" Aku selalu mencintaimu.. Tidak ada rasa ini berkurang sedikit pun untukmu.. Selena ku. " Arjuna.
" Mencintai mu tidak harus memiliki ragamu.. hati ini selalu terisi penuh dengan nama mu, Arjuna ku. " Selena.
" Apa Daddy tidak mencintai mommy ku lagi? Daddy sudah melupakan mommy ku? Selena mu? Jadi benar, aku di lahirkan ke dunia karena suatu kesalahan? lalu kenapa Daddy mempunyai anak lainnya? aku membenci mu dad! sangat membenci mu! sebelum aku mencintaimu! " Renard.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon susi sartika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Satu jam bersamamu
Sebelum membaca, budayakan Follow dulu. Terus jangan lupa tekan like. komen lebih afdal.. biar penulis semangat nulisnya...
...🌈🌈Instagram Author : Srt_tika92🌈🌈...
Selamat membaca......
🌸🌸🌸
Sepulang sekolah, Selena mulai membantu Arjuna untuk mempelajari mata pelajaran yang sulit di kuasai oleh Arjuna. Selena beralasan jika dia mengikuti pelajaran tambahan di sekolah pada kedua orang tuanya.
" Aku hanya punya waktu satu jam untuk belajar bersama mu. " ujar Selena yang sudah duduk di bangku taman.
" Baiklah.. satu jam lebih dari cukup. " kata Arjuna. Satu jam bersama Selena adalah keberuntungan bagi Arjuna.
" Oke! kita mulai saja. " Selena mengambil buku dalam tasnya. Bersiap untuk mengajari Arjuna. " Bagian mana yang tidak kau mengerti? "
" Semua. " jawab Arjuna.
Selena menghela nafasnya kasar. Tidak menyangka Arjuna sebodoh itu. " Pantas saja kau dua kali tinggal kelas. "
Selena mulai memberi penjelasan pada Arjuna. Dan pria itu hanya mendengarkan nya saja. Tatapannya tertuju pada wajah Selena yang selalu memenuhi pikirannya. Setiap malam Arjuna memimpikan Selena. Berharap bisa mendapatkan hati gadis itu.
" Apa kau mengerti? "
Arjuna mengangguk. " Hem. "
Selena mengerutkan keningnya. " Yakin? kau mengerti apa yang tadi aku jelaskan? "
" Iya aku mengerti. " jawab Arjuna.
" Coba kau kerjakan soal ini. " Selena yang tidak percaya memberikan soal pada Arjuna.
Arjuna meraih bolpoin yang di berikan Selena. Dengan mudah Arjuna bisa mengerjakan soal itu. " Sudah. " Arjuna memberikan hasilnya.
" Kau membohongi ku! " seru Selena yang melihat hasil jawaban Arjuna.
" Apa? "
" Kau bisa mengerjakan soal ini dengan benar. Padahal tadi aku menjelaskan bukan mengenai rumus ini. " Selena sengaja memberikan soal yang berbeda dari apa yang tadi ia jelaskan. Sedari tadi Selena tahu, jika Arjuna terus memperhatikan nya tanpa melihat apa yang sedang ia bicarakan. ' Kenapa seperti itu? " tanya Selena penasaran.
" Apa? aku tidak mengerti ucapan mu? "
" Ck! " decaknya kesal. " Kenapa kau tinggal kelas dua kali? Tapi nyatanya kau sangat pintar. Soal yang aku berikan cukup sulit. Aku saja butuh waktu lama untuk memecahkan jawabannya. " ujar Selena. Selena memberikan soal yang minggu lalu guru mereka berikan sebagai tugas rumah.
" Itu karena aku masih mengingatnya, hehe.. " elak Arjuna. Padahal dia memang bisa mengerjakan soal itu dengan mudah.
" Jangan membohongi ku! waktu pembahasan kau membolos! " Selena masih mengingatnya, Arjuna tidak ada di kelas pada saat itu. " Katakan sejujurnya. " desak Selena. Awalnya Arjuna dan Selena tidak berada di kelas yang sama. Tapi entah kenapa tiba-tiba Arjuna berada di kelas yang sama dengan Selena.
Semua itu di lakukan oleh Mario, yang meminta pihak sekolah memindahkan Arjuna. Mendengar informasi dari Rangga tentang keinginan Arjuna yang mau berubah demi seorang gadis. Mario memudahkan jalan bagi Arjuna. Mario pikir, tidak ada salahnya membantu Arjuna berdekatan dengan Selena, hal itu sangat berpengaruh pada putranya yang mempunyai semangat tinggi untuk belajar, menginginkan lulus di tahun ini.
