NovelToon NovelToon
PERJUANGAN CINTA IRENE

PERJUANGAN CINTA IRENE

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / Duda / Balas Dendam
Popularitas:79.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ms. Riana

Irene, seorang gadis cantik dan mandiri. Harus kehilangan ayah, satu-satunya harta yang ia miliki.

Mendekati usia dua puluh tiga tahun ia harus kehilangan kesuciannya yang secara tidak sadar direnggut oleh mantan kekasihnya.

Membuatnya harus tertatih berjuang untuk mendapatkan cinta yang tulus.

Hingga suatu ketika ia bertemu Tian, seorang presdir muda yang menduda diusia yang cukup muda.

Ketika cinta mereka mulai bersemi, Tian meragukannya.

Apakah cinta Irene dan Tian bisa bersatu?




Note : Karya pertama yang aku buat berdasarkan imajinasi dan beberapa penggalan pengalaman temen aku yang aku samarkan. Happy Reading.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ms. Riana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PART 13

"Aku mau mas," jawab Irene malu-malu.

Ia terdiam karena masih tidak percaya dengan perkataan Tian tadi.

"Terima kasih sayang," kemudian berdiri membawa Irene dalam pelukannya.

Mengusap lembut punggung gadis yang baru saja sah menjadi kekasihnya.

Mendapatkan panggilan sayang dari Tian membuatnya berbunga-bunga.

Seakan doa-doanya selama ini dijawab oleh Tuhan.

Cup.

Tian mendaratkan kecupan lembut dipuncak kepala Irene.

Perlakuan manis Tian membuat hatinya menghangat.

Irene membalas pelukan Tian dengan melingkarkan kedua tangannya dipinggang Tian.

"Aku mencintaimu sayang," ucap Tian begitu melepaskan pelukannya.

Kemudian menundukkan kepala, kedua tangannya menangkup wajah Irene.

Kedua ibu jarinya mengusap jejak air mata yang mulai mengering di kedua pipi gadis itu.

"Aku juga mencintaimu mas," balas Irene dengan senyum malu-malunya sambil menggigit bibir bagian bawahnya.

"Begitu menggemaskan," batin Tian

Tian mendekatkan wajahnya dan semakin mengikis jarak diantara mereka.

"Boleh aku menciummu?" ujar Tian meminta ijin.

Irene hanya menganggukan kepala mengiyakan permintaan kekasihnya itu.

Cieee kekasih 😍

Perlahan ia mengecup kemudian mel***t pelan benda kenyal yang sudah membuatnya candu. Yang juga dibalas hal yang sama oleh Irene.

Sesekali menggigitnya pelan.

"Cukup mas," lirih Irene ketika Tian menjeda permainan mereka.

Bukan ia tidak menginginkannya tapi ia takut terlalu jauh.

Tian belum sepenuhnya tau tentang cerita kehidupannya. Termasuk masa lalunya yang kelam.

"Aku masih menginginkannya lagi sayang, aku janji tidak akan berbuat lebih," sahutnya memelas.

Irene tidak tega. Dan juga tidak ingin mengecewakan kekasihnya itu.

Kemudian menganggukan kepala mengiyakannya lagi.

Tian menarik Irene ke pangkuannya melingkarkan satu tangannya dipinggang Irene dan satu tangannya menarik tengkuk Irene memulai permainan mereka lagi.

Irene melingkarkan kedua tangannya dileher Tian kemudian membalas permainan yang Tian mulai.

Saling membalas ciuman dan bertukar saliva mereka lakukan.

Tian merasakan ada dua benda kenyal menempel didadanya.

Seketika ia melepaskan pagutannya perlahan.

"Tahan Tian junior," batinnya menguasai diri. Ada yang mulai tegang dibawah sana.

Tian mengecup kening gadis itu.

Kemudian menyatukan kening mereka.

"Aku mencintaimu sayang," ucap Tian serak.

"Aku juga mencintaimu mas," balas Irene dengan nada manja disertai senyuman manis.

"Mas , ini sudah larut, pulanglah dan istirahatlah," ucap Irene lembut agar tidak menyinggung perasaan Tian.

