NovelToon NovelToon
Possessive Uncle : My Beloved Little Wife

Possessive Uncle : My Beloved Little Wife

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:778k
Nilai: 5
Nama Author: Ist

Alvin sosok pria dingin tak tersentuh telah jatuh cinta pada keponakannya yang sering dipanggilnya By itu.
Sikapnya yang arogan dan possesive membuat Araya sangat terkekang. Apalagi dengan tali pernikahan yang telah mengikat keduanya.

"Hanya aku yang berhak untukmu Baby. Semua atas kendaliku. Kau hanya milikku seorang. Kau tidak bisa lepas dariku sejauh manapun kau pergi. Ini bukan obsesi atau sekedar rasa ingin memiliki. Ini adalah cinta yang didasari dari hati. Jangan salahkan aku menyakiti, hanya untuk memenuhi rasa cinta yang berarti."
-Alvin-

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ist, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Milikku Adalah Hal Mutlak

Alvin telah siap dengan pakaian kantornya.

Pagi ini Ia telah membangunkan Aya. Memberi gadis itu ciuman bertubi tubi dan sedikit ancaman agar segera bangun dari tidurnya.

Dibukanya pintu kamar Aya, manik matanya terlihat lelah sambil menghembuskan nafas perlahan. Ia memijat pelipisnya yang sedikit berkedut memperhatikan gadis yang masih menggunakan piyama tengah mengobrak abrik laci meja.

"Astaga By kamu belum mandi juga." kata Alvin menerobos masuk. Ia benar benar geram namun mau marah pun apa daya cinta kadang mampu menguasai emosinya.

"Om Hp aku mana ya?Aku lupa taro dimana." jawabnya tanpa menoleh ke sumber suara.

Alvin mendudukkan diri di sofa sambil menyilangkan kakinya. Tangannya bersedekap dada sambil menggelengkan kepala pelan.

"Hp kamu ada di Om." kata Alvin membuat gadis itu menghentikan kegiatannya. Aya berjalan mendekat dan duduk di samping Alvin.

"Kok ada di Om?"

Alvin membelai lembut kepala gadis itu memberi kecupan singkatnya.

"Semalam kamu nonton film di kamar Om. Hp kamu ketinggalan. Jadi Om simpen."

"Oh.." Aya menganggukkan kepalanya.

"Yaudah sana mandi. Om tunggu."

"Ok....Ok..."

Aya bergegas pergi mandi sebelum mendapat omelan pagi lagi.

Di ruang makan tampak lebih riuh beberapa hari ini untuk memperdebatkan keadaan Aya. "By pokoknya hari ini kita ke rumah sakit. Flu udah lima hari lebih kok ga sembuh sembuh."

"Besok aja Om."

"Sayang, dari kemarin kamu bilangnya besok mulu. Ujung ujungnya ga jadi berangkat. Banyak alasan ya."

"Beneran Mom. Besok. Janji." katanya serius.

"Awas kalo besok ada alasan lagi. Dady buang PS kamu."

"Iya Dad. Aku janji."

"Mau kemana kamu By?"

"Mau kasih makan kucing."

"Duduk."

"Tapi aku mau kasih makan kucing dulu."

"Tadi udah di kasih makan adik kamu."

"Iya kak." Kata Ano dan Darren membenarkan Neneknya.

"Kalo gitu mau liat aja."

"By.... Duduk. Makan sarapan kamu." Tegas Alvin membuat Aya kembali ke tempat duduknya dan sarapan.

"By nanti Asisten Om yang akan jemput kamu. Om ada meeting, Nanti kamu ke kantor Om sekalian makan di sana." kata Alvin saat mobil berhenti di depan kampus.

"Ok Om, aku turun dulu."

"Ya hati hati." Alvin mengecup kening dan kedua pipi Aya.

"Aya ke kantin yuk. Dosen di mata kuliah selanjutnya ga bisa datang. Jadi libur." Kata Winda sambil membereskan bukunya.

