pokoknya baca ajah ya gais
semoga suka!!!
hao chen adalah anak satu-satunya dari walikota hao yang selama kepemimpinannya sangat disukai oleh masyarakat karna tegas dan adil kepada rakyannya
tapi karna suatu kejadian di mana mafia yang ingin mengedarkan narkoba di wilayahnya,walikota hao mengerahkan semua keamanan kota untuk meringkus semua orang- orang yang terlibat
akibat itu pula lah malam berdarah di keluarga hao terjadi pembantaian dan pembakaran kediaman dari walikota hao
dan anak satu-satunya berjuang untuk membalaskan dendam dari keluarganya
Apakah dendam hao chen dapat terwujud ataukah hao chen gagal dan melepaskan dendamnya kita lihat saja nanti
Dan apa yang akan terjadi setelah hao chen mati apakah dewa akan bermurah hati kepada hao chen atau dia akan langsung terlempar di alam baka....
tetep baca terus ceritaku ya kawan ada kultivator nya hehehe...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhiinda Rohma Dinda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 12 : Membantu
Beri kami like 👍 di setiap akhir episode ya kawan biar author lebih semangat lagi nulis novel untuk kalian. Happy reading 😘😘
.
.
.
Hao chen hanya memperhatikan mereka dari balik pohon besar.
"Haha menyerah saja kau dan serahkan nyawamu kepada kami" ucap seorang pembunuh bayaran yang sebagai pemimpin mereka
"si..apa yang menyuruh kalian" ucap salah satu saudagar paruh baya yang sudah terluka cukup parah
"haha baiklah-baiklah karena kalian akan mati jadi akan kami beritahu,yang menyuruh kami adalah feng nan" ucap pemimpin pembunuh bayaran tersebut dan kemudian kembali akan menyerang saudagar tersebut
Bammm
Suara dentuman pukulan hao chen tepat mengenai kepala pemimpin pembunuh bayaran tersebut
"sialan siapa yang berani memukulku" teriak pemimpin tersebut dan pandangannya mengarah pada lelaki yang mengenakan baju biru yang tak lain adalah hao chen yang tengah berdiri di hadapan sang pemimpin tersebut
"sialan hanya bocah tingkat transformasi *9 saja sudah berani melawan kami" ucap kembali pemimpin itu tak terima dirinya mendapatkan bogem mentah dari seorang bocah
Tanpa banyak bicara hao chen menarik pedang yang ia dapatkan dari saudagar paruh baya tersebut
"Gerakan pertama : Tebasan kematian" ucap hao chen kemudian melesat ke arah pemimpin tersebut dan melakukan gerakan menebas
Karena pemimpin tersebut belum siap untuk menghindar akhirnya bagian dada pemimpin tersebut terkena tebasan pedang hao chen mengakibatkan luka yang cukup parah
"bodoh kenapa kalian diam saja serang" teriak pemimpin itu kepada bawahannya karena hanya diam saja tanpa melakukan perlawanan
Tak berapa lama pun lima dari bawahan pemimpin itu mengepung hao chen yang rata-rata tingkat kultivasi mereka sudah berada di ranah jalan kesengsaraan*4
"Gerakan kelima : tebasan lima arah" ucap hao chen lalu menggerakan tubuhnya memutar dan tiba-tiba muncul pusaran angin yang menghasilkan sebuah pedang yang terarah pada kelima pembunuh bayaran tersebut
duk
duk
duk
tiga kepala menggelinding di bawah kaki hao chen dan untuk dua pembunuh bayaran sendiri tertusuk oleh pedang angin yang di ciptakan oleh hao chen yang mengenai dada mereka
Tatapan hao chen teralihkan ke arah pemimpin bayaran tersebut kemudian tersenyum menyeramkan
" apa kau menginginkan seperti mereka" ucap hao chen sambil menggerakkan pedangnya ke arah pemimpin pembunuh bayaran tersebut
"gerakan keenam : tusukan kematian" Tiba-tiba saja dari ujung pedang yang di gunakan hao chen menembakkan sinar yang penuh energi langsung melesat ke arah pemimpin bayaran tersebut dan tepat mengenai jantungnya
Namun hao chen langsung terduduk dan memutahkan seteguk darah karena terlalu banyak menggunakan energi Qinya
Dua saudagar yang melihat hao chen memutahkan darah salah satu dari mereka langsung menghampiri hao chen dan satunya lagi langsung menumpas sisa dari pembunuh bayaran tersebut
"Tuan kau tak apa" tanya saudagar paruh baya tersebut namun hao chen tiba-tiba saja jatuh tak sadarkan diri
---
Di sebuah ruangan mewah terbaring tubuh pemuda yang masih berumur 17 tahun yang tak lain adalah hao chen
"dimana ini" gumam hao chen saat baru terbangun dari pingsannya
"Tuan muda sudah bangun" ucap saudagar paruh baya itu dan menghampiri hao chen kemudian memberikan hormat kepada hao chen
"Terimakasih tuan muda atas pertolongan yang sudah tuan muda berikan kepada kami" ucap saudagar paruh baya itu
"ya, dimana ini" tanya hao chen
"Tuan muda sekarang berada di kota jiangna salah satu kawasan kekaisaran lin" ucap saudagar tersebut
.
.
.
**like
like
like**
pantes nie novel sepi