"Hufftt... padahal aku berencana bermalam disini," ujarnya menggoda Irene.

"Maaasss," balas Irene sambil melototkan bola matanya. Ia takut mereka berdua khilaf.

"Aku hanya bercanda sayang," sahutnya sambil melingkarkan kedua tangannya dipinggang Irene.

Cup.

Ciuman Tian mendarat dipipi Irene.

"Iisshhh.." balas Irene sambil mengerucutkan bibirnya. Membuat Tian ingin melahapnya lagi.

"Kenapa? Masih kurang? Mau lagi? ," seloroh Tian.

"Dasar mesum," balas Irene cepat kemudian bangkit dari pangkuan Tian.

"Mau kemana sayang?" tanya Tian tidak rela menyudahi kemesraan mereka.

"Aku ingin minum," sahut Irene. Ia ingin menyegarkan tenggorokannya yang mulai kering.

Dan juga ia takut berlama-lama dipangkuan kekasihnya.

Bukan hanya Tian yang takut khilaf. Ia juga. 😄

Dan ia juga takut detak jantungnya yang berdetak lebih kencang dirasakan pria itu.

" Kamu mampu menenangkanku Irene," batinnya.

Padahal sebelum bertemu tadi amarahnya terhadap Desi masih memuncak.

"Hanya melihatnya saja amarahku dan kecewaku menguap begitu saja," batinnya lagi sambil memandang gadis yang sedang memunggunginya.

"Sayang, aku pulang dulu, besok pagi aku antar kamu kekantor," bisiknya ditelinga Irene sambil memeluk nya dari belakang menempelkan dagunya dibahu Irene.

"Iya mas," jawab Irene sambil memutar tubuhnya menghadap Tian kemudian membenamkan wajahnya di dada bidang kekasihnya.

"Aku berjanji akan selalu membahagiakanmu mulai sekarang, aku mencintaimu, " ucap Tian.

Rasanya tidak ada bosan-bosannya ia mengungkapkan perasaannya pada gadis yang baru beberapa saat menjadi kekasihnya.

Cup.

Sebuah kecupan ia daratkan dikening Irene.

"Aku pulang ya," sahutnya lagi sambil berjalan mundur menuju pintu.

"Hati-hati dijalan mas," balas Irene.

Ketika pintu sudah tertutup, Irene mengejar Tian, ada yang tertinggal belum sempat ia balas.

"Mas Tian," panggilnya, karena Tian belum jauh. Masih berada dilorong. Tian membalikkan badannya.

"Aku juga mencintaimu, sangat," ucap Irene kemudian memberikan finger heart setelah itu membentuk love dengan kedua tangan melengkung diatas kepalanya.

Tian tergelak dengan tingkah Irene yang menurutnya sangat menggemaskan.

"Have a nice dream sayang," ucap Tian.

Irene membalasnya dengan senyuman kemudian melambaikan tangan didekat wajahnya.

"Bye mas Tian," balasnya kemudian masuk kekamarnya.

...--------...

Beberapa hari berlalu.

Hubungan Irene dan Tian semakin tak terpisahkan.

Tian bahkan akan mengenalkan Irene pada mama Gina dan adik-adiknya sebelum Irene kembali ke Surabaya.

"Cantiknya calon menantu mama," puji mama Gina ketika Irene baru saja menginjakkan kakinya dirumah keluarga Tian.

Hari ini mama Gina mengundang Tian dan Irene untuk makan malam.

"Irene tante," Irene memperkenalkan diri pada wanita paruh baya yang masih terlihat cantik diusianya yang tidak muda lagi.

Kemudian mencium punggung tangan wanita paruh baya itu.

"Panggil mama," titahnya lembut kemudian memeluk Irene.

"Iya ma," balas Irene sedikit canggung.

Kemudian Irene menyalami kedua adik Tian yaitu Elis yang duduk dibangku kuliah dan Dani yang masih duduk di sekolah menengah atas.

Tian tersenyum bahagia memperhatikan perlakuan lembut mamanya terhadap Irene.

"Lebih cantik aslinya daripada difoto," puji mama Gina sambil tersenyum menatap Irene.

"Foto?" tanya Irene sambil mengerutkan keningnya dengan pernyataan mama Gina baru saja.