Aya tampak berfikir sejenak. Sudah berkali kali Aya menolak. Ia menjadi tidak enak.

"Ayo." putus Aya menerima tawaran dari temannya.

Keduanya menuju ke kantin. Semua mata tampak memperhatikan. Berbagai bisik bisik mula terdengar. Pujian pada Aya dan gunjingan pada teman di sebelahnya masuk ke Indra pendengaran.

Sorot mata Aya memandang sekitar. Perhatiannya terhenti melihat seseorang yang ditinggalkan begitu saja oleh segerombolan orang lainnya. Mereka berjumlah lima orang dan Aya mengetahui wajah masing masing karena sempat menyapa Aya saat berpapasan.

Aya melangkahkan kaki melihat kondisi laki laki berkacamata itu.

"Apa kau bai baik saja?" tanya Aya hanya di sahuti anggukan Olehnya.

Aya membantunya duduk di salah satu kursi. Ia memberikan minum dan di teguk hingga menyisakan setengah. Aya memperhatikan tangan laki laki itu tampak tergores di beberapa bagian. Ia Membersihkan luka sambil sesekali meniupnya. Ada getaran aneh yang laki laki itu rasakan. Ia hanya memandang Aya yang tengah sibuk dengan kegiatannya. Beberapa detik berlalu. Luka sudah tertutup sempurna dengan plester.

"Terimakasih." katanya lirih setelah tersadar dari lamunannya.

"Sama sama."

"Yusuf kenapa kau diam saja diperlakukan seperti itu?" tanya Winda sambil duduk membawa tiga porsi makanan.

"Kau mengenalnya."

"Dia satu kelas dengan kita."

"Oh." jawab Aya.

Aya berkenalan dengan Yusuf dan ketiganya makan bersama.

Yusuf tampak memperhatikan gadis cantik yang makan di depannya. Tampak cuek tapi di sisi lain sangat baik. 'Tidak pernah ada yang sepeduli ini padaku.' Batinnya.

Aya sedikit khawatir. Jika Om nya tau dia makan di luar tanpa pengawasan pasti akan kena marah. Tapi Ia akan menerima konsekuensinya. Di beri omelan dari pulang sampai pagi menjelang.

"Sayang." Suara sosok wanita mengejutkan Aya yang tengah berperang dengan pikirannya. Suaranya menyita perhatian seluruh orang yang ada di sana. Siapa yang tak kenal Istri dari Kenan. Seorang pengusaha sukses. Semua orang berbisik tentang status Aya. Keturunan keluarga Alexander.

Mengaitkan kehidupan gadis itu dengan harta, tahta dan segalanya.

"Mama kok di sini?" kata Aya sambil berbisik.

"Mama mau jemput kamu. Mama kangen sama kamu. Kita ke rumah Mama ya." Memeluk Aya erat.

"Kemarin kan Mama main ke rumah Nenek."

"Tapi Mama masih kangen. Mau ya...."

"Yaudah."

"Kalian temannya Aya ya?"

"Iya Tante." jawab Winda dan Yusuf.

"Aya pulang dulu ya." sambil menggandeng tangan Aya.

"Bentar Ma. Aku belum bayar."

"Asisten Mama akan bayar. Sekalian punya mereka."

"Makasih Tante."

"Sama sama."

"Aku duluan ya."

"Iya hati hati."

"Udah kaya ga sombong lagi." celetuk Winda.

"Iya." jawab Yusuf memikirkan gadis yang baru saja pergi dari hadapannya.

Seorang pria duduk di kursi kebesarannya menunggu gadisnya untuk makan bersama.

"Tuan, Nona tidak ada di kampus."Lapor salah seorang yang baru saja memasuki ruangannya.

Alvin menggebrak mejanya dengan keras. Menyalurkan segala amarah yang menyulut dirinya. Mereka sudah terbiasa dengan sikap Alvin apalagi yang menyangkut semua hal tentang Aya. Emosinya mudah berubah jika berhubungan dengan gadis itu.

"Kemana?"