Arjuna tidak bisa mengelak lagi. " Aku hanya malas saja. Ingin bersenang-senang. "
" Kau membuang waktu ku! " ketus Selena.
" Selena.. tidak bisa kah kau tetap mengajari ku? " tidak rela jika waktu untuk berdua dengan Selena di tiadakan.
" Kau sudah pintar! kenapa aku harus mengajari mu? "
" Oke! bagaimana kita belajar bersama saja. Biar aku bersemangat untuk lulus tahun ini. " ujar Arjuna.
" Kau memang bodoh! bisa-bisanya membuang waktu mengulang di kelas yang sama. " Selena tak habis pikir, Arjuna mempunyai otak yang pintar tapi memilih untuk tinggal kelas.
" Aku janji tahun ini akan lulus. Jika kau mau menemani ku. Memberi ku semangat. " Arjuna berharap Selena masih mau meluangkan waktu untuk belajar bersama sepulang sekolah.
" Baiklah.. kau juga harus mengajari ku. Sepertinya aku kesulitan dengan mata pelajaran bahasa Jepang. Apa kau menguasainya? " tanya Selena.
Bahasa Jepang? tentu saja Arjuna sangat menguasainya di luar kepala. Daddy nya pun begitu fasih berbicara bahasa Jepang. Karena sewaktu kecil hingga dewasa daddynya tinggal di negri itu.
Mereka berdua kembali belajar bersama. Selena tidak menyangka, Arjuna memang sangat pintar. Bukan hanya Bahasa Jepang saja, tetapi pelajaran Matematika dan Sains pun ia kuasai.
" Sudah satu jam. Aku harus pulang. " ucap Selena ketika melihat jam yang melingkar di tangannya.
" Mau aku antar? " dengan senang hati Arjuna menawarkan diri untuk mengantar Selena pulang.
" Tidak usah, sopir ku sudah menunggu di depan
" Selena menolak ajakan Arjuna. Tidak mudah mendapatkan waktu bagi Selena untuk bermain-main. Kedua orang tuanya sangat ketat. Selena harus mempunyai alasan yang masuk akal agar bisa meluangkan waktu untuk bersenang-senang. Meski itu harus berbohong.
" Yah... padahal aku ingin mengantar mu pulang. " suara Arjuna terdengar sangat kecewa.
" Maaf.. tapi aku memang tidak bisa. " Selena.
" Ya.. ya.. it's okay! "
" Yasudah aku pergi dulu. Sampai bertemu besok! " pamit Selena. Arjuna memandangi tubuh Selena yang semakin menjauh dari penglihatan nya.
Pria itu mengemasi buku-bukunya, kemudian beranjak dari duduknya. Bergegas untuk pulang. Satu jam bersama Selena membuat Arjuna merasa senang. Arjuna akan memulai hidupnya agar lebih baik dari sebelumnya. Membuktikan pada Selena, bahwa dia bisa menjadi pria yang hebat. Arjuna melupakan jika dirinya saat ini telah terikat hubungan dengan Cintya. Mendekati Selena harus lebih dulu mengakhiri hubungannya dengan Cintya yang belum lama terjalin.
" Kau sudah selesai? " Rangga yang belum pulang menghampiri Arjuna di parkiran.
" Kau menunggu ku? " tanya Arjuna yang terkejut mendapati Rangga belum pulang.
" Cih! menunggu mu! " tukas Rangga. " Aku baru selesai latihan. " terlihat jelas keringat yang membasahi pakaian Rangga. Pria itu memang aktif mengikuti ekstrakurikuler. Bermain Basket adalah hobinya.
" Oh.. "
" Kita harus segera pulang, Tuan besar meminta mu mengantarkan Saciko. " ujar Rangga.
" Iya.. aku sampai lupa. "
" Yasudah.. aku duluan. Kau jangan berbelok arah! " seru Rangga yang sudah melajukan motornya. Memperingati agar Arjuna tidak pergi kemana pun selain ke rumahnya. Rangga tidak bisa mengikuti Arjuna dari belakang, dia terburu-buru untuk mengantarkan ibunya ke rumah sakit untuk mengecek kesehatan nya.
" Iya! " teriak Arjuna. " Cerewet! " gerutunya kesal.
Bersambung..
Nggak tau aja Arjuna anak siapa, holang kaya tau nggak