NovelToon NovelToon
CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)

CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama / Contest / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:123.9k
Nilai: 5
Nama Author: Tina Fath

Kehidupan Lambok yang memutuskan menduda setelah kepergian sang istri, Tiana Kartika. Dia akan fokus merawat anak-anaknya buah cinta dengan Tia.
Adik iparnya, Nindi yang belum juga menikah karena belum mendapatkan jodoh seperti keinginannya. Dia juga berat jika harus meninggalkan keponakannya.
Atala dan Twins yang tumbuh besar tanpa seorang Mama tetapi tak pernah kurang kasih sayang Mama karena Auntie Nindi yang menyayangi mereka seperti Mama.
Atala yang tumbuh menjadi pemuda yang sangat tampan, membuat banyak wanita yang tergila-gila padanya tak terkecuali dengan Vita yang diam-diam menyukai Kakaknya.
Terkuaknya status Atala, membuat Atala terpukul dan mulai mencari Orangtua kandungnya.
Bagaimana kisah cinta Nindi selanjutnya? Apakah dia akan mendapatkan pendamping seperti Lambok?
Bagaimana usaha Atala yang mencari orangtua kandungnya, akankah berhasil?
Seseorang yang berasal dari masa lalu akan datang lagi, Siapakah dia?
Selamat membaca novel edisi kedua dari 🌷"Derita, Akankah Berakhir?"🌷

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tina Fath, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pemberkatan

"Maaf Pastur. Boleh Saya bertemu dengannya?" Tanya Marcel.

"Maaf Nak. Kamu tak bisa menemuinya, satu jam lagi ada pemberkatan untuk calon biarawati." Kata Pastor.

"Tapi Bapak... Saya mohon. Pemberkatan untuk Sis Maria jangan terjadi, sebelum Kami memeriksanya." Marcel memelas.

"Maksud Kamu apa Nak? Apa yang mau diperiksa?" Pastor terlihat bingung.

"Bapak lihat keluarga disana?" Marcel menunjuk Lambok dan keluarganya.

"Ya, lalu?" Pastor tambah bingung.

"Mereka sedang mencari keluarganya. Anak-anak itu mencari Mama mereka. Mama mereka sangat mirip dengan Sis Maria. Tapi Saya ragu kalau Sis Maria bukan saja mirip dengan Mama mereka, tapi Sis Maria adalah Mama Mereka." Jelas Marcel.

Marcel pun menceritakan semua kejadian yang menimpa Tia hingga kecelakaan pesawat.

"Begitu Pastor ceritanya. Saya harap Pastor mau mempertimbangkan kembali. Mereka ingin membuktikan kalau Sis Maria adalah Mama mereka. Tapi kalau ternyata Sis Maria bukan Mama mereka, Mereka akan mengikhlaskannya." Kata Marcel kembali.

Pastor mengangguk-angguk. Pastor menghela nafas. "Tapi bagaimana mungkin? Sis Maria dibawa Papa nya dari kepulauan kecil benua Asia." Kata Pastor.

"Apa? Benarkah? Itu adalah tempat tak jauh dari jatuhnya pesawat itu. Ya Tuhan.... Aku harap semua ini benar." Kata Marcel.

"Pastor tenang saja, kalau ternyata benar, Sis Maria adalah Kak Tia, Kami yang akan menghadap Papa...??" Marcel terlihat bingung.

"Papa Carlos." Kata Pastor.

"Oohh Papa Carlos. Baiklah.... Jadi... Apa boleh, Kami menemuinya?" Tanya Marcel.

"Kamu tak boleh masuk Nak. Wanita yang disana yang boleh masuk. Anak-anak kembar itu juga boleh." Kata Pastor.

"Baiklah Pastor... terima kasih banyak." Marcel mencium tangan Pastor.

Pastor tersenyum sambil mengangguk-angguk.

Marcel bergegas menghampiri Lambok, Nindi dan Anak-anak Lambok.

"Bagaimana?" Nindi terlihat cemas.

Marcel tersenyum. "Kamu dan Twins boleh menemui Sis Maria. Sebentar lagi akan ada pemberkatan untuk pelantikan Biarawati termasuk Sis Maria. Jadi bergegaslah." Kata Marcel.

Nindi mengangguk.

"Nindi...." Panggil Lambok.

"Ya Kak." Sahut Nindi.

"Kamu bawa ini. Di dalamnya ada Foto Almarhum Ayah Kamu." Lambok mengeluarkan Al Quran milik Tia.

Nindi tersenyum sambil menerima Al Quran.

