Kevin Prasetya adalah orang yang sangat setia kepada pasangannya dari sejak kecil, setelah remaja mereka pisah, akan tetapi saat dewasa mereka dipertemukan lagi dan menjadi sepasang kekasih yang romantis
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gilang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 13
HERVI CLEORENA
"Saya Hervi Cleorena, biasa dipanggil Vivi, sekretaris pribadinya kak Diana." Perlahan gadis itu mulai angkat bicara.
Semua mata tertuju pada seorang gadis yang berada di hadapan Diana. Mrs Anggi langsung menyapa Vivi dengan wajah tersenyum riang, ia juga berusaha untuk bisa akrab dengan Vivi yang baru saja bertemu dengannya.
Bibi Mirna datang dari belakang sambil membawa minuman dan cemilan di atas sebuah nampan. Dengan hati hati bibi Mirna membagikan minuman di atas meja. Tampak berbagai minuman dan cemilan mewah yang tertata rapi di atas meja.
" Silahkan diminum nyonya." Sapa bibii Mirna yang tak lupa memberikan senyuman.
Tanpa rasa segan, Diana meneguk minuman dan mengambil makanan yang berada dihadapannya. Bisa bisanya gadis itu berbicara dengan mulut yang terisi oleh berbagai makanan yang dilahapnya. Ya, menurut Mrs Anggi itu sudah biasa dilihat olehnya.
Tak lama kemudian terdengar suara tangisan baby Andra didalam kamar miliknya. Dengan segera Mr Kevin dan Mrs Anggi beranjak dari kursi dan menemui baby Andra. Tampak Baby Andra sudah terbangun dari tidurnya, Mrs Anggi langsung mencium pipi baby Andra dengan penuh kegirangan.
Senyuman dan tawa bahagia kini menyelimuti mereka berdua dengan sang anak. Mr Kevin merasa bahagia akan keluarga kecilnya yang begitu sangat sempurna baginya. Ia sangat bersyukur akan karunia yang diberikan oleh sang pencipta kepadanya. Hal yang ditunggu tunggu Mr Kevin akhirnya terjadi, akhirnya ia bisa menikmati suasana nyaman bersama anak dan istrinya.
Nyonya Anggi... Teriakan Diana yang menggema di seluruh ruangan. Membuat Mr Kevin dan Mrs Anggi tiba tiba diam dan saling menatap kearah pintu, sedangkan Baby Andra tampak terkejut mendengar suara lengkingan sang bibi barunya. Tamu yang tak diharapkan tiba tiba datang didepan pintu kamar Mrs Anggi dan Mr Kevin.
Diana dan mulai melangkah kedalam kamar Mrs Anggi dan Mr Kevin yang langsung disusul Vivi dibelakangnya. Mr Kevin membantu Mrs Anggi untuk duduk bersandar di sampaing Baby Andra.
Cup.... satu ciuman manis mendarat di pipi Baby Andra yang terasa sangat lembut dan wangi, membuat semua orang candu untuk menciumi pipi baby Andra. Tak puas dengan sebuah ciuman, Diana langsung mengendong baby Andra dengan penuh hati hati.
"Lihatlah kamu sangat menggemaskan." Ucap Diana yang berkali kali mengecup kening Baby Andra.
"Lihatlah Baby Andra, sekarang kamu kedatangan dua aunty mu." Tiba tiba Mrs Anggi membuka suara.
Vivi hanya menanggapi dengan senyuman diwajahnya. Tiba tiba handphone Diana berbunyi, tanpa berpikir panjang Diana meminta agar Vivi bisa menggantikan posisinya yang sedang mengendong baby Andra, perlahan Vivi mengambil baby Andra dari tangan Diana.
Bagi Vivi kali ini adalah hari pertama dan pengalaman Vivi mengendong seorang bayi pada tangannya. Biasanya ia menolak dengan sebuah alasan banyak kerjaan ataupun sibuk akan kerjanya. Andaikan waktu bisa diulang, dia pasti akan mencoba untuk ikhlas akan kepergian adik kandungnya yang meninggal dalam usia bayi.
