Seorang wanita bernama Andini di jodohkan oleh seorang Pria yang sangat dingin, Meski di nikahi dan menjadi istri nya yang pertama, Andini tak merasakan di pandang ada kehadirat nya di rumah itu, karena laki-laki itu memiliki wanita lain yang diam-diam ia temui di luar sana.
entah apa yang membuat laki-laki itu menikahi nya dan memperlakukan nya seperti ini, Andini mencoba menutup mulut nya, menutup mata nya, menerima suami nya bersama wanita lain.
Karena ia tahu tak ada cinta di antara mereka.
Akan kah ada hari bahagia untuk Andini?, Yuk disimak!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti_San, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13 - Jangan Terlalu Sedih
Malam saat Andini akan pulang, Marcel memberhentikan motor nya di depan Andini yang baru keluar dari toko.
"Ayo naik!."Ajak Marcel.
Andini melihat laki-laki di hadapan nya, dengan kedua mata yang menggambarkan kesedihan dapat di lihat jelas oleh Marcel.
"Aku pulang naik Taxi saja."Ucap Andini dan berjalan melewati motor Marcel begitu saja dengan hati penuh kehancuran.
Marcel lalu turun dari motor nya, berjalan menghampiri Andini yang berjalan keluar dari halaman toko, Marcel menarik tangan wanita itu, membuat Andini terkejut dan melihat Marcel.
"Marcel, ada apa?." Tanya Andini.
"Kau seperti nya sedang ada yang di pikirkan, aku tak izinkan kau pulang sendiri Andini, aku akan mengantar mu."Ucap Marcel.
"Aku bisa, lepaskan!." Ucap Andini.
Namun Marcel tak mau melepaskan tangan Andini, ia menatap mata wanita itu.
"Aku akan antar pulang."Ucap Marcel.
Andini yang sedang tak ingin berdebat pun mengikuti langkah Marcel yang menarik tangan nya ke arah motor, Marcel memasangkan helm pada wanita itu, melihat Andini tak membawa switer, Marcel membuka milik nya dan memberikan pada Andini.
"Pakai ini!." Ucap Marcel.
"nanti kamu kedinginan, kamu saja yang pakai."Ucap Andini.
Tak mau dengar penolakan Andini, Marcel lansung membantu Andini memakaikan baju panjang itu pada wanita yang ada di hadapan nya.
"Marcel kenapa kau begitu baik pada ku, kamu membuat aku merasa nyaman dengan perlakuan mu pada ku."Batin Andini.
Diatas motor, Andini terdiam dan tidak tahu harus berbicara apa, mengingat nanti ia pulang pasti akan di ajak bicara oleh Om dan Tante nya,ingin rasa nya ia tak mau pulang ke rumah.
Andini memeluk Marcel menyandarkan kepala nya di punggung laki laki yang sedang mengendarai motor.
"Apa kau ingin ceritakan sesuatu pada ku?." Tanya Marcel.
"Aku tak tahu harus mulai dari mana, tapi aku juga sedang tak ini membicarakan nya, Maaf."ucap Andini.
"Baiklah, tak apa kalau tak bisa cerita, tapi jangan terlalu sedih, semua masalah pada ada jalan keluar nya."Ucap Marcel. Andini mengangguk pelan di belakang punggung laki-laki itu.
Saat Sampai, Andini pun lekas masuk, tak lupa ia mengucapkan terimakasih pada Marcel.
Marcel melihat punggung wanita itu berjalan masuk ke dalam.
"Kenapa aku merasa sedih melihat nya seperti ini."Batin Marcel.
•••
Andini membuka pintu dengan ragu-ragu, Ia sangat gugup karena berfikir Tante dan Om my pasti sudah menunggu nya. namun saat pintu di buka tak ada siapa pun. Andini pun melihat sekeliling tak ada siapa pun.
"Apa mereka sudah tidur?." Pikir Andini.
Tiba-tiba Andini di kagetkan dengan sebuah tangan yang memegang pundak nya. Andini reflek terkejut lansung menoleh.
"Shuutttt ,jangan berisik kak." kata Indah.
"Kamu ngagetin kakak Indah, oh iya k sepi, Mama papa kamu mana?" tanya Andini.
"Papa pergi kak, mama ada di kamar, tadi...., papa dan mama bertengkar kak."Ucap Indah.
"Tengkar Karena apa?." tanya Andini.
"gak tahu, sekilas aku dengar, kyk nya soal kantor Papa."Ucap Indah.
Andini pun merasa sangat bersalah karena ia tak bisa membantu apa - apa, keluarga yang biasa nya harmonis dan jauh dari pertengkaran dan kegaduhan mendadak berubah.
"Ya udah kamu istirahat Indah, Besok kan sekolah."Ucap Andini.
"Iya kak."Balas Indah dan berjalan pergi dari hadapan Andini. Andini lalu duduk di sofa, menyandarkan rubuh nya dengan tak bersemangat, ia pun duduk merenung memikirkan perjodohan yang di rencana kan Paman dan bibi nya itu.
rumit ya masalahnya, ngeri ngeri sedap klo ada di antara Marcel, Martin dan Andini.
ini jd salah satu tragedi RT antara saudara.
awal nikah dh salah karna untuk pelarian saja krna kurang komunikasi dan tidak ada ketegasan jd berakhir, dan setelah berakhir baru sadar Martin klo dia dh sayang sama Andini.
Apapun kejadiannya klo sudah jodoh pasti di pertemukan....
Semoga Dewi dan Martin bisa menemukan kebahagiaannya.
Terutama Andini dan Marcel semoga berjodoh....😘