"Hati-hati... Bismillaah..." Pinta Lambok.

Nindi mengangguk. "Ayo Sayang... Kita ke Mama Kalian." Nindi menggandeng Twins.

Pastor memerintahkan seorang Biarawan mengantar Nindi ke Biara perempuan. Sebelumnya Pastor telah menghubungi Kepala Biarawati, Sis Noel.

Tak Lama.

"Maaf Nona, Saya hanya bisa mengantar sampai sini. Nona berjalan lurus kesana, Nanti ada biarawati yang menjemput Nona." Kata Biarawan tersebut.

"Baiklah pak. Terima kasih." Kata Nindi yang menangkupkan kedua telapak tangannya di dada.

Nindi mengikuti arahan Biarawan. Benar saja, ternyata di depan Sis Joan sudah menunggu mereka.

"Sis Joan..." Panggil Twins yang setengah berlari.

Sis Joan tersenyum. "Hallo bidadari kecilku... Aku senang Kalian datang. Cepatlah buktikan kalau Dia bukan Sis Maria, tapi Mama Kalian." Sis Joan seakan ingin Nindi membawa Sis Maria keluar, pergi jauh-jauh dari Biara.

"Terima kasih Sis." Kata Nindi yang segera mengikuti langkah Sis Joan.

Sis Joan mengetuk pintu kamar Sis Maria. Sis Maria membukanya.

Nindi sangat terkejut melihat wajah Tia. Manik matanya yang tak pernah Nindi lupakan, tatapan lembut sang Kakak yang selalu membuat Nindi merindukannya.

"Kakak..." Nindi memeluk Sis Maria.

Sis Maria bingung dibuatnya. Sis Joan menjelaskan kedatangan Nindi dan Twins.

"Apa? Jadi Aku harus membuka bajuku?" Sis Maria terlihat ragu.

"Aku mohon." Nindi memelas.

Sis Joan mengangguk pada Sis Maria. "Aku ingin Kamu bahagia, Maria. Ini bukan tempatmu. Aku tahu Kamu selama ini tertekan." Mata Sis Joan sudah berkaca-kaca.

Maria membuka bajunya. Nindi segera memeriksanya. Betapa terkejutnya Nindi.

"Subhanallaah... Ternyata benar... Kamu Kakakku." Nindi memeluk tubuh Maria dan menangis. "Kakak.... Ini Aku, Kak.. Apa Kakak melupakan adik bungsumu ini."

Twins yang mendengar Auntienya memanggil Kakak, langsung berhambur memeluk Mama mereka.

"Mama.... Jangan tinggalkan Kami.... Huk... huk... huk..." Twins menangis.

Maria masih bingung. Dia menatap Sis Joan masih tak mengerti.

"Tapi bagaimana mungkin? Aku tak mengenal Kalian sama sekali." Maria berkata.

"Apa Kakak mengingat masa lalu Kakak sebagai anak Papa Carlos?" Nindi bertanya.

Maria menggeleng. "Kata Papa Aku sakit jadi Aku lupa masa lalu ku." Kata Maria.

Sis Joan mengeluarkan obat yang diambil dari tas Maria. "Nona... Mungkin ini bisa membantu?" Sis Joan ingat, Twins pernah bercerita kalau Auntienya seorang Dokter.

Nindi melihat obat-obatan itu. "Apaaaa...???" Nindi kaget melihat obat-obatan itu.

"Ini obat penenang, dan ini obat untuk melupakan daya ingat kita? Lalu ini... Ya Allah... Ada apa sebenarnya ini? Kenapa Bapak Carlos memberikan ini semua pada Kakakku?" Nindi terlihat bingung.

"Jadi... obat-obatan ini yang membuat Maria tak ingat siapa dirinya?" Tanya Sis Joan kaget.

Nindi mengangguk. "Sepertinya Kak Tia mengalami hilang ingatan pada saat pengobatan kanker otaknya, Bapak Carlos memberikan obat-obatan ini agar Kak Tia melupakan semuanya." Nindi terlihat kesal.

"Jadi namanya Tia?" Tanya Sis Joan.

Nindi mengangguk. Nindi mengeluarkan Al Quran milik Tia dan memberikannya pada Tia.

"Apa Kakak, ingat ini? Ini Al Quran milik Kakak yang Kak Lambok simpan. Kakak ingat?" Tanya Nindi.

Tia mencoba mengingat. Kepalanya sakit. "Aaacchhh... kepalaku sakit sekali.. Aku mohon berikan obat itu...!" Tia terlihat kesal karena Nindi tak mau memberikan obat itu.