"Menurut laporan. Nona tadi di jemput Mamanya tuan."

"Siapkan mobil." Katanya dingin.

"Baik Tuan."

"By..." panggil Alvin pada gadis yang tengah makan itu.

"Om."

"kamu kok ga ngabarin Om."

"Hp aku kan ada di Om."

"Kamu disini Vin?" Tanya Mama Aya yang baru kembali dari dapur.

"Iya." Jawabnya singkat.

"Kamu udah makan?" tanya Alvin mencium kening Aya.

"Ini lagi makan. Om udah makan?"

"Belum. Nunggu kamu."

"Om mau." Tawarnya sambil menyodorkan sepotong mangga.

Alvin memakannya dengan senang hati.

"Flu kamu kok belum sembuh sayang. Mama anterin ke dokter yuk."

"Besok aku pergi sama Om."

"Sama Mama aja."

"Sama aku." Tegas Alvin.

" By....Pulang yuk. Om lapar."

"Makan di sini aja Vin. Kakak siapin."

"Nggak kita makan di rumah aja. Lagian obatnya By juga ada di rumah."

"Aku pulang dulu Ma." Kata Aya setelah menghabiskan mangganya.

"Iya sayang." Kata Mama terpaksa sambil memeluk Aya dengan erat.

"Nikmati waktu kalian sebelum benar benar kehilangan. Milikku adalah hal mutlak. Begitu juga putriku." batin Mama melihat kepergian mereka.

1
Dewi
Aya karakternya kayak masih SMA
Ina Karlina
cerita nya ok banget..waupun terkadang ikut emosi 😁😁😁👍👍👍
Ina Karlina
🌹🌹🌹♥️♥️♥️♥️
Ina Karlina
ini keluarga mama nya Aya selalu bikin ulah..harus diapain ya biar kapok .
Ina Karlina
tak habis pikir sama kelakuan Rio, Darwin..kalian ternyata memang manusia ga tau diri..sudah di baik in tapi kurang ajar😡😡
Ina Karlina
🤣🤣🤣🤣🤣🤣si Alvin ini ada aja modus nya hadeeeh..kasihn si Ara tiap malam di ajak tempur mulu
Ina Karlina
Alvin ga sadar dia kalau Ara itu sikap dan sifat nya nurun dari nya yg egois ..tapi Alvin ga sadar diri..
Ina Karlina
biarkan si Alvin terus mengejar Aya jangan di pertemukan dulu Thor 🤭🤭🤭biar dia pusing 7 keliling
Ina Karlina
semoga aja lama ga ketemu nya biar tau rasa tuh si Alvin..huh dasar laki laki super posesif egois nya ga ketulungan bikin enek tau ga
Ina Karlina
berbahagialah Aya..om om nya pada posesif semua...kamu wanita paling beruntung dicintai oleh banyak orang 👍👍
Sitikomariah
kaya ada yg disembunyiin aya
Ina Karlina
seperti nya Alvin sakit deh cuma sama dia di rahasiakan..
Ina Karlina
teruskan Aya demo mu ..biarkan saja tuh s Alvin biar dia pusing sendiri 😁😁emang enak di perkosa..
Ina Karlina
kamu salah Alvin sikap posesif mu malah membuat Aya takut dan kamu tanpa sadar telah menjadi kan dia tawanan cinta butamu..kamu akan menyesal atas kekakua mu itu
Ina Karlina
kayanya Aya menyembunyikan penyakitnya..
Ina Karlina
bibir Aya udah ga perwan lagi tanpa sepengetahuan nya dan Alpin selalu mencurinya
Ina Karlina
waduh posesif banget ni om Alvin ..bucin akut sama anak asuhnya..sampe ga boleh di lihat apalagi di pegang ..langsung ngamuk dia 😁😁😁
Ina Karlina
bagaimana nanti kalau Aya tiba tiba ada yang suka ya.. reaksi Alvin nanti bagaimana
sharvik
ponakan kndung gk si in
nurul nazmi
ok
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!