Mama Gina hanya tersenyum.

"Foto apa mas?" ulang Irene sambil menatap Tian meminta penjelasan.

Tian hanya mengangkat kedua alis dan bahunya bersamaan.

Senyum jail tersungging dibibirnya.

"Maasss," Irene merajuk kemudian mengerucutkan bibirnya, ia kesal karena kekasihnya itu tidak memberikan jawaban ataupun penjelasan.

Tian terkekeh melihat tingkah penasaran Irene Kemudian mencubit gemas salah satu pipi Irene.

"Nanti aku ceritakan ," bisiknya kemudian mengacak rambut Irene.

Irene makin kesal dibuatnya.

Mama Gina hanya tersenyum melihat tingkah anak sulung dan calon menantunya.

Ya, calon menantunya. Setelah pulang dari menyatakan perasaannya pada Irene, Tian memutuskan pulang kerumahnya. Ia tidak sabar ingin menceritakan kandasnya hubungamnya dengan Desi.

Selama ini Tian memang tinggal sendiri di apartemennya sesuai permintaam Desi.

Desi selalu mengeluhkan sikap dingin mama Gina padanya.

Tian pun menuruti permintaan mantan kekasihnya itu karena tidak ingin menyakiti mamanya yang selalu tidak suka jika Tian membawa Desi kerumahnya.

Flashback on,

Mendengar suara klakson mobil anak sulungnya, membuatnya terbangun dari tidurnya yang belum terlelap.

Akhir-akhir ini ia mengalami gangguan tidur karena terlalu sering memikirkan anak sulungnya yang selalu menghindarinya.

"Akhirnya kamu pulang Tian," ucap mama Gina sambil berlari pelan menuruni anak tangga ketika melihat Tian baru saja memasuki pintu utama.

"Pelan-pelan ma, mama belum tidur? Ini sudah larut," ucapnya kemudian memeluk mamanya.

Wanita yang selalu sabar dan menjadi tempatnya pulang walaupun kadang ia selalu kesal atau marah padanya.

"Mama merindukanmu Tian, kamu sudah jarang pulang. Apa mama tidak penting lagi bagimu?" cecar mama Gina sambil terisak.

1
Lilis anggriani Lilis anggriani
sangat bagus dan menarik cerotanya,sambung ceritanya
Lilis anggriani Lilis anggriani
lanjut
Ms Riana
dibayrmar lunas ya kak 🤘
visi Sembiring
senjata makan tuan mau menjebak malah dijebak ingin tau gmn hancurnya dira kena karma tuch pelakor 😈😈😈
visi Sembiring
jgn biarkan rencana dira berhasil thor jgn pisahkan irene dan tian buat dira hancur dg rencananya sendiri walau ada pelakor jgn biarkan pelakor berhasil merusak kebahagiaan tian dan irene 😤😤😤
Ms Riana: siap kak 😁😁❤❤
total 1 replies
Ibuna Ariq
bentar lagi irene di bully psti karena status nya blm.di ketahui di kantor tian
Rintik Ludira
semangat semangat
Rintik Ludira
semangat thor...
Ms Riana
kemaren udah up tapi ditolak. sabar ya kak 🙏
Ningsih Darwin
lnjut thor
Ms Riana: siap kak 🙏🖤
total 1 replies
Rintik Ludira
sip sip sip semangat thor
Pangeran Matahari
lanjut kk..

dukung karya ku juga y cucu manja oma
Neti Jalia
aku mampir kk, yuk saling dukung🤗🙏

*Suamiku ceo ganas

"Sarlince(cinta sepihak)
Ms Riana
tenang kak. tidak akan tergoyahkan kok mas Tiannya 🤗
Ibuna Ariq
bnci klo udh ada bibit pelakor
Rintik Ludira
semangat ya thor semangat
Ibuna Ariq
up yg bnyak,slalu stia nunggu ni😁
Ms Riana: aaww makasih kak. 🖤
total 1 replies
Rintik Ludira
yok lanjuuut stia mendukung
Ms Riana
makasih kak 🖤
Rintik Ludira
semangat setia selalu menunggu up nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!