"Tidak Kak, Kakak tak boleh meminum obat ini lagi." Nindi menjauhkan obat-obat itu.

Tia memegang kepalanya. "Aaacchhh... Sakiittt... Kalian jahaaat...! Kalian menyiksaku...!" Tia histeris.

Para Biarawati masuk kedalam kamar Sis Maria karena Maria histeris.

Sis Maria tak sadarkan diri. Nindi dibantu Sis Joan dan beberapa biarawati mengangkat tubuh Tia ke atas ranjang.

"Kepala Biarawati masuk. Bagaimana? Apa yang terjadi?" Kepala Biarawati melihat Twins yang menangis terus memanggil Mama Mereka.

"Dia bukan Sis Maria tapi Ibu mereka." Kata Sis Joan.

"Puji Tuhan... Kebenaran terungkap sebelum terlambat." Kata Kepala Biarawati.

"Lalu bagaimana Saya membawa Kakak Saya keluar dari sini? Apa ada Ambulance disini?" Tanya Nindi.

Kepala Biarawati menggeleng. "Kalian harus menyebrang dulu ke dermaga." Kata Kepala Biarawati.

"Saya akan mengatakan semua ini pada Pastor, nanti pastor yang akan memberikan keputusan." Kata Kepala biarawati yang segera berlalu menemui Pastor karena pemberkatan akan segera dimulai.

Nindi mengompres kening Kakaknya. Nindi juga menyelimuti sang Kakak dengan selimut berlapis-lapis agar Tia mengeluarkan keringat.

Sis Joan membantu Nindi menyiapkan keperluan untuk mengobati Tia.

Kepala Biarawati terlihat serius berbicara pada Pastor. Pastor berulang kali terlihat menghela nafas.

Sis Noel dan Pastor menemui Marcel, Lambok dan Atala.

"Bagaimana?" Marcel langsung bertanya.

Pastor tersenyum

"Puji Tuhan... Kebenaran terungkap sebelum semuanya terlambat." Kata Pastor.

"Maksud Bapak? Apa Sis Maria benar Kakak Saya?" Tanya Marcel.

Pastor mengangguk. Pastor juga menceritakan kejadian didalam kamar Maria karena Sis Noel yang memberitahu.

"Alhamdulillaah...." Lambok dan Atala segera melakukan sujud syukur.

Pastor dan Sis Noel terperanjat. "Jadii..... Sis Maria...???"

Marcel mengangguk. "Iya Bapak... Iya Sis Noel."

"Ya Tuhan.... Semoga Tuhan mengampuni dosa-dosa Kami dan juga Papa Carlos." Kata Pastor.

"Lalu bagaimana? Apa Kami boleh membawanya?" Tanya Marcel.

"Kalian boleh membawanya, tapi Saya minta setelah Maria baik-baik saja, Kalian harus menemui Papa Carlos. Saya tak mau nanti Papa Carlos salah paham. Nanti Kalian bisa membawa Saya kesana. Saya yang akan menghadapi Papa Carlos." Jelas Pastor.

Marcel mencium tangan Pastor. "Terima kasih Bapak."

Mereka pun akhirnya membawa Tia kembali ke negara A. Marcel menelpon ambulance agar standby di dermaga.

1
Maura
kalau ada visual lebih bagus thor
Egi
Mengharukan tapi akhirnya menyenangkan. Beragam masalah dan beragam penyelesaiannya
???
semoga orang baik
???
kok namanya bisa samaan gitu emang jodoh nya nindi kali ya 😄
Egi: marcellino lefrant yg aktor laga itu😂😂😂
total 4 replies
???
😱😱😱😱😰
???
nindi masih setia menunggu ya😄
???
klo untuk yg satu ini aku no coment 😷
Egi: wkwkwk
total 1 replies
???
iya Marcel gimana ya, selamat kah😳
???
oh... jd begitu 😥
???
hm... hm... jadi ikutan haus juga😌😆
???
perlu ijab kobul lg gk ya?
???
mungkin krn wajah Tia mirip sm anaknya pak Carlos, atau bisa jd Pak Carlos menganggap Tia anaknya krn tdk mempunyai anak
Egi: betul bgt ka😄
total 1 replies
???
syukur lah.. 🥰🥰😇
???
lanjut
???
berarti emang bener yah sis Maria sm Tia itu orang yg sama?
???
agak2 risih gk sih😆🙃
???
masih penuh dgn teka-teki 🤨
???
sister/suster ya 😄
???
jangan2... ah gk tau lah lanjut baca aja drpd penasaran 😄
???
serupa tapi tak sama
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!