Terlihat mata Vivi mulai berkaca kaca, kini dadanya terasa sangat sesak, jantungnya mulai berdetak sangat kencang. Mrs Anggi melihat wajah Vivi yang mulai memucat dan mata yang mulai memerah. Ia langsung bertanya kepada vivi untuk memastikan bahwa Vivi baik baik saja. Vivi hanya diam tanpa menjawab pertanyaan Mrs Anggi. Mrs Anggi merasa tidak enak pikiran akan keadaan Vivi. Tiba tiba tubuh Vivi merasa lemah dan kehilangan keseimbangan, dengan cepat Mr Kevin langsung menahan tubuh dan tangan Vivi dengan kuat, sedangkan Mrs Anggi dengan cepat mengambil baby Andra dari tangan Vivi.
Diana tampak panik akan melihat keadaan Vivi yang tiba tiba pingsan di hadapannya. Mr Kevin langsung memerintahkan Bibi Mirna untuk menelfon dokter untuk kerumahnya. Dengan segera Bibi Mirna langsung menjalankan perintah Mr Kevin dengan segera.
Tak lama kemudian seorang dokter datang dan langsung memeriksa keadaan Vivi. Tanpa waktu lama sang dokter pun langsung menjelaskan apa yang terjadi kepada Vivi.
"Apa yang terjadi pada Vivi dok?" Tanya Diana dengan penuh kecemasan.
"Tak perlu khawatir, Dia hanya butuh istirahat yang cukup dan minum obat secara teratur." Jawab sang dokter sambil memberikan sebuah obat kepada Diana.
"Syukurlah, baik dok."
Setengah jam kemudian akhirnya Vivi tersadar, betapa leganya Diana melihat Vivi yang sudah sadar dari pingsannya. Vivi terlihat heran kenapa dia tiba tiba berada di dalam sebuah kamar dan dikerumuni oleh keluarga Mr Kevin.
"Akhirnya kamu sadar juga nak." Ujar mama Mrs Anggi.
Wajah Vivi semakin heran akan orang orang yang berada didalam ruangan. Mrs Anggi yang melihat wajah Vivi langsung menjelaskan dan memperkenalkan kedua orang tua mereka. Setelah mendengar perkataan Mrs Anggi, wajah Vivi sudah tak terlihat keheranan lagi.
Tak lama kemudian Mr Kevin dan keluarganya berkumpul di meja makan untuk makan malam. Semua makanan mewah tertata rapi di atas meja makan. Tampak keluarganya melahap makanannya dengan elegan, sedangkan Vivi dan Diana hanya makan didalam kamar yang dihuni oleh Vivi, dikarenakan keadaan Vivi yang masih belum stabil untuk berkumpul diruang makan.
Diana mencoba untuk membuat Vivi membuka suaranya, tetapi Vivi tampak diam tanpa mengeluarkan sepatah kata. Yah, baru kali ini Diana melihat sang sekretaris pribadinya menjadi sosok yang pendiam dan sering melamun. Biasanya Vivi merupakan sosok yang ceria seperti tanpa ada masalah, tetapi kali ini sekretaris pribadinya berbeda dari sebelumnya.
"Apa ada masalah? coba ceritakan pada ku, sepertinya masalah mu kali ini sangatlah berat." Ujar Diana mencoba membuka suara.
Vivi?... tanya Diana. Vivi hanya diam dengan pandangan kosong ke depan. Diana melambaikan tangan dihadapan Vivi yang langsung tersadar dari lamunannya.
"A- ada apa kak Diana?" Tanya Vivi dengan gugup.
"Apa yang terjadi? Apa ada masalah? coba ceritakan pada ku, sepertinya masalah mu kali ini sangatlah berat." Ujar Diana.
"A- aku tak punya masalah, tenang saja aku baik baik saja." Jawab Vivi sambil melahap makanannya.
Diana hanya terheran akan tingkah laku Vivi yang begitu berbeda hari ini. Terkadang Vivi menatap dirinya dengan tatapan kosong dan hampa, dan terkadang matanya juga merah dan berkaca kaca. Diana berfikir bahwa sekretaris pribadinya kini sedang mempunyai masalah yang sangat berat, tetapi Vivi tidak mau menceritakan padanya. Ia berusaha untuk memancing Vivi agar menceritakan masalahnya, tetapi selalu saja gagal.
Vivi meneguk segelas air yang berada di atas nakas. Ia kembali menidurkan dirinya kembali di atas ranjang miliknya, Vivi memutuskan untuk kembali beristirahat, sedangkan Diana yang melihat tingkah laku Vivi kembali merasakan hal janggal pada sekretarisnya. Karena merasa bosan, Diana memutuskan untuk keluar dari kamar dan menemui Mrs Anggi.
🤩🤩🤩🤩🤩