadzah Raina. Mata Freya tak sengaja bertemu dengan mata Irsyad, saling pandang sejenak, dengan sorot berbeda. Pria tampan itu tanpa disangka-sangka melemparkan senyum pada Freya sebelum akhirnya memutus tatapan mata mereka.

'Apa ini?' Freya menyentuh dadanya yang berdesir halus. Ia menggigit bibir bawahnya, gelisah sendiri.

*****

1
Roseva Jan
kak nav cht private gimana ya
NaaNav: hallo, sory udah lama bgt ga buka noveltoon..
total 1 replies
Call me Taehyung
kakak author jahat banget sumpah😭 kakak tau gak aku ngikutin ini cerita pas on going tau lalu pas mau end aku nunggu banget lanjutannyaa eh 2 tahun aku nunggu gak update update😭 lalu aku kesal yaudah mungkin ini endingnya😭 dan kaka tau aku nunggu sambil baca ulang tau gak😭 sampe aku hapal ceritanya kakak😭 lalu aku gak ngikutin lagi ehh pas hari ini tiba aku teringat cerita ini aku buka ternyata ada LANJUTANNYA😭 KAK MAKASIH BANGET UDAH UPDET endingnya memuaskan kakak sumpah aku terharu kak😭 penantian aku gak sia sia😭 TERUS BERKARYA YA KAK🖤🖤
NaaNav: ya Allah aku jadi terharu baca komennya.. makasih banyak ya udah se-setia itu nungguin ceritanya sampai end. maafin ya bikin kamu nunggu selama itu ♥️♥️
total 1 replies
quwwatul kamilah
Haii kak Navita, aku udah pernah baca cerita ini dulu di dunia orange dengan karakter AP☺️
Aku lupa waktu itu tahun berapa, intinya aku nemu cerita ini tuh ga sampe ending lagi karna udah di unpub kalau ga salah inget. Dan sumpah, aku jatuh cinta sama cerita ini bangetzz pake z kalau kata si Freya mah😂
Jujurly aku juga pengen baca ulang tapi waktu itu gatau harus nyari dimana lagi cerita ini. Akhirnya alhamdulilah di tahun 2024 ini aku nemu notif kalau cerita ini di publish disini, dan ya I'm hereeee
Akhirnya kangenku terobati, bonusnya bisa baca cerita ini sampe ekstra bab juga. Makasih ya kak, udah pernah bikin cerita sebagus ini, kalau boleh sih pengen juga dijadiin film, semoga ada pH yg lirik ya. Aaamiin..
Sukses terus kak, ditunggu karya karya terbaik lainnya, semangat yaaaa🤍✨
NaaNav: aamiin ya Allah..
terimakasih ya udah suka sama cerita ini. dan terimakasih juga untuk doa baiknya. sehat selalu untuk kamu ♥️
total 1 replies
quwwatul kamilah
Recommended pokoknya lah, yang pasti ga hanya soal cinta cintaan aja. Tapi emang bener bener ada yang bisa dijadikan pelajaran dari cerita ini, sukses untuk authornya🤍
quwwatul kamilah
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Endang Supriyati
ya ampun freya" lucu bngt km y😂😂
Endang Supriyati
kynya bagus deh critanya,, br bc ajah udah lgsg sk🥰
NaaNav: semoga suka ya..
total 1 replies
Si dukun
namanya diganti kak ga ali dan prilly lahi hiks
NaaNav: terima kasih ya.. nanti semoga suka juga sama karya aku yang baru. jangan lupa di baca juga yaaa
total 3 replies
yuyuni
tambahin ekstra part-nya Thor. Sampai Irsyad dan Freya nikah
Widia Astuti
kapan up thorr
Sri Indarti
jadi GK up lagi Thor?...
Fitri Ayu
up thorrr
Ida
wish....aku juga mau akh.... kan kutikung kau dengan Bismillah 😄😍
Mia Ijaya
bgus critay thor gk ky sinetron ikan terbang...tpi lbih bgus lgi klau boleh lo yaaaa, biarkan smp nikah y thor...love u thor
Aulia Azzahra: SDH tamat/ mentok kak 😢😄jgn dtunguin ntar kecewa hhh
total 2 replies
yanti
thank thor
hehehe
tak piker kisah Freya bakal berlalu gitu aja
ternyata eh ternyata ,,,jodoh takkan kemana Iki to ,,,puas banget makasih ,,,,sekali lagi hehhehe
Anie_
Kerenn thorrr,,,
Kata"ny jga sungguh wow💞💞
Devyy Zheboa
seru banget ceritanya tp syg GK panjang partnya tp tetap seru kok saya suka😁😁🥰🥰🥰🥰❤️❤️❤️❤️
Sri Indarti
Masyaallah..aku suka banget SM ceritamu Thor..selalu semangat menulis...berkarya selagi bisa..
Widianty Rahayu
Sukaaaa ke pa ga sekalian d sah kan aja,, 😅😅😅😅😅
Simar Ajh
ko blum up sh thorrr aku nungguin 😢
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!